
Qin Shan memutar otaknya dan berusaha mencari barang yang berguna di dalam pulau lotusnya untuk menghentikan efek racun dalam tubuhnya. Setelah beberapa saat, Qin Shan merasa hatinya menjadi dingin. Tidak ada barang berguna yang ia miliki saat ini.
“Kehidupanku hanya bergantung pada 104 meridian, aku harus mengatasi masalah ini secepat mungkin dan mulai mencari solusi untuk menghentikan racun ini.” Qin Shan berdecak kesal dan ia menjadi sedikit panik.
Sebelum Qin Shan pergi ke arah pertempuran para Heavenly God, Xi Shui tiba-tiba menghampirinya dan melemparkan sebuah pil padanya.
“Itu adalah Pil Immortal Copious, meskipun tidak bisa mengatasi masalah yang terjadi pada tubuhmu, setidaknya Pil itu dapat membantu sedikit.” ucap Xi Shui dengan wajah yang serius. “Lalu, aku akan ikut membantumu.”
Qin Shan menatap Pil berwarna hijau di tangannya. Pil ini memancarkan aura spiritualitas yang luar biasa dan energi yang melimpah melonjak keluar.
Qin Shan menangkupkan tangannya ke arah Xi Shui dan berterimakasih padanya sebelum mengonsumsi pil Immortal Copious itu. “Sebenarnya, rencana God Emperor ini hanya diketahui oleh beberapa orang saja, karena itulah kau mungkin tidak mengetahuinya. Ikuti saja aku dan bunuh sebanyak mungkin Heavenly God kubu musuh secepat mungkin.” jelas Qin Shan sambil melirik ke depan.
“Baiklah.” Xi Shui hanya membalas dengan satu kata dan mereka langsung berubah menjadi seberkas cahaya dan melesat ke depan.
...
Pil Immortal Copious yang Qin Shan konsumsi sebelumnya memang sangat ampuh untuk mengatasi racun yang ada di tubuhnya. Namun, bukan berarti pil itu dapat menetralisir racun tersebut, pil itu hanya berfungsi untuk menunda penyebarannya saja. Selain itu 104 meridian Qin Shan juga berperan penting dalam menahan penyebaran.
Ketika Qin Shan tiba di medan pertempuran para Heavenly God, ia tiba-tiba menghembuskan napas dingin. Terlalu banyak Heavenly God dari Aliansi Dunia Iblis...
“Kita dalam masalah yang cukup serius, bagaimana ini, Saudara Qin?” melihat pertempuran yang kacau di hadapannya, Xi Shui bertanya pada Qin Shan tentang rencana mereka selanjutnya.
“Berpencar. Untuk saat ini, bantu rekan-rekan kita yang lain. Aku akan mengatasi beberapa di antara mereka.” ucap Qin Shan dengan ekspresi yang serius. Meskipun ia berkata demikian, sebenarnya ia tidak yakin dengan kemampuannya saat ini. Terlalu banyak Heavenly God yang harus ia hadapi, apakah ia benar-benar mampu membunuh mereka semua?
Setelah berdiskusi selama beberapa saat lagi, Qin Shan dan Xi Shui langsung pergi ke arah yang berbeda. Qin Shan sendiri pergi ke tempat di mana terdapat San Jinsheng yang sedang tersudut melawan tiga Heavenly God Akhir.
Jika bukan karena dua belati merah miliknya, San Jinsheng sudah lama terbunuh. Untungnya harta magis dosa yang satu ini memiliki kekuatan yang hampir mendekati harta magis Kekacauan. Jadi, San Jinsheng masih bisa bertahan dengan cukup sulit.
Ketika tiga Heavenly God yang mengepung San Jinsheng secara bersamaan mengeksekusi jurus terkuat mereka, pada saat itulah ia merasa tak berdaya. Kematian sudah berada tepat di depan matanya. Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi.
*Swosh* Kilatan cahaya muncul lalu sebuah kobaran api abadi mulai terbakar di udara. Tiga buah sinar pembunuh ditembakkan dan ketiga Heavenly God itu terbakar dengan mengenaskan. Tidak sampai di situ, sebuah domain pedang yang luar biasa kuat juga mulai terbentuk. Domain ini memerangkap ketiga Heavenly God tersebut dan mencincang mereka menjadi beberapa bagian.
Peristiwa ini terjadi dalam kurun waktu lima tarikan napas, namun semua orang yang melihatnya merasa waktu telah menjadi lambat. Di detik berikutnya, barulah semua orang dapat melihat sosok Qin Shan yang berada di balik kabut darah tersebut.
