Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 446 - Malapetaka Immortal Venerable



Dalam waktu satu bulan ini, dao arraynya memang tidak mengalami peningkatan, tapi ia telah memahami rute sirkulasi energi pada array jebakan maut kelas 7 itu.


Qin Shan memang belum menjadi seorang ahli array kelas 6, namun dengan tingkatan arraynya saat ini ia masih bisa menghancurkan array kelas 7 sekalipun. Dalam waktu satu bulan Qin Shan telah menemukan kelemahan-kelemahan pada rute sirkulasi energi array jebakan maut kelas 7 di hadapannya, itulah mengapa ia percaya diri bisa menghancurkan array tersebut.


Perlu diketahui, untuk menghancurkan sebuah array, terdapat dua cara. Cara pertama adalah menghancurkannya dengan paksa dan menyerang dengan kekuatan yang sangat kuat. Lalu cara kedua adalah memahami kontruksi dan rute sirkulasi pada sebuah array lalu mengacaukan rute sirkulasinya. Hanya dengan begini bahkan seorang Sky Immortal pun akan dapat menghancurkan array kelas 6 dengan mudah. Tentu saja untuk memahami rute sirkulasi array, seseorang juga harus memiliki wawasan terhadap dao array.


Qin Shan hanya perlu mengacaukan salah satu rute sirkulasi energi pada array jebakan maut kelas 7 tersebut untuk menghancurkannya sepenuhnya. Segera setelah itu ia membentuk sebuah tangan yang tercipta dari energi elemental immortal. Tangan raksasa itu turun dengan kekuatan penghancur yang dahsyat ke arah array jebakan maut itu. Hanya dalam satu serangan, array tersebut mengeluarkan suara retakan halus.


Setelah menyerang beberapa kali lagi, Qin Shan berhasil menghancurkan array tersebut dengan mudah. Saat ini terjadi ia hanya bisa menghela napas takjub. Ternyata tidak terlalu sulit untuk menghancurkan sebuah array kelas tinggi.


Sebuah pemandangan baru muncul dari balik Coresensenya, ini adalah tempat yang asli, sedangkan tempat sebelumnya hanyalah ilusi dari array tersebut.


Saat Qin Shan melangkahkan kakinya ke arah di mana terdapat sebidang tanah datar di hadapannya, sebuah altar batu keluar dari dalam tanah. Di atas altar batu itu terdapat semacam bola bening yang di dalamnya terlihat seperti sebuah pembuluh darah.


“Pembuluh Energi Dao?” saat melihat bola bening itu, Qin Shan tidak bisa menahan dirinya untuk tidak terkejut. Seberapa berhargakah Pembuluh Energi Dao? Itu bahkan lebih berharga dari pada kekayaan bersih seorang Spiritual God. Bahkan para Heavenly God hanya bisa mendambakan benda itu namun tidak bisa memilikinya.


Qin Shan berjalan lebih cepat dan ia tiba di dekat altar batu tersebut. Ia mulai menganalisis bola bening itu dengan Coresensenya, setelah beberapa saat ia mengerutkan kening.


“Tidak, ini jelas bukan Pembuluh Energi Dao. Lalu apa sebenarnya benda ini?” Qin Shan terus mengerutkan kening dan memeriksa bola bening itu selama setengah jam lagi. Tapi ia tidak menemukan satu pun petunjuk. Bola bening ini terlalu mirip dengan Pembuluh Energi Dao, tapi bola bening ini memiliki semacam energi elemental immortal di dalamnya sedangkan Pembuluh Energi Dao tidak memilikinya.


Setelah ragu selama beberapa waktu, Qin Shan akhirnya mengirimkan Divine Willnya ke dalam bola bening tersebut. Karena kehendak spiritualnya tidak bisa dibentangkan di tempat ini, maka ia hanya bisa menggunakan Divine Will untuk mengikat sebuah harta magis.


Setengah hari berlalu, Qin Shan akhirnya tahu benda apa yang ia pegang saat ini. Setelah mengambil alih bola bening itu secara menyeluruh, energi elemental immortal yang sangat murni merembes keluar.


“Pembuluh Energi Spiritual Immortal... Benda ini memang menakjubkan.” Qin Shan tidak bisa menahan senyumnya saat ini. Setelah tahu bahwa benda yang ia dapatkan kali ini tidak lebih rendah dari Pembuluh Energi Dao, Qin Shan sangat senang.


