
Setelah perjamuan selesai, para tamu undangan satu per satu mulai mendatangi Qin Shan dan memberikan salam perpisahan padanya. Selain itu mereka juga akan memberi hadiah sebagai bentuk rasa terimakasih. Meskipun hadiah yang mereka berikan tidak terlalu luar biasa baginya, tapi Qin Shan tetap menghormati pemberian dari orang-orang dan menerimanya sambil berterimakasih.
Beberapa waktu telah berlalu dan kini halaman Istana sudah menjadi sepi dan sunyi. Hanya ada Qin Shan dan beberapa temannya yang saat ini masih ada di sana. Selain itu, rombongan Akademi Lintas Surga juga masih berada di tempat itu.
“Apa yang membuatmu harus menahan kami untuk pergi, God Emperor?” tanya Jian Mengtian selaku Kepala Akademi Lintas Surga kepada Qin Shan. Ia merasa kebingungan.
Sebenarnya, fakta bahwa Akademi Lintas Surga diundang secara pribadi oleh Qin Shan sudah merupakan keajaiban. Jian Mengtian berpikir bahwa pasti ada hal penting yang ingin disampaikan oleh God Emperor kepada mereka.
“Sungai waktu yang misterius telah membawa kita kepada perubahan zaman yang tak terelakkan. Semakin banyak jenius dengan bakat luar biasa terlahir, semakin banyak ahli tingkat Heavenly God yang naik tingkat. Mengetahui bahwa perubahan yang signifikan ini terjadi, aku tentu saja tidak akan menyia-nyiakan sedikitpun waktu.” ucap Qin Shan sambil melambaikan tangannya.
Hanya dalam waktu sepersekian detik, seorang pria sepuh berjubah hitam muncul dari retakan ruang di samping Qin Shan. Pria ini menangkupkan tangan dengan hormat lalu berkata, “Salam, God Emperor Qinshan. Tugas yang kau berikan padaku sebelumnya sudah selesai sepenuhnya.”
Pria sepuh ini adalah Zhu Yuguang, pelayan terpercaya dari God Emperor terdahulu yang masih hidup hingga saat ini.
Zhu Yuguang telah mendampingi Qin Shan selama lebih dari 400 tahun sejak dirinya menerima Mahkota Takdir. Zhu Yuguang telah menjadi orang kepercayaan Qin Shan berkat dirinya yang terus menyelesaikan tugas yang Qin Shan berikan dengan sempurna. Selain itu Zhu Yuguang juga telah menjelaskan banyak hal tentang Mahkota Takdir dan apa yang harus Qin Shan lakukan sebagai seorang God Emperor.
“Hm, bagus. Aktifkan formasinya.” ucap Qin Shan tanpa berbasa-basi.
Zhu Yuguang mengangguk, lalu ia mulai membentuk segel tangan yang tak terhitung jumlahnya. Halaman Istana mengeluarkan suara dentuman dan berderak dengan keras, beberapa saat setelahnya sebuah cahaya prismatik yang menyilaukan melesat ke atas langit.
Dunia ilusi terbentuk, dan di dalam sini terdapat daratan yang sangat luas dengan sebuah altar batu raksasa di tengahnya. Semua orang yang berada di halaman Istana sebelumnya telah dipindahkan ke tempat ini.
“Tempat apa ini?” Jian Mengtian merasa heran dan ia menatap ke sekeliling dengan takjub. Di dalam sini terdapat semburan energi spiritual yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Ini pasti adalah sebuah tanah suci kultivasi.
Tidak hanya Jian Mengtian, lebih dari dua puluh ribu Mahasiswa Akademi Lintas Surga juga ikut terkejut saat ini. Hanya menarik napas satu kali saja mereka dapat merasakan tubuh mereka dipenuhi oleh energi yang bergejolak.
“Biar kujelaskan. Tempat ini adalah 'jantung' dari Istana Heavenpearl, tempat ini adalah tanah suci kultivasi bagi siapa saja yang masuk. Aku berencana untuk menyalurkan energi melimpah di tempat ini ke dunia luar setelah urusan kita selesai. Sehingga kota Heavenpearl akan menjadi Kota Suci Kultivasi yang sesungguhnya.” jelas Qin Shan sambil tersenyum puas.
