
Sinar merah yang sebelumnya ditembakan oleh Qin Shan tidak berhenti ketika menabrak tiga Long Sword milik Zhao Danzhi. Beberapa saat setelahnya, sinar kerah tersebut akhirnya mendarat tepat di tubuh Zhao Danzhi dan membuatnya terpental jauh di ruang hampa.
Samadhi Fire Stairs adalah teknik paling mematikan yang saat ini Qin Shan miliki, anak tangga pertamanya saja sudah dapat membunuh seorang Heavenly God awal. Jadi tidak heran Zhao Danzhi akan terluka cukup parah saat tubuhnya ditabrak oleh sinar merah tersebut tanpa harta magis pertahanan.
“Paman Danzhi! Tian Nu, ayo kita juga harus membantunya!” di sisi lain, Zhao Pingan yang ada di kejauhan langsung melesat ke depan dengan sebilah pedang panjang di tangannya. Tian Nu yang merupakan pengawal pribadinya, juga mengikutinya dari belakang.
Saat Qin Shan menyaksikan hal ini, ia diam-diam menarik napas yang terasa dingin. Menghadapi tiga orang Heavenly God sekaligus cukup sulit untuknya, terlebih lagi salah satu di antara mereka memiliki kekuatan yang hampir sebanding dengan Greenlotus. Mulai dari sini Qin Shan sama sekali tidak boleh lengah.
“Hanya dua orang bocah Heavenly God elit, kalian pikir kalian dapat menghadapinya? Lawan kalian adalah aku!” sementara itu San Jinsheng yang ada jauh di belakang Qin Shan mulai berteriak lantang dan mengeluarkan dua bilah belati dari ruang hampa.
Dua bilah belati yang dipegang oleh San Jinsheng ini memiliki warna merah tua yang tampak pudar, sebuah energi yang begitu jahat dan mematikan memancar dari kedua belati tersebut. Begitu San Jinsheng melesat ke depan dan melayangkan sabetan pisau yang tak terhitung jumlahnya, kedua bilah belati merah tua ini sedikit mengeluarkan suara mendesing yang terdengar mengerikan. Jutaan jiwa seolah-olah sedang berteriak kesakitan di dalam belati milik San Jinsheng.
Ketika San Jinsheng sudah menyerang dengan kekuatan yang menakutkan, Zhao Pingan dan Tian Nu langsung tersentak kaget. Bahkan walaupun mereka menyadari betapa mengerikannya serangan dari San Jinsheng ini, mereka tidak dapat menghindarinya tepat waktu.
*Puftt!!* Kabut darah pun meledak. Kedua bilah belati milik San Jinsheng berhasil mencincang tubuh Zhao Pingan dan Tian Nu hingga hampir putus. Untung saja mereka berdua adalah seorang Heavenly God elit, jika tidak mereka mungkin sudah menjadi jus daging saat ini.
Di sisi lain, saat Qin Shan menyaksikan hal ini, ia menghela napas lega. Untung saja monster tua San Jinsheng itu masih memiliki otak. Andaikan San Jinsheng tidak mengatasi Zhao Pingan dan Tian Nu, mungkin ia benar-benar akan sangat kewalahan.
“San Jinsheng b*jingan… Lihat saja, kau akan mati setelah aku membunuh orang ini...” ketika Zhao Danzhi menyaksikan Zhao Pingan yang dikalahkan telak oleh San Jinsheng, hatinya langsung dikuasai oleh amarah.
“Oh, kau sangat percaya bahwa kau bisa membunuh San Jinsheng. Tapi, apa kau benar-benar yakin dapat membunuhku?” ucap Qin Shan sambil terkekeh. Ia tidak peduli lagi tentang San Jinsheng yang mencuri Pilar Langit dari orang ini, kenyataannya Qin Shan berpikir bahwa tindakan San Jinsheng di masa lalu memang tepat. Jika Pilar Langit dimiliki oleh Zhao Danzhi, maka kemungkinan besar orang ini akan menjadi jauh lebih kuat dari Gurunya, Greenlotus sekali pun.
“Hmph, kau hanyalah seorang Heavenly God menengah yang memiliki kekuatan Heavenly God tertinggi. Aku tidak percaya bahwa aku tidak bisa mengalahkanmu.” balas Zhao Danzhi dengan nada yang terdengar dingin. Setelah itu, ia kemudian melambaikan tangannya dan sebuah kipas yang terbuat dari bulu angsa pun muncul.
Kipas bulu angsa ini memancarkan energi spiritualitas dari Dao of The Wind yang begitu agung. Hanya dalam sekali pandang saja, Qin Shan dapat mengetahui bahwa kipas bulu angsa tersebut pasti merupakan harta magis tingkat Kekacauan.
