Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 537 - Kelinci Percobaan Datang Dengan Sendirinya



Qin Shan merasa terkejut sekaligus gembira saat menemukan hal ini. Awalnya ia mengetahui hanya ada dua bagian pada monumen batu tersebut. Ia tidak akan pernah menyangka bahwa bagian yang lain akan tersimpan di dalam kabut misterius yang mengitari monumen batu tersebut.


“Bagian pertama dan kedua saja sudah sangat kuat, bagaimana dengan bagian ketiga?” gumam Qin Shan dan matanya bercahaya dengan api semangat yang tinggi.


Setelah mempelajari kabut hitam itu selama beberapa waktu melalui kehendak spiritualnya, Qin Shan menyadari bahwa bagian ketiga ini jauh lebih sederhana dibanding bagian pertama dan kedua. Bahkan ia hanya membutuhkan waktu beberapa bulan saja hingga akhirnya memahami sepenuhnya bagian ketiga tersebut.


Memahami kabut misterius itu sangat berbeda dengan memahami monumen batu yang terdapat kata-kata. Untuk mempelajari bagian ketiga ini, Qin Shan harus memahami segala unsur yang ada di dalam kabut tersebut lalu menyimpulkannya secara bahasanya sendiri. Dengan kata lain, bakat seseorang juga sangat berpengaruh untuk memahami bagian ketiga ini.


“Untungnya aku memiliki kehendak spiritual, sehingga aku dapat memahami kabut hitam itu dengan cepat.” Qin Shan menganggukan kepala dan ia mulai berdiri. “Tapi, bagian ketiga ini adalah jurus yang cukup membingungkan. Jurus ini tidak memiliki nama dan kemampuan jurus ini adalah untuk mengendalikan Fiendgod Sealing Art?”


Qin Shan mengelus dagunya dan ia mulai membentuk beberapa segel tangan. Ketika ia melakukan hal ini, aura jahat dan tak terbendung langsung mengitari tubuhnya. Ini adalah jurus pertama dari Fiendgod Sealing Art, Empyrean Rage.


Ketika jurus ini dieksekusi, Qin Shan sempat panik. Namun, ia mencoba untuk tetap tenang dan kembali membentuk segel tangan yang singkat. Tiba-tiba, tubuh Qin Shan memancarkan aura keagungan tanpa batas dan mulai mengendalikan jurus Empyrean Rage yang sedang mengamuk itu. Ini adalah jurus dari bagian ketiga Fiendgod Sealing Art.


“Jadi begitu!” saat hal ini terjadi, Qin Shan langsung bersukacita di dalam hatinya. “Empyrean Rage adalah jurus yang mudah lepas kendali. Saat jurus ini lepas kendali dalam kekuatan penuh, maka seluruh galaksi mungkin akan binasa. Karena hal itulah bagian ketiga Sealing Art ini ada. Bagian ketiga bukanlah jurus untuk menyerang, melainkan untuk mengendalikan jurus itu sendiri!” Qin Shan tertawa keras begitu tubuhnya memancarkan aura spiritualitas yang luar biasa.


Selama lebih dari dua belas tahun ini, Qin Shan telah berkultivasi tanpa henti, jadi tidak heran ia akan naik level di saat-saat terakhir sesi kultivasinya. Tahap Immortal Venerable level 6 akhirnya telah ditembus!


Energi elemental yang meledak-ledak langsung mendarat di tubuh Qin Shan dan mulai mengekspansi lautan spiritualnya. Pulau lotus yang ada di dantiannya juga ikut meluas saat ia naik tingkat. Seketika, kekuatannya langsung meningkat secara eksplosif.


“Bagus! Dengan kekuatanku saat ini, setidaknya aku dapat melepaskan jurus Empyrean Rage dan mengendalikannya dengan jurus dari bagian ketiga. Dengan teknik ini, aku yakin ada sangat sedikit sosok yang mampu menandingiku di seluruh Three Realm saat ini!” Qin Shan tertawa dan ia merasa sangat percaya diri dengan kekuatan barunya.


