Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 502 - Harta Karun San Jinsheng



Beberapa hari sebelumnya, saat seluruh benua berguncang hebat akibat seni penghancuran besar Uncruel. San Jinsheng dan Yuan Dongyi masih terpaku dengan tubuh yang bergetar karena melihat sesuatu yang sangat mengerikan.


Di hadapan mereka saat ini, daratan seluas jutaan kilometer mulai meledak dan hancur lebur. Bahkan mereka sudah tidak berminat untuk melanjutkan pertarungan mereka saat hal ini terjadi. Dalam benak mereka, satu-satunya yang paling penting saat ini adalah melarikan diri.


“San Jinsheng, setelah semua ini berakhir aku pasti akan kembali menemuimu. Dan saat itulah kau akan menjadi mayat.” ucap Yuan Dongyi dengan dingin dan ia segera mengaktifkan jimat teleportasinya.


“B*jingan, dia mengatakan hal itu saat dia melarikan diri. Dia tidak ada bedanya dengan seorang pengecut yang menjijikan.” di samping itu San Jinsheng berdecak kesal saat Yuan Dongyi telah menghilang tanpa jejak.


Beberapa saat setelahnya, sebuah lonjakan energi dari Dao Api mulai muncul. Ketika San Jinsheng menyaksikan bahwa Qin Shan telah berhasil melukai Uncruel dengan sangat parah, ia merasa sangat senang.


Bertahun-tahun lalu ia berpikir bahwa pernyataan Qin Shan mengenai dia bisa membunuh Uncruel hanyalah bualan belaka, tapi sekarang ia akhirnya menjadi percaya. Qin Shan itu bahkan telah menembus tingkat kultivasi yang begitu tinggi dalam beberapa ratus tahun, dengan fakta ini saja semua orang akan tahu bahwa dia memiliki potensi yang sangat besar.


Setelah melihat Qin Shan yang melarikan diri bersama seorang wanita di punggungnya, San Jinsheng juga segera pergi dengan cepat. Ia tidak berpikir untuk mengikuti Qin Shan, lagipula ia masih memiliki beberapa hal yang perlu dilakukan di Dunia Xinxian ini. Selain itu, ia ingin agar Qin Shan memiliki waktu dengan wanita tersebut.


“Ah… Masa muda. Aku jadi merindukan kehidupan masa laluku...” gumam San Jinsheng sambil tersenyum tipis. Segera setelah itu ia langsung melesat ke atas langit dan menghilang tanpa jejak.


...


Beberapa hari kemudian, San Jinsheng telah tiba di sebuah reruntuhan kuno yang terletak di hutan belantara. Di depannya saat ini terdapat sebuah altar persembahan yang dilapisi oleh berbagai macam rune array jebakan yang telah rusak.


Saat San Jinsheng berdiri di hadapan altar tersebut, ia segera melukai pergelangan tangannya dan menumpahkan begitu banyak darah di atas altar tersebut.


San Jinsheng terus menumpahkan darahnya tanpa henti selama beberapa waktu. Ia akhirnya berhenti setelah menumpahkan darah yang setidaknya mampu memenuhi sebuah danau kecil.


*Kraak! Kraak!* Segera setelah itu terdengar suara retakan yang keras dari dalam tanah. Begitu suara retakan ini terdengar, sebuah alam rahasia pun mulai terbuka. Di hadapan San Jinsheng saat ini, muncul sebuah jalur yang menghubungkan Dunia Xinxian dengan alam rahasia tersebut.


“Akhirnya setelah bertahun-tahun aku bertemu denganmu kembali, harta karun dosaku.” gumam San Jinsheng saat ia mulai memasuki alam rahasia itu dengan cepat.


Dengan cepat San Jinsheng segera menyimpan kedua belati itu ke dalam pulau lotusnya. Tepat saat ia ingin pergi dari tempat tersebut, sebuah pedang terbang pembawa pesan melintas di hadapannya.


“Apa ini? Siapa yang mengirimiku pesan?” San Jinsheng berkata dengan keheranan. Setelah meraih pedang terbang pembawa pesan yang ada di depannya, ia mulai mengaksesnya dengan energi elemental.


Suara Qin Shan yang terdengar sangat jelas pun segera terdengar di dalam benak San Jinsheng. Di dalam pesan tersebut, Qin Shan memintanya untuk segera menemuinya di wilayah bagian tengah Dunia Xinxian, tepatnya di sebuah pegunungan yang sangat besar.


“Dasar, apa dia pikir dunia ini sangat kecil? Kenapa dia tidak mengatakan informasi mengenai lokasinya dengan detail?” San Jinsheng berdecak kesal saat ia menghancurkan pedang terbang pembawa pesan tersebut.


Karena urusannya di Dunia Xinxian ini sudah selesai, maka tidak ada alasan baginya untuk tidak bertemu Qin Shan. Segera setelah itu San Jinsheng langsung melesat ke atas langit dan menjadi sebuah cahaya prismatik.


...


Di dalam gua immortal, Qin Shan melakukan kultivasi selama beberapa waktu untuk memulihkan energi kehidupannya. Setelah ia telah pulih sepenuhnya, ia kemudian mulai mentransfer sedikit energi kehidupannya kepada Ling Yue. Hal ini harus ia lakukan setidaknya sekali dalam seminggu, jika tidak maka kondisi Ling Yue akan menjadi semakin parah.


Ini sudah sekitar sepuluh hari sejak Qin Shan mengirimkan pedang terbang pembawa pesan kepada San Jinsheng, namun orang itu belum tiba sama sekali. Tepat saat Qin Shan sedang mencibir San Jinsheng di dalam hatinya, tiba-tiba melalui kehendak spiritualnya ia mendeteksi seorang pria berjubah hitam yang perlahan mulai mendekat.


“Andaikan kau telat sedikit saja, mungkin aku sudah meninggalkanmu di Dunia ini.” Qin Shan mendengus pelan saat ia mengatakan hal ini. Segera setelah itu ia langsung memasukan Ling Yue ke dalam dunia pulau lotus miliknya.


Meskipun memasukan Ling Yue ke dalam pulau lotus di saat kondisinya sedang kritis seperti ini sangat tidak baik, namun itu masih lebih baik daripada harus menggendongnya sepanjang perjalanan.


Sosok Qin Shan kemudian langsung menghilang dengan cepat di gua immortal tersebut dan melesat ke arah San Jinsheng berada.


...