
Sebenarnya, ada beberapa alasan mengapa Qin Shan menjadi sekuat ini hanya dalam waktu singkat. Pertama, karena ia baru saja naik tingkat. Meskipun ia hanya meningkatkan basis kultivasinya sebanyak 1 level, namun itu sudah sangat luar biasa. Perlu diketahui, untuk menembus Immortal Venerable level 9 saja, sepuluh ribu tahun mungkin tidak akan cukup untuk seseorang selain Qin Shan.
Lalu alasan yang kedua adalah karena efek penguatan dari Pilar Langit yang dimiliki Three Realm. Pilar Langit yang paling berperan besar dalam peningkatan kekuatan Qin Shan tentu saja adalah Pilar Langit milik San Jinsheng.
Selain itu, Medan Perang Ilusi juga memberikan kontribusi yang sangat penting bagi para pasukan Three Realm. Tanpa teknik Qi Violet Mirage milik Miracle, mungkin Three Realm saat ini sudah memiliki korban yang berjumlah ratusan ribu orang.
Setelah membunuh belasan Immortal Venerable level 9 hanya dalam waktu yang singkat, sekarang Qin Shan merasa sedikit kelelahan. Energi elemental di dalam tubuhnya hanya tersisa sedikit saja sekarang. Untung saja, ia masih memiliki satu meridian Elemental Storage Channel yang belum digunakan.
Dari atas langit, sebuah bayangan tipis berbentuk vertikal mulai melesat dan turun perlahan. Meskipun bayangan ini tampak biasa, namun sebenarnya bayangan itu adalah sebuah jurus pedang mematikan yang dihasilkan oleh seorang Great Circle tahap Immortal Venerable.
Dengan kehendak spiritualnya yang super kuat, Qin Shan dapat mendeteksi serangan itu sebelum menyentuh tubuhnya. Dengan sedikit panik, Qin Shan menghindar dengan kecepatan yang menakjubkan.
*Duaarr!!* Ledakan yang memekakkan telinga pun terjadi. Gelombang kejut yang sangat kuat merambat di ruang hampa dan membuat semua orang yang berada di sekitarnya terpental sangat jauh. Bahkan Qin Shan yang sempat menghindar saja masih terkena dampak dari serangan tersebut.
Di atas langit yang gelap gulita, berdiri dua orang pria yang salah satunya adalah Du Shentian dan yang satunya lagi adalah seorang pria paruh baya.
“Kekuatanmu memang sangat luar biasa… Tapi dengan kekuatan seperti ini jangan harap kau bisa menghentikan kami untuk menginvasi galaksi ini.” ucap Du Shentian dengan nada yang tenang. Seolah-olah ia tidak merasa terancam dengan kehadiran Qin Shan.
“B*jingan, menginvasi Three Realm katamu? Aku tidak tahu kenapa kalian mendatangi tempat tinggal kami dan bahkan mencoba merampasnya dari kami. Tapi satu hal yang pasti, semua orang yang mencoba merebut Three Realm akan berakhir dengan mengenaskan.” ucap Qin Shan dengan ekspresi yang dingin.
“Kalian, orang-orang udik dan tak berpendidikan tidak akan pernah tahu betapa istimewa dan spesialnya galaksi ini. Jika aku tidak mengambil alihnya, maka tempat ini hanya akan terbengkalai.” ucap Du Shentian sambil menatap Qin Shan seolah-olah ia sedang menatap seekor anak ayam.
Qin Shan yang menyadari hal ini menjadi sangat marah. Ia mulai mengangkat pedangnya dan bersiap untuk menyerang.
Mendengar hal ini Qin Shan berdecak kesal dan amarahnya mulai tak terkendali. Orang ini begitu meremehkan kekuatannya hingga menyuruhnya untuk melawan seseorang bawahan. Jika Qin Shan terus membiarkan Du Shentian ini menghinanya, maka sudah tidak ada alasan lagi untuknya hidup.
“Kau pikir aku sebodoh itu untuk melakukan pertarungan yang tidak ada gunanya?” ucap Qin Shan dan sosoknya tiba-tiba melesat secepat kilat. Dan menyerbu ke arah Du Shentian. Ia mengayunkan pedangnya yang terbakar oleh api dan menggempur Du Shentian dengan kekuatan yang mengerikan.
“Apa yang kau lakukan? Sudah ku ilang untuk melawan pria ini terlebih dahulu. Baru setelah kau mengalahkannya, kau bisa melawanku.” ucap Du Shentian sambil tertawa terbahak-bahak.
Ternyata serangan yang Qin Shan eksekusi sebelumnya tidak megenai Du Shentian, namun mengenai pria paruh baya berjubah hitam tersebut.
“Jangan menghalangiku dan matilah!” Qin Shan mengamuk dan ia langsung menembakkan sinar pembunuh yang terbentuk dari anak tangga keempat Samadhi Fire Stairs.
Sebuah dinding api yang tak kasat mata mulai terbentuk dan ledakan super kuat terjadi. Saat semua ini terjadi, energi elemental yang Qin Shan miliki langsung merosot dengan cepat dan membuatnya tak berdaya. Pada akhirnya, Qin Shan memutuskan untuk menggunakan penyimpanan terakhir Energi Elemental pada Meridian Elemental Storage Channelnya.
Setelah terkena serangan yang sangat mengerikan ini, ternyata pria paruh baya itu hanya dapat terluka parah dan tidak mati. Qin Shan yang melihat hal ini juga langsung sadar bahwa kekuatan pria paruh baya itu mungkin sebanding dengan dirinya.
“Hehe, jangan senang dulu dan lihatlah itu.” ucap Du Shentian kepada Qin Shan dan ia merasa sangat bangga dengan apa yang terjadi pada pria paruh baya tersebut.
Tubuh pria paruh baya tersebut dapat pulih hanya dalam waktu beberapa waktu. Qin Shan sekarang tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya dan mulutnya terbuka lebar. Beberapa saat yang lalu pria paruh baya itu telah terluka parah hingga dia akan mati. Namun, hanya membutuhkan beberapa waktu saja hingga akhirnya tubuhnya kembali ke kondisi awal.
Sebenarnya pria paruh baya ini adalah objek ekspresimen Du Shentian. Du Shentian memodifikasi tubuhnya hingga dia dapat beregenerasi dengan sangat cepat. Selain itu, Du Shentian juga memodifikasi beberapa hukum dao yang telah dikuasai oleh pria paruh baya itu sebelumnya. Sehingga kekuatan maupun pertahanannya menjadi sangat mengerikan.
….