
Hembusan angin malam yang bertiup membuat ranting-ranting pohon bergesekan lalu membuat suara gemerisik yang menenangkan pikiran.
Hati Qin Shan seolah tergerak oleh hasrat yang misterius, namun ia tidak ingin menuruti kata hatinya. Ia sadar bahwa saat ini adalah situasi yang berbahaya, lebih berbahaya daripada ancaman Aliansi Seratus Bintang sekalipun.
Qin Shan lalu menatap wajah melankolis Yu Yaoren dan membuat hasrat di dalam hatinya semakin menggebu-gebu. Ia merasa ada yang salah, lalu berdiri dengan cepat dan menjaga jarak dengannya.
“Apa yang harus kulakukan untuk mendapat perhatian darimu?” ucap Yu Yaoren dengan sedikit tak berdaya.
“Tanpa melakukan sesuatu pun, aku akan selalu memperhatikan dan menjagamu. Bagaimanapun juga kau adalah teman dan Adik Seperguruanku.” balas Qin Shan sambil memalingkan wajahnya. Ia tidak tahu harus mengatakan apa lagi sekarang.
Mendengar hal ini, Yu Yaoren menjadi semakin sedih. Jadi selama ini Qin Shan hanya menganggapnya demikian, tidak lebih ataupun kurang, ia merasa malu. Namun, ia tidak bisa mundur sekarang, bagaimanapun juga hatinya telah diambil oleh Qin Shan sejak pertama kali mereka bertemu. Ia telah diselamatkan oleh Qin Shan berkali-kali di masa lalu, mustahil tidak ada rasa cinta yang tumbuh karenanya.
Yu Yaoren tidak punya pilihan lain lagi selain membuka sebuah kendi misterius dari balik jubahnya lalu menyebarkan kabut berwarna merah muda ke udara sekitar.
Pada awalnya Qin Shan tidak menyadari perubahan yang terjadi di sekitarnya, namun ia segera dikejutkan dengan Meridian Detox Channel yang bereaksi terhadap sesuatu.
“Racun?!” Qin Shan langsung bersiaga dan akan menyebarkan Kehendak Spiritualnya untuk menyusuri area sekitar. Namun, sebelum ia sempat melakukannya, tubuhnya terdorong ke belakang hingga jatuh dan terbaring di atas tanah. Yang lebih mengejutkan, ternyata Yu Yaoren telah berada di atasnya.
Qin Shan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi sekarang. Meskipun racun sebelumnya tidak menimbulkan efek apa-apa padanya, ia merasakan ada sesuatu yang aneh pada diri Yu Yaoren. Setelah berpikir selama beberapa saat Qin Shan akhirnya menyadari sesuatu yang membuat jantungnya berdegup lebih kencang.
‘Jangan bilang padaku bahwa kabut ini adalah...’ Qin Shan tidak berani berpikir lebih jauh dan ia merasa harus bangkit dari posisi ini. Namun, sebelum ia dapat menggerakkan tubuhnya, Yu Yaoren tiba-tiba mencium bibirnya.
Qin Shan merasakan ada sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya saat bibir indah dan lembut Yu Yaoren menyentuhnya. Sekarang ia benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk melawan.
“Jangan bergerak... Untuk kali ini saja, kumohon.” ucap Yu Yaoren dengan wajah yang merah.
Qin Shan menelan air ludahnya dan ia berkata, “Kau tidak apa-apa dengan hal ini? Mungkin kita sebaiknya berhenti.” Qin Shan benar-benar merasa bersalah saat melakukan 'sesuatu' seperti ini, karena itulah ia mencoba menguatkan dirinya dan berusaha untuk menenangkan suasana.
“Aku tidak apa-apa.” jawab Yu Yaoren dengan malu-malu, dan nampaknya ia akan bertindak lebih jauh.
Qin Shan merasa kepalanya akan meledak saat ini. Ia berpikir, 'Kau tidak apa-apa, tapi aku yang apa-apa!'. Ia semakin tidak bisa melawan saat melihat keindahan duniawi di hadapannya saat ini. Jika Qin Shan menolak, mungkin pilihan itu akan menjadi penyesalan seumur hidupnya.
“Ohh, wahai Guruku. Muridmu ini mungkin akan melakukan sebuah dosa besar, kuharap kau akan memaafkanku.” batin Qin Shan dan ia mulai membentuk array perpindahan dan menghilang entah kemana bersama Yu Yaoren.
Begitulah malam yang indah dan tak terlupakan berlalu dengan cepat.
…
Di tempat yang jauh dari pusat Three Realm, terdapat sebuah planet kecil yang ditinggali oleh seseorang berjubah hitam dengan mahkota perak di atas kepalanya.
Pria itu duduk dalam posisi lotus dan terus berkultivasi selama bertahun-tahun, nampaknya ia sedang menunggu seseorang di tempat ini.
Beberapa lama kemudian, sebuah lintasan cahaya prismatik dapat terlihat di angkasa. Pria berjubah hitam yang menyadari hal itu langsung membuka matanya dan berdiri.
