Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 472 - Kakak Qin, Ini Benar Kau?



Pemandangan kehancuran klan Xia terekam jelas di benak Ye Duan dan pria paruh baya yang sedang dilawannya. Baru beberapa saat yang lalu, klan Xia adalah klan yang paling ditakuti di Dunia Kelima, namun sekarang, klan tersebut tidak ada bedanya dengan tanah rata.


Pria paruh baya yang menggenggam pedang besar merasa hatinya mencelos. Ia telah tinggal di klan Xia selama ratusan tahun, selama itu pula ia mengetahui kekuatan sebesar apa yang dimiliki klan Xia. Ia tidak akan menyangka bahwa suatu hari klan Xia akan diratakan hanya dengan satu serangan.


Ketika semua ini terjadi, Ye Duan maupun pria paruh baya itu langsung menghentikan pertarungan mereka. Jarak antara posisi keduanya saat ini dengan klan Xia cukup dekat, jika mereka tidak beruntung maka mereka juga akan ikut binasa di bawah penghancuran tersebut.


Baru beberapa detik setelah keduanya melarikan diri, tiba-tiba muncul semacak energi pengekang yang tak kasat mata. Setelah itu seorang pemuda berjubah merah terlihat muncul dari udara. Aura kematian pun langsung melonjak di tempat tersebut.


Meskipun aura kematian yang memancar dari Qin Shan begitu mengerikan, nyatanya hal itu sama sekali tidak mempengaruhi Ye Duan. Aura kematian serta niat membunuh yang ekstrim tersebut hanya tertuju pada pria paruh baya yang membawa pedang besar.


“Kau dari klan Xia? Jawab dengan jujur dan aku akan memberikan kematian yang cepat untukmu.” ucap Qin Shan dengan tenang, ia menatap pria paruh baya di depannya dengan tajam.


Sedari awal Qin Shan sama sekali tidak ingin melepaskan orang yang satu ini. Tidak peduli apakah dia berasal dari klan Xia ataupun tidak, karena dia sudah mencari masalah dengan temannya, maka ia akan membunuhnya.


“Haha… Senior ini terlalu kejam. Aku tidak ada hubungannya dengan klan Xia, aku ada di sini karena sedang menjalankan misi penangkapan dari sekteku.” balas pria paruh baya tersebut dengan gugup. Saat ia mengatakan semua itu, keringat dingin mulai bercucuran di punggungnya. Entah kenapa ia merasa bahwa ada semacam firasat kematian yang menghampirinya.


Karena klan Xia sudah menyinggung seseorang yang terlalu kuat dan menakutkan, maka tidak ada gunanya lagi untuk berlindung di balik klan tersebut. Karena itulah pria paruh baya itu memutuskan untuk tidak akan terlibat lagi dengan klan Xia.


Saat mendengar jawaban pria paruh baya tersebut, Qin Shan hanya bisa menghela napas pendek. “Kau tidak menjawab dengan jujur... Maka jangan salahkan aku yang bertindak kejam.” setelah itu Qin Shan menembakan sebintik api merah ke arah pria paruh baya tersebut. Bintik api merah itu segera membakarnya hidup-hidup.


Perlu diketahui, Qin Shan saat ini adalah seorang Immortal Venerable yang sudah melangkah ke jalan Grand Dao sejati. Selain itu ia juga mulai berinteraksi dengan Dao of The Heavens yang ada di Three Realm. Jadi tidak heran ia sedikit bisa mengetahui tentang kebenaran.


“Tidaaakk!!” ketika ia dibakar oleh api abadi yang tak bisa padam itu, pria paruh baya tersebut berteriak kesakitan dan suaranya menggema ke seluruh daratan.


Wawasan Dao of The Flame Qin Shan sudah hampir mencapai Grand Dao sejati, jadi kekuatan api miliknya juga pasti sangat mengerikan. Qin Shan berani bertaruh, bahkan Dao Api milik Heavenly God Waterflame tidak akan sekuat miliknya. Dengan kata lain, di seluruh Three Realm, ia adalah Ahli Dao Api Tertinggi.


