
Qin Shan bahkan tidak melirik pria berjubah perak itu saat ia menghempaskannya dengan aura immortalnya yang perkasa.
Pria berjubah perak itu berkata bahwa ini adalah wilayah klan Chen, namun Qin Shan tidak dapat mempercayainya. Bertahun-tahun yang lalu, ia pernah membunuh Matriark klan Chen dan membuat klan tersebut hampir runtuh. Jadi bagaimana bisa klan Chen dapat bangkit kembali bahkan memperluas wilayah kekuasaannya?
Qin Shan membentuk sebuah tangan energi elemental dan meraih pria berjubah perak itu seperti memegang anak ayam.
“Kau bilang klan Chen? Kenapa klan dari kota Enam Aliran Angin berada di kota Empat Mata Angin? Lalu apa yang terjadi pada klan Ling?” Qin Shan bertanya dengan nada yang dingin.
Jiu Dai dan Mo Xianyu yang ada dibelakang tidak menghalangi Qin Shan sama sekali saat ia melakukan hal ini. Seorang semut belaka ternyata berani menyerang Qin Shan... Jika dia mati, maka ia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri.
Wajah pria berjubah perak itu langsung berubah pucat pasi. Ia adalah seorang Primal puncak dari klan Chen, ia tidak akan pernah menyangka bahwa ia akan dikalahkan dengan begitu mudah. Saat ini terjadi, ia hanya bisa memikirkan satu hal, orang di hadapannya saat ini pasti adalah ahli di tahap Earth Immortal.
“Senior, tolong maafkan aku atas kejadian sebelumnya. Aku yakin itu hanyalah kesalah pahaman.” ucap pria berjubah perak itu dengan suara yang gemetar.
“Jawab pertanyaanku tadi. Apa yang klan Chen lakukan di kota Empat Mata Angin?” tanya Qin Shan dengan sinis. Niat membunuh yang kuat sudah merembes dari tubuhnya.
Saat merasakan niat membunuh Qin Shan, pria berjubah perak itu bergidik ketakutan dan buru-buru menjawab. “Mungkin senior baru keluar dari kultivasi tertutup. Sebenarnya kota Empat Mata Angin ini sudah dikuasi oleh klan Chen sejak lima puluh tahun lalu. Dan untuk klan Ling, klan ini sudah dihancurkan oleh gabungan empat klan terkuat di Tianmeng Dinasty, termasuk klan Chen...” pria berjubah perak itu belum menyelesaikan kata-katanya ketika pandangannya langsung menjadi gelap.
Saat mendengar semua itu Qin Shan begitu marah dan ia mengubah pria berjubah perak itu menjadi jus daging. Ternyata ada tragedi seperti itu yang terjadi pada klan Ling. Jadi memang benar, saat kau ingin menyelesaikan masalah, maka kau harus mencabutnya dari akar-akarnya. Ratusan tahun lalu Qin Shan mengampuni klan Chen dan hanya membunuh dua orang terkuat dari klan tersebut. Alhasil klan Chen kembali bangkit dan bahkan menusuknya dari belakang.
“Klan Chen... Tidak peduli seberapa banyak orang yang mereka miliki, aku akan membunuh mereka semua.” Qin Shan meledakkan niat membunuh dari tubuhnya. Ia tidak peduli lagi dengan kehadiran manusia biasa di kota Empat Mata Angin ini.
“Jiu Dai, Mo Xianyu, kalian tunggu di sini. Aku harus menyelesaikan masalah pribadiku dulu.” saat Qin Shan mengatakan ini ia sudah lebih dulu melesat dan berubah menjadi cahaya.
Jiu Dai maupun Mo Xianyu tidak mengikuti Qin Shan. Dari kata-kata Qin Shan sebelumnya, sangat jelas bahwa ia tidak ingin mereka berdua ikut campur dalam urusannya. Karena itulah keduanya hanya bisa menunggu di tempat ini sampai Qin Shan kembali.
...
Qin Shan hanya butuh waktu kurang dari setengah menit untuk tiba di kota Enam Aliran Angin. Ia ingat dengan jelas bahwa di kota inilah klan Chen berdiri dulu. Ia hanya butuh sekali tarikan napas untuk menemukan sebuah kediaman besar milik klan Chen menggunakan kehendak spiritualnya.
Tujuannya mendatangi klan Chen tidak hanya untuk balas dendam, tapi ia juga ingin mengetahui kondisi di Dunia Kelima ini sejak ia pergi dari sini.
Setelah perang besar ratusan tahun lalu berakhir, klan Ling telah dipromosikan oleh Sky Immortal Bluestar. Jadi seharusnya tidak ada masalah selama Bluestar masih ada. Namun karena klan Ling sudah dihancurkan, maka pasti ada yang tidak beres di Dunia Kelima ini.
“Siapa kau? Apa yang ingin kau lakukan di kediaman utama klan Chen?” seorang penjaga yang menggenggam sebuah tombak bertanya dengan acuh tak acuh pada Qin Shan.
“Aku ingin bertemu pemimpin klan kalian.” jawab Qin Shan dengan singkat. Ia tidak peduli dengan penjaga tersebut dan langsung memasuki kediaman klan Chen. Namun, langkahnya dihentikan oleh beberapa penjaga yang mengarahkan tombak mereka padanya.
“Kau ingin bertemu pemimpin klan? Haha, lancang sekali. Jika kau tidak segera pergi maka kau akan mati.” ucap seorang penjaga dengan dingin.