Tempat ini sebenarnya menyimpan sebanyak ratusan pembuluh energi spiritual tingkat atas, jadi tidak heran akan ada energi super banyak di sini. Sebenarnya, dengan jumlah pembuluh energi spiritual seperti ini saja, Qin Shan dapat meningkatkan kualitas Energi Spiritual di seluruh Dunia Alam Harta Karun Lima Elemen menjadi dua kali lipat. Namun, ia tidak melakukannya dan hanya akan memfokuskan peningkatan energi spiritual di kota Heavenpearl. Bagaimanapun juga, kota ini adalah pusat dunia dan bahkan akan menjadi Ibukota Three Realm di masa depan.
“Tapi sebelum aku menyalurkan energi spiritual di dalam sini ke dunia luar, aku ingin memberikan kalian semua hadiah yang spesial terlebih dahulu.” Qin Shan melambaikan tangannya dan sebuah monumen batu setinggi seratus meter segera muncul di atas Altar Batu.
Monumen batu ini memiliki ukiran kalimat berwarna emas di permukaannya dan keseluruhan dari batu ini memancarkan aura spiritualitas tak tertandingi dari hukum Langit dan Bumi.
“Monumen batu ini adalah simpulan dari wawasan-wawasan dao yang aku kumpulkan selama masa hidupku. Jika kalian seorang jenius sejati, maka kalian akan menemukan rahasia besar yang tersembunyi di setiap kalimat yang terukir di monumen batu ini.” Qin Shan menjelaskan dengan penuh kebanggaan kepada semua orang.
Saat mendengar penjelasan dari Qin Shan, semua orang di tempat itu langsung duduk dalam posisi lotus dan mencoba memahami wawasan dao yang ada di monumen batu tersebut. Tidak terkecuali Jian Mengtian, San Jinsheng, dan teman-teman Qin Shan yang lain. Menurut mereka ini adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk menyaksikan wawasan dao yang dimiliki God Emperor.
Qin Shan melakukan semua ini bukan tanpa alasan, ia sebenarnya sedang membantu orang-orang ini untuk mengambil jalan kultivasi sejati yang sebenarnya. Ia menambahkan teknik kultivasi Nine Path of Opportunity di dalam monumen batu tersebut secara tersembunyi. Ia berharap akan ada jenius yang dapat memecahkannya dan mulai mengkultivasikannya.
“Aku sebenarnya ingin mengajari semua orang teknik kultivasi sejati yang sebenarnya. Tapi jika aku memberitahu mereka kenyataan yang pahit, aku berani bertaruh bahwa Three Realm akan tenggelam ke dalam kekacauan untuk yang ke sekian kalinya.” batin Qin Shan dan ia berharap seorang jenius yang dia harapkan akan datang suatu hari.
Perubahan yang terlalu tiba-tiba tidak baik untuk seseorang, perlu waktu untuk menerima perubahan itu hingga tidak akan ada dampak negatif untuknya.
Waktu terus berjalan, tidak terasa setengah tahun sudah berlalu sejak mereka semua memasuki dunia ilusi itu untuk berkultivasi.
Sebagian besar dari mereka telah mendapatkan pencerahan dan menembus tingkat kultivasi yang lebih tinggi berkat monumen batu. Di sisi lain, para Heavenly God dan Spiritual God juga telah mendapatkan sedikit pencerahan dan dapat melaju ke tingkat yang lebih tinggi. Kebaikan hati Qin Shan ini tidak akan mereka lupakan seumur hidup mereka.
Setelah sesi kultivasi itu berakhir, Zhu Yuguang langsung menutup formasi dan semua orang kembali ke halaman Istana yang Luas. Qin Shan juga melepaskan tamu undangannya dengan cepat setelah menyadari sebagian dari mereka akan naik tingkat dan memanggil petir kesengsaraan. Hanya dalam beberapa jam saja, halaman Istana yang luas kini hanya tersisa dua orang, Qin Shan dan Zhu Yuguang.
“Yang Mulia, apakah prosesnya akan dimulai sekarang?” tanya Zhu Yuguang sambil menangkupkan tangan.
