
Energi spiritualitas pedang yang tak terhingga langsung menabrak periuk emas Greenlight dan menyebabkan ledakan keras. Periuk emas itu tidak hanya menahan serangan pedang Qin Shan, namun periuk itu juga mulai melahap energi pedang yang menyerangnya. Di dalam periuk itu, energi pedang dimurnikan dan langsung menjadi abu.
Hati Qin Shan menjadi dingin saat ia menyaksikan hal ini, selama periuk emas itu ada, maka mengalahkan Greenlight akan sangat sulit.
Sebelum Qin Shan sempat menyerang untuk yang ketiga kalinya, Greenlight segera melemparkan dua buah cakram berapinya pada Qin Shan. Sebuah segel api muncul di atas langit begitu cakram itu melesat dan memancarkan Dao of The Flame yang membuat ruang di sekitarnya meleleh.
Karena dao elementalnya juga api, maka Qin Shan tidak bisa mengandalkan dao apinya untuk melawan cakram milik Greenlight. Jika ia ingin melawan dengan energi elemental apinya, maka Dao of The Flamenya harus lebih tinggi dibanding Greenlight.
Dua buah cakram berapi itu mbentuk kabut panas di sekitarnya, saat itu hanya berjarak beberapa ratus meter dari Qin Shan, ia segera membentuk penghalang dari energi kekacauan yang tak terhitung jumlahnya. Ia terpaksa melakukan hal ini untuk menghambat serangan tersebut. Bagaimanapun juga ia tidak memiliki harta karun magis pertahanan yang dapat diandalkan saat ini.
*Kacha!!* Pelindung energi kekacauan Qin Shan retak dan pecah menjadi bubuk halus saat dua buah cakram yang membara menabraknya. Meskipun ia telah membuat lapisan pelindung energi yang begitu banyak, tetap saja itu tidak cukup untuk menghentikan cakram itu sepenuhnya.
Kabut darah terbentuk saat dua buah cakram membara itu memotong tubuh Qin Shan hingga hampir terpisah menjadi tiga bagian. Saat itu terjadi Qin Shan dengan panik mensirkulasikan 102 meridiannya dan mengkultivasikan teknik Mortalgod Body Refining. Hanya dalam beberapa tarikan napas yang singkat, ia telah memulihkan tubuhnya dalam keadaan semula.
Qin Shan meraung keras saat ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi ke langit. Tepat sebelum Qin Shan mengeksekusi salah satu jurusnya, ia merasakan getaran dari pedang Black Gold Dragon.
Aura pedang Black Gold Dragon yang sebelumnya terlihat menakjubkan, tiba-tiba menjadi lebih menakjubkan lagi. Aura spiritualitas dao pedang yang begitu agung melonjak dari pedang Black Gold Dragon. Saat pedang itu sedang dalam evolusi, ruang di sekitarnya mulai tak stabil. Hukum Langit dan Bumi seolah mulai diiris menjadi potongan-potongan kecil oleh niat pedang tersebut.
“Pedang Black Gold Dragon berevolusi...” Saat Qin Shan memikirkan hal ini, hatinya dipenuhi oleh kegembiraan. Bagaimana tidak, akhirnya selama lebih dari seratus tahun, gurunya, Jiuhua, telah melakukan terobosan.
Pedang Black Gold Dragon yang awalnya hanya harta magis Immortal kelas puncak, langsung berubah menjadi harta magis Kekacauan. Dengan kekuatan pedang Black Gold Dragon yang baru ini, akhirnya Qin Shan dapat merasakan keselarasan antara daonya dengan pedangnya.
Tanpa berpikir lebih jauh lagi Qin Shan langsung mengeksekusi jurus Blazing Sun. Sebuah domain yang panas membara mulai meluas, di saat yang bersamaan matahari yang bersinar terik mulai turun. Ruang di sekitar sudah meleleh saat domain ini muncul.
Ekspresi Greenlight menjadi tak sedap dipandang saat ia menatap domain panas yang mulai meluas di hadapannya. Dengan kekuatannya saat ini, mustahil untuk dapat melarikan diri dari domain ini.
“Sialan, andaikan aku bisa menggunakan Pilar Langit saat ini. Aku tidak akan terpojokkan seperti ini!” Greenlight mengutuk keras dalam hatinya. Salah satu kekuatan utamanya terletak pada Pilar Langit, tanpa Pilar Langit maka ia tidak akan bisa bertahan melawan seorang Heavenly God tertinggi.
Bertahun-tahun yang lalu, ia mendapat cedera yang sangat serius akibat telah menggunakan Pilar Langit secara berlebihan. Itu tidak hanya menghambat kultivasinya selama beberapa tahun, tapi juga membuat Pilar Langit sedikit retak karena Hukum Langit dan Bumi yang menekannya. Selama Pilar Langit masih memulihkan diri, ia tidak bisa menggunakannya bagaimana pun caranya.
Greenlight dengan panik mengerahkan semua energi elementalnya yang tersisa kepada periuk emas yang melindungi tubuhnya. Sesaat kemudian, periuk emas itu sedikit menyusut hingga memiliki ukuran yang bisa dimasuki manusia. Greenlight bersembunyi di dalamnya.
Sesaat kemudian Blazing Sun akhirnya turun. Matahari yang terik itu langsung meledak begitu domain Qin Shan menjadi kacau. Sekali lagi wilayah di sekitar mereka berubah menjadi kawah panas seluas jutaan kilometer.
Seakan dunia akan runtuh, Hukum Langit dan Bumi juga ikut menjadi kacau. Di bawah tekanan kekuatan yang mengerikan ini, bahkan periuk emas Greenlight mulai terdengar suara retakan.
