
Kedatangan pasukan Heavenly God Waterflame sungguh mengguncang semua orang di kubu Three Realm. Selama ini, para pasukan di bawah kendali Heavenly God Waterflame sama sekali tidak peduli dengan dunia luar. Namun, saat ini adalah perebutan keberuntungan karma, jika Heavenly God Waterflame tidak ikut campur, maka dia sendiri akan binasa dan ditelan oleh waktu.
Sebenarnya, Endwar ini adalah sesuatu yang sakral. Semua kultivator kuat wajib berkontribusi dan tidak ada yang tidak ikut bertempur. Jika mereka menolak untuk bertempur maka Dao of The Heavens akan menghancurkan mereka.
Kapal perang yang begitu besar itu mendarat di atas Kastil Immortal kubu Three Realm, setelah beberapa saat ribuan kultivator langsung melesat ke udara. Mereka semua adalah seorang Sky Immortal yang sangat kuat. Beberapa saat kemudian, puluhan sosok juga ikut melesat keluar, mereka adalah Spiritual God atau True Immortal.
Ketika semua ini terjadi, banyak orang dari kubu Three Realm menyaksikan peristiwa yang sangat mendebarkan ini. Kapan lagi mereka akan melihat secara langsung pasukan milik Heavenly God Waterflame.
Di dek utama kapal tersebut, seorang pria tua dengan jubah berwarna hitam dan putih menatap ke bawah dengan ekspresi acuh tak acuh. Wajahnya terlihat menyeramkan dan bulu-bulu yang ada di wajahnya menari ketika tertiup angin. Sungguh ekspresi yang angkuh.
“Guru, izinkan aku mendampingimu untuk menemui Yang Mulia God Emperor.” seorang murid yang terlihat terpelajar maju ke depan dan membungkukan badannya ke arah Waterflame.
“Tidak perlu. Aku akan menemuinya sendiri.” balas Waterflame sambil mengibaskan tangannya dengan pelan.
Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas saja, puluhan Heavenly God langsung tiba dan menyambut kedatangan Waterflame. Greenlotus dan Qin Shan termasuk di antaranya.
“Guru pernah bercerita bahwa dia dan Waterflame saling bermusuhan. Namun, dalam kondisi seperti ini permusuhan mereka harus dihapuskan. Setidaknya ditunda untuk sementara waktu.” batin Qin Shan dan ia merasa sedikit khawatir.
Di samping itu, ekspresi Greenlotus tetap terlihat seperti biasanya. Tenang dan acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitarnya.
“Saudara Waterflame, syukurlah kau datang. Aku sampai takut kalau kau tidak datang dalam perang terakhir ini.” dari kejauhan, Miracle dapat terlihat turun dari atas menara dan menuju ke arah Waterflame. “Kuingat, terkahir kali kita bertemu adalah sekitar dua ratus ribu tahun lalu?”
Miracle tiba di depan Waterflame dan ia menangkupkan tangan dengan hormat. Tentu saja Waterflame juga membalas salam dari Miracle.
“Three Realm adalah tanah airku, jika aku tidak ikut berkontribusi dalam perang ini maka aku tidak akan pernah menampakan diriku ke dunia luar. Lalu, kuharap God Emperor dapat menjelaskan tentang situasi saat ini padaku.” ucap Waterflame sambil tersenyum.
Mendengar hal ini, God Emperor mengangguk pelan dan ia mulai menjelaskan mengenai garis besar peperangan saat ini kepada Waterflame.
“Jadi begitu... Dengan Uncruel dan Rainstone yang bekhianat maka kekuatan kubu Three Realm kita menjadi sangat lemah.” Waterflame mendesah pelan dan ia terlihat sedih.
“Itu benar, tapi untuk saat ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Setidaknya kita dapat memulai Endwar ini dengan seimbang.” jawab Miracle sambil menganggukan kepalanya.
Lupakan saja orang bernama Uncruel itu, karena kubu Three Realm saat ini telah memiliki Qin Shan. Lalu untuk Rainstone, kemungkinan besar Dao Array milik Qin Shan juga akan dapat mengatasinya. Dapat dikatakan saat ini kubu Three Realm menyembunyikan kartu as terbaik yang mereka miliki.
...
Setelah pasukan Waterflame tiba, God Emperor langsung mempersiapkan lapangan latihan seluas jutaan kilometer. Setidaknya dengan lapangan seluas ini, pasukan Three Realm yang berjumlah lebih dari dua juta dapat ditampung dengan baik.
Tiga bulan lagi kembali berlalu dan semua persiapan sudah diselesaikan. Pada saat ini, tidak ada seorang kultivator pun yang merasa diri mereka belum cukup kuat. Semuanya berpikir bahwa kekuatan mereka saat ini sudah cukup.
Di samping itu, karena Qin Shan merupakan salah satu tokoh terkuat Three Realm, ia mendapatkan kamar kultivasi pribadi. Jadi, hanya dalam waktu tiga bulan saja, ia sudah membuat kemajuan dalam Dao Array dan Dao Pil. Kemajuannya yang paling berkesan tentu saja adalah mengenai Dao Array.