“Ya, pergilah. Aku akan mengurusnya sendiri kali ini.” jawab Qin Shan dan ia memerintahkan Zhu Yuguang untuk meninggalkannya seorang diri. Zhu Yuguang memberi salam untuk yang terakhir kalinya sebelum ia menghilang ke dalam retakan ruang.
Setelah hening selama beberapa saat Qin Shan mulai mengirimkan Kehendak Spiritualnya ke dalam tanah. Hanya dalam waktu singkat, Kehendak Spiritualnya telah menyentuh sebuah segel yang menyegel Pembuluh Energi Spiritual kelas atas. Ia kemudian melepaskan segel itu hingga Pembuluh Energi Spiritual di dalam tanah mulai menyemburkan energi dalam jumlah yang menakutkan ke udara.
Qin Shan terus melakukan hal yang sama untuk melepaskan lebih dari seratus segel yang menyegel Pembuluh Energi Spiritual di bawah tanah kota Heavenpearl.
…
Hanya dalam waktu yang dibutuhkan untuk membakar satu batang dupa, seluruh kota Heavenpearl telah jatuh ke dalam kegemparan luar biasa. Khususnya para Klan dan Sekte yang mendiami Bukit-Bukit Agung, para Patriark mereka sudah menduga bahwa peristiwa ini mungkin disebabkan oleh God Emperor.
Lalu di sebuah sungai raksasa yang memanjang dari ujung ke ujung dunia yang lain, terlihat Qin Shan sedang melayang di atasnya dan menatap ke bawah dengan penuh keseriusan.
Sungai ini sebenarnya tidak pantas disebut sebagai sungai dan lebih pantas disebut sebagai laut atau samudera. itu karena lebar sungai ini yang mencapai ratusan ribu kilometer. Namun, karena sungai ini mengaliri jalur sepanjang setengah dunia, tempat ini tetap disebut sebagai sungai.
“Tempat ini akan kujadikan Wilayah Terlarang...” gumam Qin Shan dan ia mulai melepaskan wawasan daonya dan merekonstruksi wilayah itu secara total. Energi kekacauan ditambahkan, aura kematian disebarkan, Hukum-hukum yang mendukung Wilayah Terlarang juga telah diterapkan. Sungai ini secara mengejutkan telah berubah menjadi sebuah Wilayah Terlarang buatan pertama di Dunia Alam Harta Karun Lima Elemen.
Selain itu Qin Shan juga mulai membuat formasi kelas tertinggi untuk memisahkan Wilayah Terlarang dengan dunia luar. Ia juga membuat sebuah domain tersendiri di dalam sungai untuk dapat dimasuki dan dijelajahi orang-orang. Tentu saja domain itu memiliki perangkap, array, dan monster ganas yang tak terhitung jumlahnya.
“Selanjutnya adalah meletakkan hadiah-hadiah untuk orang yang berhasil menjelajahi Wilayah Terlarang ini.” Qin Shan mengirimkan berbagai macam harta karun spiritual ke dalam sana, mulai dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi. Salah satu harta karun berharga yang Qin Shan jadikan hadiah adalah beberapa peralatan tingkat Kekacauan.
Tidak peduli seberapa berharganya Harta Karun yang Qin Shan berikan di Wilayah Terlarang itu, semua itu tidak lain hanyalah hadiah pembuka saja. Hadiah utama dari Wilayah Terlarang itu adalah Monumen Batu yang berisi wawasan Dao tertinggi di Three Realm, sekaligus salinan lengkap dari teknik Nine Path of Opportunity!
Setelah penyesuaian selama beberapa bulan, Qin Shan akhirnya telah menyelesaikan Wilayah Terlarangnya secara sempurna. Ia kemudian menamai Wilayah Terlarang ini sebagai, 'Endless Deadriver'.
Setelah dirinya kembali ke Istana Heavenpearl, ia kemudian meminta bantuan Zhu Yuguang untuk menyebarkan rumor mengenai kemunculan Wilayah Terlarang bernama Endless Deadriver kepada semua orang di Dunia Alam Harta Karun Lima Elemen.
Karena itulah hanya butuh waktu kurang dari dua tahun saja hingga Endless Deadriver dipenuhi oleh para kultivator yang mengincar harta berharga di dalamnya.
