
Mereka saat ini berada di kedalaman puluhan juta kilometer dari permukaan tanah. Jika mereka terjebak di dalam sini maka akan sangat sulit untuk keluar. Atau bahkan mereka sama sekali tidak bisa keluar.
Qin Shan dengan panik mengeluarkan sebuah kapal terbang berbentuk Flying Shuttle yang ia dapatkan dari Mo Guang dulu. Setelah itu ia menyelubunginya dengan kehendak spiritual dan mencoba mengambil alih kapal terbang Rip Universe.
Karena kehendak spiritual Qin Shan sudah menjadi sangat kuat sejak ia menjadi Immortal Venerable, mengambil alih kapal terbang tersebut hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah menit.
“Mo Xianyu, cepat masuk!” Qin Shan memanggil Mo Xianyu dan menyuruhnya memasuki kapal terbang Rip Universe.
Bahkan tanpa diperingatkan oleh Qin Shan, Mo Xianyu sudah lebih dulu melesat ke dalam kapal terbang yang memiliki ukuran cukup besar tersebut. Berdasarkan intuisi Mo Xianyu, bahkan dengan kapal terbang yang ia miliki ia tidak akan dapat keluar dari tempat ini dengan selamat. Hanya kapal terbang Rip Universe-lah yang bisa menjadi penyelamatnya saat ini.
Apa yang dipikirkan Mo Xianyu tidak salah. Bahkan untuk melarikan diri dari tempat yang mulai runtuh ini, seorang Heavenly God saja bisa binasa. Bagaimanapun jika seseorang terjebak di dalam tanah yang kedalamannya mencapai puluhan juta kilometer, hanya kematian yang menunggu.
Qin Shan mengambil alih kemudi kapal terbang tersebut dan mulai melesat ke arah lubang yang mengarah ke atas. Lubang ini adalah pintu keluar mereka satu-satunya, jika lubang ini juga telah runtuh maka semuanya akan jadi sulit.
Apa yang ditakutkan Qin Shan benar-benar terjadi, lubang tersebut mulai runtuh dengan cepat saat ia masih melesat dengan kecepatan tinggi. Dengan kecepatan kapal terbangnya saat ini mustahil untuk menghindari reruntuhan tersebut.
Qin Shan dengan cepat melakukan segel tangan yang rumit dan membentuk sebuah pelindung energi kekacauan di depan kapal terbangnya. Tidak hanya itu, Qin Shan juga menambahkan kekuatan penghancur di permukaan pelindung energi kekacauan tersebut. Sehingga bongkahan batu yang menabrak kapal terbangnya akan langsung hancur menjadi debu.
“Aku tidak menyadari ini sebelumnya, kapal terbang Rip Universe ini sangat cepat!” Qin Shan menarik napas yang terasa dingin saat menyadari bahwa kehendak spiritualnyanya menjadi kabur ketika kapal terbang Rip Universe masih melesat dengan cepat.
Berdasarkan perhitungan kasar Qin Shan, kapal terbang ini setidaknya memiliki kecepatan puluhan ribu kilometer per detik. Dengan kapal terbang ini Qin Shan hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk menembus permukaan tanah.
Di dalam kapal terbang, Mo Xianyu dan Qin Shan sama-sama menghela napas lega. Untungnya mereka telah selamat dari ruang bawah tanah yang sudah runtuh itu.
Sesaat kemudian terdengar suara gemuruh yang sangat keras. Di atas langit, Qin Shan dan Mo Xianyu menyaksikan bagaimana gunung Pure Dragon Ruins tenggelam ke dalam tanah.
“Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa gunung itu tiba-tiba runtuh...” Mo Xianyu masih sangat penasaran dengan hal ini. Namun ia tidak bertanya lebih jauh.
Di sisi lain Qin Shan merasa hatinya menjadi dingin saat ini. Meski samar-samar ia dapat merasakan bahwa terdapat semacam energi kehancuran yang kuat menyelubungi planet ini. Itu artinya mungkin ada seseorang yang berniat menghancurkan planet ini.
Sesaat setelahnya hukum Langit dan Bumi di seluruh daratan menjadi kacau. Gravitasi dan lapisan atmosfer di planet itu tiba-tiba dimusnahkan, makhluk hidup yang tak terhitung jumlahnya terombang-ambing ke luar angkasa.
Gunung-gunung dan lautan bergejolak lalu meledak menjadi puing-puing yang berterbangan di ruang hampa. Energi spiritual yang padat di tempat itu sudah tidak ada lagi dan hanya ada energi kehancuran yang terus bergejolak.
