Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 581 - Kabut Darah Dimana-mana



Qin Shan tidak mempedulikan serangan tersebut sama sekali. Meskipun serangan yang dilepaskan Du Shentian sangat kuat, namun tidak cukup cepat untuk dapat meraih Qin Shan tepat waktu. Dengan kecepatan yang tak bisa diikuti oleh mata, Qin Shan bermanuver dan merubah arah terbangnya. Kali ini ia sedang menuju pusat formasi Medan Perang Ilusi


*Bomm* Ledakan dahsyat tertinggal di belakang Qin Shan saat ia bergerak dengan kecepatan tinggi. Du Shentian yang menyaksikan hal ini berdecak kesal dan mau tak mau mengejar Qin Shan yang sudah jauh di depan.


“Medan Perang Ilusi yang dikendalikan oleh God Emperor memiliki kekuatan maksimumnya di pusat formasi. Jika aku ingin mengalahkan orang ini, maka aku harus membawanya ke sana...” pikir Qin Shan sambil melirik ke belakang.


Selain karena Medan Perang Ilusi, ada alasan lain mengapa Qin Shan memilih untuk pergi ke pusat Formasi. Itu karena kedua belas pengendali Pilar Langit, termasuk San Jinsheng berada di sana. Dengan kata lain, dengan total 13 formasi tingkat tinggi peluang Qin Shan untuk dapat mengalahkan Du Shentian akan menjadi lebih besar.


Di sisi lain, Miracle yang sedang fokus untuk mengendalikan formasinya berkata kepada Greenlotus yang berada di depannya. “Saudara Greenlotus, kumohon tahan sebentar lagi. aku hanya perlu beberapa waktu lagi saja...”


Miracle yang sedang duduk dalam posisi lotus itu terlihat pucat pasi dengan keringat bercucuran di seluruh tubuhnya. Di atas kepalanya terlihat sebuah wadah transparan berbentuk jam pasir yang terlihat indah. Seiring berjalannya waktu, jam pasir itu mulai terisi dengan energi berwarna ungu dari Qi Violet Mirage. Jam pasir inilah yang menjadi inti formasi Medan Perang Ilusi.


Tidak hanya itu, di sekeliling Miracle juga terdapat dua belas kultivator tingkat True Immortal dan beberapa Heavenly God yang sedang mengendalikan dua belas pilar langit. Dengan fakta ini saja, sudah pasti tempat itu menjadi incaran utama pasukan Aliansi Dunia Iblis.


Saat ini Greenlotus sedang menahan serangan beberapa Immortal Venerable yang berusaha menerobos tempat tersebut. Mendengar apa yang dikatakan Miracle barusan, ia sedikit mengertakan gigi.


“Berhenti bicara dan jangan buang energimu untuk itu. Fokus saja pada penyempurnaan formasi ilahi, jika kau mati sekarang maka tidak ada harapan lagi untuk kita.” ucap Greenlotus saat tubuhnya menghilang ke dalam retakan ruang dan muncul secara tiba-tiba di depan tiga Immortal Venerable yang jauh di depan.


Mendengar hal itu Miracle merasa sangat gelisah dan khawatir. Ia berpikir, apakah Qi Violet Mirage yang ia kumpulkan selama ini akan cukup untuk melakukan penyempurnaan formasi ilahi? Jika tidak cukup maka ia hanya akan mati, dan Medan Perang Ilusi akan lenyap tak berbekas. Namun, jika ia berhasil, Medan Perang Ilusi akan menjadi sebuah domain terlarang yang nyata, dan semua yang ada di dalamnya akan berada di bawah kendalinya. Meskipun bayarannya sendiri adalah umur panjangnya.


“Cukup atau tidak cukup, pada akhirnya aku akan mati di sini. Aku akan mengerahkan seluruh kemampuan yang aku miliki untuk mempertahankan rumah serta tugas yang aku emban selama bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya.” Miracle mulai memejamkan matanya dan energi kehidupan di dalam tubuhnya bergejolak. Perlahan-lahan umur panjangnya mulai mendidih dan menguap. 100 tahun, 10 ribu tahun, 1 juta tahun!


Miracle telah membakar energi kehidupannya selama berjuta-juta tahun hanya dalam satu tarikan napas! Saat ini terjadi, semburan aura spiritualitas dao yang tak terbendung melonjak keluar dari tubuh Miracle. Jam pasir di atas kepalanya mulai bersinar terang dengan warna ultraviolet yang sangat menawan. Penyempurnaan Formasi Ilahi telah selesai!!


