
Qin Shan menarik napas dengan emosional saat ini. Akhirnya setelah bertahun-tahun ia dapat meraih puncak dari dao array. Andaikan ia terperangkap di dalam Pilar Langit sekali pun, ia yakin masih bisa keluar dengan mudah berkat dao arraynya.
Bisa dibilang Qin Shan saat ini sudah termasuk kedalam jejeran ahli array terkemuka di Three Realm.
Saat ia menyudahi latihan tentang dao arraynya, ia melihat bahwa Mo Xianyu sudah naik tingkat. Namun basis kultivasinya masih perlu distabilkan selama beberapa waktu. Qin Shan tidak berniat menganggu sama sekali, dan ia mengeluarkan pedang Black Gold Dragon.
Tiga tahun lalu pedangnya telah berevolusi ke tingkat yang lebih tinggi. Itu artinya kultivasi Jiuhua di dalam pedang tersebut juga telah meningkat. Qin Shan penasaran bagaimana kondisi Gurunya setelah bertahun-tahun tidak bertemu.
*Whoosh* Qin Shan memanifestasikan dao pedangnya ke dalam pedang Black Gold Dragon. Seketika pedang berwarna hitam pekat itu mulai memancarkan seberkas sinar emas yang menyilaukan. Sebuah bayangan putih kebiruan melesat keluar dari pedang tersebut.
“Ah… Guru, kau berubah wujud lagi? Apa yang sebenarnya terjadi?” Qin Shan terkejut saat melihat roh Jiuhua yang melayang di depannya.
Bertahun-tahun yang lalu roh Jiuhua masih berbentuk seperti seorang manusia pada umumnya. Namun saat ini, roh Jiuhua tidak terlihat seperti manusia yang normal. Roh tersebut tidak memiliki mata dan tidak memancarkan energi kehidupan. Seolah roh tersebut hanyalah sebuah benda mati.
“Sudah lama sejak terakhir kali kita bertemu, tentu saja aku telah berubah dengan sangat drastis. Aku sekarang tidak memiliki sedikit pun energi kehidupan, kehidupanku hanya bergantung pada Langit dan Bumi itu sendiri. Itulah kenapa aku pernah mengatakan padamu bahwa menjadi roh pedang, mampu membuatmu menjadi abadi.” ucap Jiuhua dengan tenang. Setelah itu ia melambaikan tangannya dan ia berubah menjadi sebuah pedang.
“Wujud manusiaku sebelumnya hanyalah ilusi, wujudku yang sebenarnya adalah pedang. Pada awalnya ini tidak begitu nyaman karena aku harus meninggalkan kemanusiaanku. Tapi ternyata aku bisa lebih menyelaraskan Dao-ku pada Langit dan Bumi. Ini menyebabkanku dapat berkultivasi dengan menggila dan akhirnya beberapa tahun lalu aku naik tingkat.” wujud Jiuhua yang berupa pedang terus berkeliling di rongga bawah tanah tersebut.
“Meninggalkan kemanusiaan dan menjadi roh benda mati... Guru, apa kau benar-benar tidak apa-apa dengan hal ini? Kupikir tetap menjadi manusia adalah yang paling tepat.” tanya Qin Shan dengan keheranan. Sebenarnya ia masih tidak mengerti mengapa Jiuhua memilih untuk menjadi roh pedang dibanding merasuki sebuah tubuh yang baru.
Pedang Jiuhua terdiam sejenak sebelum kembali bicara. “Apa kau pernah mendengar tentang Dao Alam Semesta?” tanya Jiuhua dengan pelan.
Bahkan sebelum Qin Shan sempat bertanya apa itu Dao Alam Semesta, Jiuhua sudah lebih dulu menjelaskan. “Dao Alam Semesta adalah dao mutlak di alam semesta ini. Jika kau dapat mengejar Dao Alam Semesta, maka kau akan dapat hidup selamanya. Bahkan jika dunia ini sudah binasa sekali pun. Salah satu Dao Alam Semesta yang ada adalah Pedang. Aku ingin menyatu menyatu dengan Dao Alam Semesta itu dengan wujud pedangku.”
Ketika Qin Shan mendengar hal ini ia semakin kebingungan. Apa yang dikatakan Jiuhua hampir tidak dapat dicerna olehnya. Mengapa Alam Semesta ini memiliki begitu banyak misteri?
