Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 546 - Peraturan Endwar



Di masa lalu, terdapat sebuah lotus hijau yang mengapung di permukaan danau yang keruh. Lotus tersebut hanya memiliki empat kelopak, namun masing-masing kelopaknya sangat besar.


Di samping lotus hijau ini terdapat sebuah sumber api yang berbentuk batang kayu. Sumber api ini hanya berukuran sekepalan tangan orang dewasa, namun energi yang tersimpan di dalamnya sangat luar biasa.


Setelah munculnya energi penciptaan yang bergejolak di tempat tersebut, lotus hijau dan sumber api itu akhirnya berubah menjadi manusia. Ya, mereka adalah Greenlotus dan Waterflame.


Pada saat keduanya baru terlahir, mereka dijaga oleh roh danau keruh tersebut. Roh danau ini bernama Heavenly Turbid. Heavenly Turbid merawat Greenlotus dan Waterflame selama ribuan tahun. Roh danau ini sudah seperti orang tua bagi Greenlotus maupun Waterflame. Semuanya berlangsung dengan sangat damai hingga akhirnya Sunrise muncul.


“Waktu itu aku ingat bahwa aku telah mencabik-cabik Heavenly Turbid sehingga dia tidak dapat bereinkarnasi lagi. Saat itu aku tidak membunuh kalian berdua karena waktu itu kalian sangat lemah, aku tidak menyangka setelah bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya, kau dan Waterflame akan menjadi sekuat diriku.” ucap Sunrise dan ia masih tertawa keras.


“Heavenly Turbid adalah orang yang sangat baik, aku tidak menyangka dia akan binasa di tangan orang sepertimu. Nampaknya, takdir telah mempertemukan kita di sini agar dendam di masa lalu dapat terbalaskan.” Greenlotus berkata dengan dingin dan ia mulai membentuk segel tangan yang sangat misterius.


Sejak terlahir ke dunia, Greenlotus mempunyai kemampuan bawaan yang sangat mengerikan. Kemampuan bawaannya adalah pemahaman terhadap Ruang dan Waktu. Karena kemampuan inilah Greenlotus bisa berkembang cukup pesat selama bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya. Walaupun Greenlotus adalah seorang makhluk primordial, namun bakatnya di antara makhluk primordial lain sangat menakjubkan.


*Whosh!* Sebuah segel berukuran raksasa tiba-tiba muncul di atas langit. Segel ini membawa energi tak terbatas dari hukum ruang di tempat tersebut lalu perlahan mulai menghancurkannya.


Ruang di sekitar Sunrise tiba-tiba berderak dan retakan-retakan halus mulai terlihat. Retakan spasial ini terlihat biasa saja, namun kekuatannya sebenarnya dapat membuat Sunrise bergidik dan ia buru-buru mundur.


Tidak sampai di situ, Greenlotus juga mulai menggerakan jemarinya sehingga bayangan-bayangan jari manusia mulai nampak di atas langit. Jemari ini tanpa pandang bulu langsung meremas semua sosok yang ditemui olehnya. Untung saja tidak ada pasukan kubu Three Realm yang berada di dekat bayangan jemari raksasa ini.


Wajah Sunrise berubah menjadi masam dan ia mulai mengeluarkan sebuah tongkat keemasan yang di atasnya terdapat kristal api yang berkobar dahsyat. Tongkat api ini memancarkan gelombang spiritual yang sangat kuat dan mengerikan. Bahkan hanya dengan melihatnya saja, sudah cukup untuk membuat Greenlotus tertegun.


“Itu adalah Tongkat Kesadaran Api milik Heavenly Turbid…” Greenlotus tidak bisa menahan kemarahan di hatinya sehingga ia mulai mengeksekusi lebih banyak segel tangan yang mematikan. “B*jingan! Sunrise, aku bersumpah bahwa kau akan mati di tanganku!!”


...


Meskipun bala bantuan dari Gunung Soul Desolate telah tiba, tetap saja hal ini masih tidak cukup untuk memutar balikkan situasi, atau bahkan untuk sekadar mengimbangi. Jumlah pasukan Aliansi Dunia Iblis terlalu banyak, sementara jumlah pasukan Three Realm saat ini sangat sedikit.


Setelah bertarung selama beberapa jam saja, Heavenly God Fairylord mulai merasa kewalahan. Meskipun Qing Minzhi dan Yun Dafu telah membantu pertarungannya, mereka tetap saja tidak bisa berbuat banyak kepada dua orang Heavenly God dan berpuluh-puluh True Immortal.


Di samping itu, San Jinsheng, Ye Jiyao, dan Fu Rongyi telah tersudut dan terkepung. Saat ini mereka tidak bisa melarikan diri ataupun menyerang balik, satu-satunya pilihan hanyalah terus bertahan hingga bantuan segera tiba untuk mereka.


