Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 560 - Angkuh dan Sombong



Di hadapan tiga orang Heavenly God menengah, tentu saja seorang Heavenly God menengah yang lain tidak akan dapat menandingi mereka. Ketika ia diserang dengan telak oleh ketiga Heavenly God itu, ia langsung memuntahkan air mancur darah dan terpental di ruang hampa.


Di saat yang bersamaan, para Heavenly God di antara kedua kubu juga segera melesat ke depan dan bertempur dengan kekuatan yang dahsyat.


“Bunuh!!”


“Bunuh! Bunuh!”


Suara mendesing yang memekakkan telinga memenuhi langit dan jutaan sinar terang segera melesat ke segala arah. Harta-harta magis dikeluarkan dan ledakan demi ledakan mulai terjadi. Semua Heavenly God bertempur dengan menggila dan mereka tidak mempedulikan apa yang terjadi di sekeliling mereka.


Di dalam benak semua orang saat ini hanya ada satu kata, ‘Bunuh’.


Di antara para Heavenly God di kedua kubu, terdapat beberapa yang belum bergerak dan bertempur. Mereka adalah Sunrise, Miracle, Uncruel, Ou Xie, Greenlotus, Queyang Ji, Waterflame, dan Qin Shan. Mereka semua adalah sosok terkuat di kubu masing-masing, tentu saja mereka tidak akan bertempur terlalu awal. Untuk sekarang, biarkan para pasukan yang lebih lemah untuk bertempur lebih dulu.


Meskipun demikian, Qin Shan dan yang lainnya tetap merasa sedikit gugup dengan hal ini. Mereka bukan takut kepada kematian, tapi mereka takut bahwa perang ini akan memakan terlalu banyak jiwa. Jika hal itu sampai terjadi, maka Three Realm akan butuh waktu yang sangat lama untuk pulih.


Para Spiritual God atau True Immortal segera menjauh dari lokasi pertempuran para Heavenly God. Tentu saja para Sky dan Earth Immortal juga demikian. Mereka mundur sejauh ratusan ribu kilometer untuk menghindari dampak dari pertarungan antar Heavenly God.


...


Di antara para Heavenly God yang sedang dalam pertempuran itu, San Jinsheng terlihat kewalahan karena dikepung oleh dua orang sekaligus. Walaupun ia sekuat seorang Heavenly God tertinggi, namun menghadapi dua orang Heavenly God akhir sangat berat untuknya.


Dua bilah belati berwarna merah miliknya sudah lama dikeluarkan, harta magis tingkat Kosmis seperti Pilar Langit juga sudah ia coba gunakan. Namun, ia tetap tidak bisa melakukan hal itu karena kedua musuhnya sangat cepat dan ia tidak dapat mengalihkan fokusnya hanya untuk sementara waktu.


“B*jingan, apa kalian hanya akan terus menargetkanku dengan dua lawan satu?!” San Jinsheng kehabisan kesabaran dan ia berteriak dengan marah.


“Memang kenapa? Di perang kali ini, tidak aturan yang berlaku. Bahkan jika kami ingin membunuh Earth Immortal, tidak akan terjadi apa-apa.” salah satu Heavenly God menengah terkekeh dan ia mengejek San Jinsheng.


Ketika San Jinsheng mendengar hal ini, ia menjadi sangat marah dan langsung melepaskan aura immortalnya yang perkasa.


“Baik, baik. Aku akan melawan kalian dengan sungguh-sungguh sekarang.” tubuh San Jinsheng berkelebat dengan cahaya lalu menghilang tanpa jejak. Saat ia muncul kembali, ratusan siluet pisau berwarna merah sudah melayang di udara.


...


“Renzuo!” melihat sosok ini, amarah Fairylord terangkat dan ia menjadi gila. Serangan beruntun yang tak terhitung jumlahnya dilepaskan kepada Renzuo, namun sayangnya tidak ada satu pun serangan yang mengenai tubuhnya.


“Renzuo! Kau benar-benar pengkhianat busuk! Hari ini aku bersumpah bahwa akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!” Fairylord berteriak dengan deras dan ia langsung menembakan sinar pedang yang sangat kuat ke depan.


Tidak seperti sebelumnya, kali ini Renzuo menanggapi serangan dari Fairylord dengan sangat serius. Ia melambaikan tangannya dan sebuah perisai berwarna hijau semi transparan muncul di udara.


“Kakak, kau tidak tahu mengenai kondisiku. Aku hanya terpaksa melakukan ini, tolong jangan salahkan aku.” ucap Renzuo dengan wajah yang sedih. Saat ia mengatakan hal tersebut, ia sudah lebih dulu memunculkan ribuan pedang terbang yang berkelip dengan cahaya berwarna biru.


“Terpaksa? Hmph, siapa yang akan mempercayai omong kosongmu itu.” balas Fairylord dan ia mendengus dingin.


“Terserah apakah kau percaya atau tidak, tapi aku harus tetap menjaga 'dia' dengan baik. Maafkan aku, kakak.” Renzuo memejamkan matanya selama beberapa saat sebelum akhirnya pedang terbang miliknya menjadi semakin mematikan.


...


Di saat semua orang sedang sibuk bertempur dengan ganas, God Emperor merasa tidak enak karena dirinya hanya bisa berdiam. Setelah beberapa waktu, barulah ia mengirimkan pesan mental pada Qin Shan.


“Untuk dapat menjalankan rencana kita yang kubuat setengah tahun lalu, kau setidaknya harus bertempur dengan seseorang. Tentu saja kau perlu membuat kekacauan untuk dapat membuat rencana ini berhasil.” suara dari God Emperor berdengung di kepala Qin Shan.


“Baik, aku mengerti.” Qin Shan menganggukkan kepala tanda setuju dengan apa yang dikatakan Miracle. Tentu saja rekan-rekannya yang lain juga telah mengetahui mengenai rencana yang akan mereka jalankan saat ini. Untuk saat ini, mereka hanya bisa berdoa agar pertarungan Qin Shan akan menghasilkan keributan yang cukup besar.


Tanpa membuang waktu lagi, Qin Shan melangkahkan kakinya ke depan dan ia mengepalkan tangannya ke belakang. Ekspresi wajahnya dipenuhi dengan tatapan menghina pada pasukan Sunrise di depan. Qin Shan melayang dan melakukan gestur tubuh yang angkuh sebelum ia bicara.


“Hey b*jingan Queyang Ji. Bertahun-tahun yang lalu kau cukup beruntung karena dapat selamat dari serangan mematikanku. Namun, sayangnya keberuntunganmu itu hanya satu kali seumur hidup. Hari ini aku akan benar-benar membunuhmu.” ucap Qin Shan dengan nada yang sombong dan ia terlihat sangat percaya diri.


...