…
Saat ini, Qin Shan sedang berada di sebuah puncak gunung di salah satu wilayah Heavenpearl. Malam yang sunyi dengan bulan tergantung di atas langit membuat suasana menjadi lebih tenang dan damai. Qin Shan sekarang sedang tenggelam ke dalam renungan bersama sebotol Anggur Immortal di tangannya.
Qin Shan mendongak ke atas langit untuk memandang bulan dengan matanya yang sejernih kristal. Di dalam hatinya ia berpikir, “Sejak kapan dunia terasa begitu sunyi seperti ini?”
Qin Shan ingat dengan jelas bahwa zaman dulu adalah zaman perang yang dipenuhi ketegangan dan teror tak berkesudahan, sangat jauh berbeda dengan zaman sekarang yang penuh dengan kedamaian dan ketenangan. Lambat laun, zaman yang damai ini mungkin akan melemahkan generasi mendatang secara langsung atau tidak langsung.
“Sekarang kupikir kalimat yang diucapkan seseorang padaku dahulu kala adalah kebenaran. Tanpa suatu cobaan dan rintangan, seseorang akan sulit untuk melangkah lebih jauh.” gumam Qin Shan sambil menenggak Anggur Immortalnya sampai habis.
Dari balik kegelapan, muncul seorang wanita berjubah hitam yang sedang menuju ke arah Qin Shan. Caranya berjalan sangat anggun dan indah, sosoknya di bawah cahaya rembulan bagaikan sesosok Dewi Chang'e yang turun ke Bumi.
“Qinshan, apa yang kau lakukan seorang diri di tempat ini?” tanya wanita tersebut dengan suara yang lembut.
Qin Shan menoleh ke arah wanita itu dan sedikit tersenyum sambil berkata, “Yaoren, bukankah tidak baik untuk menguntit seseorang hingga sejauh ini?”
Wanita berjubah hitam itu tentu saja adalah Yu Yaoren yang telah menemani Qin Shan dalam kurun waktu yang lama. Dibanding dirinya 500 tahun lalu, Yu Yaoren sekarang telah menjadi seorang wanita yang kecantikannya dapat membuat seseorang jatuh cinta hanya dalam sekali pandang. Paras cantiknya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, dibanding dengan Ling Yue mungkin Yu Yaoren sedikit lebih unggul berkat kedua gunungnya yang tumbuh dengan subur.
Yu Yaoren tertawa kecil saat ia mendekati Qin Shan dan memeluknya dari belakang. Ia menekan punggung Qin Shan dengan buah dadanya sehingga membuat Qin Shan merasa tak nyaman.
'Entah kenapa aku merasa bersalah terhadap sesuatu.' Qin Shan samar-samar dapat mencium aroma harum tubuh Yu Yaoren yang sangat memikat. Ia hampir tidak dapat menahan diri dan akan mengkhianati Ling Yue, untung saja itu tidak terjadi.
“Berapa kali pun aku mengatakan hal ini padamu, kau selalu saja tidak menanggapinya dengan serius. Apa itu karena Istrimu?” tanya Yu Yaoren yang sedang bersandar di punggung Qin Shan.
“Mengatakan apa?” Qin Shan balik bertanya dan ia merasa tidak enak dengan hal ini.
“Aku mencintaimu, tolong ambil aku, Qinshan.” ucap Yu Yaoren sambil menyembunyikan wajahnya di balik rambutnya yang panjang dan indah.
Saat mendengar hal ini, Qin Shan merasa akan jadi gila. Ia sudah sering mendengar kata-kata ini dari Yu Yaoren bertahun-tahun yang lalu. Namun, kali ini ia menambahkan kata-kata "tolong ambil aku" di kalimatnya. Apa maksudnya itu?
Menyadari bahwa bahwa Qin Shan tidak ingin menjawabnya, Yu Yaoren menjadi sedikit kesal. Sudah berapa banyak usaha yang ia lakukan untuk mendapatkan hati Qin Shan, namun lelaki ini bahkan tidak memperhatikannya sama sekali.
Karena Qin Shan terus diam dan tak berkata apa-apa, Yu Yaoren menjadi semakin kesal dan ia berkata, “Kalau kau tidak ingin memilikiku, maka jadikan saja aku Selirmu!”
Kali ini kuping Qin Shan bergerak dan ia langsung menoleh ke belakang saat mendengar hal tersebut. “Apa?”
….