
Saat Qin Shan terjebak di dalam array pembunuh kelas 9, diam-diam ia menarik napas yang terasa dingin. Perlu diketahui, meskipun kekuatannya saat ini mampu menghadapi seorang Heavenly God tertinggi, tapi tetap saja ia akan sangat kesulitan untuk lolos dalam array kelas 9 dalam waktu singkat. Selain itu ada enam orang Heavenly God yang juga mengepungnya dari berbagai arah. Keadaan ini benar-benar tak menguntungkannya sama sekali.
Qin Shan mencoba untuk tetap tenang, ia segera mengeluarkan Pembuluh Energi Dao di sampingnya. Dengan bantuan Pembuluh Energi Dao, ia ingin untuk segera menerobos array pembunuh kelas 9 ini. Jika ia tidak dapat menerobosnya, setidaknya ia masih bisa melemahkannya.
Energi dao yang tak terbentung langsung merembes dari Pembuluh Energi Dao. Hukum Langit dan Bumi yang terperangkap di tempat itu langsung mengeluarkan suara retakan. Di saat yang bersamaan, sinar pembunuh yang tak terhitung jumlahnya melesat ke arah Qin Shan.
*Bomm!* Ledakan dahsyat terbentuk begitu serangan gabungan dari enam Heavenly God membentur tubuh Qin Shan. Walaupun tubuh Qin Shan saat ini berada pada tahap God Body level 5, kenyataannya dengan serangan seperti barusan ia tetap memuntahkan seteguk darah segar.
Mo Xianyu yang berada tepat di samping Qin Shan menampakan wajah yang pucat pasi. Dengan pertarungan sedahsyat ini ia tidak memiliki kesempatan sama sekali untuk ikut campur.
“Tidak… Kenapa kau membantuku? Ada enam Heavenly God dalam klan Naga Langit, kau tidak akan bisa…” suara Mo Xianyu bergetar dan mengandung perasaan bersalah pada Qin Shan. Ia berpikir mungkin sebaiknya ia tidak ikut campur dalam hal ini sebelumnya. Alih-alih membantu Qin Shan untuk kabur, ia malah membuat Qin Shan menuju ke kematiannya.
Qin Shan tidak menanggapi kata-kata Mo Xianyu, melainkan ia segera mengeksekusi jurus Nine Worlds Destroyer.
Sembilan planet meluncur dari balik bayangan pedang Qin Shan. Kesembilan planet itu kemudian meledak dan memuntahkan jutaan sinar pedang yang menyebar ke seluruh langit.
Qin Shan tidak memaksudkan serangan ini untuk melawan keenam Heavenly God dari klan Naga Langit. Melainkan untuk menghancurkan array pembunuh kelas 9 yang menjebaknya.
Dengan keberadaan array pembunuh kelas 9 ini, ia bahkan tidak bisa mendeteksi seorang pun dari luar wilayahnya. Jika ia ingin berhadapan dengan enam Heavenly God klan Naga Langit, maka ia terlebih dahulu harus menghancurkan array ini.
Array pembunuh kelas 9 itu mengeluarkan suara retakan, sebuah celah berukuran beberapa inci akhirnya terbentuk. Qin Shan sadar bahwa kekuatannya masih belum cukup untuk menghancurkan array ini, ia berpikir pasti itu karena Mo Guang. Karena array ini berada di bawah kendali Mo Guang, maka array ini menjadi lebih kuat dari array kelas 9 biasanya.
“Sadness Undermoon!” Qin Shan mengertakan giginya dan langsung mengeksekusi jurus terkuatnya saat ini.
Di dalam array kelas 9 yang retak itu, tiba-tiba muncul sebuah domain tersendiri. Domain ini membawa cahaya lengkungan bulan sabit yang melesat secepat cahaya. Ketika domain Sadness Undermoon meledak, array pembunuh kelas 9 itu juga akhirnya hancur.
Di luar array, ekspresi Mo Guang dan lima Heavenly God lainnya berubah pucat. Mereka tidak menyangka array pembunuh kelas 9 yang mereka miliki akan menjadi tidak berdaya seperti ini saat melawan Qin Shan.
Merek bahkan belum sempat pulih dari keterkejutannya begitu sosok Qin Shan melesat dari dalam array yang hancur tersebut.
“Bahaya.” satu kata ini melintas dalam benak Ji Chou. Meskipun ia bukan yang terlemah di antara mereka, tapi ialah yang paling merasakan firasat kematian. Seolah dunia akan runtuh, kobaran api raksasa tiba-tiba muncul dan menyelimuti seluruh dunia.
Baru saja saat Qin Shan mengeksekusi jurus terakhirnya untuk menghancurkan array pembunuh kelas 9 barusan, ia secara tak sengaja mendapat sebuah pencerahan tentang emosi ketiga dari Heartsword Art.
Ini adalah tentang emosi yang terus bergejolak dengan panas. Kemarahan, kegilaan, serta dendam. Dalam satu jurus ini, emosi yang meledak-ledak akhirnya lahir. Jurus ketiga dari Heartsword Art, Blazing Sun!
