Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 448 - Kau Mengkultivasi Teknik Path to Immortal God?



Seseorang yang membuat array pertahanan kelas 9 ini pastilah orang yang sangat kuat. Setidaknya merupakan tahap Immortal Venerable atau Heavenly God. Tapi Qin Shan sedikit meragukan hal itu. Bagaimanapun Alam Harta Karun Lima Elemen ini sebelumnya memiliki Hukum Langit dan Bumi yang rusak dan tidak lengkap. Jadi mustahil seorang Immortal Venerable memasuki tempat ini.


Jika memang ada seorang Immortal Venerable pun, orang itu seharusnya tidak berada di Alam Harta Karun Lima Elemen ini terlalu lama. Setidaknya orang itu telah berada di tempat ini dalam waktu yang cukup singkat. Bagaimanapun juga hukum dao seseorang akan terkikis di tempat seperti ini.


Meskipun Qin Shan juga seorang Immortal Venerable yang hukum daonya terancam di tempat ini, ia masih memiliki Pembuluh Energi Dao yang melindungi dao miliknya. Tapi Pembuluh Energi Dao tidak akan membantunya terlalu banyak. Mungkin dalam beberapa bulan lagi Pembuluh Energi Dao tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya lagi.


Karena itulah Qin Shan berpikir, orang di dalam array pertahanan kelas 9 ini mungkin memiliki Pembuluh Energi Dao dan baru berada di tempat ini belum terlalu lama.


“Karena ini adalah array pertahanan, maka array ini pasti telah disematkan array peringatan juga. Pertama-tama aku harus membuat array peringatan itu bereaksi. Jika tidak ada perubahan apapun, itu artinya di dalam sana tidak ada siapa pun.” Qin Shan bergumam pelan dan ia mengeluarkan pedang Black Gold Dragon.


Meskipun Qin Shan berniat untuk menyerang array pertahanan tersebut, hatinya masih memiliki sedikit kegelisahan. Ia takut di dalam array tersebut memang terdapat seseorang yang kekuatannya melebihi dirinya. Jika ia telah menyinggung orang seperti itu maka ia tidak akan bisa melarikan diri.


Untungnya Qin Shan masih memiliki akal sehat untuk berpikir. Jika Hukum Langit dan Bumi di tempat ini saja tidak memungkinkan seorang Immortal Venerable untuk naik tingkat, itu artinya seseorang yang kultivasinya di atas Immortal Venerable juga tidak dapat datang ke tempat ini.


“Paling-paling orang yang berada di dalam array adalah seorang Great Circle Tahap Immortal Venerable. Setidaknya aku bisa melarikan diri dari seseorang sekuat itu.” Qin Shan mulai melakukan gerakan segel tangan dan sebuah diagram keemasan muncul di udara. Energi elemental immortal yang tak terbendung langsung membanjiri tempat tersebut dan meledak dengan kekuatan yang mengerikan.


Tidak sampai di situ, Qin Shan juga mulai melakukan kuda-kuda pada teknik Zurensword dan ia bersiap melepaskan jurus Nine Worlds Destroyer.


*Kacha!!* Sembilan planet di tembakan ke arah dinding array yang melengkung tersebut, kesembilan planet itu membawa kekuatan penghancur yang begitu besar dan tak terbatas. Begitu sembilan planet itu menabrak dinding array, ledakan yang memekakan telinga pun terjadi.


Sembilan planet itu meledak dan memuntahkan jutaan sinar pedang ke udara dan mengiris apapun yang dilaluinya menjadi debu.


Meskipun serangan seperti itu tidak bisa menggores array pertahanan kelas 9 ini sedikit pun, tetap saja prediksi Qin Shan telah benar.


Di dalam array pertahanan kelas 9 itu, terdapat wilayah yang setidaknya seluas ribuan kilometer dan merupakan padang rumput yang damai dan indah. Di tengah-tengah padang rumput itu terdapat sebongkah batu yang terlihat biasa saja.