“Kau tidak perlu merasa bahwa pengetahuanmu terbatas. Faktanya memang lebih baik kau tidak mengetahui hal itu untuk saat ini. Pertama-tama naiklah dulu ke Dunia yang lebih tinggi dan tuntaskan jalan Dao-mu. Hanya dengan begitu maka kau akan berhak mengetahui seluruh rahasia di Alam Semesta.” setelah mengatakan ini Jiuhua yang merupakan sebilah pedang melesat ke dalam pedang Black Gold Dragon.
“Kau tidak perlu lagi menjelaskan semua tentang kehidupanmu padaku, karena aku sudah tidak ada hubungannya lagi dengan semua hal yang ada di dunia ini. Jalanku hanya terpaku pada Dao Alam Semesta. Itu artinya kau tidak perlu mencariku untuk masalah-masalah yang kau hadapi. Karena aku akan selalu bersamamu, di dalam Jiuhua Sword ini.” aura keberadaan Jiuhua langsung menghilang tanpa jejak di dalam pedang Black Gold Dragon.
“Tidak memiliki hubungan dengan dunia ini? Guru, apa kau ingin menjadi seorang dewa sejati?” ketika mengatakan hal ini, Qin Shan mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.
Karena Jiuhua telah menyatu dengan pedang Black Gold Dragon dan bahkan bisa berkultivasi untuk meningkatkan kekuatannya, maka pedang ini bukanlah pedang yang sama seperti bertahun-tahun yang lalu. Aura spiritualitas dao pedang dan niat pedang yang tajam melonjak dari pedang tersebut.
“Ini bukan lagi pedang Black Gold Dragon, ini adalah Jiuhua Sword! Langit dan Bumi dalam genggamannya, satu-satunya harta karun sakral tertinggi!” Qin Shan berkata dengan keras saat Grand Dao mengelilingi tubuhnya. Saat itu juga Takdir Jiuhua Sword berada dalam genggamannya.
...
Tiga hari kemudian, Mo Xianyu sudah menstabilkan kultivasinya di tahap True Immortal menengah. Saat ia bangkit dari kultivasinya, aura immortal yang mencekam langsung melonjak keluar. Nampaknya Mo Xianyu menjadi lebih kuat dari True Immortal menengah yang lain. Kemungkinan besar ia akan dapat melawan seorang True Immortal akhir atau bahkan puncak dengan kekuatannya saat ini.
Mo Xianyu menarik napas dalam-dalam saat ia mulai berjalan ke arah Qin Shan di kejauhan.
Saat ini Qin Shan masih sibuk dengan pedangnya dan sepertinya ia sedang membentuk segel-segel rumit yang tak terhitung jumlahnya di atas Jiuhua Sword.
“Kakak Senior Qin, mungkin kita akan keluar dari sini segera. Setelah menyerap energi dari Kolam Naga Murni selama tiga tahun, aku merasa bahwa energi yang ada di dalamnya sudah sangat tipis. Mungkin berkultivasi di dunia luar lebih efektif dibanding tetap berkultivasi di sini.” ucap Mo Xianyu dengan tenang. Memang benar, setelah ia berkultivasi selama tiga tahun, ia tidak dapat lagi merasakan suatu peningkatan apapun.
Di sisi lain Qin Shan tidak merespon kata-kata Mo Xianyu dan ia terus membentuk segel-segel rumit pada Jiuhua Sword. Setelah setengah hari, Qin Shan akhirnya menyelesaikan segelnya. Saat ini aura Jiuhua Sword telah menjadi lebih biasa dibanding sebelumnya, namun sebenarnya kekuatannya tidak menurun sedikit pun.
Qin Shan berpikir untuk menyembunyikan aura Jiuhua Sword karena ia khawatir akan ada ahli spiritual kuat yang menyadari betapa berharganya pedang ini. Jika hal itu terjadi maka ia hanya bisa merelakan kepergian Jiuhua Sword dari tangannya. Tentunya Qin Shan tidak ingin hal itu terjadi.
Qin Shan melambaikan tangannya dan seketika Jiuhua Sword menghilang. Lalu ia berkata, “Aku juga merasakan bahwa tempat ini sudah tidak terlalu efektif lagi untuk menjalani kultivasi. Jadi kita akan keluar sekarang...”
Saat Qin Shan berdiri dan baru saja menyelesaikan kalimatnya, rongga bawah tanah itu bergetar dan mengeluarkan suara gemuruh.
Sebelum Qin Shan maupun Mo Xianyu dapat mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, rongga bawah tanah itu mulai runtuh dan batu-batu besar jatuh dari langit-langit.
...