
Bertahun-tahun lalu, Ye Jiyao mengatakan bahwa ia akan pergi ke Dunia Fairylord untuk bertemu dengan Fu Rongyi. Seharusnya setelah banyak waktu yang terlewati, keduanya sudah bertemu, kan?
Qin Shan memerhatikan perubahan pada wajah Fu Rongyi dan ia merasa sedikit terkejut. Setelah terdiam selama beberapa saat, Qin Shan menduga bahwa ada beberapa hal yang tidak beres di antara Ye Jiyao dan Fu Rongyi.
Hanya butuh beberapa waktu saja hingga akhirnya muncul suara mendesing di atas langit. Ketika suara ini terdengar, Qin Shan dan yang lainnya dapat melihat siluet cahaya yang kemudian memunculkan seorang pria tua berjubah putih. Ketika pria ini turun, energi langit dan Bumi yang luar biasa langsung menyapu tempat itu. Dilihat dari mana pun orang ini jelas merupakan seorang Heavenly God yang cukup kuat.
“Ternyata ini adalah Teman dao Qin dan Teman Dao San… Aku hampir tidak mengenal kalian.” ucap pria tua itu sambil menangkupkan tangannya ke arah Qin Shan dan San Jinsheng. Ya, pria tua ini memanglah Ye Jiyao yang merupakan Ayah kandung Fu Rongyi.
Saat Ye Jiyao tiba, ekspresi Fu Rongyi menjadi semakin buruk, tatapan sedingin es terarah pada Ye Jiyao. “Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Fu Rongyi dengan suara yang tak senang. Hanya dengan melihat wajah Ye Jiyao saja sudah cukup untuk membuatnya menjadi marah.
Bertahun-tahun yang lalu, ketika Ye Jiyao pertama kali datang menemuinya, ia merasa sangat keheranan. Namun, setelah mengetahui bahwa Ye Jiyao ini adalah Ayah kandungnya, Fu Rongyi langsung marah dan bahkan sempat menyerang Ye Jiyao dengan membabi-buta.
Ye Jiyao sudah bertemu dengan Fu Rongyi sebanyak beberapa kali dalam beberapa dekade ini, dan setiap pertemuan mereka pasti akan terjadi pertarungan.
Menyadari bahwa situasi saat ini sedang tidak baik-baik saja, San Jinsheng melirik ke arah Qin Shan dan diam-diam memintanya untuk mengatasi situasi saat ini. Di sisi lain Qin Shan hanya bisa menghela napas tak berdaya.
“Teman Dao Ye, Kakak Fu, sebenarnya apa yang telah terjadi pada kalian? Bukankah kalian adalah keluarga, kenapa harus ada kejadian seperti ini?” ucap Qin Shan sambil tersenyum dan ia mencoba untuk mengendalikan situasi.
“Aih… Teman Dao Qin, aku sebenarnya sudah meminta maaf padanya atas apa yang terjadi di masa lalu, tapi dia tidak mau memaafkanku semudah itu. Aku harus bagaimana lagi untuk mengakhiri semua ini?” balas Ye Jiyao dengan tak berdaya. Sejak pertama kali bertemu dengan Fu Rongyi, Ye Jiyao bahkan tidak memiliki kesempatan untuk berbicara lebih jauh padanya karena dia terus diserang dan diusir.
“Memaafkanmu? Atas apa yang telah kau lakukan di masa lalu? Kau adalah Ayahku, dan kau juga adalah Suami dari Ibuku, kenapa kau harus membiarkan Ibu mati disaat dia masih merindukanmu? Pada saat itu kenapa kau tiba-tiba menghilang tanpa kabar?” ucap Fu Rongyi dan niat membunuh yang memancar dari tubuhnya semakin kuat.
Tidak peduli apakah Ye Jiyao ini adalah Ayahnya, karena Ye Jiyao sendiri tidak pernah bertemu dengannya saat masih kecil, Fu Rongyi tidak akan pernah menganggapnya sebagai seorang Ayah. Terlebih lagi, alasan kematian Ibunya juga adalah karena Ye Jiyao.
Setelah mendengar hal ini, Qin Shan dan San Jinsheng langsung merasa sakit kepala. Permasalahan di dalam sebuah keluarga juga tidak kalah rumit dari masalah peperangan di Three Realm. Sebenarnya, inilah salah satu alasan mengapa Qin Shan tidak memiliki Pasangan Dao di masa lalu.
“Aku tidak peduli masalah apa yang sedang kalian hadapi sekarang ini, karena masih ada masalah yang lebih serius. Kuharap kalian berdua dapat membantuku.” ucap Qin Shan dengan nada yang tenang. Qin Shan tidak bisa memikirkan solusi yang tepat lagi untuk menyelesaikan masalah ini.
“Aku tentu saja akan membantumu, Teman Dao Qin. Katakanlah, dan aku akan ada di sampingmu.” balas Ye Jiyao sambil tersenyum. Qin Shan sudah membantunya di masa lalu, sekarang gilirannya untuk membantu Qin Shan.
Di samping itu, meskipun Fu Rongyi tidak bersuara, namun dia menganggukan kepala untuk menanggapi perkataan Qin Shan.
“Bagus, kita akan pergi ke Istana Fairylord terlebih dahulu untuk bertemu dengan Heavenly God Fairylord. Ada yang ingin kusampaikan padanya.” melihat reaksi dari Ye Jiyao dan Fu Rongyi, Qin Shan merasa cukup puas. Setidaknya untuk saat ini mereka berdua tidak akan terlibat dalam pertarungan.