Perlu diingat bahwa mereka bukanlah Qin Shan yang dapat mengatasi banyak musuh sekaligus dengan kekuatan anehnya. Mereka hanyalah kultivator biasa yang mendapatkan peluang untuk melaju ke tahap puncak kultivasi di Three Realm. Jadi tidak heran mereka akan berada di posisi yang sangat tidak menguntungkan seperti ini.


Beberapa waktu lalu, Queyang Ji berhasil masuk ke dalam serangan domain Autumn Falling Leaves, namun orang itu sama sekali belum terluka bahkan setelah cukup banyak waktu berlalu. Mengingat kondisinya saat ini, Qin Shan tidak berani untuk melepaskan Queyang Ji dari serangan Autumn Falling Leavesnya dan memilih untuk terus menyerang. Lagipula menghabiskan sedikit lebih banyak energi elemental tidak akan berarti banyak padanya.


Hanya membutuhkan waktu yang singkat hingga akhirnya seluruh dunia Fairylord jatuh ke dalam peperangan yang kacau balau. Perlahan-lahan satu per satu kultivator mulai berjatuhan dan tergeletak tak bernyawa. Tentu saja para kultivator yang mati adalah pasukan dari kubu Three Realm.


Sementara itu, pasukan kubu Aliansi Dunia Iblis memiliki korban tewas yang lebih sedikit. Itu pun sebagian besar dibunuh oleh Qin Shan.


...


Setengah hari kemudian, langit di atas Dunia Fairylord mulai bergemuruh dan daratan sedikit bergetar ketika energi spiritual tanpa batas mulai turun. Sebuah Array Transfer berukuran raksasa mulai muncul di atas langit dan memuntahkan puluhan ribu kultivator kuat dari dalam. Mereka semua adalah bala bantuan dari beberapa Dunia Utama!


Salah satu kelompok yang paling menarik perhatian tentu saja adalah rombongan kultivator yang berjubah putih. Mereka semua terlihat seperti seseorang yang bijak dan berkharisma, bau obat-obatan dapat tercium secara samar-samar dari tubuh mereka. Mereka adalah bala bantuan dari Dunia Pil Monarch!


Ketika semua bala bantuan ini tiba, hati para pasukan Three Realm mulai terbakar oleh api semangat. Sebelumnya mereka semua tidak dapat menyerang balik karena perbedaan jumlah yang sangat besar. Sekarang, situasi akhirnya telah terkendali dan membawa sedikit keuntungan pada mereka.


“Ini adalah Perang Akhir, jangan tahan kekuatan kalian dan kerahkan semua kemampuan yang kalian miliki! Ini adalah pertempuran memperebutkan karma, siapa yang menang maka dialah yang akan menduduki Three Realm ini!” Heavenly God Xi Shui berteriak lantang dan mulai mengirimkan seluruh pasukannya untuk berperang. Pada saat ini, tidak ada seorang pun yang berdiam diri dan tidak melakukan apapun, semuanya bertarung dengan hasrat ingin bertahan hidup.


Di samping itu, wajah Sunrise menjadi tidak sedap dipandang saat semua ini terjadi. Awalnya ia berencana untuk menguasai Three Realm secara perlahan melalui Perang Akhir. Namun ia tidak menyangka bahwa kubu Three Realm akan langsung mengerahkan hampir seluruh kekuatan yang mereka miliki.


Sunrise tidak peduli pada Earth Immortal ataupun Sky Immortal yang ada di kedua kubu, pada saat seperti ini hanya seorang True Immortal ataupun Spiritual God saja yang akan ikut berperang.


Melihat bahwa Xi Shui juga telah terbang ke arahnya, Sunrise mau tak mau segera bergerak mundur dan lari dari pertarungannya dengan Greenlotus. Tidak peduli seberapa kuat dirinya sekarang ini, menghadapi dua Heavenly God tertinggi sekaligus sudah sangat sulit.


“Endwar memiliki beberapa tahapan yang harus dilalui secara berurutan, tentu saja kalian tidak ingin Endwar ini mencapai puncaknya pada saat ini, kan?!” Sunrise berteriak lantang saat ia terbang mundur dengan sangat cepat.


Saat Sunrise mengatakan hal ini, Greenlotus dan Xi Shui langsung berhenti menyerang dan mereka mau tak mau harus menahan kekuatan mereka. Apa yang dikatakan Sunrise memang benar.


Endwar ini saja telah datang secara tiba-tiba, akan sangat mengerikan jika puncak Endwar langsung meletus pada saat di mana Endwar baru dimulai. Ketika semua ini terjadi, sudah dipastikan bahwa kedua kubu akan menemui jalan buntu dan pertempuran tak berujung akan segera terjadi.


Tidak hanya Greenlotus dan Xi Shui saja yang berhenti menyerang, bahkan Fairylord, San Jinsheng, Ye Jiyao, dan Heavenly God lainnya juga ikut berhenti. Perkataan Sunrise sebelumnya sangat jelas bahwa dia mengatakan, untuk saat ini tidak ada seorang Heavenly God pun yang ikut berperang selain True Immortal ataupun Spiritual God. Jika melanggar, maka kau akan mati.


...