Qin Shan yakin, bahkan jika ia bertarung kembali dengan Zhen Yang, ia akan dapat membunuh orang itu dengan lebih mudah. Bisa dibilang, saat ini Qin Shan sudah sebanding dengan tokoh-tokoh terkuat di Three Realm, seperti Greenlotus ataupun Heavenly God Fairylord.


“Karena jurus dari bagian ketiga ini masih tidak memiliki nama, maka aku akan menamainya sendiri, jurus ini akan bernama Return to Mortality[1][1]!” Qin Shan menamai bagian ketiga dengan nama seperti itu bukan tanpa alasan, itu karena jurus dari bagian ketiga ini berbanding terbalik dengan bagian pertama.


Jika bagian pertama adalah tentang jurus penyegelan yang memiliki aura jahat dan terkutuk, maka bagian ketiga adalah tentang pengendalian jurus yang sangat agung dan mulia. Kedua jurus ini bagaikan perbedaan antara hidup dan mati. Jadi tidak heran Qin Shan akan memberi nama bagian ketiga dengan 'Return to Mortality'.


Qin Shan sudah menghabiskan waktu lebih dari satu dekade di tempat ini, tentu saja ia tidak akan menghabiskan lebih banyak waktu lagi. Ia masih memiliki beberapa urusan yang belum diselesaikan. Seperti menemui Jiu Fan untuk mengambil kembali Woodhell Sword, dan mengunjungi anggota klan Ling yang masih tersisa. Selain itu, Qin Shan juga ingin tahu seperti apa kondisi Gunung Soul Desolate dan kabar dari kakak-kakak seperguruannya.


“Petualangan kali ini sudah cukup sampai di sini, sekarang aku akan kembali ke dunia Agung lagi dan membantai semua alien-alien itu.” Qin Shan memancarkan aura yang mengintimidasi dari tubuhnya. Ia melambaikan tangannya dan menyimpan kembali Pembuluh Spiritual Dewa Kelas Primal.


Setelah menghancurkan array pertahanan dan array penghalang di sekitarnya, Qin Shan langsung membentuk segel tangan dan menembakan sinar berwarna abu-abu gelap ke arah monumen batu di hadapannya.


*Rumble…* Suara gemuruh dapat terdengar saat monumen batu itu terangkat ke atas langit dan mulai menghilang secara perlahan.


Qin Shan sebenarnya sangat ingin untuk membawa monumen itu bersamanya sebagai koleksi. Namun, dengan kekuatannya saat ini ia masih belum bisa mengikat monumen itu, bahkan dengan kehendak spiritual sekalipun. Karena itulah Qin Shan memutuskan akan kembali di masa depan untuk mengambil monumen tersebut.


Tepat ketika Qin Shan ingin terbang dan pergi meninggalkan tempat tersebut, melalui kehendak spiritualnya ia dapat merasakan sekelompok Immortal Venerable sedang menuju ke arahnya.


Bukannya takut ataupun merasa panik, Qin Shan malah terkekeh sambil tersenyum sinis saat menyadari hal ini. “Ini adalah permulaan yang baik, aku bisa menjadikan mereka semua kelinci percobaan untuk menguji coba kekuatan dari jurus Empyrean Rage.” saat Qin Shan mengatakan hal ini, ia sudah lebih dulu membentuk segel tangan yang begitu rumit dan mulai mengeksekusi jurus Empyrean Rage.


Aura jahat dan mematikan langsung terpancar dari tubuh Qin Shan dan membuat ruang di sekitarnya beriak. Nampaknya, jika jurus ini lepas kendali, ruang di sana akan segera meledak dan dilenyapkan tanpa jejak. Untung saja Qin Shan telah mengendalikan jurus tersebut dengan bantuan Return to Mortality. Jika tidak, maka kejadian seperti apa yang dialami oleh Tian Nu dan Zhao Pingan bertahun-tahun lalu akan kembali terjadi.