...
Qin Shan segera mengirimkan pesan kedatangannya kepada Heavenly God Fairylord dan menunggu di depan gerbang. Setelah beberapa saat, Qin Shan dan yang lain mendapat izin untuk memasuki istana.
*Rumble…* Ketika Array Pertahanan istana tersebut terbuka, suara gemuruh dapat terdengar di seluruh wilayah tersebut. Sebuah lorong ruang hampa langsung muncul di depan Qin Shan dan yang lainnya.
Qin Shan tidak membuang waktu lagi dan ia segera memasuki lorong ruang hampa tersebut dan kemudian tiba di sebuah ruangan yang luasnya tak terukur. Di dalam ruangan itu terdapat padang rumput yang luas dan beberapa pohon-pohon rindang. Di tengah ruangan itu terdapat sebuah singgasana yang terbuat dari kristal, seorang pria berjubah merah dan hitam duduk di atasnya.
“Selamat datang, Teman Dao Qin. Ini sudah hampir dua ratus tahun sejak terakhir kali kita bertemu, aku tidak menyangka bahwa kau telah menjadi sekuat ini sekarang.” ucap Fairylord sambil tersenyum. Ia turun dari singgasananya dan pergi ke depan Qin Shan untuk memberi salam.
Qin Shan hanya mengangguk untuk menanggapi Fairylord dan membalas salamnya dengan menangkupkan tangan balik.
“Kau pasti sudah mendapat kabar dari Pedang Terbang Pembawa Pesanku beberapa bulan yang lalu. Menurutmu, apa yang harus kita lakukan saat ini?” kata Qin Shan sambil mendesah pelan. Ia meminta pendapat Fairylord mengenai invasi kultivator asing di Dunia Immortal.
“Ya, itu adalah peristiwa yang mengerikan. Mengirim beberapa Heavenly God jelas tidak akan cukup. Apalagi hanya dengan kultivator di tahap Spiritual God atau True Immortal. Solusi terbaik untuk saat ini adalah mengumpulkan semua kekuatan dari seribu Dunia Utama dan langsung merebut kembali Dunia Agung.” ucap Fairylord sambil mengelus dagu. “Tapi saat ini hal itu sangat mustahil. Aliansi Dunia Iblis benar-benar kelompok yang sangat cerdik. Mereka membuat beberapa Dunia Utama berperang untuk dapat merebut Dunia Agung tanpa hambatan. Mereka benar-benar menang dengan telak sekarang.” saat Fairylord mengakhiri kalimatnya, niat membunuh yang mengerikan melonjak keluar dari tubuhnya.
“Tapi sayangnya hal ini tidak ada kaitannya dengan Aliansi Dunia Iblis. Sekarang Three Realm telah benar-benar kedatangan musuh baru yang bahkan lebih mengerikan dari Aliansi Dunia Iblis. Kelompok yang menguasai Dunia Agung adalah Aliansi Seratus Bintang.” jelas Qin Shan dengan sangat serius.
Ketika Qin Shan mengatakan hal tersebut mereka semua langsung menjadi keheranan. Saat ini, Qin Shan mungkin satu-satunya kultivator dari Three Realm yang mengetahui tentang Aliansi Seratus Bintang.
“Dunia Agung telah diserang? Aliansi Seratus Bintang? Sebenarnya apa yang sedang terjadi di alam semesta ini?” tanya Ye Jiyao dengan penasaran. Ia benar-benar tidak mengetahui semua kejadian yang telah Qin Shan katakan barusan. Hal ini juga berlaku untuk Fu Rongyi, Fairylord dan bahkan San Jinsheng.
Mendengar kata-kata Ye Jiyao, Qin Shan mengangguk pelan dan ia perlahan-lahan mulai menjelaskan kepada mereka semua mengenai kondisi Dunia Agung saat ini dan apa itu Aliansi Seratus Bintang.
Setelah beberapa waktu, akhirnya mereka mengerti beberapa hal yang sangat penting. Ternyata, situasi Three Realm sekarang ini lebih memprihatinkan dibanding yang mereka duga. Salah langkah saja mungkin ini benar-benar menjadi akhir bagi Three Realm.
“Aku tidak menyangka kita akan kedatangan kultivator asing yang seperti itu. Sepertinya mereka semua jauh melampaui para Heavenly God yang ada di Three Realm.” gumam Fu Rongyi dan ia diam-diam merasa hawa dingin menjalar di punggungnya.
Saat mereka semua masih berdiskusi di ruangan yang sangat luas tersebut, tiba-tiba terdengar suara retakan dari segala arah.
*Kraakk! Krakk!* Suara retakan ini berasal dari atas langit dan menghasilkan bunyi yang sangat keras. Beriringan dengan munculnya suara itu, retakan spasial yang tak terhitung jumlahnya juga segera terbentuk di atas langit dan memuntahkan sangat banyak kultivator!
Qin Shan, Fairylord, dan yang lainnya bergegas keluar untuk menyaksikan apa yang telah terjadi. Setelah mereka semua melihat kultivator yang seperti awan-awan di atas langit, hati mereka langsung menjadi dingin. Terlalu banyak orang yang telah bertamu ke Dunia Fairylord...
...