“Salam, Fiend Emperor. Setelah berkelana ke seluruh galaksi selama berabad-abad, aku akhirnya mengetahui dimana lokasi tempat 'itu'.” seorang pria berjubah hijau yang baru saja tiba di tempat itu memberi salam pada pria di depannya dan menjelaskan.
“Bagus, ayo kita ke sana. Aku tidak punya banyak waktu untuk terus menunggu seperti ini.” balas Fiend Emperor dengan wajah yang serius.
“Tunggu, aku memang sudah mengetahui lokasinya. Tapi itu masih perkiraan kasar, karena tempat itu di kelilingi oleh lautan petir yang menakutkan dan dipenuhi oleh monster-monster yang sangat kuat.” pria berjubah hijau itu mencoba menjelaskan kepada Fiend Emperor dengan cepat.
Mendengar hal ini, ekspresi Fiend Emperor menjadi tak sedap dipandang. “Kau mempermainkanku? Bagaimana kau mengetahui bahwa Mahkota Takdir ada di tempat yang kau sebutkan barusan?” tanya Fiend Emperor dengan suara yang menakutkan.
Fiend Emperor terlihat berpikir saat ia mendengar semua penjelasan tersebut. Sejak berakhirnya perang beberapa abad lalu, ia telah dibuat sangat pusing dan hampir jadi gila karena kekalahan Aliansi Seratus Bintang.
Pada awalnya Fiend Emperor tidak mempedulikan siapa yang akan keluar menjadi pemenang dalam perang besar itu. Three Realm atau Aliansi Seratus Bintang yang menang itu bukan urusannya. Sejak awal kedatangannya ke sini hanya satu, yaitu untuk merebut Mahkota Takdir Three Realm.
“Karena bocah nakal Qin Shan itu mewarisi Mahkota Takdir dari Miracle, aku jadi tidak bisa mendapatkannya kembali.” batin Fiend Emperor dan ia mengutuk Qin Shan. Sebenarnya inilah alasan mengapa bertahun-tahun lalu ia menyegel Miracle sekuat tenaga, yaitu untuk mendapatkan Mahkota Takdir.
Fiend Emperor mengetahui lebih banyak dibanding Miracle dan Qin Shan tentang apa itu Mahkota Takdir sebenarnya.
Pada umumnya, sebuah Gugusan Bintang atau Dunia Kekacauan hanya bisa memiliki satu Mahkota Takdir sebagai penunjuk takdir dunia. Namun, Three Realm adalah sebuah dunia yang berbeda. Tempat ini memungkinkan terlahirnya Mahkota Takdir lebih dari satu dan dapat tercipta kapan saja. Inilah alasan mengapa dahulu kala Du Shentian mengatakan bahwa Three Realm adalah sebuah tempat yang istimewa dan sakral.
Kultivator pada umumnya tidak mengetahui kebenaran bahkan keberadaan dari Mahkota Takdir, namun seseorang dengan basis kultivasi di atas Immortal Realm sangat mengetahuinya. Mereka tahu seberapa berharganya Mahkota Takdir untuk fondasi Dao mereka. Fiend Emperor adalah salah satu dari mereka yang mengetahui Mahkota Takdir dengan sangat baik.
“Tidak peduli seberapa banyak usaha yang harus aku keluarkan, aku harus mendapatkan Mahkota Takdir untuk menembus Chaos Realm.” Fiend Emperor bertekad di dalam hatinya dan ia segera terbang ke kekosongan tanpa batas membawa pria berjubah hijau bersamanya. Mereka saat ini sedang menuju ke arah pusat Thunderbelt Glade yang jauh di sana.
…
Di kekosongan tanpa batas yang jauh dari pusat Three Realm, terdapat sebuah bidang miring raksasa yang merupakan sebuah lautan tak berujung. Tempat ini terlalu miring hingga air laut di sana tumpah ke kehampaan yang gelap gulita di bawah sana. Di atas bidang miring itu, Qin Shan berdiri sambil mengikat tangannya di punggungnya.
“Wilayah Terlarang Oblique Deep Ocean... Zhu Yuguang mengatakan padaku bahwa Wilayah Terlarang ini bahkan tidak bisa dimasuki lebih dalam oleh Miracle bertahun-tahun lalu.” gumam Qin Shan dan ia terlihat sangat tertarik untuk menjelajahi Oblique Deep Ocean di bawahnya.
Berdasarkan penjelasan Zhu Yuguang, Oblique Deep Ocean adalah sebuah bidang yang terlahir sesaat pembentukan Dunia Heavenrings dulu. Dulunya tempat ini adalah satu kesatuan dengan Dunia Primordial, namun setelah pergantian Era, Oblique Deep Ocean terkoyak dari muka bumi dan terlempar ke kekosongan tanpa batas. Beberapa juta tahun yang lalu, God Emperor Miracle secara tidak sengaja menemukan kembali warisan Dunia Primordial ini saat dirinya menjelajah Three Realm.
