Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 551 - Ruangan yang Tersegel



Tatapan Fiend Emperor tertuju kepada pria sepuh berjubah putih di depannya. Ia adalah seorang Immortal Venerable level 9 yang telah hampir naik ke Dunia Immortal, namun di hadapan pria sepuh berjubah putih ini, ia merasa kekuatannya hampir sama.


“Selamat datang Teman Dao Du, nampaknya kalian telah melacak keberadaanku selama bertahun-tahun lamanya hingga akhirnya menemukanku di galaksi yang terpencil ini.” ucap Fiend Emperor sambil menangkupkan tangan ke arah pria sepuh berjubah putih di hadapannya.


Pria sepuh berjubah putih ini adalah Du Shentian, orang terkuat di seluruh Dunia Kultivasi bagian Utara, sekaligus Ketua dari Aliansi Seratus Bintang. Seseorang tidak perlu bertanya tentang seberapa kuat dirinya, karena ia merupakan sosok terkuat dan tak tertandingi di Dunia Kultivasi.


Du Shentian juga membalas salam dari Fiend Emperor, lalu ia berkata dengan nada yang tenang. “Ini sudah lebih dari dua juta tahun sejak menghilangnya dirimu, kami kira kau sudah berada di Dunia Immortal yang luas di atas sana. Tapi ternyata kau malah bermain-main dengan orang udik di galaksi ini.” Du Shentian menghela napas saat ia mengakhiri kalimatnya.


“Jangan salah, Teman Dao Du. Meskipun tempat ini berada di wilayah terpencil dan terjauh dari pusat Dunia Kultivasi, namun tempat ini menyembunyikan sangat banyak harta magis Kekacauan dan bahkan harta magis Kosmis. Aku yakin kau juga telah menyadari hal ini.” ucap Fiend Emperor dengan wajah yang acuh tak acuh.


Mendengar hal ini, Du Shentian tertawa pelan dan wajahnya mulai membentuk senyum yang menakutkan. “Ya, aku tahu. Itulah alasan mengapa aku datang ke tempat ini secara pribadi. Aku sudah menguasai salah satu Dunia Utama, aku ingin mengajakmu untuk bekerjasama dalam menguasai seluruh tempat ini. Kuharap Teman Dao Wang Heise dapat membantu.”


Fiend Emperor sedikit terkejut saat mendengar hal ini, namun ia dapat menenangkan dirinya dengan cepat. Ia sangat tahu bagaimana kepribadian Du Shentian ini, jika orang ini berniat melakukan sesuatu, maka dia akan menyiapkan segalanya dengan sangat berlebihan. Fiend Emperor yakin, Du Shentian ini tidak hanya membawa satu atau dua juta pasukan saja ke Three Realm ini.


Mempertimbangkan segala sesuatu yang menjadi kemungkinan terbesar, Fiend Emperor hanya bisa menghela napas pelan lalu menyetujui tawaran Du Shentian.


“Aku menempati galaksi ini lebih dulu daripada kau, jadi aku akan mengambil delapan puluh persen sumber daya dan rampasan perang.” Fiend Emperor memberikan syarat kepada Du Shentian. Membawa orang sepertinya untuk bekerjasama tentu saja akan memerlukan biaya yang mahal.


“Hehe, Teman Dao De memang suka bercanda. Jika kau mengatakan omong kosong lagi maka aku akan melepas kepalamu dari tubuhmu. Kita akan membagi semuanya dengan lima puluh persen. Ini bukanlah penawaran, melainkan pemaksaan. Kau sudah tidak bisa memilih.” ucap Du Shentian dan tubuhnya memancarkan aura membunuh yang sangat mengerikan.


“Oh? Kau menantangku?” saat hal ini terjadi, tentu saja Fiend Emperor tidak tinggal diam. Ia bahkan sudah siap untuk memulai pertarungan hingga akhirnya seorang pemuda berjubah hijau mulai turun dari atas langit.


“Yang Mulia Du, saat ini terjadi kekacauan di Heaven Realm. Sepertinya para pasukan dari Planet Zhen tidak akan bertahan terlalu lama lagi. Bagaimana kita harus mengatasi masalah ini?” pemuda berjubah hijau ini adalah seorang intel yang dikirim oleh Aliansi Seratus Bintang untuk memata-matai sebuah Dunia Utama.


Saat mendengar kabar ini, wajah Du Shentian menjadi tak sedap dipandang dan ia berkata dengan nada yang sinis. “Tidak peduli seberapa berani dan kuat dirinya, sepertinya orang ini telah meremehkan Aliansi Seratus Bintang. Kirim Daoist Threelives dan suruh dia memusnahkan orang ini.” balas Du Shentian dengan nada yang terdengar marah.


...


Halaman Istana Heaven Realm dengan cepat menjadi porak-poranda. Pada saat ini, tidak ada yang dapat menghentikan kekacauan ini.


Ini sudah beberapa bulan sejak Qin Shan mengakhiri sesi kultivasi panjangnya, dan sekarang ia akan menjalani misinya. Yaitu, mencari keberadaan God Emperor Miracle.


“Guru telah menanamkan larangan berperang pada jiwaku dan membuat jejak yang dalam. Jika aku melanggar larangan ini maka aku akan menjadi seperti sebuah balon berisi air yang meledak.” ucap Qin Shan dan ia menelan ludahnya. “Tapi saat ini belum dapat disebut sebagai sebuah perang, melainkan pembantaian.”


Qin Shan menyapu pandangan ke sekelilingnya dan ia merasa sedikit sedih. Di sekelilingnya saat ini hanya ada para Half Immortal serta Profound Immortal, membunuh mereka semua terlalu mudah bagi Qin Shan. Karena itulah ia sedikit sedih saat menyadari betapa banyak orang yang menjemput kematian sendiri.


“Maafkan aku.” Qin Shan menggelengkan kepalanya dan ia mulai melambaikan tangannya. Satu per satu kabut darah mulai terbentuk di atas langit, hanya membutuhkan waktu kurang dari satu tarikan napas hingga akhirnya Qin Shan telah membunuh ratusan kultivator.


Menyadari bahwa hal ini tidak akan ada habisnya, Qin Shan tanpa ragu langsung mengeksekusi Divine Ability transformasi tubuh dan berubah menjadi sebongkah batu yang tampak biasa saja. Sekarang, ia akhirnya dapat melakukan segala sesuatu dengan cukup tenang. Setidaknya, tidak akan ada seorang pun yang dapat mendeteksinya.


Qin Shan dengan segera langsung menyebarkan Kehendak Spiritualnya dalam jarak puluhan ribu kilometer dan mulai memeriksa tempat di sekitarnya.


Setelah setengah jam, Qin Shan tidak menemukan sedikit pun keanehan. Ia pun tanpa ragu langsung menyebarkan Kehendak Spiritual dari Spirit Storage Channel. Dengan kekuatan Kehendak Spiritual ini, Qin Shan yakin bahwa ia akan menemukan jawaban sendiri.


Di bawah tanah, Qin Shan dapat merasakan semacam bangunan berbentuk kubus yang dipenuhi oleh segel-segel kelas puncak. Ruangan itu adalah tempat penyegelan manusia!


Qin Shan tanpa membuang waktu lagi langsung bangkit dan menuju tempat tersebut. Namun sebelum ia sempat melakukannya, terdengar suara yang sangat keras dari kejauhan.


“Mati, mati, mati!” seorang pria berkulit cokelat keemasan dengan tiga kepala berteriak ke arah Qin Shan dan berusaha untuk membunuhnya.


...