“Bunuh dia! Yang Mulia Sunrise menginginkan orang ini untuk mati!”
“Bunuh, bunuh!”
Kejadian ini tentu saja membuat San Jinsheng terperangah. Ketiga Heavenly God hang ia lawan sesaat sebelumnya jelas tidak bisa dianggap remeh, namun Qin Shan bahkan tidak membutuhkan waktu lama untuk membunuh semuanya. Sebenarnya, seberapa kuatkah Qin Shan sejak terakhir kali mereka bertemu.
Qin Shan menatap para Heavenly God yang bergerombol menuju ke arahnya. Ia sedikit terkejut saat melihat pemandangan ini, namun keterkejutannya segera diganti dengan kebahagiaan.
“Untung saja kalian dapat diajak bekerjasama, jika tidak maka aku akan membutuhkan banyak waktu hanya untuk berurusan dengan kalian.” Qin Shan menggenggam Jiuhua Sword di tangan kanannya dan ia mulai membentuk segel tangan yang rumit menggunakan tangan kirinya.
Sebuah tangga emas yang terbakar oleh api muncul di atas tangannya. Tangga api ini memiliki sebelas anak tangga dan anak tangga yang ketiga terlihat bersinar terang. Di saat yang bersamaan, Jiuhua Sword langsung berkobar dengan api yang tak pernah padam.
Sebagian besar para Heavenly God ini hanyalah kelas menengah dan hanya ada beberapa di tingkat Akhir. Meskipun demikian, Qin Shan tetap tidak berani untuk meremehkan mereka semua. Bagaimanapun, ini bukanlah perang, melainkan lebih seperti pengeroyokan.
Pandangan Qin Shan menyapu ke depan dan ia langsung bergerak dengan cepat. Eternal Wing muncul di punggungnya dan ia bergerak semakin cepat. Dengan kecepatannya saat ini, bahkan para Heavenly God yang cukup kuat merasa tidak mampu untuk menandinginya.
*Whosh!* Qin Shan terus bergerak dengan kecepatan tinggi dan di saat yang bersamaan ia menyebarkan rune-rune array dalam radius beberapa ratus ribu meter. Tentu saja hal ini tidak disadari oleh para Heavenly God tersebut.
Sesaat kemudian, Qin Shan akhirnya berhasil menyusun lebih dari seratus rune array yang membentuk beberapa jenis array berbeda. Ia berhenti bergerak dan menatap musuh-musuhnya dengan tatapan yang dingin.
“Sekarang kalian bisa mati.” Qin Shan melambaikan tangannya dan seketika muncul sebuah suara retakan yang sangat keras.
Para Heavenly God itu saling berpandangan satu sama lain dan mereka menjadi kebingungan. Namun, setelah beberapa saat, kengerian dapat terlihat dari wajah mereka.
“Kita terjebak di sebuah Array Jebakan Maut!”
“Tidak, ini adalah Array Pembunuh kelas Puncak!”
Para Heavenly God ini dengan panik mulai mengaktifkan segala harta magis yang mereka miliki dan berusaha kabur. Namun, tidak peduli seberapa keras mereka berusaha, mereka tidak akan dapat melarikan diri.
Saat semua ini terjadi, Qin Shan mendengus dingin dan segera menjentikkan jarinya. Saat ia melakukan hal itu, sinar pedang yang tak terhitung jumlahnya segera terbentuk dan semua orang di dalam Array Jebakan Maut itu tidak dapat bergerak.
Di dalam array kelas puncak itu segala macam hukum menjadi tidak stabil dan mulai luntur. Beberapa Heavenly God yang lebih lemah bahkan terluka parah dan mereka sekarat. Saat serangan dari Array Jebakan Maut itu telah berakhir, masih ada serangan Jiuhua Sword milik Qin Shan yang menunggu mereka.
Sebuah kilatan berwarna merah yang tampak membelah langit mulai terbentuk. Seakan Sang Mentari telah terbit dan tenggelam dengan cepat, lintasan yang berapi dapat tertinggal di ruang yang gelap gulita itu. Heartsword Art jurus keempat dilepaskan, Sunset Passage!
Lintasan sinar pedang ini mengandung kekuatan yang tak terbatas dari Dao of The Flame serta Dao of The Sword. Kekuatannya begitu mengerikan sehingga dapat membunuh puluhan Heavenly God dalam sekali serang!
...