
Ketika kedua Heavenly God itu terluka parah oleh serangan Qin Shan, mereka tanpa ragu segera menembakkan sinyal darurat ke atas langit. Hal ini dilakukan untuk meminta bala bantuan kepada pasukan-pasukan lain yang berada dekat dengan mereka.
Saat Qin Shan menyaksikan hal ini, ia berdecak kesal dan langsung menyerang kedua Heavenly God itu dengan kekuatan yang mengerikan.
Walaupun keduanya telah terluka parah akibat serangan Qin Shan beberapa saat yang lalu, bukan berarti kemampuan mereka telah berkurang. Begitu Qin Shan mulai menyerang mereka untuk yang kedua kalinya, mereka langsung melemparkan harta magis mereka untuk menyerang Qin Shan balik.
“Kau pikir hanya kau yang dapat menyerang dalam situasi ini? Matilah!” seorang pria yang merupakan Heavenly God menengah melemparkan sebuah mangkok keemasan yang dipenuhi oleh segel yang tak terhitung jumlahnya. Begitu mangkok emas ini berada di dekat Qin Shan, energi kehidupan Qin Shan langsung tersedot ke dalam mangkok tersebut.
Di saat yang bersamaan, sebuah tongkat kayu yang tidak lurus langsung menghantam tubuh Qin Shan dari belakang. Saat ia diserang oleh tongkat kayu ini, Qin Shan sedikit mengerang karena kesakitan.
“Mangkok yang dapat menyedot energi kehidupan seseorang, lalu tongkat kayu yang dapat melukai tubuh God Body level 4-ku. Dari mana mereka mendapatkan semua ini?” Qin Shan tidak habis pikir, keberuntungan macam apa yang telah ditemui oleh kedua Heavenly God ini sehingga mereka menemukan harta magis yang begitu luar biasa?
Untungnya Qin Shan dapat mengatasi mangkok emas tersebut dengan mengeksekusi teknik Sealing Science of Life. Lalu untuk tongkat kayu itu, Qin Shan hanya bisa terus menghindarinya.
Di dalam hatinya, Qin Shan sudah membulatkan tekad bahwa ia akan mengambil kedua harta magis itu bagaimanapun caranya. Di mana lagi ia bisa mendapatkan harta magis yang serupa jika tidak sekarang?
*Swosh!* Tiba-tiba, sebuah domain yang begitu panas mulai meluas saat Qin Shan melakukan segel tangan yang begitu rumit. Ruang dan waktu seolah telah terkekang di dalam domain ini dan membuat kedua Heavenly God itu gemetar ketakutan.
Saat ini Qin Shan sudah menyentuh permukaan dari Grand Dao Api, jadi tidak heran semua jurus yang melihatkan Dao of The Flamenya akan meningkat secara signifikan.
*Slash! Blaaarr!!* Saat Qin Shan menebaskan Jiuhua Sword ke depan, sebuah sinar pedang yang membara mulai meluncur. Seolah sebuah matahari yang terik akan meledak dan hancur, domain tersebut langsung meledak dengan kekuatan yang mengerikan.
“Tidaaak!!” kedua Heavenly God berjubah merah itu berteriak dengan putus asa saat mereka terpanggang hidup-hidup di dalam domain ini. Sebelum mereka mati, Qin Shan dengan cepat merobek pulau lotus keduanya dan mengambil alih harta magis mangkok emas dan tongkat kayu. Menurutnya, kedua benda ini adalah yang paling berharga.
…
San Jinsheng baru saja menyelesaikan pembantaiannya saat Qin Shan segera datang menghampirinya. Hanya dalam waktu kurang dari setengah jam saja, ia telah membunuh hampir seratus dua puluh kultivator di tahap Spiritual God dan True Immortal. Kekuatan San Jinsheng memang sangat menakjubkan mengingat ia masih belum lama ini terbebas dari belenggunya.
“Kita harus pergi dari sini secepatnya, jika tidak, mungkin kita akan terus berhadapan dengan situasi ini di sepanjang perjalanan kita.” ucap Qin Shan dengan segera kepada San Jinsheng.
“Apa maksudmu?” karena San Jinsheng terlalu fokus melakukan pembantaian, maka ia tidak menyadari sinyal darurat yang telah ditembakan salah satu Heavenly God berjubah merah heberapa saat yang lalu.
