
Saat mendengar hal ini, San Jinsheng pun ikut menjadi marah dan tubuhnya bergetar. Aura membunuh yang benar-benar menakutkan telah memenuhi tempat di mana keduanya berada.
San Jinsheng dengan dingin menatap ke bawah, dan ia merasakan hawa dingin langsung menjalar dari punggung hingga lehernya. Di Dunia Agung saat ini terdapat sangat banyak para kultivator asing yang memiliki kekuatan tinggi. Akan menjadi bencana jika mereka memilih untuk bertarung saat ini juga.
“Apa yang harus kita lakukan, Saudara Qin?” tanya San Jinsheng dengan wajah yang tak sedap dipandang. Ia sangat paham dengan kekuatannya saat ini, meskipun ia baru saja naik tingkat, namun untuk menghadapi ribuan bahkan jutaan kultivator yang setingkat True Immortal, itu jelas sangat mustahil. Hal ini juga berlaku untuk Qin Shan.
Qin Shan terdiam sejenak saat San Jinsheng menanyakan hal itu padanya. Bagaimanapun ini adalah perang skala besar, ia tidak boleh bertindak secara sembarangan. Three Realm pertama-tama harus mengumpulkan semua kekuatannya terlebih dahulu untuk dapat memulai perang ini.
“Memikirkan kondisi Dunia Agung saat ini, aku pasti tidak akan dapat bertemu dengan Jiu Fan. Pada akhirnya aku harus membiarkan Pedang Woodhell-ku dipinjam lebih lama lagi.” batin Qin Shan dan ia menghela napas panjang.
“Ini adalah kondisi darurat, jika hal ini tidak diurus dalam waktu lama, maka Three Realm benar-benar akan dapat dikuasai oleh mereka. Aku akan mengirimkan pesan kepada Guruku dan kepada beberapa sosok terkuat di Three Realm terlebih dahulu.” ucap Qin Shan dan ia segera melambaikan tangannya.
Tiga buah pedang terbang tiba-tiba muncul melalui kehendak spiritual Qin Shan. Ketiga pedang terbang ini masing-masing memuat pesan mengenai kondisi Dunia Agung saat ini. Saat Qin Shan menjentikan jarinya, ketiga pedang terbang tersebut langsung berubah menjadi seberkas cahaya.
Satu pedang terbang pembawa pesan tersebut menuju ke arah Heaven Realm, pedang terbang ini ditujukan kepada God Emperor. Satu lainnya terbang menuju Dunia Pil Monarch, pedang ini ditujukan kepada Xi Shui. Lalu yang terakhir terbang ke arah Dunia Fairylord, pedang terbang ini tujukan kepada Heavenly God Fairylord.
Meskipun saat ini Heaven Realm dan Dunia Fairylord sedang mengalami masa yang sulit, namun Qin Shan tetap harus mengirimkan kabar penting ini kepada beberapa Heavenly God terkuat dari Three Realm. Sementara itu, Qin Shan mengirimkan pesan kepada Greenlotus secara langsung, sehingga ia tidak perlu mengirimkan pedang terbang pembawa pesan ke Gunung Soul Desolate.
Setelah mengirimkan pesan kepada beberapa sosok terkuat Three Realm, Qin Shan menyarankan kepada San Jinsheng agar mereka segera pergi dari tempat ini. Selain karena tempat ini sudah menjadi wilayah musuh, tempat ini juga sangat berbahaya. Qin Shan takut para kultivator asing itu telah menempatkan berbagai macam array pembunuh di atas Dunia Agung.
Setelah keduanya sepakat untuk segera pergi, Qin Shan tiba-tiba merasakan fluktuasi energi spiritual yang sangat kuat dari kejauhan. Saat ia menyadari hal ini, ia buru-buru menarik San Jinsheng dan menghindar dengan cepat.
*Pa! Boomm!* Sebuah sinar berwarna putih melintas, kemudian meledak menjadi gelombang energi yang begitu kuat. Bahkan saat meledak, ruang menjadi bergetar karena kekuatannya yang benar-benar luar biasa.
“Tidak, tunggu dulu! Di sini adalah wilayah Array jebakan dan Array pembunuh! Jangan bergerak sembarangan!” apa yang ditakutkan Qin Shan akhirnya menjadi kenyataan. Wilayah saat ini mereka berada memang telah ditempati oleh berbagai array kelas puncak yang mematikan.
Suara Qin Shan bahkan sudah tidak dapat terdengar oleh San Jinsheng yang saat ini telah berada di kejauhan. Beberapa detik kemudian, sebuah fluktuasi energi kembali terbentuk dan ledakan kembali terjadi. Kali ini, ledakan itu bukan hanya membuat San Jinsheng terpental, tapi juga membuatnya terluka.
*Bomm!! Bomm!!* Hanya dalam beberapa saat, ledakan demi ledakan kembali terdengar. Saat ini San Jinsheng tidak ada bedanya dengan sebuah bola yang terus memantul di dalam kotak
Ledakan-ledakan tersebut sangat kuat dan menakutkan, pada saat ledakan tersebut mulai berhenti, air mancur darah telah mengalir dari mulut San Jinsheng.
Di sisi lain, Qin Shan menjadi sangat frustrasi. Dalam situasi saat ini, bahkan pemahamannya pada Dao Array level 9 tidak membantu banyak. Seolah-olah array-array yang ada di tempat ini sudah melampaui array kelas puncak sekalipun.
“Hehe, kalian berniat pergi setelah menginjakan kaki di wilayah kekuasaan Aliansi Seratus Bintang? Setidaknya tinggalkan dulu nyawa kalian di sini dan kalian dapat pergi.” dari kejauhan tiba-tiba datang seorang pria berjubah biru dari Dunia Agung. Pria ini tampak berusia sekitar tiga puluhan dengan postur tubuh yang agak pendek. Meski demikian, aura immortal yang terpancar dari dirinya sudah cukup untuk membuat seorang True Immortal kewalahan.
Saat Qin Shan menyaksikan kedatangan pria tersebut, hatinya langsung menjadi dingin. Orang ini adalah Immortal Venerable level 7 yang memancarkan aura spiritualitas tanpa batas. Dilihat dari manapun, Qin Shan yakin bahwa orang inilah yang mengendalikan array di tempat ini.
“Aliansi Seratus Bintang? Bukankah saat ini Aliansi tersebut masih berada di wilayah utara Dunia Kultivasi? Kenapa sekarang mereka berada di sini…” Qin Shan menjadi tak habis pikir saat ia mendengar tentang Aliansi Seratus Bintang.
Kekuatan Aliansi Seratus Bintang bahkan lebih tinggi daripada kekuatan keseluruhan Planet Fogstone dan Planet Zhen. Bagimana bisa orang-orang seperti mereka bersedia mengambil alih wilayah Three Realm yang terpencil ini? Semua itu pasti tidak lain adalah karena Alam Harta Karun Lima Elemen.
Bertahun-tahun yang lalu, Alam Harta Karun Lima Elemen terbuka dan bahkan energi penciptaan telah muncul di tempat tersebut. Selain itu, tempat ini menyembunyikan berbagai sumber daya dan harta magis yang tak ternilai harganya. Para kultivator asing ini pasti telah tertarik dengan Alam Harta Karun Lima Elemen ini. Lebih parahnya lagi, pintu masuknya berada di Dunia Agung.
...