Qin Shan berbalik ke arah Ye Duan berada dan ia berkata sambil tersenyum. “Ye Duan, sudah berapa lama kita tidak bertemu? Saat aku kembali ternyata kau terlihat lebih tua.”


“Kakak Qin, ini benar kau?” saat pergerakannya sudah menjadi bebas dan ia akhirnya bisa berbalik, ia sangat terkejut saat melihat Qin Shan di hadapannya.


Kenangan-kenangan yang hampir dilupakan olehnya tiba-tiba langsung muncul kembali di benak Ye Duan. Saat itu adalah kompetisi antar pemuda-pemudi klan, dan saat itulah ia bertemu dengan Qin Shan. Lalu ada pula ingatan tentang perpisahan klan Ling dengan Qin Shan yang pergi ke dunia yang lebih besar. Semua itu terlintas dalam sekejab.


Mata Ye Duan tiba-tiba menjadi mengkilap dan ia tak bisa menahan kegembiraannya, di saat yang bersamaan ia juga tidak bisa menahan kesedihannya.


“Kakak Qin, maafkan aku karena telah gagal melindungi klan Ling! Saat klan Ling dilanda bencana, aku malah menjadi seorang pengecut dan pergi melarikan diri. Aku tidak pantas menjadi seorang murid klan Ling...” saat Ye Duan mengatakan ini, ia terduduk di atas tanah dan air kata mulai berjatuhan.


“Bertahun-tahun yang lalu klan Ling kita telah dimusnahkan, semua wilayah kekuasaan kita sebelumnya direbut oleh klan yang lain. Hampir semua anggota klan telah tewas saat itu, termasuk ketujuh Tetua. Saat ini klan Ling kita hanya memiliki kurang dari dua puluh orang.” Ye Duan mengatakan semua ini dalam satu hembusan napas. Ia benar-benar tidak tahan untuk mengatakan semuanya pada Qin Shan.


Saat mendengar hal itu, ekspresi Qin Shan langsung berubah menjadi dingin. Ternyata masalah klan Ling lebih serius dibanding dugaannya. Ia berpikir setidaknya ada seratus orang yang berhasil selamat dari peristiwa itu, tapi ternyata yang selamat bahkan tidak sampai dua puluh orang. Pembantaian seperti apa yang telah terjadi di klan Ling bertahun-tahun yang lalu?


“Adik Ye, tenangkan dirimu terlebih dahulu, lalu jelaskan semuanya padaku. Tidak peduli siapa yang berada di balik pemusnahan klan Ling, aku akan membalasnya berkali-kali lipat.” ucap Qin Shan dengan tenang. Meski terlihat tenang, jauh di dalam hatinya, ia begitu marah dan sudah hampir kehilangan kendali.


Memang Qin Shan tidak memiliki banyak teman di klan Ling, tapi tetap saja klan tersebut adalah klan tempat dirinya berasal. Jika klan Ling hancur, lalu kemana lagi ia akan pulang?


Ye Duan mencoba untuk menenangkan dirinya sambil mengusap air mata yang mengalir di pipinya. Setelah beberapa saat, ia akhirnya bicara. “Kakak Qin, kita harus menyelamatkan Saudari Yue. Setelah klan Ling hancur, aku dan Ling Yue selamat, tapi beberapa hari setelahnya seseorang muncul secara tiba-tiba di hadapan kami dan membawa Saudari Yue pergi. Di saat-saat terakhir, aku mendengar orang tersebut mengatakan, ‘Yang Mulia Uncruel pasti akan senang’. Jika kita tidak menyelamatkan Saudari Yue dengan cepat, aku takut dia akan...” Ye Duan tidak melanjutkan kalimatnya lagi setelah melihat perubahan pada Qin Shan.


Saat mendengar apa yang dikatakan Ye Duan, Qin Shan sudah tidak dapat membendung amarahnya lagi. Aura Immortalnya melonjak keluar, energi langit dan bumi yang mencekam juga telah ditembakan dari tubuhnya. Seolah ruang telah runtuh dan waktu menjadi kacau, wilayah seluas ribuan kilometer langsung menjadi abu.


...