Semua makhluk yang berada di dalam lingkup formasi Medan Perang ilusi merasakan lonjakan energi yang amat kuat. Daratan di bawah kaki mereka bergetar hebat bagaikan gempa. Para Loose Immortal dan Spiritual God tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi saat ini. Namun, para Heavenly God dan Immortal Venerable mengetahuinya dengan pasti.


Medan Perang 'Ilusi' telah bertransformasi menjadi Medan Perang yang nyata. Tidak ada lagi hukum ruang yang kacau, tidak ada lagi spiritualitas dao yang bercampur tak karuan. Tempat ini sudah menjadi daratan yang nyata dan terikat pada Dao Surgawi...


Mendapati dirinya akan menjadi gila, Du Shentian bersumpah di dalam hatinya bahwa dia akan mendapatkan Three Realm ini untuk mengungkap rahasia terbesar Alam Semesta!


Setelah berhasil menyempurnakan domain terlarang miliknya, Miracle tersenyum tipis dan ia merasakan perasaan damai yang tak berkesudahan. Dengan ini Three Realm sudah menjadi pemenang mutlak di perang ini.


Miracle melambaikan tangannya dengan ringan, lalu energi kehidupan miliknya dalam jumlah besar musnah seperti kapas yang dilahap api. Di saat itu juga, jutaan Loose Immortal berubah menjadi kabut darah!


“Penghakiman Ilahi...” Miracle bergumam dan kembali melambaikan tangannya.


*Puff! Puff! Puff!* Kali ini adalah ratusan ribu Profound Immortal yang berubah menjadi kabut darah.


Ketika ini terjadi, semua orang menjadi sangat panik kecuali para pasukan Three Realm. Masih ada beberapa juta pasukan milik Aliansi Dunia Iblis, tidak mungkin kan mereka semua akan mati tanpa perlawanan sama sekali? Mereka tidak ingin menjadi tidak berguna dalam saat-saat terakhir hidup mereka, karena itulah mereka semua mulai menggempur pasukan Three Realm dengan menggila.


Pemimpin Aliansi Dunia Iblis, Queyang Fu Shui menjadi sangat frustrasi sekarang. Saat ini ia dapat merasakan tekanan kuat yang sedang menghimpit tubuhnya. Ia yakin beberapa saat lagi saja pasti akan menjadi kematiannya. Karena itulah ia buru-buru menghampiri Que Rouyue dan memberikan seluruh harta magisnya padanya. Selain itu ia juga ingin mengatakan sesuatu, namun sudah terlambat, Queyang Fu Shui telah tercincang menjadi jus daging dan darahnya menyembur ke segala arah.



Du Shentian yang sedang mengejar Qin Shan tiba-tiba menjadi panik saat tubuhnya merasakan tekanan yang amat luar biasa. Saat ini terjadi ia mengamuk dan mengeluarkan berbagai harta magis pertahanan yang ia miliki untuk menahan tekanan maha dahsyat ini. Tidak perlu memikirkan para Jiangshi yang dimilikinya, karena mereka semua telah mati di saat yang bersamaan dengan matinya para Profound Immortal.


“B*jingan!! Tidak habis pikir bagaimana bisa orang-orang udik seperti kalian dapat mengalahkan pasukan Aliansi Seratus Bintang-ku! Tapi setidaknya aku harus membawamu mati bersamaku!” Du Shentian membakar energi kehidupannya dan melesat secepat kilat untuk meraih Qin Shan yang jauh di depan.


Qin Shan tentu saja menyadari hal ini dan ia tidak berpikir panjang untuk segera mengeksekusi jurus terkuat yang ia miliki saat ini. Du Shentian ini sedang dalam kondisi terlemahnya, ia tentu saja tidak akan membuang kesempatan ini dan akan membunuhnya dengan sebaik mungkin.


“Heartsword Art kuda-kuda Kelima, World of Darkness.” Ruang seketika menjadi gelap, Du Shentian dan Qin Shan telah berada di dunia kegelapan yang tak berujung. Kegelapan di tempat ini sepenuhnya adalah tebasan pedang tak kasat mata yang mencincang Du Shentian menjadi jus daging.


….