
Kesembilan Hantu Penuh Dendam itu menjadi sangat marah saat mendengar provokasi dari Qin Shan. Mereka adalah Jiwa Terlupakan yang paling kuat di tempat ini, bahkan yang terlemah di antara mereka saja sudah sekuat Immortal Venerable di tahap akhir. Mereka tidak menyangka bahwa akan ada seseorang yang berani meremehkan mereka dengan penuh kesombongan.
Hantu Penuh Dendam di peringkat kesembilan adalah yang pertama kali maju untuk menyerang Qin Shan. Terakhir kali dia bertemu dengan manusia ini adalah tujuh tahun yang lalu, saat itu dia tahu bahwa kekuatan Qin Shan hanya terletak pada Hungry Spirit Killing Gods. Tanpa harta magis itu kekuatan manusia ini tidak ada apa-apanya. Karena itulah Hantu Penuh Dendam ini sangat berani untuk menyerang Qin Shan.
“Sangat bodoh.” Qin Shan yang tenang mulai bergerak dan ia mengambil kuda-kuda Heartsword Art. Setelah membentuk sebuah segel tangan, ia segera melesat ke depan dan melayangkan tebasan pedang yang membentuk sebuah bayangan matahari terbenam.
Sunset Passage!
Berkat Kilas Balik Kultivasi yang Qin Shan lakukan bertahun-tahun lalu, ia telah memahami sebagian besar kekuatannya saat ini. Ia dapat mengetahui bagaimana sebuah aliran Energi Elemental mengalir untuk memasok energi ke dalam tubuhnya. Karena hal ini pula, Qin Shan dapat memperkuat teknik-tekniknya menjadi satu tingkat lebih kuat.
Hantu Penuh Dendam itu terkejut. Meskipun ia tahu bahwa ia tidak akan dapat diserang dan dilukai oleh serangan jenis apapun, ia merasa bahwa itu adalah hal yang salah sekarang. Merasa terancam, Hantu Penuh Dendam itu tanpa berpikir panjang langsung memutar tubuhnya dan berusaha menghindari serangan Qin Shan. Sayangnya, ia sudah sangat terlambat.
*Duaar!* Sebuah ledakan Energi Elemental terbentuk di udara saat lintasan pedang dari teknik Sunset Passage menggempur sosok Hantu Penuh Dendam dengan kekuatan yang maha dahsyat.
*Khiiiiiikk!!* Hantu Penuh Dendam itu kesakitan dan mengeluarkan suara melengking yang bergema ke seluruh daratan. Akibat serangan sebelumnya, hantu itu terluka parah dan wujud rohnya hampir menjadi transparan. Mungkin jika Qin Shan kembali menyerang sekali lagi, ia akan mati untuk yang kedua kalinya.
Peristiwa ini membuat semua hantu yang berada di sana menjadi terperangah dan ketakutan. Seorang manusia yang dapat melakukan serangan hingga melukai sesosok Hantu Penuh Dendam? Kejadian seperti ini bahkan belum pernah terjadi sejak sejarah Oblique Deep Ocean tercipta sampai saat ini.
Tidak hanya para hantu, bahkan kedua belas pengikut Qin Shan di dalam Pulau Lotus juga sangat terkejut dan mereka membuka lebar mulut mereka. Sejak pertama kali mengikuti Qin Shan bertahun-tahun lalu, mereka tahu bahwa orang ini terlalu mengerikan dan tak pantas dianggap manusia. Namun, hal yang terjadi saat ini membuat mereka semakin yakin bahwa apa yang mereka pikirkan memang benar.
“Kalian hanya berdiam diri saat melihat teman kalian sekarat? Sepertinya tidak ada rasa empati sesama hantu di sini.” mengejek para musuhnya, Qin Shan tertawa lantang.
Karena hal ini, kedelapan Hantu Penuh Dendam menjadi semakin marah dan mereka langsung menyerbu ke depan. Berbeda dengan tindakan ceroboh Hantu Penuh Dendam sebelumnya, saat ini mereka telah mempersiapkan diri dengan cukup waspada. Tangan mereka mulai memanjang hingga beberapa puluh meter dengan kuku yang tajam dan mengerikan, mereka melakukan gerakan mencabik dan mencakar untuk menyerang Qin Shan.
Walaupun hanya terlihat seperti cakaran pada umumnya, namun cakaran yang dilepaskan oleh Hantu Penuh Dendam dipenuhi oleh energi mengerikan yang sangat kuat. Saat mereka menyerang, siluet tebasan benda tajam bahkan juga ikut terbentuk di udara.