Zhu Yuguang juga menjelaskan bahwa di dalam Oblique Deep Ocean itu terdapat monster-monster laut yang sangat kuat dan tak terhitung jumlahnya. Selain itu, di dalam sana juga terdapat suku yang mendiami Oblique Deep Ocean selama miliaran tahun. Berdasarkan pengalaman Miracle, suku itu sangat kuat hingga dapat memojokkannya lalu mengusirnya keluar dari Wilayah Terlarang itu.
“Aku harus berhati-hati. Bagaimanapun juga, pasti ada alasan mengapa tempat ini sedikit berbeda dari Wilayah Terlarang lainnya.” ucap Qin Shan dan ia mulai memasuki Oblique Deep Ocean yang ada di bawahnya.
Di dalam domain ini, Qin Shan dapat merasakan ketidakstabilan dari Hukum Langit dan Bumi. Mengingat tempat ini adalah Wilayah Terlarang, tidak ada anehnya dengan hal itu. Namun, ia terkejut saat menyadari bahwa tempat ini memiliki energi kekacauan yang bergejolak tak terkendali dan memenuhi udara di sana.
“Ternyata benar ada yang tidak biasa dari tempat ini. Mari masuk lebih dalam.” gumam Qin Shan dan ia segera terbang ke sisi miring lautan dengan kecepatan tinggi.
Di sepanjang perjalanan, Qin Shan terus diserang oleh berbagai macam monster yang kekuatannya sebanding dengan kultivator tahap Profound Immortal. Beberapa monster seperti Naga Laut bahkan memiliki kekuatan yang sebanding dengan Immortal Venerable. Saat memikirkan betapa luas dan banyaknya monster di tempat ini membuat Qin Shan bergidik. Ia akhirnya mengerti mengapa God Emperor Miracle dulu tidak bisa masuk lebih dalam di tempat ini.
Setelah beberapa minggu terbang di atas permukaan laut yang miring, Qin Shan akhirnya menemukan sebuah pulau kecil berbentuk pedang jika dilihat dari atas langit. Di pulau ini terdapat sebuah altar batu dan beberapa patung penjaga setinggi ratusan meter.
Setelah Qin Shan mendarat di pulau tersebut dan berjalan menuju altar batu, ia dapat melihat banyak kerangka tulang manusia yang berserakan di sana. Nampaknya sudah ada banyak senior dari berbagai zaman yang telah lebih dulu tiba di tempat ini.
*Rumble...* Saat Qin Shan masih memeriksa lingkungan sekitar, ia dikejutkan dengan altar batu di depan yang mengeluarkan suara gemuruh. Sebelumnya altar batu itu hanya selebar meja dan setinggi pinggang orang dewasa, namun sekarang altar batu itu telah membesar hingga sebesar gunung.
“Apa yang terjadi?” Qin Shan bertanya-tanya dengan keheranan dan ia mulai menyelidiki tempat itu. Di permukaan altar batu itu Qin Shan menemukan beberapa kalimat yang diukir dengan sangat rapi. Bahasa yang digunakan di kalimat ini adalah bahasa Primordial, untung saja Qin Shan memahaminya dan dapat membacanya dengan cukup baik.
“Ujian Pulau Pertama - Budak yang Berdosa. Para penjaga di sana adalah majikanmu yang akan menghukummu dengan keras di altar persembahan.” Qin Shan membaca kalimat itu dengan serius dan menjadi tak habis pikir. Jadi Oblique Deep Ocean ini adalah sebuah lantai ujian, pantas saja ada banyak kerangka manusia berserakan di tempat ini. Qin Shan sebenarnya merasa aneh dengan Wilayah Terlarang yang memiliki sangat banyak korban jiwa, seharusnya Wilayah Terlarang pada umumnya tidak akan memiliki korban jiwa sebanyak ini walaupun itu adalah Wilayah Terlarang tingkat tertinggi. Mengetahui bahwa tempat ini adalah lantai ujian, semua itu jadi masuk akal.
Qin Shan tanpa berpikir panjang lagi langsung naik ke atas altar persembahan untuk melawan kedua patung penjaga tersebut. Begitu ia sampai, patung-patung itu langsung berseru dengan lantang. “Dasar budak! Beraninya kau melanggar kontrak dan membangkang kepada majikanmu! Terimalah hukum dari kami!”
Qin Shan menatap kedua patung penjaga itu dengan tatapan menghina. Kedua patung ini setidaknya hanya sekuat True Immortal tingkat atas, apa yang membuat mereka percaya diri untuk mengalahkannya?
Tidak butuh waktu lama bagi Qin Shan untuk mengubah kedua penjaga itu menjadi debu halus dan segera pergi melanjutkan perjalanannya. Kali ini ia telah tiba di pulau kedua, dan pemandangan di sana membuat Qin Shan takjub. Sebuah pulau bundar yang sangat datar dan luas!
…