Qin Shan hanya melambaikan tangannya dan kabut darah pun terbentuk. Para penjaga itu bahkan tidak mengetahui hal apa yang telah membunuh mereka. Saat pembunuhan itu terjadi, puluhan cahaya langsung melesat keluar dari kediaman utama klan Chen.
“Ternyata klan Chen-ku kedatangan tamu. Tapi tidak seharusnya kan Teman Dao ini menjadi sangat brutal dan membunuh orang-orang dari klan Chen?” seorang pria berjubah hitam tertawa pelan saat ia menyapa Qin Shan sambil menangkupkan tangannya.
Saat Qin Shan melihat hal ini, ia hanya bisa menghela napas takjub. Orang di depannya ini adalah seorang Earth Immortal rata-rata, tidak hanya itu tiga di antara mereka juga merupakan Earth Immortal pemula. Sejak kapan Dunia Kelima memiliki banyak ahli di tahap Earth Immortal?
“Hmph, Tetua Shi, orang ini sudah bertindak kurang ajar di wilayah kita. Jadi kenapa kita tidak membunuhnya saja?” seorang Earth Immortal awal berkata dengan marah.
“Tetua Shan benar, klan Chen kita telah berdiri di puncak selama bertahun-tahun. Kita tentu saja tidak boleh membiarkan seseorang menginjak-injak harga diri klan kita seenaknya.” ucap seorang Earth Immortal awal yang lain.
Ketika kedua Earth Immortal awal tersebut bicara, pria berjubah hitam yang paling kuat di antara mereka tidak menanggapi sama sekali. Ia hanya melirik Qin Shan dan berusaha mengetahui kultivasinya. Namun, tidak peduli seberapa keras ia mengerahkan Coresensenya pada Qin Shan, ia tidak bisa menembusnya.
“Aku tidak akan berbasa-basi, jelaskan padaku apa yang terjadi pada Dunia Kelima selama beberapa tahun terakhir. Seingatku, dunia ini tidak memiliki begitu banyak Earth Immortal, tapi hanya dalam waktu yang singkat saja beberapa Earth Immortal telah lahir. Aku yakin itu pasti memiliki alasan, kan?” tanya Qin Shan dengan acuh tak acuh. Menurut apa yang ia pikirkan, dengan kualitas energi spiritual yang kurang di Dunia Kelima ini, seharusnya mustahil seorang Earth Immortal dapat lahir hanya dalam waktu seratus tahun.
Selain itu klan Chen yang awalnya sudah hampir runtuh ternyata bangkit kembali menjadi kekuatan yang besar. Qin Shan adalah orang bodoh jika ia tidak menyadari keanehan ini.
“Hahaha, Teman Dao ini terlalu banyak bicara. Kau seharusnya tidak menyinggung klan kami walaupun kau memiliki kekuatan yang hebat. Untuk pertanyaanmu barusan, aku hanya bisa mengatakan bahwa Dunia Kelima telah kedatangan seorang yang benar-benar kuat beberapa ratus tahun lalu. Kau tidak akan sebanding dengannya, karena itulah lebih baik kau tidak mempertanyakan hal itu pada kami.” pria berjubah hitam itu tertawa sinis saat ia menatap Qin Shan dengan jijik. Walaupun ia tidak dapat mengetahui basis kultivasi Qin Shan, ia yakin Qin Shan hanya berada di tahap Earth Immortal. Dengan energi spiritual di dunia ini yang begitu tipis, mustahil ada seorang Sky Immortal di sini.
Meskipun pria berjubah hitam itu tidak mengatakan apa-apa lagi setelahnya, namun para kultivator di belakangnya mengerti apa yang sedang terjadi. Meskipun tidak ada perintah, namun pria berjubah hitam itu ingin mereka membunuh Qin Shan.
Lebih dari dua puluh ahli Primal di belakang ketiga Earth Immortal mulai mengeluarkan harta karun magis mereka. Ketika mereka bergerak ke depan, ratusan sinar pembunuh segera ditembakkan.
Qin Shan tidak bereaksi sama sekali saat hal ini terjadi. Orang-orang di hadapannya saat ini bahkan tidak pantas disebut sebagai semut di matanya. Apa yang perlu ia takutkan?
Qin Shan melepaskan aura immortalnya yang begitu mengerikan. Seolah ruang telah berubah menjadi setipis kertas lalu robek, tubuh para ahli Primal itu mulai berjatuhan menjadi potongan-potongan kecil.
...
**Note
Beberapa hari ini tidak ada update karena saya lagi sakit. Ya, jadi saya kambuh lagi, seharusnya saya lebih memperhatikan kesehatan pada saat bulan puasa ini:( Tapi memang saya orangnya penyakitan sih...
Tapi tidak apa-apa, kondisi saya sudah mulai membaik dan sudah bisa kembali menulis. Seperti apa yang pernah terjadi sebelumnya, saya selalu lebih mementingkan kualitas dibanding kuantitas. Jadi tidak heran saya tidak update saat sedang sakit, karena itu akan menurunkan kualitas tulisan saya.
Kalian bisa lihat sendiri di chapter ini, meskipun alur ceritanya sudah benar, tapi saya merasa penggunaan bahasanya masih sangat kurang. Jadi selama beberapa hari kedepan mungkin hanya akan ada satu chapter per hari**.