
Beberapa jam setelah Qin Shan menyelesaikan ujian kedua dari pulau tersebut, kabut tipis yang memenuhi pulau mulai nampak. Saat menyadari hal ini Qin Shan langsung menjadi waspada dan sedikit panik. Tempat ini bukanlah tempat yang dapat ia jelajahi sesuka hati, salah langkah sedikit saja ia mungkin akan terkurung selama bertahun-tahun.
“Aku berniat untuk maju ke pulau ketiga untuk melanjutkan ujian di sana. Tapi apa maksudnya ini, aku bahkan tidak bisa melihat apapun dengan mataku kecuali kabut putih yang menganggu.” gumam Qin Shan dan ia merasa kesal. Seiring berjalannya waktu, kabut di tempat itu semakin tebal hingga membuat pandangan Qin Shan menjadi putih.
Yang lebih mengejutkannya lagi, ternyata Kehendak Spiritual juga tidak dapat bekerja dengan baik di tempat ini. Qin Shan hanya bisa melihat area sekitar beberapa ratus meter melalui kehendak spiritualnya. Berdasarkan fakta ini saja, ia tahu bahwa kabut di tempat ini bukanlah sesuatu yang dapat ia remehkan.
Setelah berjalan selama beberapa waktu, ia menemukan sebuah prasasti batu di hadapannya. Nampaknya tempat ini bukanlah pulau bundar di mana ia menjalani ujian sebelumnya, ini adalah tempat yang berbeda.
“Semakin tebal kabut yang kau lihat, semakin besar dosa yang kau miliki di hidupmu. Melalui malam yang gelap gulita, tuntunlah jiwamu menuju cahaya yang terang benderang.” Qin Shan membaca kalimat yang terukir di prasasti tersebut dan merasa merinding. Jika kabut di tempat ini adalah perwujudan dari dosa-dosanya, maka sepertinya ia telah memiliki dosa seluas lautan.
“Semakin dipikirkan, semakin misterius cara kerja tempat ini. Apa yang harus kulakukan selanjutnya untuk dapat keluar dari sini?” batin Qin Shan dengan perasaan cemas. Ia khawatir mungkin akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat keluar dari Wilayah Terlarang ini.
Saat Qin Shan masih berpikir dalam keheningan, tiba-tiba dunia menjadi gelap. Kabut putih yang tebal telah digantikan oleh kabut hitam pekat yang menghalangi pandangannya. Bahkan dengan Kehendak Spiritualnya ia hanya bisa menyusuri area sekitar beberapa puluh meter.
“Hal buruk terus terjadi... Sebenarnya apa tujuan orang yang membuat ujian di Wilayah Terlarang ini?” mulai dari sini Qin Shan merasa sangat kesal dan berpikir akan menghajar pemilik ujian ini hingga hampir mati.
Berdasarkan kalimat yang ada di prasasti batu sebelumnya, nampaknya Qin Shan harus melakukan sesuatu untuk dapat menemukan jalan keluar di tempat ini.
Setelah berjalan selama berhari-hari dengan hati-hati, Qin Shan tidak menemukan apapun selain permukaan tanah yang tampak datar. Bahkan sehelai rumput saja tidak ada di tempat ini.
Qin Shan tidak berhenti dan terus berjalan hingga waktu yang sangat lama. Menurutnya, satu-satunya hal yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah menjelajah tempat itu di dalam kegelapan yang pekat.
Setelah berjalan dengan arah lurus selama berbulan-bulan, Qin Shan akhirnya menemukan sebuah prasasti batu lain yang terlihat biasa saja. Di permukaan prasasti itu terukir beberapa kalimat yang membuat Qin Shan bergidik.
“Seberapa cepat kau akan tiba di pulau ketiga itu bergantung pada kebajikan dan dosa yang kau lakukan semasa hidupmu. Teruslah berjalan ke depan hingga kau dapat melihat ujung dari hasil perbuatanmu di dunia.” kata-kata itu membuat hati Qin Shan meledak dengan perasaan kaget luar biasa.
Tempat ini seperti bagian dari Nether Realm, tempat untuk perjalanan orang yang akan bereinkarnasi. Tapi dipikirkan bagaimanapun, tempat ini bukanlah Nether Realm.
“Ini seperti neraka penebusan dosa yang ada di Nether Realm untuk orang yang akan menjalani reinkarnasi. Tapi ini jelas bukan Nether Realm, lagipula Six Path of Reincarnation sudah lama hancur dan tidak ada satu jiwa pun dapat bereinkarnasi di Three Realm.” Qin Shan merasa syok dan ia tidak bisa berpikir lebih jauh lagi. Ia merasa bahwa tempat ini mungkin menyembunyikan rahasia terbesar dalam sejarah Three Realm.
Selain itu, Qin Shan menjadi ragu apakah ia akan sampai di pulau ketiga dalam waktu beberapa bulan lagi? Berdasarkan kata-kata dari prasasti batu itu, semakin banyak dosa yang kau lakukan semakin jauh perjalananmu untuk mencapai tempat tujuan. Sementara Qin Shan di masa lalu terus melakukan pembunuhan dan pembantaian tak berkesudahan, lalu ia juga hanya melakukan sangat sedikit kebajikan dalam hidupnya.