“Intinya keberadaan kita sudah diketahui oleh semua orang di Dunia ini. Salah sedikit saja, mungkin kitalah yang akan lebih dulu dibunuh oleh Uncruel.” jelas Qin Shan dengan cepat.
Saat mendengar hal ini, Qin Shan juga ikut menghela napas dengan tak berdaya. Andaikan saat ini ia memiliki satu metode untuk dapat sampai ke kediaman Uncruel lebih cepat, maka ia tidak perlu berhadapan dengan situasi seperti ini.
Setelah berpikir selama beberapa saat, Qin Shan akhirnya memutuskan sesuatu yang ekstrim. Ia memutuskan akan menggunakan seni iblis, Jelajah Jiwa.
“Saudara San, apa masih ada orang yang belum kau bunuh?” tanya Qin Shan pada San Jinsheng.
“Aku tidak yakin, tapi kupikir ada satu orang yang masih bertahan hidup hingga saat ini. Kasian juga jika dia tetap hidup dengan penderitaan, aku akan membunuhnya segera.” setelah mengatakan ini, San Jinsheng melambaikan tangannya dan seonggok daging yang hampir tanpa tulang mulai terbang ke arahnya.
Kondisi pria berjubah merah itu sungguh mengerikan, walaupun tubuhnya sudah sangat terluka parah seperti itu, dia masih tetap hidup dan mampu membuka matanya.
“Tidak tunggu dulu, aku ingin melakukan sesuatu terhadapnya.” melihat bahwa San Jinsheng akan membunuh pria tersebut, Qin Shan buru-buru menghentikannya.
“Apa yang ingin kau lakukan kepada orang ini?” tanya San Jinsheng dengan kebingungan.
“Kau akan tahu…” Qin Shan tidak bicara terlalu banyak dan ia langsung mengambil pria berjubah merah itu dari San Jinsheng. Ketika pria berjubah merah itu melayang di hadapannya, Qin Shan mulai memejamkan matanya dan ia perlahan menggunakan jarinya untuk menyentuh kening pria tersebut.
Rangkaian peristiwa dan ingatan dari pria berjubah merah itu segera diperlihatkan kepada Qin Shan melalui alam bawah sadarnya. Saat hal ini terjadi, jiwa pria berjubah merah itu mulai terkikis dan akhirnya menjadi padam. Kini, ia tidak memiliki kesempatan lagi untuk terlahir kembali karena jiwanya sudah menjadi rusak.
“Jadi begitu. Aku tahu di mana kediaman Uncruel berada, dan bagaimana cara menuju ke sana. Saudara San, ayo ikuti aku.” ucap Qin Shan sambil mengelus dagu dan ia meminta San Jinsheng untuk mengikutinya.
Di sisi lain, hati San Jinsheng mendadak menjadi sedingin es saat ia menatap Qin Shan dengan wajah yang ketakutan. Orang ini baru saja menggunakan seni iblis yang begitu jahat, Jelajah Jiwa.
“Kau… Dari mana kau mempelajari seni terkutuk ini? Bukankah seni iblis ini sudah lama dilarang di Three Realm, kenapa kau bisa mempelajarinya…” San Jinsheng tidak bisa berkata apa-apa lagi saat ia menatap Qin Shan dengan tubuh yang gemetaran.
Jelajah Jiwa, andaikan ia terkena seni iblis itu, maka ia pasti akan mati dan jiwanya tidak akan pernah dapat bereinkarnasi. Terkena seni iblis ini bahkan lebih buruk dibanding dimasukkan ke neraka Infinity.
“Saudara San, seseorang pasti memiliki rahasia tersendiri dalam hidupnya. Kau saat ini sedang bertanya tentang rahasia terbesarku, jadi tolong jangan menanyakan hal itu lagi. Aku juga memohon padamu untuk tidak membocorkan hal ini kepada siapa pun.” ucap Qin Shan dengan nada yang dingin pada San Jinsheng. Ia akan berada dalam masalah besar jika ia ketahuan mempelajari seni iblis ini oleh God Emperor atau Gurunya.
“Oke.” San Jinsheng hanya bisa mengeluarkan satu kata ini saja saat Qin Shan menyelesaikan kalimatnya. Ia tidak bisa berkata 'tidak', atau nyawanya akan segera melayang.
...