Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 611 - Dikirim ke Tambang



Dengan perasaan yang masih terkejut, Qin Shan mulai duduk berkultivasi untuk menstabilkan basis kultivasinya di tahap Golden Immortal level 2. Sebelumnya, saat ia telah menerobos tingkat, ia belum sempat menstabilkan kekuatannya dan langsung berniat naik ke Golden Immortal level 3. Hal ini membuat kegagalan dalam basis kultivasinya dan ia mendapatkan Racun Spiritual yang sekarang bersarang di dalam dantiannya.


Tempat saat ini Qin Shan berada memiliki Hukum Langit dan Bumi yang sangat lengkap dan kuat. Di tambah dengan Meridian Detox Channel, Qin Shan yakin bahwa racun yang ada di dalam tubuhnya akan dapat hilang dengan cepat.


Qin Shan menarik napas dalam-dalam saat ke-105 Meridiannya mulai bersirkulasi dan membentuk sebuah sirkulasi besar. Yang paling berpengaruh di antara semuanya adalah Meridian Detox Channel yang saat ini sedang menetralisir racun di dalam tubuhnya.


Dan benar saja, hanya dengan kultivasi singkat, Racun Spiritual di dalam tubuhnya mulai terangkat dengan cepat. Qin Shan sangat bahagia saat menyadari semua ini, ia yakin dalam beberapa bulan saja Racun Spiritual akan terangkat secara penuh dari dalam tubuhnya.


Saat Qin Shan masih melakukan kultivasi dengan kekuatan penuh untuk menetralisir racun di dalam tubuhnya, ia tiba-tiba membuka mata dan terlihat terkejut.


Melalui Kehendak Spiritualnya, sekelompok orang berjubah hitam melesat dari kejauhan. Mereka berjumlah kurang dari dua puluh orang dan nampaknya mereka semua sedang menuju ke arah Qin Shan.


Menyadari seberapa cepat orang-orang itu terbang menuju ke arahnya, Qin Shan menjadi semakin gelisah. Hanya dengan sekilas saja, ia dapat merasakan bahwa mereka semua setidaknya merupakan Golden Immortal level 1. Bahkan, beberapa di antara mereka merupakan Golden Immortal level 2.


Hanya dalam waktu kurang dari setengah jam saja, sekelompok orang berjubah hitam itu sudah sampai di depan Qin Shan dengan ekspresi yang menakutkan. Mereka bahkan tidak mempedulikan keberadaan Qin Shan dan hanya tertarik pada sebongkah batu berwarna hitam yang ada di depannya.


“Milikku!!”


“Aku yang melihatnya lebih dulu, harusnya itu milikku!”


“Jangan menyentuhnya, atau aku akan menebas kalian semua!”


Mereka semua menjadi gila saat melihat batu hitam dan mulai bertarung memperebutkannya. Sekali lagi, mereka tidak mempedulikan keberadaan Qin Shan dan hanya menganggapnya seperti seekor lalat.


Di sisi lain Qin Shan menjadi sangat terkejut saat menyaksikan sebuah pertempuran mulai pecah di antara belasan Golden Immortal hanya untuk memperebutkan Batu Hitam di hadapannya. Mulai dari sini Qin Shan menjadi tertarik dengan batu tersebut dan mengambilnya untuk yang kedua kalinya.


“Batu ini adalah milikku, akulah yang menemukannya pertama kali!” Qin Shan berteriak lantang saat ia mengambil batu hitam di hadapannya dengan sikap yang angkuh.


Semua Golden Immortal yang terlibat pertarungan seketika langsung menghentikan pertarungan mereka dan menatap Qin Shan dengan wajah tak percaya.


“Lihatlah semut Immortal Venerable ini... Beraninya dia mengatakan bahwa 'Kristal Kedewaan' ini miliknya. Kupikir kita harus membunuhnya terlebih dahulu.” ucap seorang Golden Immortal level 2 dengan nada yang tidak menyenangkan.


Mendengar hal ini Qin Shan menjadi sedikit khawatir. Saat ini ia memang merupakan seorang Golden Immortal level 2, namun ia tidak percaya diri dengan kekuatannya saat melawan hampir dua puluh orang dengan basis kultivasi yang sebanding dengannya. Tidak peduli seberapa banyak teknik serta kemampuan yang ia miliki, ia setidaknya harus mengorbankan nyawanya jika ingin membunuh semua orang di hadapannya saat ini.


“Seharusnya aku tidak perlu berteriak seperti tadi dan hanya perlu membawa batu ini secara diam-diam. Sialan, masalah datang silih berganti.” Qin Shan diam-diam mengutuk dirinya sendiri yang telah bertindak ceroboh. Namun, selain itu ia merasa sangat bingung mengapa orang itu mengatakan bahwa dia adalah seorang Immortal Venerable? Tidak peduli seberapa gila mereka saat ini, seharusnya mereka dapat mengenali seorang Golden Immortal, bukan?