“Benar-benar sial... Sepertinya aku akan kembali terjebak selama bertahun-tahun lagi di tempat ini.” Qin Shan menghembuskan napas tak berdaya dan ia mulai melaju ke depan.
Waktu mengalir bagaikan air, tidak ada yang dapat menghentikan aliran waktu tersebut bagaimanapun caranya. Tidak terasa lebih dari dua puluh tahun telah berlalu sejak Qin Shan terperangkap di dalam dunia yang gelap gulita itu.
Selama dua puluh tahun terakhir Qin Shan hanya menghabiskan waktunya untuk berlari dan berkultivasi saat mendapat sedikit pencerahan. Walaupun ini adalah perjalanan yang membosankan dan menyesakkan, Qin Shan tidak mengeluh karena bagaimanapun juga ia telah mendapat sebuah Sacred Art yang luar biasa sebelumnya
Qin Shan menyebut Sacred Art ini sebagai, Emotion Revolve. Bagaimanapun Sacred Art ini terlahir dari emosi yang berlainan dari dirinya, itulah mengapa Qin Shan menamainya demikian.
Dengan tambahan Seni Beladiri Sakral yang luar biasa ini, Qin Shan merasakan bahwa dirinya sudah berada di ambang batas dunia dan akan segera naik tingkat. Ini benar-benar adalah sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat dirinya yang telah menemui kebuntuan selama ratusan tahun.
Qin Shan menarik kata-katanya bertahun-tahun lalu, memasuki Wilayah Terlarang Oblique Deep Ocean ini benar-benar pilihan tepat baginya.
Saat Qin Shan terus melaju ke depan, ia secara mengejutkan dapat merasakan ada sesuatu yang aneh jauh di depan sana. 'Sesuatu' itu seperti bagaikan cahaya yang bersinar terang dari kegelapan tanpa batas.
Selama bertahun-tahun berada di tempat ini, Kehendak Spiritual Qin Shan telah berkembang sangat pesat dan ia dapat menyusuri area sejauh beberapa kilometer ke depan. Karena itulah ia dapat melihat lebih jauh ke depan dan bergerak lebih leluasa.
Menyadari bahwa ia akan keluar dari kegelapan selama dua puluh tahun, Qin Shan benar-benar bersemangat dan langsung berlari secepat kilat. Hanya dalam beberapa tarikan napas saja ia akhirnya dapat melihat cahaya yang terang benderang menembus matanya.
Qin Shan menutup wajahnya karena silau dan saat ia melihat ke depan, ia langsung terperangah. Sebuah kota yang ditinggali oleh banyak orang! Bagaimana bisa tempat seperti ini dapat terbentuk di dalam Wilayah Terlarang?!
Tempat saat ini ia berada adalah sebuah pulau besar yang dipenuhi oleh lembah-lembah yang sangat indah. Di pesisiran pulau tersebut terdapat pelabuhan, dan di pusat pulau terdapat kota yang setidaknya menampung sepuluh ribu orang!
“Apa-apaan semua ini?” Qin Shan tak bisa berkata apa-apa lagi dan ia hanya bisa terpana dari kejauhan.
Karena Kehendak Spiritualnya telah menjadi sangat kuat, hanya dalam waktu singkat Kehendak Spiritual Qin Shan sudah menutupi seluruh pulau. Yang lebih mengejutkannya lagi, semua orang di pulau ini sangat kuat! Yang terlemah di antara mereka saja memiliki kekuatan True Immortal Awal dan Menengah. Lalu yang terkuat ada sekitar puluhan orang yang setingkat Heavenly God tertinggi!
“Ini benar-benar gila. Tempat ini bahkan dapat menjadi kekuatan tempur utama untuk Three Realm. Kenapa tempat ini bahkan tidak pernah ada dalam sejarah Three Realm?” semakin Qin Shan berpikir semakin ia merasa pusing. Terlalu banyak hal yang tidak masuk akal di tempat ini.
Pada saat Qin Shan menoleh ke belakang, ia sapat melihat sebuah pulau bundar yang berjarak beberapa puluh kilometer dari tempatnya berada. Pulau tempatnya berada dan pulau bundar itu dihubungkan oleh jembatan kayu yang terapung di lautan. Saat Qin Shan menyaksikan hal ini, ia seperti akan memuntahkan air mancur darah dari mulutnya.
Sangat dekat! Pulau bundar itu bahkan seperti berada di ujung hidungnya, namun ia membutuhkan lebih dari dua puluh tahun untuk meninggalkan tempat tersebut!
Saat Qin Shan masih dalam keadaan terperangah, beberapa bayangan dari pusat kota segera datang dan tiba di hadapan Qin Shan secepat kilat. Mereka adalah para ahli terkuat di pulau tersebut dan merupakan seorang Heavenly God Tertinggi.
“Sudah jutaan tahun berlalu sejak terakhir kali seseorang menyelesaikan ujian pulau kedua. Selamat Teman Dao, kami menyambutmu dengan baik di sini.” dua orang Heavenly God itu menangkupkan tangan mereka sambil mengucapkan salam kepada Qin Shan.
…
**NOTE
Halo! Sudah lama Author tidak berinteraksi dengan Readers sekalian. Saya hanya ingin bertanya sesuatu pada kalian.
Mengesampingkan semua fakta yang ada, apakah menurut kalian Novel ini adalah hasil Terjemahan atau bukan**?