*Duaarrr!!* Jutaan sinar yang membara menyebar ke seluruh daratan. Dalam domain Blazing Sun, Qin Shan terlihat sedang melakukan ribuan segel tangan dalam waktu singkat. Sesaat kemudian, domain Blazing Sun itu mulai meleleh dengan hukum Langit dan Bumi yang juga telah luntur. Wilayah seluas jutaan kilometer akhirnya tenggelam dalam kobaran api abadi yang tak pernah padam.
Enam Heavenly God dari klan Naga Langit merasa hati mereka mencelos. Bahkan sesaat sebelum Blazing Sun turun, mereka sudah mencoba melarikan diri dengan panik. Namun, mereka tidak sempat melakukannya. Begitu daratan di sekitar mereka berubah menjadi neraka, tiga di antara mereka langsung terbakar hidup-hidup dan berubah menjadi potongan daging cincang oleh tebasan pedang tak kasat mata. Ji Chou termasuk orang yang binasa di dalam Blazing Sun yang mengamuk ini.
“Ti-tidak…!! Teman Dao, tolong berikan belas kasihan!!” Mo Guang sudah tidak memiliki kekejamannya lagi di bawah tekanan Qin Shan. Ia bahkan tidak berdaya saat mencoba melepaskan diri dari kobaran api yang melahap tubuhnya.
Untungnya Mo Guang adalah kultivator yang mengkultivasikan Dao of The Water, sehingga ia tidak memiliki cedera yang terlalu parah saat ini. Berbeda dengan dua Heavenly God yang lain, kulit dan daging mereka bahkan mulai terbakar menjadi matang. Saat keduanya hampir berada dalam ambang kematian, domain yang mengamuk itu akhirnya mereda.
Tatapan Qin Shan tertuju pada wilayah di bawah kakinya yang telah berubah menjadi kawah panas seluas jutaan kilometer. Saat ia melihat hal ini, ia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
Tatapannya kemudian tertuju pada Mo Guang di kejauhan, ia menatapnya dengan dingin dan berkata, “Belas kasihan? Klan Naga Langit seperti kalian meminta belas kasihan? Haha...” Qin Shan tertawa dingin menanggapi permohonan Mo Guang. Belas kasihan? Ia bahkan tidak perlu repot-repot memikirkan hal itu untuk klan Naga Langit ini.
Melalui tahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya, sudah berapa banyak korban yang tewas di tangan klan Naga Langit ini? Satu juta? Seratus juta? Atau bahkan satu miliar? Klan penjahat semacam ini jelas tidak bisa dibiarkan terus berdiri di Three Realm.
Qin Shan tidak menunggu reaksi dari Mo Guang dan ia melesat ke depan dan melayangkan sebuah tebasan pedang. Aura spiritualitas dao dari pedang Black Gold Dragon mulai terpancar, di saat yang bersamaan, hukum Langit dan Bumi mulai runtuh di bawah tekanan pedang ini.
Dengan tingkat kekuatan dao pedangnya saat ini, pedangnya hanya perlu melakukan tebasan sederhana untuk membelah tubuh Mo Guang menjadi dua.
“Ti-tidak mungkin... Bagaimana ini bisa terjadi?” di saat-saat terakhir Mo Guang, ia melihat sosok Qin Shan yang mendarat di depannya. Saat itulah ia sadar bahwa ia telah menyinggung seseorang yang sama sekali tidak boleh ia sunggung. Pada akhirnya Mo Guang mati dengan rasa penyesalan yang teramat sangat.
Di sisi lain saat Qin Shan tiba di depan tubuh Mo Guang yang terbelah menjadi dua, ia segera melakukan segel tangan yang rumit dan merobek ruang di depannya. Sebenarnya ia tidak sedang merobek ruang, namun ia merobek dunia pulau lotus yang dimiliki Mo Guang.
Meskipun kemungkinan besar harta karun yang ada di dalam dunia Mo Guang akan hancur, tapi Qin Shan tetap melakukannya. Karena ia yakin, selama kematian Mo Guang masih sangat singkat, ia akan dapat merampas semua harta karun yang dimiliki Mo Guang.
Sebuah robekan spasial terbentuk, di dalam robekan spasial itu terdapat sebuah dunia seluas ribuan kilometer yang berisi berbagai macam harta karun. Namun saat Qin Shan melihatnya, sebagian besar harta karun itu langsung berubah menjadi debu.
Qin Shan dengan panik membangkitkan Divine Willnya dan ia meraih objek apa saja yang ada di dunia pulau lotus milik Mo Guang. Ia melakukan hal ini hanya dalam waktu yang super singkat, bahkan itu tidak sampai dua tarikan napas. Untungnya Qin Shan berhasil meraih tiga benda dari dalam dunia pulau lotus itu.
Sebuah kapal terbang berbentuk Flying Shuttle yang berukuran kepalan tangan melayang di depan Qin Shan. Di sampingnya lagi terdapat sebuah manik berwarna merah menyala yang memancarkan energi elemen api yang tak terbatas.
Lalu, benda terakhir yang berhasil diraih Qin Shan adalah sebuah kunci berwarna perak yang terlihat biasa saja. Meskipun penampilannya sangat biasa, Qin Shan berani bertaruh bahwa kunci ini adalah barang yang sangat penting bagi Mo Guang.
...