Merasa ada yang tidak beres, Qin Shan cepat-cepat memasukkan Batu Hitam itu ke dalam Pulau Lotusnya lalu segera melarikan diri secepat kilat.


Melihat Qin Shan yang telah membawa kabur Batu Hitam membuat para Golden Immortal merasa sangat marah dan mereka mulai mengejar Qin Shan dengan kecepatan yang menakjubkan.


“Seorang Kultivator Lotus! Dia adalah kultivator lotus yang sangat langka!”


“Tangkap dia!!”


….


Qin Shan tidak menyadari keributan para Golden Immortal yang saat ini sedang mengejarnya dari belakang. Yang ia tahu hanyalah nama sebenarnya dari batu hitam yang ia bawa, batu ini bernama Kristal Kedewaan.


Qin Shan tidak tahu manfaat seperti apa yang dimiliki Kristal ini, namun satu hal yang pasti Kristal Kedewaan adalah benda yang sangat berharga di tempat ini. Hal ini dibuktikan dengan betapa gilanya para Golden Immortal itu saat melihat keberadaan Kristal Kedewaan.


“Ternyata ini benar-benar Dunia Immortal. Tidak ada manusia segila ini hanya untuk mendapatkan sebongkah batu selain di Dunia Immortal.” gumam Qin Shan dan ia diam-diam merasa sedikit senang. Fakta bahwa saat ini ia sedang berada di Dunia Immortal adalah bahasa yang digunakan para Golden Immortal itu.


Bahasa mereka memang sedikit berbeda dibanding Bahasa Dunia Immortal yang pertama kali Qin Shan temukan di Menara Dewa bertahun-tahun lalu. Namun, ia yakin bahwa mereka berasal dari tempat yang sama.


Qin Shan tenggelam ke dalam pikirannya dan tanpa sadar para Golden Immortal itu sudah semakin dekat dengannya. Ketika Qin Shan menyadari hal ini, sudah terlambat untuk menghindari serangan yang dilepaskan oleh seorang Golden Immortal level 2.


Dari arah belakang Qin Shan, muncul sebuah siluet pedang yang sangat mengerikan yang dilepaskan oleh seorang Golden Immortal level 2. Siluet pedang ini memancarkan aura spiritualitas yang menakutkan sehingga membuat bulu kuduk Qin Shan berdiri.


*Duaarr!!* Tebasan pedang itu mendarat di punggung Qin Shan dan membuatnya terlempar ke depan sejauh beberapa ribu kilometer. Sebuah lintasan yang hancur terbentuk di atas tanah saat Qin Shan melewatinya dengan kecepatan tinggi.


Tubuh Qin Shan saat ini sudah berada di tahap God Body level 9 yang membuat kulit dan dagingnya hampir sekuat Harta Magis tingkat Kekacauan. Namun, dihadapan Golden Immortal level 2 ini, Qin Shan memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.


“Kekuatan yang mengerikan!!” tubuh Qin Shan bergetar dan ia menjadi sedikit ketakutan. Ia yakin sebelumnya ia telah melarikan diri dengan secepat yang ia bisa. Seharusnya, seseorang yang memiliki tingkat yang sama deng nya tidak akan bisa bersaing dengannya. Namun, menyadari bahwa seorang Golden Immortal ini ternyata dapat mengejarnya, Qin Shan yakin bahwa orang ini adalah yang terkuat.


“Sangat jarang bertemu seorang Kultivator Lotus di Tortoise God Territory. Orang sepertimu akan sangat berguna di tempat ini. Bagaimana kalau kau bekerja sama denganku?” ucap Golden Immortal level 2 itu sambil tersenyum pada Qin Shan. Orang ini memiliki penampilan seorang pemuda berusia tiga puluhan tahun dengan janggut gang dicukur habis.


Dari semua Golden Immortal yang ia temui sebelumnya, baru orang inilah yang terlihat 'agak' normal. Meskipun orang itu mengajaknya bekerja sama, Qin Shan tetap merasa sangat waspada sekarang. Bagaimanapun juga orang itu telah menyerangnya dengan kekuatan besar sebelumnya. Ia tidak akan mempercayai orang itu dengan mudah hanya dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya.


“Bekerja sama denganku? Aku mungkin akan setuju, dan ikut denganmu andaikan kau tidak menyerangku sebelumnya.” ucap Qin Shan sambil tersenyum mengejek saat ia mulai bangkit perlahan.


Mendengar hal ini, ekspresi Golden Immortal level 2 itu menjadi tak sedap dipandang dan ia langsung melesat ke arah Qin Shan untuk mengikatnya menggunakan sebuah tali immortal. Kejadian ini berlangsung sangat cepat hingga Qin Shan tidak dapat mencerna situasinya dengan cukup baik.


Golden Immortal level 2 itu mendengus dingin saat ia menyeret Qin Shan dan berkata, “Anggap saja sekarang aku sedang menyelamatkanmu dari kejaran para pekerja itu. Sebagai gantinya aku akan membawamu ke Tambang.”