Beberapa waktu kemudian, sembilan Immortal Venerable itu akhirnya telah tiba di tempat Qin Shan. Saat mereka menatap Qin Shan yang berada di kejauhan, tubuh mereka langsung meledakkan niat membunuh yang ekstrim.


“Jadi orang inilah yang sudah membuat Tuan Muda Zhen kehilangan satu nyawanya? Apapun yang terjadi, kita harus membunuhnya dan membawa kepalanya ke hadapan Starlord.” ucap seorang Immortal Venerable level 7.


“Benar, selain itu planet Fogstone juga telah melirik orang ini dan berniat menyingkirkannya. Dengan kita membunuhnya lebih dulu, kita mungkin akan mendapat beberapa prestasi dari tokoh-tokoh terkuat di Aliansi Seratus bintang.” ucap seorang Immortal Venerable level 7 yang lain.


Meskipun jarak Qin Shan cukup jauh dari posisi mereka bersembilan, nyatanya ia masih bisa mendengar pembicaraan mereka secara samar-samar.


“Membawa kepalaku ke hadapan Zhen Daqing? Sadis sekali. Tapi sebelum itu aku akan membawa nyawa kalian terlebih dahulu ke hadapan Lord Yama!” Qin Shan berteriak keras dan ia langsung mengacungkan jarinya ke depan.


Dari pembicaraan mereka sebelumnya, Qin Shan tahu bahwa mereka semua pasti dikirim oleh Zhen Daqing. Karena itulah tidak ada alasan lagi baginya untuk tetap bersikap tenang.


*Pa!* Sebuah sinar berwarna abu-abu terbentuk dan melesat dari telunjuk Qin Shan. Sinar abu-abu ini membawa aura jahat yang benar-benar menakutkan. Bahkan ketika sinar ini melintas, ruang seakan-akan telah lenyap dan membukakan jalan untuknya.


Energi penghancuran yang sangat luar biasa akhirnya turun, Dao of The Heavens yang mengamuk pun segera menghancurkan segala hukum di tempat tersebut.


Ekspresi kesembilan Immortal Venerable itu seketika tenggelam ke dalam keputus asaan. Mereka tidak pernah berhadapan dengan serangan yang begitu mendominasi seperti ini, dan di saat mereka menghadapinya, mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk hidup.


Dengan panik mereka semua langsung mengaktifkan segala jenis harta magis mereka untuk melarikan diri. Namun, tidak peduli apa yang telah mereka lakukan, kecepatan mereka jauh lebih lambat dibanding kecepatan penghancuran dari jurus Empyrean Rage.


“Siapa yang bilang bahwa orang ini telah sekarat dan kita bisa membunuhnya semudah membunuh ayam?! Kenyataannya dialah yang dapat membunuh kita dengan sangat mudah!” salah satu Immortal Venerable berteriak histeris saat tubuhnya perlahan-lahan dilahap habis oleh energi penghancuran tanpa batas tersebut.


“Sialan, aku bahkan yakin orang ini lebih kuat dari Tuan Muda Zhen. Bagaimana bisa Tuan Muda Zhen mengatakan bahwa orang ini telah sekarat dan hampir mati? Ini adalah penipuan!!” seorang Immortal Venerable level 7 merasa sangat putus asa saat tangan dan kakinya perlahan dihancurkan menjadi jus daging.


Hanya dalam waktu singkat sembilan bunga mawar yang berbentuk kabut[2][2] telah muncul di atas langit. Kesembilan Immortal Venerable itu tewas dengan mudah di tangan Qin Shan!


...


[1][1] Return to Mortality; Kembali ke Kefanaan


[2][2] Sembilan bunga mawar yang berbentuk kabut; Maksudnya sembilan Immortal Venerable tersebut telah meledak menjadi kabut darah di atas langit.