“Serangan lemah.” melihat hal ini Qin Shan hanya melambaikan tangannya untuk membentuk sebuah perisai Energi Elemental dan menahan serangan para Hantu Penuh Dendam. Lalu, ia segera membentuk segel tangan yang tak terhitung jumlahnya dan menembakkan sinar pembunuh ke depan.
*Pa! Boomm!!* Sebuah sinar pembunuh melesat ke depan dan meledak dengan kekuatan yang mengerikan saat itu mengenai salah satu Hantu Penuh Dendam yang berada paling dekat dengan Qin Shan.
*Grrooooo!*
Karena serangan tersebut, Hantu Penuh Dendam yang berada di peringkat ketujuh langsung menjadi sekarat dan rohnya menjadi semakin tipis. Menyadari hal ini, Qin Shan buru-buru mengirimkan beberapa sulur dari Hungry Spirit Killing Gods untuk memangsa Hantu Penuh Dendam peringkat kesembilan dan ketujuh.
Peristiwa yang sangat mengejutkan ini membuat puluhan ribu hantu yang menyaksikan dari kejauhan mulai melarikan diri dengan panik. Mereka bergerak ke arah yang sama menuju tengah-tengah pulau, nampaknya mereka sedang berusaha untuk kembali ke dalam kendi yang ada di puncak gunung.
Qin Shan yang menyaksikan semua ini merasa sangat kesal dan marah. “Setelah menyerang seorang God Emperor, kalian pikir kalian bisa pergi semudah itu?!” ia melambaikan tangannya dan mulai membangkitkan Kehendak Spiritualnya dengan menggila. Hanya dalam beberapa saat, ratusan ribu sulur dari Hungry Spirit Killing Gods telah dikerahkan untuk mengejar para hantu yang melarikan diri itu.
Berbeda dengan sebelumnya, sepertinya ketujuh Hantu Penuh Dendam yang tersisa menjadi sangat ketakutan pada Qin Shan. Mereka berpikir bahwa Qin Shan adalah orang asing yang datang dari dunia lain dan sengaja mendatangi tempat ini hanya untuk membantai mereka semua. Baru pada saat inilah ketujuh Hantu Penuh Dendam itu berpikir untuk pergi melarikan diri!
*Swosh! Swosh!* Para hantu Penuh Dendam itu berpencar dan melarikan diri ke segala arah dengan panik. Mereka tidak peduli lagi dengan ketentuan Pulau Ujian Ketiga yang mengharuskan mereka untuk memburu seorang pendosa. Pada kenyataannya merekalah yang saat ini sedang diburu!
'Sebenarnya siapa yang sedang menjalani penebusan dosa di sini? Manusia itu atau para hantu?'
Melihat para hantu yang melarikan diri, Qin Shan tentu saja tidak membiarkan mereka dan berdiam diri begitu saja. Di matanya, para hantu ini lebih dari sekadar hantu biasa, ia melihat semua hantu-hantu ini sebagai makanan yang lezat bagi Hungry Spirit Killing Gods!
“Hm, kalian adalah makanan yang tidak akan mudah didapat di luar sana. Merupakan sebuah pemborosan besar jika aku membiarkan kalian melarikan diri.” ucap Qin Shan dan ia tersenyum dengan cara yang aneh.
Qin Shan kemudian langsung melesat dengan kecepatan tinggi untuk mengejar para Hantu Penuh Dendam yang melarikan diri lalu menyerang dengan kekuatan penuh. Sekarang, kekuatannya sudah sangat kuat, jelas sangat berbeda dibanding dirinya beberapa dekade yang lalu, itulah alasan mengapa ia dapat mengalahkan para Hantu Penuh Dendam semudah membalikkan telapak tangan.
Setiap beberapa hari sekali, ia akan membunuh satu Hantu Penuh Dendam. Lalu seiring berjalannya waktu ia membutuhkan beberapa minggu untuk mengejar dan membunuh sesosok hantu yang lebih kuat.
Hantu Penuh Dendam ketiga telah terbunuh...
Hantu Penuh Dendam yang kelima...
Hantu Penuh Dendam yang kedelapan!
Empat bulan telah berlalu sejak Qin Shan memulai perburuan hantu besar-besaran. Sekarang ia hanya perlu mengejar dan melahap satu Hantu Penuh Dendam lagi saja hingga semua ancaman di Pulau Ketiga musnah. Namun, hantu yang terakhir ini sangat berbeda dibanding hantu-hantu yang telah ia kalahkan sebelumnya.
“Sialan, Hantu Penuh Dendam peringkat pertama ini jauh lebih cepat dan kuat dibanding perkiraanku. Jika diteruskan, aku takut satu tahun penuh tidak akan cukup untuk mengejar dan mengalahkan sosok menyebalkan ini.” Qin Shan berdecak kesal dan wajahnya mulai berubah merah karena marah.
…