
Saat menatap bola spasial itu, Qin Shan dapat melihat bintik-bintik kecil yang terus bergerak di dalamnya. Bintik-bintik itu bersinar dengan cahaya redup dan jumlahnya mungkin ada miliaran. Itu adalah bintang-bintang dan planet-planet.
“Luar biasa, jadi ini Dunia Kultivasi yang sesungguhnya...” Qin Shan benar-benar tertegun dengan Peta Bintang itu. “Namun sayangnya, ini bahkan tidak mencakup keseluruhan dari wilayah Dunia Kultivasi. Ini hanyalah peta bagian utara.”
Setelah meneliti bola tersebut selama beberapa waktu, Qin Shan kembali membongkar cincin penyimpanan milik Zhen Daqing dan mendapatkan beberapa kristal spiritual kelas menengah dan kebanyakan kelas rendah. Tidak ada yang spesial di dalam sana kecuali pedang gelap dan Peta Bintang.
Jauh di kejauhan, Qin Shan secara tak sengaja dapat merasakan energi misterius yang samar-samar. Energi ini nampaknya muncul akibat pertarungan antar tokoh terkuat. Karena penasaran, ia akhirnya mengikuti fluktuasi energi tersebut yang membawanya ke tempat yang antah-berantah.
…
Jauh di pusat medan perang, beberapa sosok dengan kekuatan maha dahsyat saling berhadapan dan siap untuk bertempur. Terdapat celah yang cukup lebar di antara mereka, di sanalah terdapat dua orang yang sedang bertarung habis-habisan.
Setelah kedatangan Kaisar Segala Manusia, Aliansi Dunia Iblis sebenarnya sudah cukup kerepotan. Untung saja tiba-tiba datang bantuan yang tak terduga, karena hal inilah mereka dapat sedikit lebih santai.
Saat ini, Sunrise sedang melawan Kaisar Segala Manusia dan nampaknya dia sedang terpojok. Sunrise adalah sosok nomor satu di Aliansi Dunia Iblis, sehingga kekuatannya pasti tidak main-main. Namun, kekuatannya itu ternyata dapat diatasi dengan mudah oleh Kaisar Segala Manusia. Hal ini membuat kubu Aliansi Dunia Iblis kembali terdesak.
*Whosh! Whosh! Whosh!* Tiga orang dari kubu Aliansi Dunia Iblis segera melesat dengan kecepatan penuh saat menyaksikan Sunrise yang sudah kewalahan.
“Empat lawan satu?” ekspresi Kaisar Segala Manusia berubah murung dan tubuhnya tiba-tiba memancarkan aura membunuh yang mematikan.
Pada dasarnya, jika tidak ada Kaisar Segala Manusia maka Three Realm sudah pasti akan ditaklukan oleh Sunrise. Namun, meski demikian Sunrise masih belum memenuhi kriteria untuk dapat menyandang gelar God Emperor. Ia masih terlalu lemah, saking lemahnya sampai perlu dibantu dengan tiga orang Heavenly God tertinggi.
Kaisar Segala Manusia mendengus dingin dan ia dengan acuh tak acuh melambaikan tangannya. Bayangan tangannya menembus udara dan menghamburkan partikel energi berwarna keemasan. Di samping itu, ribuan anak panah berwarna emas juga telah muncul di sekitarnya.
*Swish! Swish!* Ribuan anak panah itu kemudian melesat ke depan dan meninggalkan ledakan saat bergerak. Anak panah ini nampaknya membawa kekuatan penghancur yang maha dahsyat dan menakutkan.
“Lindungi Yang Mulia Sunrise!” tiga Heavenly God itu dengan cepat membentuk lapisan perisai energi setebal gunung dan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk itu. Mereka melakukan ini hanyalah untuk melindungi Sunrise dari kematian, meskipun mereka tahu bahwa ganjarannya adalah nyawa mereka sendiri.
*Boomm!!* Ledakan energi elemental terjadi, sehingga membuat Medan Perang Ilusi bergetar hebat dan hampir hancur. Ribuan anak panah berwarna emas itu menggempur ketiga Heavenly God itu hingga mereka mati mengenaskan!
Kejadian ini tentu saja membuat Sunrise merasa sangat ketakutan di dalam hatinya. Selama hidup panjangnya, baru kali ini ia melihat suatu jurus yang mampu membunuh seorang Heavenly God tertinggi hanya dalam beberapa waktu. Tidak hanya Sunrise, bahkan Kaisar Segala Manusia sendiri merasa terkejut dengan kekuatannya.