Setelah Qin Shan meluncurkan serangan untuk menyerang array kelas 9 tersebut, array peringatan yang telah disematkan di dalam array itu bereaksi dan mengirimkan sinyal ke dalam batu yang tampak biasa saja itu.


“Siapa yang berani menganggu kultivasiku? Matilah untukku!!” terdengar suara serak yang memancarkan niat membunuh dari sebongkah batu tersebut. Beberapa saat setelahnya, jutaan sinar berwarna biru ditembakan ke luar array dan menuju ke arah Qin Shan.


*Duarr!!* Ledakan demi ledakan terjadi dan menghempaskan tubuh Qin Shan ke belakang bagai anak panah yang meninggalkan busurnya.


Meskipun pelindung energi kekacauan miliknya sangat kuat, tapi ternyata jutaan sinar biru itu berhasil menembus pelindung yang ia buat dan akhirnya mendarat di tubuhnya. Saat itu terjadi Qin Shan terus terbang ke belakang dengan ledakan-ledakan di seluruh tubuhnya. Ratusan panah darah telah melesat dari mulutnya.


Serangan tersebut bahkan tidak berlangsung selama sepuluh tarikan napas, tapi itu sudah cukup membuat Qin Shan menjadi sekarat. Tepat saat sinar biru terakhir mendarat di kepalanya, kabut darah pun meledak.


*Puff!!* Kepala Qin Shan meledak dan menghamburkan isinya ke udara. Saat itu terjadi tubuhnya langsung mensirkulasikan seluruh meridian yang tersisa untuk menyembuhkan lukanya.


Akibat dari serangan itu Qin Shan telah mendapatkan luka yang sangat parah. Kehilangan kepalanya bukanlah hal yang besar karena ia dapat menumbuhkannya kembali berkat energi kehidupan yang tersimpan di bunga lotus dalam dantiannya. Tapi masalahnya terbesarnya adalah, di kepalanya terdapat tiga titik meridian yang langsung hancur bersamaan dengan meledaknya kepalanya.


Begitu tiga meridian itu hancur, rasa sakit yang luar biasa langsung menyerbu tubuh Qin Shan dan membuatnya kejang-kejang. Untungnya tubuhnya telah berada di tahap God Body level 5 sehingga ia bisa meminimalkan rasa sakit tersebut.


Hanya dalam beberapa putaran sirkulasi melalui teknik Nine Path of Opportunity, kepala Qin Shan telah tumbuh dan luka-luka di tubuhnya telah menghilang sepenuhnya. Meskipun ia telah pulih, namun karena ia menggunakan energi kehidupan untuk menumbuhkan kepalanya Qin Shan terlihat sedikit lebih tua dibanding beberapa saat yang lalu.


“Siapa tua bangka di dalam array itu? Dia sangat kuat!” rasa takut yang tak karuan langsung membanjiri hati Qin Shan. Ia telah menyinggung seseorang yang salah saat ini, apakah ia masih memiliki akal sehat untuk maju dan menyerang array itu sekali lagi?


Tepat sebelum Qin Shan melarikan diri dengan panik, sebuah tangan yang tercipta dari energi elemental meraih tubuhnya dan membawanya masuk ke dalam array pertahanan kelas 9 tanpa hambatan apapun. Saat hal ini terjadi, Qin Shan merasa hatinya mencelos. Sudah tidak ada harapan untuk hidup sekarang.


Tangan raksasa dari energi elemental itu menghempaskan Qin Shan ke daratan berumput dengan keras, setelah itu terdengar suara yang tampak terkejut.


“Kau ternyata mengkultivasi teknik Path to Immortal God? Katakan padaku, di mana kau mendapatkannya, dan bisakah kau memberikannya padaku?” suara itu berasal dari sebongkah batu yang tampak biasa saja di tengah wilayah padang rumput tersebut.


Dibanding suara sebelumnya yang memancarkan niat membunuh mengerikan, suara dari sebongkah batu itu terdengar gelisah dan terdapat rasa berharap pada Qin Shan.


...