“Apakah ada seseorang yang dapat melakukan hal ini? Kurasa aku harus menarik kata-kataku sebelumnya.” Qin Shan bergidik ketakutan saat peristiwa itu terjadi. Menurutnya, apa yang terjadi pada planet ini bukan karena disebabkan oleh seseorang. Melainkan benar-benar sebuah bencana. Pada saat ini Qin Shan akhirnya dapat menyaksikan bagaimana suatu dunia berakhir.
Di planet Tianlong ini, ia dibesarkan dan akhirnya menjadi sangat kuat seperti sekarang. Ia tidak pernah keluar dari planet ini sama sekali, karena itulah ia merasa sangat sedih saat menyaksikan kehancuran planet Tianlong di depan matanya sendiri. Selain itu, kenangan-kenangan berharganya juga tersimpan di planet ini. Bagaimana bisa Mo Xianyu tidak menjadi sedih saat planet tersebut hancur?
“Ayo pergi. Terlalu lama di sini bisa mengakibatkan kita kena imbasnya juga. Kehancuran suatu planet bahkan dapat membuatku binasa.” Qin Shan tidak bicara terlalu banyak lagi dan ia langsung mengendalikan kapal terbang Rip Universenya ke ruang hampa.
Apa yang dikatakan Qin Shan memang benar. Saat sebuah planet hancur, maka semua bentuk kehidupan di dalamnya akan musnah. Tidak peduli kau sekuat apa, kau akan tetap binasa di bawah Hukum Langit dan Bumi yang hancur.
Sampai saat ini Qin Shan berpikir, apakah ini adalah awal mula bencana yang akan terjadi pada Three Realm di masa mendatang? Qin Shan tidak berani memikirkan ini, namun bagaimanapun juga bahkan Alam Semesta tanpa batas ini juga akan berakhir suatu hari nanti. Sudut kecil seperti Three Realm sudah pasti akan menemukan kehancurannya di masa depan.
...
Di ruang hampa yang luas, terlihat sebuah kapal terbang yang memiliki panjang puluhan meter melesat dengan kecepatan yang luar biasa.
Ini adalah minggu ketiga sejak Qin Shan pergi dari planet Tianlong yang hancur. Karena ia maupun Mo Xianyu tidak memiliki peta luar angkasa, maka ia tidak tahu dimana saat ini mereka berada. Namun satu hal yang pasti, mereka tidak menjauh dari Three Realm.
“Kakak Senior, mungkinkah kita telah tersesst di ruang hampa? Selama tiga minggu ini, aku bahkan tidak dapat merasakan satu pun planet kecil.” mulai dari sini Mo Xianyu menjadi sedikit gelisah.
Karena Mo Xianyu tidak pernah bepergian dari planet Tianlong sebelumnya, maka tidak heran ia akan sedikit takut dengan ruang abu-abu gelap yang tak berujung ini.
Qin Shan yang sedang mengemudikan kapal terbang Rip Universenya tertawa menanggapi pertanyaan Mo Xianyu. “Tidak peduli seberapa jauh kita telah masuk ke ruang hampa, selama kita masih berada di domain Three Realm maka kita tidak tersesat.”
Meskipun tidak ada satu pun planet di sekitarnya saat ini, Qin Shan yakin bahwa mereka masih berada di wilayah Three Realm. Yang membuatnya begitu yakin adalah karena ia masih bisa merasakan kehendak spiritual yang ia tinggalkan di Alam Harta Karun Lima Elemen.
Selama ia terus melaju ke arah Alam Harta Karun Lima Elemen maka ia akan kembali dengan selamat.
Saat kapal terbang Rip Universe terus melaju dengan kecepatan yang tak terbayangkan, Qin Shan dapat merasakan sebuah daratan jauh di depannya. Sebuah planet yang dipenuhi kehidupan muncul dalam kehendak spiritualnya.
Qin Shan merasa senang dengan hal ini. Asalkan ia bertemu dengan beberapa kultivator di ruang hampa yang antah-berantah ini, maka ia akan dapat menanyakan jalan untuk pergi ke Dunia Agung.
Namun, setelah beberapa saat Qin Shan menjadi sangat terkejut. Ternyata planet yang ia temukan sangat tidak asing dengannya. Beberapa benua saling terpisah dan lautan di sana lebih sedikit dibanding daratan. Itu adalah Dunia Kelima!
...