
Melihat bahwa pemuda berjubah putih itu menghampiri mereka, Ye Duan tertawa pelan lalu berkata. “Apa kau pikir aku begitu mudah untuk mati? Kita kedatangan orang yang luar biasa saat ini, cepat beri salam padanya.” ucap Ye Duan kepada pemuda berjubah putih itu lalu melirik ke arah Qin Shan.
Tatapan pemuda tersebut terarah pada Qin Shan, ia tidak tahu mengapa Ye Duan mengatakan bahwa orang ini adalah orang yang luar biasa. Tapi karena Ye Duan telah mengatakannya, maka itu pasti benar.
“Ling Yixian memberi salam kepada Senior, dan selamat datang di klan Ling kami yang terpencil ini.” pemuda yang bernama Ling Yixian itu menangkupkan tangannya dengan hormat ke arah Qin Shan.
Dilihat dari perilakunya, Qin Shan mengetahui bahwa Ling Yixian ini adalah anak yang dididik dengan benar. Berdasarkan intuisinya, Ling Yixian ini baru saja berumur lima puluh tahun. Meskipun usianya tergolong masih muda, namun ia berhasil menembus tahap kultivasi Xiantian awal. Ling Yixian jelas memiliki bakat yang cukup tinggi.
Qin Shan hanya mengangguk untuk menanggapi Ling Yixian. Ia kemudian menatap Ye Duan dan bertanya. “Adik Ye, siapa Ling Yixian ini? Apakah dia adalah generasi klan Ling sesudah kita?”
Qin Shan sudah cukup penasaran dengan hal ini. Karena Ling Yixian memanggil Ye Duan sebagai ‘Paman’, itu berarti dia adalah generasi sesudah mereka. Bukankah itu artinya orang tuanya adalah generasi yang sama dengan mereka? Lalu siapakah Ibu dan Ayahnya Ling Yixian?
“Hehe, aku tahu kau akan bertanya demikian. Ling Yixian ini adalah cucu dari tetua pertama. Bisa dibilang dia adalah ahli waris klan untuk sementara waktu di saat Ling Yue tidak ada.” jelas Ye Duan sambil tersenyum.
Saat mendengar hal itu, Qin Shan sedikit terkejut. “Cucu tetua pertama? Jadi dia adalah anaknya Ling Ciao? Lalu siapa Ayahnya?”
Qin Shan ingat, tetua pertama klan Ling hanya memiliki seorang anak perempuan bernama Ling Ciao. Saat ia berada di klan Ling ratusan tahun lalu, Ling Ciao adalah orang yang selalu memandangnya dengan remeh dan menganggapnya sampah. Ia tidak akan percaya kepribadian orang tuanya berbanding terbalik dengan anaknya.
“Itu… Ayah Ling Yixian masih belum diketahui keberadaannya. Tapi menurut penjelasan Ling Ciao, Ayah Ling Yixian adalah seorang kultivator pengembara. Karena itulah dia tidak pernah terlihat di klan Ling sama sekali. Bahkan tetua pertama hanya pernah bertemu dengannya sekali.” jelas Ye Duan sambil memelankan suaranya. Ia khawatir pembicaraan ini akan menganggu Ling Yixian.
Ketika mengetahui tentang latar belakang Ling Yixian, Qin Shan menjadi sangat yakin bahwa Ling Yixian memang sangat mirip dengannya. Bedanya, ia tidak mengetahui tentang Ibunya dari kecil, sementara Ling Yixian tidak mengetahui tentang Ayahnya.
“Tidak peduli apa yang terjadi di masa lalu, jika sudah terjadi maka terjadi saja. Yang bisa kita lakukan hanyalah memperbaikinya. Cepat bawa aku ke aula utama klan Ling. Setelah itu suruh semua kultivator yang ada di klan untuk berkumpul.” ucap Qin Shan dengan segera. Tujuannya ke klan Ling adalah untuk membuat klan ini menjadi lebih kuat. Di samping itu ia juga perlu mencari keberadaan Ling Yue sesegera mungkin. Ia tidak memiliki banyak waktu sekarang.
“Baiklah. Ling Yixian, kau ikut kami ke aula utama klan.” balas Ye Duan dan ia membawa Ling Yixian yang masih keheranan ke aula klan.
...
Aula utama klan Ling tidak terlalu besar, terlebih lagi bangunan tersebut sangat sederhana. Hanya ada lantai batu dan atap yang ditopang oleh beberapa tiang. Tidak ada dinding dan pembatas antara dalam ruangan dan luar ruangan.
Saat Qin Shan dan Ye Duan masuk, mereka dapat melihat beberapa matras doa yang cukup besar di atas lantai. Di salah satu matras doa tersebut, terdapat seorang wanita yang sedang duduk berkultivasi. Aura spiritualitas yang murni mengitari wanita tersebut dengan intens, beberapa saat kemudian semacam hukum Dao mulai muncul.
*Puaah!!* Seperti air yang merembes keluar, kultivasi wanita tersebut langsung ditingkatkan sesaat setelahnya. Ini benar-benar sebuah kebetulan, baru saja Qin Shan masuk dan ia sudah menyaksikan seorang Xiantian yang naik tingkat ke tahap Primal.