“Setelah memasang Array pertahanan kelas puncak sebanyak puluhan ribu lapis, aku dapat merasakan wawasanku terhadap Dao Array semakin luas. Dan setelah aku berhasil menerima pencerahan itu, aku malah merasa bahwa Dao Array milikku sama sekali belum menyentuh Grand Dao-nya. Dao Array lebih mendalam dan rumit dibanding apa yang kupikirkan.” ucap Qin Shan dengan mata yang terpejam.
“Sayang sekali aku masih belum bisa mengikat harta magis Hantu Menelan Malam. Jangankan Hantu Menelan Malam, aku bahkan belum dapat mengikat Penjara Besi yang diberikan oleh God Emperor kepadaku.” Qin Shan menghela napas panjang dengan perasaan sedih.
...
Di sebuah ruang hampa yang berwarna abu-abu gelap itu, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras. “Demi Langit dan Bumi, semua makhluk hidup di dunia ini bersumpah bahwa nyawa mereka telah terikat oleh medan perang. Dengan demikian, aku, Jiao Changzhen, akan menjadi saksi atas sumpah yang mereka buat!”
Suara yang begitu keras dan menggelegar dapat terdengar ke seluruh dunia. Suara ini seperti raungan naga langit yang sangat ganas dan mematikan. Ketika semua orang mendengar hal ini, hati mereka langsung berubah menjadi dingin.
Endwar telah dimulai...
Suara mendesing yang tak terhitung jumlahnya melesat di ruang hampa dan keributan langsung pecah. Jutaan pasukan dari Aliansi Dunia Iblis tanpa membuang waktu lagi langsung bersiap di posisi mereka dan memancarkan niat membunuh yang kuat.
Tidak hanya kubu Aliansi Dunia Iblis, kubu Three Realm juga segera mengirimkan hampir tiga juta kultivator mereka ke medan perang. Saat semua ini terjadi, bunyi mendesing yang memekakkan telinga tidak berhenti berbunyi bahkan setelah beberapa jam lamanya.
Seluruh pasukan elit dari kedua kubu sekarang telah berhadapan. Jika seseorang bertanya tentang hal yang paling menakutkan di dunia, maka salah satu di antara mereka akan menjawab, bahwa situasi saat ini adalah hal yang paling menakutkan.
Meskipun mereka semua terlihat sangat ganas dan siap untuk bertempur sampai mati, namun sebenarnya jauh di dalam hati mereka terdapat kengerian yang teramat sangat. Perang skala besar ini sungguh membuat mental mereka goyah.
Waktu terus berjalan dan setengah hari telah berlalu, pada saat ini barulah bunyi mendesing yang memenuhi langit itu mulai mereda.
Kultivator yang membentuk awan-awan di ruang hampa yang luas itu secara bersamaan melepaskan aura bertarung mereka yang perkasa. Bahkan para Heavenly God juga ikut melakukan hal yang sama.
“Kirim seseorang yang berbakat untuk pertarungan pertama!” salah satu Heavenly God dari kubu Three Realm berkata dengan keras.
Sesaat kemudian, masing-masing kubu sudah mengirimkan satu orang paling berbakat yang mereka miliki. Kedua orang ini sengaja digunakan untuk menjadi 'pematik' perang skala besar.
Perlu diketahui, untuk memulai sebuah perang, maka diperlukan alasan yang jelas. Maka dari itu, kubu Aliansi Dunia Iblis dan kubu Three Realm sepakat untuk menciptakan sebuah alasan di saat-saat terakhir Endwar.
Seorang Spiritual God dari kubu Three Realm adalah murid dari seorang Heavenly God yang cukup ternama. Setidaknya, Heavenly God ini lebih kuat dari Ye Jiyao ataupun San Jinsheng.
Sementara itu, True Immortal yang berasal dari Aliansi Dunia Iblis adalah seorang kultivator pengembara. Namun, orang ini memiliki Istri dari klan elit Aliansi Dunia Iblis. Latar belakangnya sebenarnya cukup mengerikan.
Ini bukanlah sebuah kompetisi, melainkan perang. Jadi tentu saja tidak akan ada wasit yang mengatur pertarungan di antara keduanya. Setelah bertukar serangan selama beberapa waktu, semua orang dapat mengetahui bahwa Spiritual God itu tidak sebanding dengan True Immortal dari Aliansi Dunia Iblis.
Setelah lebih banyak waktu berlalu, pada akhirnya Spiritual God dari Three Realm terbunuh dengan mengenaskan.
“Tidaaaak!!” seorang Heavenly God yang merupakan Guru dari Spiritual God itu berteriak histeris dan tubuhnya langsung melesat ke depan. Namun, sebelum ia sempat menyentuh True Immortal yang membunuh muridnya, tiga orang Heavenly God Aliansi Dunia Iblis lebih dulu menghadangnya dan melayangkan serangan mematikan kepadanya.
Dan begitulah detik-detik awal terjadinya pertempuran yang kacau balau ini.
...