
Sejak awal terbentuk, Oblique Deep Ocean telah menjadi wilayah yang kejam dan tak berperasaan. Di tempat ini tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan para penjaga di setiap ujian. Jika ada pun, maka mereka hanya akan memiliki kekuatan yang berimbang.
Namun perlu diketahui, tempat saat ini Qin Shan berada adalah Pulau Ujian Kelima. Dibanding Pulau Ujian di tempat lainnya, penjaga di pulau ini merupakan makhluk yang tak masuk akal. Menurut pendapat Ji Zhufei, penjaga di pulau ini bahkan kemungkinan besar memiliki kekuatan satu tingkat di atas Heavenly God. Ini menunjukkan bahwa penjaga di tempat ini sangatlah kuat dan tak tertandingi.
Pada kenyataannya, Qin Shan saja masihlah seorang Great Circle tahap Immortal Venerable, jika ia benar-benar bertarung dengan penjaga di tempat ini maka ia pasti tidak akan bisa mengalahkannya. Kemungkinan besar 'penjaga' itu adalah seorang kultivator di tahap Golden Immortal atau bahkan lebih tinggi.
Namun karena hal ini pula Qin Shan menjadi cukup penasaran. Hukum Langit dan Bumi di Three Realm tidak selengkap dan sestabil di Dunia Immortal, apakah memungkinkan untuk seseorang di atas tahap Immortal Venerable menetap di dunia ini? Semakin Qin Shan memikirkannya, semakin ia menjadi tak habis pikir.
Menyadari ekspresi terkejut dan tak percaya yang ditampilkan para pengikutnya, Qin Shan tertawa dingin dalam hati. Ia berpikir bahwa kemungkinan besar pada Ujian selanjutnya akan terjadi hal yang sama seperti sekarang. Ia akan dibiarkan lewat begitu saja tanpa ada ujian sama sekali.
“Setelah dipikir-pikir kembali, mungkin semua ini ada hubungannya dengan Hantu Berjubah Putih yang kau temui di Pulau Ujian Ketiga beberapa waktu lalu...” Ji Zhufei bergumam dan ia terlihat sedang berpikir.
“Setuju.” Qin Shan menganggukan kepalanya. Tidak peduli seberapa aneh dan tak masuk akal kejadian yang ia alami, semua itu pasti didasari oleh sesuatu. Hantu Berjubah Putih yang ia temui dulu adalah alasan paling masuk akal mengapa semua ini bisa terjadi.
Di pulau tersebut Qin Shan terus menunggu selama beberapa waktu hingga akhirnya semua air yang ada di kolam telah terkuras. Pada saat ini barulah ia dapat mendengar suara retakan keras yang datang dari atas langit.
*Krakk...* Susunan formasi yang menyelubungi pulau tersebut perlahan mulai hancur dan membuat Qin Shan dapat melaju ke pulau ujian selanjutnya.
Sebenarnya Qin Shan merasa sangat aneh mengapa ia tidak mendapatkan hadiah apapun setelah menyelesaikan setiap ujian yang ada di Oblique Deep Ocean. Sampai saat ini pun, ia bahkan tidak menerima apapun dari penyelesaiannya di setiap Ujian secara langsung. Setelah memikirkan lebih jauh, Qin Shan segera membuang jauh-jauh pikirannya itu dan pergi menuju Pulau Ujian Selanjutnya.
“Apa yang kuharapkan dari tempat ini? Jika tempat ini adalah sebuah reruntuhan kastil Immortal maka aku mungkin akan mendapatkan satu atau dua benda yang cukup berharga. Tapi tempat ini adalah suatu tempat untuk melakukan penebusan dosa. Tidak ada apapun di sini selain penderitaan dan kekejaman.”
…
Dengan kecepatan Qin Shan saat ini saja, butuh waktu berbulan-bulan baginya hingga akhirnya tiba di sebuah pulau yang cukup kecil.
Qin Shan pada awalnya tidak yakin apakah pulau yang ia datangi saat ini benar-benar merupakan Pulau Ujian Keenam. Karena di tempat ini tidak ada keanehan ataupun kejanggalan sama sekali. Benar-benar seperti sebuah pulau biasa pada umumnya.
Namun setelah beberapa saat, Qin Shan langsung membuang pikirannya tersebut dan menjadi sangat yakin bahwa pelau ini adalah Pulau Ujian Ketiga ketika ia melihat sebuah altar batu terletak di pinggiran pulau.
Keberadaan altar batu itu sangat tersembunyi dan berada di tengah-tengah semak belukar yang sangat rimbun dan besar. Selain itu altar batu itu nampaknya memiliki fluktuasi energi yang sangat aneh hingga dapat menyamarkan keberadaannya.
Qin Shan tidak bertanya pada Ji Zhufei mengenai Ujian Keenam ini karena memang orang itu belum pernah ke tempat ini. Setelah mengalami trauma berat di Pulau Ujian Kelima, Ji Zhufei tidak melanjutkan perjalannya dan memilih untuk kembali ke tempatnya berasal.