“Selamat, Ibu. Dengan begini kau sudah lebih dekat untuk menembus keabadian.” Ling Yixian juga mengucapkan selamat. Karena Ling Ciao adalah Ibunya, jadi sudah seharusnya ia mengucapkan selamat.
Di sisi lain Qin Shan hanya mengangguk lalu menangkupkan tangannya untuk memberi selamat. Ia tidak ingin banyak bicara dengan Ling Ciao ini.
“Ah, ternyata Saudara Ye sudah kembali. Baguslah kau dapat kembali dengan selamat.” ucap Ling Ciao sambil tersenyum. “Dibanding denganmu, pencapaianku saat ini tidak lebih dari satu tetes air di sebuah kolam. Jalanku masih panjang, begitu pula denganmu. Kita harus meningkatkan kekuatan kita untuk dapat membalas dendam di masa depan.”
Saat Ling Ciao mengucapkan kalimat terakhirnya, sebuah ambisi yang membara dapat terlihat. Di saat yang bersamaan, tatapan penuh kebencian juga terlihat di mata Ling Ciao yang begitu jernih.
“Kau benar, kita memang harus meningkatkan kekuatan kita. Tapi kita tidak perlu takut lagi terhadap empat klan terkuat. Saat ini, empat klan itu sudah hancur tak bersisa.” ucap Ye Duan dengan tenang. Ia tidak berniat untuk menyembunyikan hal ini sama sekali. Faktanya, berita tentang kehancuran empat klan terkuat malah akan memuat klan Ling menjadi semakin bersemangat untuk kembali ke puncak mereka dulu.
“Apa? Empat klan terkuat sudah musnah? Tidak mungkin, Saudara Ye, tolong jangan bercanda.” Ling Ciao menampakan ekspresi yang tidak percaya saat Ye Duan menyelesaikan kalimatnya. Tidak hanya Ling Ciao, Ling Yixian juga sama-sama tidak mempercayai hal itu. Orang mana yang dapat memusnahkan empat klan terkuat di Dunia Kelima? Ye Duan? Itu jelas tidak mungkin.
Ye Duan sudah menduga reaksi seperti apa yang akan diberikan Ling Ciao. Karena itulah ia hanya tertawa lau melirik Qin Shan yang ada di sampingnya.
“Apa yang tidak mungkin? Saat Saudara lama kita ini bertindak, maka semuanya akan menjadi mungkin. Bahkan jika ia ingin membalikan daratan, ia bisa melakukannya.” ucap Ye Duan dengan bangga. Akhirnya selama bertahun-tahun ia mendapatkan seseorang yang dapat ia banggakan dengan sesuka hati. Meskipun kata-kata yang ia keluarkan barusan terkesan berlebihan, namun kenyataannya Qin Shan bahkan bisa menghancurkan sebuah planet.
Ling Ciao maupun Ling Yixian menatap ke arah Qin Shan yang berjubah merah. Penampilan Qin Shan saat ini tidak berbeda jauh dibanding terakhir kali ia berada di Dunia Kelima. Selain wajahnya yang menjadi lebih dewasa serta tubuhnya menjadi lebih berotot, tidak ada banyak perubahan.
Bahkan hanya dalam sekali pandang, Ling Ciao dapat menganali Qin Shan dengan mudah. “Saudara Qin, kau telah kembali...” suasana hati Ling Ciao menjadi campur aduk.
Ling Ciao paham betul kekuatan sebesar apa yang dimiliki Qin Shan. Lebih dari seratus tahun yang lalu, Qin Shan bahkan mampu berhadapan dengan seorang Earth Immortal. Setelah banyak waktu berlalu, tentu saja kemampuan Qin Shan telah meningkat drastis, bukan?
Ling Ciao sangat senang saat ini, namun di saat yang bersamaan ia merasa sangat canggung dan malu. Bertahun-tahun yang lalu, ia selalu mengejek dan meremehkan Qin Shan. Tapi sekarang, dialah yang akhirnya harus bergantung pada Qin Shan.
Sementara itu Ling Yixian hanya bisa terdiam di tempatnya berdiri. Ia tidak terlalu mengerti apa yang telah terjadi saat ini. Tapi yang pasti ia mengetahui bahwa sesuatu pasti telah terjadi di antara Qin Shan dan Ibunya di masa lalu.
Di sisi lain Qin Shan sama sekali tidak mempedulikan Ling Ciao. Tidak peduli apakah Ling Ciao memiliki kesalahan terhadapnya di masa lalu atau tidak, ia tetap tidak akan mempedulikan seseorang yang tidak ia anggap sebagai teman. Lagipula tujuannya ke sini adalah untuk membuat klan Ling bangkit kembali.
Beberapa saat setelahnya, lebih dari sepuluh orang telah tiba di aula utama klan Ling. Mereka semua adalah para kultivator yang setidaknya berada di tingkat Penyempurnaan Qi. Hanya ada beberapa saja yang merupakan seorang ahli Xiantian. Mereka semua datang atas perintah Ye Duan beberapa waktu sebelumnya.
....