Jauh di belakang, Miracle yang melihat hal ini bergegas memerintahkan seluruh pasukannya yang ada untuk bertempur habis-habisan dengan para musuh mereka. Karena kondisi Sunrise sudah sangat sekarat, apa lagi yang mereka tunggu?
Tidak hanya Miracle, Sunrise tentu saja juga memerintahkan pasukannya untuk bertempur. Saat ini, kekuatan di antara kedua kubu telah benar-benar imbang.
…
Jauh di ruang hampa yang gelap gulita, jauh dari peperangan, dan jauh dari benda-benda yang melayang di angkasa. Ruang ini benar-benar kosong sehingga kau bahkan tidak akan dapat melihat apapun selain kegelapan. Qin Shan terus bergerak maju untuk mengikuti fluktuasi energi yang terasa semakin kuat.
“Sungguh aneh, fluktuasi energi itu terus berubah sepanjang waktu. Kadang-kadang itu akan terasa bahwa seseorang sedang melawan seseorang, lalu kadang-kadang akan terasa seperti fluktuasi energi yang konstan. Aku penasaran apa yang ada di dalam ruang gelap gulita ini...” Qin Shan sebenarnya mulai merasa ragu apakah pilihannya untuk datang ke tempat ini adalah keputusan yang benar atau salah. Namun karena sudah sejauh ini, tidak ada alasan baginya untuk berpaling.
“Batas Three Realm yang teramati... Di seberang sana adalah wilayah kekacauan.” Qin Shan cukup terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini. Setelah terbang dengan kecepatan tinggi selama beberapa hari, ia akhirnya keluar dari ruang kosong yang gelap gulita. Dan sekarang ia berada di batas Three Realm, anehnya lagi fluktuasi energi itu masih bisa terasa dengan jelas.
*Ctaarr!!* Halilintar sebesar gunung dan seterang bintang menyambar dan menari-nari di batas Three Realm yang teramati. Jika seseorang menyapu pandangannya ke kejauhan, maka dia akan dapat melihat lautan petir dan halilintar yang terus mengamuk dari zaman primordial hingga sekarang. Inilah yang menyebabkan orang-orang dari Three Realm tidak dapat meninggalkan tempat ini, itu semua dikarenakan lautan petir ini.
Three Realm sejak dulu kala adalah wilayah yang dikelilingi oleh lautan petir abadi. Di manapun kau berada, jika kau ingin keluar dari Three Realm maka kau harus melewati lautan petir ini.
“Wilayah di luar Three Realm ini sedari dulu disebut sebagai Thunderbelt Glade. Selain petir, di dalam sana juga terdapat monster petir yang sangat kuat dan berbahaya, bahkan bagi orang sepertiku.” Qin Shan mengelus dagunya dan terlihat berpikir. “Aku tidak mengerti kenapa fluktuasi energi yang kurasakan sebelumnya mengarah ke tempat ini, apa yang terjadi?”
Qin Shan merasa sangat bingung dengan hal ini. Akibat Thunderbelt Glade, Three Realm menjadi tempat yang terisolasi dari dunia luar. Bahkan energi sekecil apapun pasti tidak akan dapat keluar dari sini. Saat memikirkan bagaimana fluktuasi energi yang ia rasakan dapat dengan mudahnya menembus wilayah Thundbelt Glade, Qin Shan tiba-tiba bergidik.
“Apakah orang itu merupakan kultivator di tahap God Realm?” memikirkan kemungkinan terbesarnya Qin Shan tidak berani berlama-lama di tempat ini dan ia langsung bergegas pergi. Ia takut seorang kultivator yang amat kuat sedang memperhatikannya sekarang ini.
Apa yang ditakutkan Qin Shan memang benar adanya. Jauh di balik awan-awan berwarna kelabu yang membentang di sepanjang wilayah Thunderbelt Glade, berdiri seorang pria tua berjubah hitam yang menatap Qin Shan dengan mata berwarna emas miliknya.
“Nak, belum saatnya kau meninggalkan tempat ini. Kembalilah dan selesaikan masalahmu terlebih dahulu, aku akan menunggumu setelah semua urusanmu selesai.” ucap pria tua itu sambil menghela napas panjang. Ekspresinya gelap dan memberikan kesan seolah-olah sudah tidak banyak waktu yang tersisa.
“Untuk kali ini, aku akan membantumu sedikit...” pria tua itu melambaikan tangannya dan seketika ruang mulai berderak dan menorehkan segel perpindahan ruang. Proses ini berlangsung dengan sangat cepat, bahkan Qin Shan tak dapat menyadarinya tepat waktu sebelum ia segera dipindahkan ke suatu tempat yang sangat jauh.
…