Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 554 - Melepaskan Segel Array



Mendengar penjelasan dari Threelives, secara tak sadar Qin Shan menjadi merinding. Selama ia berkultivasi hingga sekarang, ia tidak pernah menemui jalan buntu. Jika ada pun, itu hanya berlangsung selama kurang dari seratus tahun.


Menjadi seorang Loose Immortal... Qin Shan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika ia berada dalam kondisi seperti itu. Satu hal yang pasti adalah bahwa ia tidak bisa naik ke Dunia Immortal, dengan kata lain ia tidak akan pernah bertemu kembali dengan Istrinya. Ia tentu saja tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


“Di samping itu, akhir-akhir ini aku mendengar kabar yang sedikit mengerikan. Katanya Du Shentian dan Fiend Emperor telah menjadi sekutu dalam penaklukan Three Realm. Kau tahu, seberapa kuat mereka jika kedua sosok luar biasa ini bersatu, bukan?” ucap Threelives dengan wajah yang serius.


Saat Qin Shan mendengar hal ini, ia merasa sakit kepala. Kekacauan ini telah membuka babak baru yang bahkan lebih mengerikan lagi.


Pada awalnya, kekacauan ini hanya muncul karena pertikaian antara kubu Aliansi Dunia Iblis dan Three Realm. Namun, seiring berjalannya waktu Aliansi Seratus Bintang juga ikut campur. Terlebih lagi, dengan adanya Fiend Emperor di sisi Du Shentian, maka nasib Three Realm sudah dapat dipastikan secara garis besar.


“Sebenarnya apa hubungan Fiend Emperor dengan Du Shentian? Apakah di masa lalu mereka adalah teman atau yang lainnya? Lalu, dari kubu manakah Fiend Emperor ini berasal?” Qin Shan langsung melemparkan pertanyaan-pertanyaan pentingnya kepada Threelives.


“Di masa lalu, Fiend Emperor dan Du Shentian adalah musuh bebuyutan. Bahkan pada saat ini pun, mereka masih bermusuhan. Mereka memilih untuk bersekutu hanya untuk menaklukan galaksi ini. Dan sebenarnya, Fiend Emperor inilah yang menjadi dalang dibalik bangkitnya Aliansi Dunia Iblis. Perlu kau ketahui, Aliansi Dunia Iblis sebenarnya berasal dari luar Three Realm.” jelas Threelives dan ia mengakhiri kalimatnya dengan menghela napas pendek.


Suasana di tempat itu tiba-tiba menjadi sunyi, suhu turun drastis dan ruang menjadi sedikit beriak. Tatapan penuh kebencian terlintas di mata Qin Shan dan tubuhnya bergetar dengan aura membunuh yang intens.


“Ini adalah bencana.” hanya ada satu kalimat ini yang berdengung di dalam benak Qin Shan. Berdasarkan situasi yang dijelaskan oleh Threelives, saat ini Three Realm sedang menghadapi dua kekuatan yang maha dahsyat. Bisa dibilang, tidak ada sedikit pun keuntungan bagi kubu Three Realm saat ini.


Suasana hati Qin Shan tiba-tiba menjadi buruk dan ia mendengus keras. Ia melambaikan tangannya lalu menembakkan sinar api ke arah Threelives. Saat sinar api ini mencapai tubuhnya, ia langsung terbakar.


Teriakan penuh kesakitan dapat terdengar ke segala penjuru. Tubuh Threelives terbakar perlahan dan menyiksanya dengan ganas. Qin Shan tentu saja tidak akan membunuhnya karena itu akan melanggar sumpahnya terhadap Dao of The Heavens.


“B*jingan, aku akan membunuhmu!” Threelives menjadi sangat marah dan ia langsung melesat ke arah Qin Shan. Tubuhnya masih bersinar dengan cahaya api saat ia terbang di udara, ketika ia berada sangat dekat dengan Qin Shan, tiba-tiba ledakan energi elemental yang dahsyat terjadi.


*BOMM!!* Bahkan Qin Shan saja tidak dapat beraksi cepat saat hal ini terjadi. Pada akhirnya, ia masih terpental ke belakang sejauh ribuan meter akibat gelombang kejut yang dihasilkan. Selain itu, Qin Shan juga mengalami luka yang cukup untuk membuatnya mengerang kesakitan.


Threelives meledakkan dirinya!


Perlu diingat bahwa Threelives adalah seorang Immortal Venerable level 9 yang pada dasarnya sudah sangat kuat. Jika orang seperti ini meledakkan dirinya, bahkan kehancuran suatu wilayah tidak akan terhindarkan. Untung saja saat ini Qin Shan sudah berada pada tahap God Body level 6 yang membuat tubuhnya sangat kuat.


Namun, tanpa Qin Shan sadari, kenyataannya sedari awal Threelives tidak berniat untuk bunuh diri dengan meledakkan dirinya seperti itu. Threelives meledak adalah karena hal lain.


Qin Shan memulihkan tubuhnya selama beberapa saat, lalu ia menyapu pandangannya ke depan. Akibat ledakan energi elemental barusan, hampir separuh dari Istana God Emperor telah hancur dan berubah menjadi puing-puing. Sementara untuk para kultivator lemah, tidak perlu menanyakan bagaimana kondisi mereka, karena semuanya pasti telah tewas.


“Di bawah sini terdapat array penyegelan besar yang sangat kuat. Array ini bahkan sudah melampaui tahap puncak, jika aku ingin membukanya, aku ragu bahwa ini akan selesai dalam waktu singkat.” gumam Qin Shan saat ia terbang ke atas dan menatap ke bawah, di mana terdapat Istana God Emperor yang telah hancur.


Meskipun Qin Shan saat ini adalah seorang Ahli Array yang sangat kuat, tetap saja akan membutuhkan waktu baginya untuk mematahkan segel array yang ada di bawah tanah. Namun, itu tidak masalah, lagipula ia masih memiliki cukup banyak waktu saat ini.


Qin Shan melambaikan tangannya lalu empat buah bendera array mulai muncul. Bendera array ini berfungsi untuk mematahkan kekuatan elemental pada suatu array yang telah terpasang sebelumnya. Tentu saja bendera array ini dibuat oleh Qin Shan menggunakan kehendak spiritualnya.


“Menghabiskan beberapa bulan tidak akan jadi masalah, yang penting misiku di Heaven Realm ini telah selesai.” gumam Qin Shan dan ia mulai melakukan proses pematahan array di bawah tanah.


...


Jauh di mana Heaven Realm berada, terdapat sebuah dunia utama yang dipenuhi oleh energi spiritual yang melimpah dan murni. Ini adalah Dunia Agung.


Di sebuah istana besar yang menampung jutaan pasukan, berdiri seorang pria sepuh berjubah putih di dalam ruangan. Lalu, di sudut ruangan, terdapat seorang pria yang nampak sangat kuat dan ganas.


“Threelives sialan... Dia pasti sudah membocorkan informasi yang sangat penting mengenai kita kepada orang itu. Penjaga Jin, cepat minta pasukan Huozheng untuk segera berangkat ke Heaven Realm dan bunuh orang itu.” ucap Du Shentian dengan nada yang terdengar acuh tak acuh.


“Baik yang mulia...” balas seorang pria yang berdiri di sudut ruangan. Segera setelah itu, sosoknya langsung berubah menjadi kabut hitam yang berbaur dengan udara.


“Hah… situasi perang sudah sangat kritis, sepertinya sudah saatnya untuk meluncurkan serangan habis-habisan.” gumam Du Shentian dan ia mengirimkan sebuah pedang terbang pembawa pesan kepada seseorang.


...