Pembuluh Energi Spiritual Immortal ini dapat membantu kultivasi seseorang. Hukum Langit dan Bumi yang dipancarkan oleh Pembuluh Energi Spiritual Immortal ini sudah cukup untuk membuat seorang Heavenly God berkultivasi dengan gila-gilaan.


102 meridian mulai bersirkulasi secara gila-gilaan dan membentuk sebuah jalur sirkulasi besar. Jalur sirkulasi besar itu kemudian berubah menjadi sebuah pusaran energi spiritual di atas kepala Qin Shan. Energi elemental immortal yang kaya mulai terserap ke dalam tubuh Qin Shan bagaikan air kolam yang dikuras. Hanya dalam waktu singkat saja, wawasan dao yang penuh teka-teki membanjiri kepala Qin Shan. Sekali lagi ia merasakan wawasan daonya meningkat dengan pesat. Sayangnya ia masih belum bisa mendapatkan sebuah ilham dari itu.


Setengah bulan berlalu dengan cepat, saat ini Qin Shan masih berkultivasi di samping Pembuluh Energi Spiritual Immortal. Beberapa saat kemudian, Qin Shan membuka matanya dan jejak kekecewaan melintas di matanya.


Selama setengah bulan ini basis kultivasinya telah mencapai perbatasan antara Profound Immortal dan Immortal Venerable, sayangnya ia tidak bisa menembus perbatasan tersebut apapun caranya. Hukum Langit dan Bumi di tempat ini sudah sangat jelas dan lengkap bukankah seharusnya ia bisa memanggil malapetaka Immortal Venerablenya?


“Beberapa bulan yang lalu aku mendapatkan beberapa buah yang memancarkan energi dao yang tak terbatas. Apakah aku bisa memanfaatkan buah itu untuk menembus tahap Immortal Venerable?” Qin Shan tentunya tidak melupakan buah yang ia dapatkan dari pohon raksasa beberapa bulan lalu. Karena buah tersebut memancarkan energi dao, ia curiga ia bisa menggunakannya untuk naik tingkat.


Setelah berpikir selama beberapa saat, Qin Shan mengeluarkan sebuah buah berwarna merah terang yang terlihat seperti buah persik. Buah itu memancarkan energi dao tak terbatas yang berputar-putar di permukaannya.


“Karena buah ini memancarkan energi dao, untuk saat ini aku akan menamainya Buah Dao.” segera setelah itu Qin Shan langsung melahap habis Buah Dao dan ia merasakan energi dao yang tak terbendung langsung menerjangnya.


Hanya dalam waktu satu tarikan napas setelah ia mengonsumsi Buah Dao, belenggu tahap Immortal Venerable akhirnya pecah. Qin Shan hanya perlu melakukan satu putaran sirkulasi penuh untuk memanggil malapetaka petirnya.


Terdengar suara gemuruh dari segala penjuru, langit mulai mengumpulkan awan hitam dari seluruh dunia, dan hukum Langit dan Bumi yang sebelumnya masih stabil kini menjadi kacau. Kilatan petir yang tak terhitung jumlahnya dapat terlihat di balik awan dan saling sahut-menyahut.


Saat menyaksikan hal ini, Qin Shan sedikit bergidik karena ketakutan. Apakah ini masih bisa dianggap sebagai malapetaka Immortal Venerable yang secara umum sebanding dengan Heavenly God? Ia ingat, bahkan malapetaka Heavenly God kakak seperguruannya, Qing Minzhi, tidak semengerikan ini.


Qin Shan dengan cepat mencoba menenangkan dirinya. Jika malapetaka petirnya lebih kuat pun, apa yang perlu ia khawatirkan? Takut mati? Jangan bercanda, selama dua kehidupan ini saja Qin Shan selalu 'duduk di tepi sumur'[1][1] tanpa rasa takut. Selain itu, tubuhnya saat ini sudah berada di tingkat God Body Level 4, seharusnya tidak ada masalah selama malapetaka berlangsung, bukan?


Qin Shan segera duduk dalam posisi lotus dan ia berniat membiarkan tubuhnya tersambar beberapa petir terlebih dahulu untuk menguji coba kekuatannya. Jika ia bahkan tidak dapat mengatasi gelombang pertama dengan tubuhnya, maka ia hanya bisa mati hari ini.


...


[1] Duduk di tepi sumur; Menempatkan diri sendiri ke dalam situasi berbahaya.