“Harta magis Kekacauan… Entah kenapa akhir-akhir ini aku lebih sering melihat harta magis tingkat tinggi yang ada di Three Realm. Sebenarnya, dari mana mereka semua mendapatkan harta magis yang menakutkan seperti ini?” batin Qin Shan dan ia diam-diam menarik napas yang terasa dingin.
*Swosh!* Tiba-tiba angin kencang mulai berhembus saat Zhao Danzhi menggerakan kipas bulu angsa miliknya. Tidak sampai di situ, Zhao Danzhi juga mulai mengibaskan kipasnya dengan kekuatan yang mengerikan. Seolah ruang telah bergeser, kekuatan angin yang benar-benar dahsyat langsung menggempur Qin Shan yang ada di kejauhan.
Meskipun tubuh Qin Shan berada pada tingkat God Body level 5, namun di bawah kekuatan kipas bulu angsa ini ia tetap terpental ke belakang sejauh ratusan kilometer.
*Swish! Swish! Swish!* Ratusan pedang angin itu mulai melesat ke arah Qin Shan. Kecepatan pedang angin ini benar-benar membuat Qin Shan tercengang dan merasa tak berdaya. Ternyata seperti inilah kekuatan dari harta magis tingkat Kekacauan. Bahkan dirinya yang merupakan Immortal Venerable level 5, tidak bisa berbuat apa-apa.
Di ruang hampa yang berwarna abu-abu gelap ini, terlihat semburan darah yang berasal dari tubuh Qin Shan. Akhirnya ada sesuatu yang dapat melukai tubuh tahap God Bodynya selain harta magis Pilar Langit.
“Hehe, kau pasti berpikir bahwa aku sudah tamat. Tapi aku akui, kau memang memiliki kekuatan tempur yang hebat.” ucap Qin Shan sambil tertawa pelan saat dirinya masih mengambang di ruang hampa. Segera setelah itu, ia mulai membentuk segel tangan yang tak terhitung jumlahnya dan mengumpulkan energi elemental yang ada pada anak tangga kedua Samadhi Fire Stairs.
Ketika hal ini terjadi, jantung Zhao Danzhi berdetak tak karuan dan wajahnya berubah pucat. Serangan barusan adalah serangan terkuat yang ia miliki untuk saat ini. Serangan tersebut adalah serangan dari harta magis tingkat Kekacauan yang benar-benar mengerikan. Ia tidak berpikir bahwa Qin Shan ternyata dapat selamat dari serangan tersebut.
Menyadari bahwa Qin Shan akan segera membalas serangannya, Zhao Danzhi buru-buru mengaktifkan semua harta magis pertahanan yang ia miliki. Berdasarkan firasatnya, serangan Qin Shan pasti akan sangat menakutkan.
*Whosh!* Dari jari di tangan kanan Qin Shan, muncul sebuah kobaran api yang begitu panas. Kobaran api ini kemudian mulai menyusut dengan cepat hingga seukuran atom.
*Pa!* Sebuah partikel terkecil pun segera ditembakan. Partikel ini membawa energi spiritualitas dari Dao of The Flame yang begitu tinggi dan luar biasa.
Seolah ruang telah menjadi luntur akibat panas yang dihasilkan partikel tersebut, tubuh Zhao Danzhi yang ada di kejauhan langsung meledak menjadi kabut darah.
...
Note:
Sebelum itu maaf karena akhir-akhir ini updatenya sering terlambat. Alasannya hanya satu, yaitu Saya sedang mencoba membuat novel baru bergenre Horor.
Jangan marah atau kecewa dulu. Novel Celestial Emperor 2 ini akan tetap berlanjut, bahkan Saya berpikir novel seri Celestial Emperor ini akan tamat saat melebihi 1000 chapter. Jadi, Saya memang memfokuskan penulisan Saya terhadap Celestial Emperor selama beberapa waktu kedepan. Namun, bukan berarti Saya tidak akan menulis novel lain.
Meskipun novel bergenre Horor yang baru saja Saya rencanakan ini masih berada pada tahap awal dan belum ada niatan untuk dimasukan ke Noveltoon, tapi Saya akan membocorkan sedikit sinopsisnya kepada kalian😁
*Sinopsis
Mobil ambulans dengan bau aneh melambat ketika mendekati gerbang. Toilet di bagian belakang Rumah Sakit sedikit menyeramkan saat malam hari. Ketika tengah malam pintu ruang Krematorium bawah tanah akan terbuka dengan sendirinya. Yan Hu baru saja menjadi pekerja di rumah sakit Guangzhou sebagai sopir mobil ambulans, namun di hari pertama ia bekerja ia sudah dihadapkan dengan Dunia yang tak akan pernah ia bayangkan sebelumnya. Dengan tangan gemetaran sambil memegang setir, Yan Hu meraih ponselnya yang berdering. "Kakak Zhao, apa jalanan di tengah hutan memang seramai ini saat malam hari?"