
Sesuai dengan dugaan Qin Shan, manik ini memanglah barang yang berharga. Manik True Samadhi Fire sangat bermanfaat bagi kultivator yang mengkultivasi dao api. Sementara itu ia juga memiliki wawasan terhadap dao api. Dengan fakta ini saja, hasrat Qin Shan terhadap Manik True Samadhi Fire ini telah meningkat drastis.
Qin Shan tidak bertanya lebih banyak lagi pada Mo Xianyu dan ia langsung menyimpan Manik True Samadhi Fire di dalam pulau lotusnya.
Sebelumnya Qin Shan mendengar bahwa kunci perak yang ia dapatkan dari Mo Guang adalah kunci untuk membuka Kolam Naga Murni. Yang mana kolam itu sangat bermanfaat bagi para kultivator khususnya pada Mo Xianyu. Qin Shan sudah memikirkan hal ini, ia akan membawa Mo Xianyu ke Kolam Naga Murni itu.
“Berdasarkan yang kulihat, basis kultivasimu saat ini berada pada tahap True Immortal awal, bukan? Selain itu kau baru saja naik tingkat, setidaknya kurang dari dua puluh tahun lalu.” ucap Qin Shan sambil melirik Mo Xianyu di dekatnya.
Ketika Qin Shan berkata demikian, Mo Xianyu tidak terkejut sama sekali. Qin Shan adalah orang yang sangat kuat, jadi akan aneh jika dia tidak bisa memperkirakan basis kultivasinya.
“Itu benar, daripada disebut sebagai True Immortal awal, aku lebih pantas disebut sebagai True Immortal pemula. Bagaimanapun juga aku masih belum menstabilkan basis kultivasiku. Setidaknya aku memerlukan waktu beberapa tahun lagi untuk mentabilkannya.” jawab Mo Xianyu dengan tenang.
Setelah mendengar hal itu, Qin Shan menjadi yakin bahwa ia memang harus membawa Mo Xianyu ke Kolam Naga Murni. Dengan kekuatan Mo Xianyu yang sekarang, itu jelas tidak cukup untuk bertahan di malapetaka ini. Bahkan seorang Heavenly God saja bisa binasa, apalagi hanya seorang True Immortal belaka?
“Kita akan pergi ke Kolam Naga Murni yang kau katakan sebelumnya. Kau akan berkultivasi di sana dan meningkagkan kekuatanmu secepat mungkin.” kata Qin Shan dengan tegas. Di sisi lain Mo Xianyu menjadi sangat terkejut dengan apa yang baru saja Qin Shan katakan.
Sebelumnya Qin Shan bahkan tidak punya sedikit pun niat untuk membantunya ke Kolam Naga Murni. Tapi sekarang Qin Shan-lah yang mengajaknya ke Kolam Naga Murni untuk berkultivasi di sana. Bagaimana bisa Mo Xianyu tidak terkejut dengan hal ini?
Tanpa ragu-ragu, Mo Xianyu langsung mengeluarkan kapal terbangnya. Ia meminta Qin Shan untuk masuk lalu segera melesat menembus awan. Jarak antara posisi mereka saat ini dengan Kolam Naga Murni cukup jauh, namun tidak terlalu jauh hingga memerlukan waktu satu hari perjalanan.
Setengah hari kemudian, kapal terbang Mo Xianyu mendarat di sebuah pegunungan tinggi dan curam. Setelah mereka berdua keluar, Qin Shan dapat merasakan bahwa ada sesuatu yang aneh di tempat ini.
Aura Dao yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya memenuhi pegunungan ini bagaikan kabut. Energi spiritual di sini cukup tipis, namun begitu kau menyerapnya maka kau akan tahu seberapa murninya energi spiritual di tempat ini.
“Tempat ini adalah gunung Pure Dragon Ruins. Kolam Naga Murni terletak tepat di bawah pegunungan ini. Meskipun aku tidak pernah mendatangi tempat ini sebelumnya, tapi aku telah membaca berbagai informasi mengeni tempat ini. Jalan masuk menuju Kolam Naga Murni adalah sebuah altar batu di pedalaman gunung. Altar batu itu tidak bisa dideteksi dengan Coresense, karena memang di tempat ini kau tidak bisa menyebarkan Coresense-mu dengan baik.” saat mengatakan semua ini, Mo Xianyu tidak menunggu Qin Shan dan langsung melesat ke depan.
Sementara itu Qin Shan hanya bisa mengikuti Mo Xianyu dari belakang sambil menghela napas. Ternyata apa yang dikatakan Mo Xianyu sebelumnya memang benar, ia tidak bisa menyebarkan Coresense dengan baik di tempat ini. Itu artinya mencari altar batu tersebut akan cukup merepotkan.