Qin Shan dengan cepat menghampiri altar batu yang berada di tengah-tengah semak belukar. Lalu ia mulai membakar semak tersebut hingga sebuah altar batu setinggi lutut dapat terlihat di baliknya. Di permukaan altar batu itu, Qin Shan memindai menggunakan Kehendak Spiritualnya dan menemukan beberapa kalimat yang terukir di sana.
“Mencari jarum di tumpukan jerami memang adalah hal yang sulit. Namun mencari sebutir pasir yang berbeda di sebuah gurun yang luas jauh lebih sulit. Apakah satu juta tahun adalah waktu yang cukup untuk menemukannya?” Qin Shan membaca kalimat tersebut dan jantungnya mulai berdegup kencang. Sepertinya di tempat ini ia harus menemukan sesuatu yang sangat kecil di sebuah tempat yang sangat luas. Kalimat itu bahkan menambahkan kata 'satu juta tahun' untuk mempertegas bahwa Ujian Keenam adalah ujian yang sangat sulit.
*Whoosh...* Hanya dalam waktu yang sangat singkat, seluruh pulau telah diselubungi oleh array penghalang yang sangat kuat dan mustahil untuk dilewati siapa pun. Namun, setelah beberapa saat Qin Shan merasa ada yang aneh.
Tidak ada perubahan. Tidak gurun yang sangat luas dan tidak ada apapun yang terlihat mencurigakan. Selang beberapa waktu, susunan formasi di pulau tersebut segera runtuh dan membukakan jalan bagi Qin Shan untuk melaju ke Pulau Ujian selanjutnya. Lagi-lagi ia melewati Pulau Ujian begitu saja tanpa ada usaha sama sekali.
Ini adalah hal yang mengejutkan dan tak bisa diterima akal sehat, namun para pengikut Qin Shan tidak menganggap demikian. Mereka tetap terlihat tenang dan biasa saja, sedari awal Tuan mereka ini adalah sesuatu yang lebih dari 'tidak masuk akal'. Jadi mengapa mereka harus terkejut untuk yang kesekian kalinya?
Qin Shan tertawa lantang dan ia tanpa membuang waktu segera pergi meninggalkan Pulau Ujian Keenam untuk menuju Pulau Ujian terakhir.
Berbeda dari yang sebelumnya, ternyata Qin Shan hanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk tiba di pulau terakhir. Selain itu ia sangat terkejut saat melihat bahwa pulau ujian terakhir sangat berbeda dari pulau-pulau sebelumnya.
“Pulau melayang? Mengapa aku batu tahu bahwa ada tempat seperti ini di Oblique Deep Ocean?” Ji Zhufei yang ada di dalam Pulau Lotus terlihat sedang mengernyitkan dahi dan ia menjadi cukup terkejut.
Perlu diingat, Ji Zhufei adalah suku asli yang mendiami wilayah Oblique Deep Ocean selama bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya. Selama waktu tersebut ia telah mengetahui cukup banyak rahasia yang ada di Oblique Deep Ocean hingga ia merasa bahwa tempat ini sudah seperti rumah baginya. Namun, ia sama sekali belum pernah melihat atau mendengar tentang pulau melayang.
Ji Zhufei akui bahwa ia memang belum sepenuhnya menjelajahi Oblique Deep Ocean, tapi tetap saja ia seharusnya akan mengetahui tempat seperti apa yang menjadi tempat berlangsungnya Ujian terakhir.
“Aku merasakan ada sesuatu yang aneh di atas pulau melayang itu. Nampaknya aku harus pergi ke atas sana dan memeriksanya.” ucap Qin Shan dan ia segera terbang ke atas pulau melayang.
Pulau melayang itu hanya memiliki satu pulau utama yang bahkan lebih luas dibanding Pulau Ujian Ketiga. Pulau ini seakan adalah sebuah wilayah yang sengaja di robek dari dunia dan digantung jauh di atas langit. Pulau ini bahkan sudah lebih dari cukup untuk menampung sepuluh miliar manusia di dalamnya. Sangat besar!
“Energi yang sangat mengerikan.” saat menapakkan kaki di atas Pulau Melayang itu, Qin Shan tiba-tiba merasa m bulu kuduknya berdiri dan tubuhnya bergetar hebat. Selain energi mengerikan yang dipancarkan oleh Hungry Spirit Killing Gods, energi mengerikan di tempat ini juga berhasil membuat Qin Shan bergidik ketakutan.
Pulau Melayang ini jauh dari perkiraan awal Qin Shan, ternyata di permukaannya pulau ini hanya memiliki tanah berbatu yang datar dan tanpa ada apa-apa di atasnya. Bahkan setangkai rumput pun tidak terlihat tubuh di sini.
Di tengah-tengah pulau tersebut Qin Shan dapat melihat sebuah matras doa sepanjang beberapa ratus meter yang memancarkan aura mencekam dan sesak. Energi ini bahkan jauh lebih mengerikan dibanding Dao of The Demon-nya. Lalu di atas matras doa itu tergantung beberapa kata yang memancarkan aura spiritualitas tak terbatas dari Hukum Langit dan Bumi.
“Kesengsaraan Dao Hati Iblis.”
…
NOTE:
Maaf updated hari ini terlambat. Karena saya lupa publish tadi malam :(