Wajah Greenlight sudah berubah pucat pasi sekarang. Periuk emas yang ia miliki adalah sebuah harta karun magis tipe pertahanan Immortal kelas puncak. Bahkan jika seorang Heavenly God tertinggi menyerangnya dengan kekuatan penuh, itu tidak akan berarti banyak terhadap periuk emasnya. Tapi, bagaimana Qin Shan bisa membuat periuk emasnya menjadi retak?
Di dalam periuk emas itu, Greenlight meledak menjadi kabut darah. Ia tidak mati, namun ia sekarat. Kulit dan dagingnya sudah terbakar menjadi gosong, rambutnya yang elegan sudah hangus tak bersisa. Namun, ia memiliki keberuntungan karena masih dapat mengakses energi spiritualnya. Ia buru-buru mengeluarkan kapal terbangnya dan melesat melarikan diri.
Saat Qin Shan menyaksikan hal ini, ia tidak berdaya. Jika Greenlight sudah melarikan diri maka ia hanya bisa menatapnya saja tanpa bergerak. Bagaimanapun kecepatan kapal terbang milik Greenlight begitu luar biasa. Mustahil untuk mengejarnya.
Selama pertarungan ini Qin Shan merasa sangat beruntung. Untung saja Greenlight tidak mengeluarkan Pilar Langitnya untuk menekannya. Jika Greenlight menggunakan Pilar Langit mungkin keadaan yang ada malah sebaliknya.
Meskipun Qin Shan tidak dapat menyingkirkan Greenlight saat ini, tapi ia tetap sangat senang. Dengan cedera Greenlight yang begitu parah, ia curiga jika diberi waktu seratus tahun pun dia tidak akan dapat pulih dengan sempurna. Selain itu, Qin Shan amat senang saat ini karena pedang Black Gold Dragonnya sudah berevolusi ke tingkat yang lebih tinggi.
Qin Shan ingin berinteraksi dengan Jiuhua, namun ia segera mengurungkan niatnya. Gurunya perlu untuk menstabilkan kultivasinya untuk saat ini sehingga dia tidak bisa diganggu.
Qin Shan menghela napas panjang saat ia menyimpan pedangnya ke dalam pulau lotusnya. Sesaat kemudian ia berubah menjadi kilatan cahaya dan menuju ke arah di mana Mo Xianyu berada.
Kondisi Mo Xianyu tidak bisa dibilang baik ataupun buruk, bagaimanapun juga klan tempat ia dibesarkan telah hancur berantakan seperti ini. Bagaimana bisa ia menjadi tak emosional?
Mo Xianyu menatap wilayah inti klan Naga Langit dengan tatapan kosong dari atas langit. Meskipun ia tidak memiliki kehidupan yang damai di klan ini selama ratusan tahun, namun ia masih memiliki kenangan dengan Ibunya di tempat ini. Saat klan ini dihancurkan, di mana lagi ia bisa menemukan kenangan seperti itu?
“Jadi apa yang akan kau lakukan setelahnya? Aku telah memusnahkan klan Naga Langit dan telah membunuh sosok-sosok terkuat, termasuk Ayahmu. Apa kau akan balas dendam padaku?” beberapa saat kemudian Qin Shan muncul di belakang Mo Xianyu dan bertanya dengan nada yang tenang.
Jika Mo Xianyu ini berkata bahwa ia akan membalas dendam padanya, maka Qin Shan tidak punya pilihan lain selain membunuhnya. Bagaimanapun juga saat seseorang ingin menyelesaikan suatu masalah, orang itu harus mencabutnya dari akar-akarnya.
Jika Mo Xianyu ini tidak berniat untuk melawannya sama sekali, maka Qin Shan tidak akan bertindak melawan klan Naga Langit lagi. Jika ia membunuh orang yang telah membantunya dengan tulus, maka itu akan mempengaruhi dao hatinya dan menyebabkan iblis di dalam hatinya mengamuk.
Saat Qin Shan menanyakan hal itu, Mo Xianyu yang berada di depan berbalik ke arah Qin Shan sambil menggelengkan kepalanya.
“Aku tidak memiliki teman ataupun kenalan dekat di klan Naga Langit. Bahkan Mo Guang itu tidak pantas disebut sebagai seorang Ayah. Saat kau membunuh orang tercela itu, aku harusnya berterima kasih padamu.” ucap Mo Xianyu dengan wajah yang terlihat sedih. Meskipun ia memiliki ekspresi demikian, kata-katanya diucapkan dengan tulus. Tidak ada kebohongan yang dapat dirasakan oleh Qin Shan. Mo Xianyu sedih mungkin karena kenangan paling berharganya di tempat ini sudah musnah.
Saat Qin Shan melihat hal ini, ia hanya bisa menghela napas panjang lalu berkata, “Seorang yang baik hati sepertimu sangat langka di dunia. Jika kau bergabung dengan Aliansi Dunia Iblis maka tidak ada lagi sosok baik hati seperti dirimu di masa depan. Kau bisa memilih untuk berjalan pada jalanmu sendiri, atau ikut denganku.” Qin Shan berkata dengan tenang.
Mo Xianyu ingin mengatakan sesuatu saat Qin Shan mengakhiri kata-katanya. Namun, ia sepertinya tidak ingin membicarakannya. Saat Qin Shan menyadari hal ini, ia segera berkata. “Panggil saja aku Kakak Senior Qin.”
Mo Xianyu yang ragu-ragu itu akhirnya menjadi tenang dan ia memutuskan untuk bicara. “Kakak Senior Qin, sebenarnya aku sudah menentang klan Naga Langit yang bersekutu dengan Aliansi Dunia Iblis sedari dulu. Jika aku dapat keluar dari lingkungan jahat ini, maka aku akan senang hati mengikutimu.”
...