Luas dari gunung Pure Dragon Ruins ini tidak terbatas dan jika mereka melakukan pencarian secara manual, itu pasti akan memakan waktu yang terlalu lama.
Qin Shan tetap mengikuti Mo Xianyu dari belakang dan ia segera menyebarkan kehendak spiritualnya dalam radius hampir satu juta kilometer. Kehendak spiritual Qin Shan menyebar dengan cepat, setelah beberapa tarikan napas, ia akhirnya tersenyum lebar.
Ternyata benar, dengan kehendak spiritual, Qin Shan bisa menemukan sebuah altar batu yang terlihat kuno dan terbengkalai. Altar batu itu berjarak lebih dari setengah juta kilometer dari posisinya saat ini.
Qin Shan dengan cepat meraih Mo Xianyu yang ada di depannya dan langsung melesat ke arah altar batu tersebut.
“Kakak Senior, apa yang terjadi? Kenapa kau menyeretku seperti ini?” Mo Xianyu terus melemparkan pertanyaan pada Qin Shan dengan tak berdaya. Ia tidak tahu mengapa Qin Shan membawanya ke arah yang lain dan bahkan terbang dengan kecepatan tinggi. Setelah sepuluh menit, Qin Shan akhirnya berhenti.
Selama sepuluh menit, mereka setidaknya telah menempuh jarak lebih dari setengah juta kilometer. Hanya dengan ini saja Mo Xianyu tahu bahwa kecepatan terbang Qin Shan sungguh sangat luar biasa.
Sementara itu, di depan mereka saat ini terdapat sebuah panggung batu berbentuk bundar yang berukuran cukup besar. Di tengah panggung batu bundar itu terdapat sebuah altar batu yang berlumut. Pilar-pilar yang retak dan runtuh tersusun di sekitarnya.
Saat menyaksikan hal ini Mo Xianyu langsung tertegun. Altar batu yang ia cari ternyata telah ditemukan secepat ini. Saat itulah Mo Xianyu sadar bahwa Qin Shan-lah yang menemukan altar batu ini. Itu artinya Qin Shan masih bisa menyebarkan Coresensenya dengan baik di tempat ini.
“Kakak Senior Qin, apakah para Heavenly God bisa menyebarkan Coresense mereka dengan baik di tempat ini seperti dirimu?” tanya Mo Xianyu dengan penasaran. Ia yakin, bahkan para Heavenly God dari klan Naga Langit tidak bisa mendeteksi altar batu ini dengan Coresense. Jadi apa yang menyebabkan Kakak Senior Qin ini begitu berbeda?
“Bagaimana kita bisa memasuki Kolam Naga Murni melalui altar batu ini?” Qin Shan tidak memedulikan pertanyaan Mo Xianyu dan ia menjawab dengan pertanyaan lain. Mengenai kehendak spiritual, itu tidak boleh diketahui oleh seseorang setidaknya untuk saat ini. Jika ia mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kehendak spiritual, itu hanya akan membuat orang-orang menjadi curiga padanya.
Menyadari Qin Shan yang tidak ingin menjawab pertanyaannya, Mo Xianyu hanya bisa menghela napas tak berdaya. Bagaimana mungkin seorang Heavenly God seperti Kakak Senior Qin ini mau memberitahu tentang tekniknya kepada seseorang yang baru ia kenal.
“Untuk membuka jalan ke Kolam Naga Murni, maka diperlukan darah dari keturunan Naga Langit yang murni. Yaitu darahku sendiri. Para tetua terdahulu yang memasuki Kolam Naga Murni juga menggunakan darahku untuk membuka jalannya.” jelas Mo Xianyu sambil berjalan mendekati altar batu di depannya.
Tanpa menunggu reaksi dari Qin Shan, Mo Xianyu langsung membuat sebuah luka di tangannya dan menumpahkan darahnya ke atas altar batu tersebut. Darah Mo Xianyu tidak terlihat merah sepenuhnya, namun terlihat sedikit keemasan. Sepertinya inilah yang dinamakan keturunan Naga Langit yang murni.
Sesaat kemudian, altar batu yang ditumpahi darah Mo Xianyu itu bergetar dan mulai turun ke bawah. Di saat yang bersamaan, pilar-pilar yang hancur di sekeliling altar itu mulai memancarkan sebuah aura spiritualitas dao yang misterius. Beberapa saat kemudian, sebuah gerbang spasial menuju bawah tanah segera terbentuk.
...