Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 444 - Kemunculan Hukum Penciptaan



Hati Qin Shan menjadi dingin dan jantungnya berdetak lebih cepat hanya karena niat membunuh tersebut. Jika itu adalah niat membunuh biasa, maka Qin Shan tidak akan menjadi 'Qin Shan' lagi. Tapi masalahnya, niat membunuh kali ini adalah sesuatu yang bahkan seorang Heavenly God tertinggi tidak dapat menahannya.


Basis kultivasi Qin Shan hanya Great Circle Tahap Profound Immortal, atau sebanding dengan Heavenly God Elit. Dihadapkan dengan niat membunuh yang begitu mengerikan ini, ia pasti merasakan teror tak berkesudahan di dalam hatinya.


“Haruskah aku pergi ke sana dan memeriksanya sendiri?” meskipun ia takut terhadap sesuatu yang memancarkan niat membunuh tersebut, tapi ia cukup penasaran dengan hal itu. Setelah berpikir panjang, Qin Shan membuang idenya ini jauh-jauh. Jika sesuatu yang memancarkan niat membunuh ini begitu kuat dan dapat memusnahkannya dalam sekejab, apa gunanya untuk melarikan diri? Saat ia tertangkap ia sudah pasti tidak akan pernah bisa lolos. Selain itu mana mungkin Qin Shan menukarkan rasa penasarannya dengan hidupnya.


Qin Shan hanya bisa menarik napas dingin dan menjadi tak berdaya. Jika Gurunya, Greenlotus juga ada di sini, ia yakin Gurunya juga tidak akan pergi ke sumber niat membunuh itu.


Lagipula, apakah ada jaminan bahwa di tempat di mana niat membunuh itu berasal terdapat sebuah harta karun tak ternilai? Jika ada itu bisa menjadi bayaran atas nyawanya. Tapi jika tidak ada apapun, Qin Shan akan menyesali perbuatannya itu bahkan setelah seribu kali bereinkarnasi.


Qin Shan tidak memedulikan niat membunuh yang mengerikan itu lagi dan ia memilih untuk segera pergi dari tempat ini. Namun, tepat sebelum Qin Shan berbalik, ia merasakan sebuah lonjakan energi Langit dan Bumi yang begitu murni. Tidak hanya itu, melalui kehendak spiritualnya, ia juga merasakan adanya berbagai Grand Dao yang menyebar ke segala arah tepat di mana niat membunuh itu berasal.


“Apa yang terjadi?” kejadian ini membuat Qin Shan keheranan. Niatnya yang ingin meninggalkan tempat ini sudah hilang sepenuhnya saat ia merasakan berbagai Grand Dao menyebar ke seluruh langit. Yang lebih mengejutkannya lagi, ternyata ia merasa sangat asing dengan beberapa Grand Dao ini. Seharusnya Grand Dao itu bahkan tidak terdapat di bawah hukum Langit dan Bumi di Three Realm.


Pada saat ini Qin Shan mempertimbangkan kembali apakah ia akan meninggalkan tempat ini, atau malah menuju sumber niat membunuh tersebut. Dibanding beberapa saat sebelumnya, niat membunuh itu memang sudah melemah secara signifikan.


Setelah berpikir selama beberapa saat lagi, Qin Shan akhirnya memilih untuk mencari tahu lebih lanjut. Jika ia menemukan sesuatu yang terlalu berharga, ia sudah pasti akan mengambilnya apapun rintangannya. Tapi jika itu hanyalah harta karun biasa, Qin Shan tidak akan mempertaruhkan nyawanya. Masalahnya, apakah ada harta karun biasa di Alam Harta Karun Lima Elemen ini? Tidak, semuanya adalah harta karun kelas atas.


Untuk berjaga-jaga, Qin Shan sudah menggenggam pedang Black Gold Dragon di tangannya, energi dari Dao of The Sword berputar dengan liar di sekitarnya. Tidak hanya itu, 720 Swordthin Blood juga melayang dan membentuk sebuah formasi pedang terbang di belakang Qin Shan. Saat ini ia seperti sesosok dewa perang yang siap bertempur dan mempersembahkan nyawanya ke dalam pertempuran tak berujung.


Baru saat inilah akhirnya Qin Shan melesat ke depan dengan kecepatan tinggi. Saat ia berlari dengan crpat, kehendak spiritual dan Coresensenya tidak berhenti untuk memeriksa wilayah ini dengan lebih waspada.


Di atas gurun pasir itu tergantung dua kata yang dialiri spiritualitas energi dao tanpa batas. ‘Grand Desert’. Begitu Qin Shan melihat dua kata yang melayang ini, ia tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Dilihat dengan mata telanjang saja, seseorang dapat mengetahui bahwa tulisan itu terlahir dengan alami tanpa disengaja oleh seseorang. Itu karena hukum dao pada tulisan itu begitu tak terbendung dan luar biasa. Apakah ada seorang kultivator yang mampu menyempurnakan daonya di dunia ini dan menyimpulkannya dalam bentuk tulisan? Jika ada pun itu pasti tidak akan sesederhana itu.


“Grand Desert...” Qin Shan menggumamkan kata-kata tersebut beberapa kali sambil memejamkan matanya. Hanya merenungkannya selama beberapa saat saja, ia kerasa bahwa daonya yang lebih rendah telah berkembang dengan pesat. Dao array kelas 4-nya langsung di dorong menuju dao array kelas 5 dengan mudah. Saat merasakan manfaat ini, Qin Shan terus merenungkan dua kata tersebut dengan sungguh-sungguh.


Namun, ini belum setengah jam sejak Qin Shan datang di tempat ini, gurun pasir di bawah kaki telah sedikit bergetar dan tampak seperti sedang tersedot ke bawah. Beberapa saat kemudian, pusaran ruang hampa muncul di pusat Grand Desert itu dan menelan seluruh wilayah gurun tersebut layaknya sebuah lubang hitam.


Saat menyaksikan hal ini, hati Qin Shan dikuasi oleh kegelisahan. Pusaran ruang hampa itu terus membesar hingga seukuran sebuah bukit, beberapa lama kemudian pusaran itu berukuran sebuah gunung. Semakin waktu berlalu semakin Qin Shan menjadi gelisah. Ia berpikir, apakah suatu hari nanti Alam Harta Karun Lima Elemen akan ditelan habis oleh pusaran ruang hampa ini?


Tepat setelah pusaran ruang hampa itu berdiameter 1000 kilometer, pusaran itu perlahan menghilang. Wilayah Grand Desert yang telah berlubang jika dilihat dari angkasa itu telah mendapatkan kedamaian. Namun, beberapa saat setelahnya Qin Shan merasakan ruang di sekitarnya menjadi kental dan ia tidak bisa bergerak dengan mudah.


Ledakan demi ledakan pun terjadi. Siang dan malam terbentuk, langit didirikan, bumi dihamparkan. Saat melihat hal ini dengan mata kepalanya sendiri, Qin Shan tercengang dan hatinya dipenuhi oleh kekaguman yang luar biasa.


“Ini adalah hukum penciptaan? Sebuah hukum yang berperan penting dalam pembentukan alam semesta?” ledakan beruntun terus terjadi dan Qin Shan secara tak sadar bergidik karena ketakutan.


Di bawah tekanan dao penciptaan yang mulai menciptakan alam rahasia itu, Qin Shan akhirnya merasakan bagaimana menjadi seorang manusia biasa yang tidak memiliki kemampuan apapun. Ia benar-benar hanya manusia biasa sekarang. Di hadapan hukum penciptaan ini, ia tidak berhak menyebut dirinya sebagai kultivator sejati.


...