
Di atas langit yang berkabut, terlihat dua bayangan yang melesat dan menjadi cahaya. Salah satu bayangan tersebut terus menyerang dengan kekuatan penuh, sementara bayangan yang lain hanya bertahan sekuat tenaga. Jika bukan karena kecepatan dan kelincahannya maka pertarungan ini akan menjadi tidak adil sama sekali.
Qin Shan sudah menghabiskan waktu satu bulan lebih hanya untuk mengejar Hantu Penuh Dendam yang terkuat. Ia menjadi sangat muak dengan hal ini dan bahkan terus menyerang dengan kekuatan penuh. Bagaimana bisa seorang hantu belaka akan menjadi secepat ini hingga ia hampir tak bisa mengimbangi kecepatannya?
Merasa bahwa tidak ada gunanya untuk mengejar lebih jauh lagi, Qin Shan menyerah dan ia berbalik dengan cepat. Sementara itu, Hantu Penuh Dendam yang sudah jauh di depan merasa kebingungan dan ia berhenti untuk menatap Qin Shan dari kejauhan.
Ada banyak alasan untuk Qin Shan menghentikan perburuannya. Salah satunya adalah karena mengejar satu hantu yang tersisa sangat sulit dan mustahil dilakukan dalam waktu singkat. Namun, alasan utamanya adalah karena Hungry Spirit Killing Gods sama sekali tidak mengalami peningkatan saat melahap Jiwa Terlupakan. Merasa heran, Qin Shan memeriksa pagoda emas tersebut dan memikirkan beberapa teori.
“Sepertinya para hantu di tempat ini tidak cukup untuk memulihkan sedikit saja kekuatan Hungry Spirit Killing Gods.” ini adalah teori Qin Shan yang pertama. “Tapi bisa saja keberadaan para hantu ini sebenarnya hanyalah ilusi belaka. Sehingga jiwa yang dilahap Hungry Spirit Killing Gods pada dasarnya 'tidak ada' sama sekali. Tapi ini jelas tidak mungkin.” setelah memikirkan teori kedua Qin Shan langsung membuang teori tersebut jauh-jauh dari pikirannya. Tempat ini terlalu nyata, sangat tidak mungkin bahwa hantu-hantu di sini merupakan sebuah ilusi. Itu adalah teori yang tak berdasar.
Setelah terbang selama beberapa hari, Qin Shan kembali ke puncak gunung, tempat di mana dia pertama kali mulai ujian ketiga. Dibanding beberapa tahun lalu, tempat ini sudah menjadi sangat sepi dan sunyi. Tidak ada lagi suara-suara aneh dan menakutkan yang dikeluarkan para hantu, karena mereka semua sudah dibunuh oleh Qin Shan.
Menatap kendi berwarna hitam yang tampak agak pudar. Qin Shan mengerutkan kening saat ia merasakan sebuah energi misterius dan aneh mulai berkumpul di dalam sana. Ia mendekat dengan waspada lalu mulai mengamati lebih jauh.
Kendi yang tampak kuno itu memang terlihat biasa saja, tapi benda ini sebenarnya menyimpan banyak rahasia. Qin Shan saja tidak dapat menjelaskan mengapa kendi tersebut dapat mengumpulkan serta mengolah sebuah energi misterius di dalamnya.
Setelah beberapa minggu berlalu, Qin Shan tiba-tiba bergerak mundur dengan cepat untuk menjauhi kendi tersebut. Ia terlihat sangat waspada ketika sesosok hantu yang memancarkan aura kematian tanpa batas muncul dari dalam kendi.
Kendi itu terus menyemburkan energi misterius yang tak terbatas untuk mewujudkan sesosok hantu tingkat tinggi yang terlihat sangat kuat. Berbeda dengan hantu-hantu yang pernah tercipta sebelumnya, kali ini hantu yang baru saja keluar dari dalam kendi memiliki wujud yang lebih jelas dan nyata.
Sesosok Hantu tingkat tinggi tersebut terlihat seperti seorang pemuda berumur dua puluhan tahun akhir yang mengenakan jubah putih yang sangat longgar. Rambutnya yang sangat panjang hingga seperti akan menyentuh tanah, tertiup oleh angin dan tergerai ke belakang. Sorot matanya tajam dan sepertinya dipenuhi kebencian yang teramat sangat.
“Sial.” Qin Shan merasa sangat terancam. Ia dapat merasakan bahwa hantu yang berdiri di depannya saat ini memiliki kekuatan yang melebihi seorang Immortal Venerable tahap Great Circle. Di masa lalu, hantu ini pastilah merupakan orang yang sangat kuat dan tak tertandingi di dunianya.
Hantu berjubah putih itu mengangkat tangannya dengan gerakan lambat, lalu segera setelah itu sebuah kilatan cahaya melesat di atas langit. Qin Shan mendongak dengan ekspresi yang keheranan lalu hatinya menjadi dingin saat mengetahui sosok yang sedang menuju tempat ini adalah Hantu Penuh Dendam peringkat pertama yang susah payah ia kejar di masa lalu.
'Hantu ini bahkan tidak akan melambat sedikitpun saat aku mengejarnya beberapa bulan yang lalu, tapi sekarang ia dengan gagah berani datang ke tempat ini?' Qin Shan tak habis pikir.
*Bukk!* Dalam waktu singkat, Hantu penuh Dendam peringkat pertama itu telah tiba dan langsung berlutut di hadapan Hantu berjubah putih. Ia bahkan mengeluarkan suara yang keras saat membenturkan kepalanya ke atas tanah yang berbatu.
Melihat hal ini Qin Shan terperangah. Nampaknya posisi serta kekuatan Hantu berjubah putih itu jauh melampaui kekuatan Hantu Penuh Dendam peringkat pertama. Saat mengetahui hal ini, tentu saja Qin Shan menjadi lebih waspada dan hati-hati.
“Selama bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya, sungguh, tidak pernah ada sebelumnya orang yang bisa memaksaku untuk turun tangan sendiri demi mengatasi masalah ini. Sebenarnya seberat apa dosa yang kau perbuat selama hidup di dunia, wahai Manusia?” Hantu berjubah putih itu berbicara dengan penuh ketenangan. Mendengar hal ini, Qin Shan menjadi semakin terkejut dan tak bisa berkata apa-apa.
“Dasar keji... Dosa yang kau miliki sangat besar dan bahkan melebihi berat satu planet. Orang sepertimu tak pantas diberikan ampunan. Di sini, Jiwa Sejatimu akan dihancurkan.” Hantu berjubah putih itu berkata dengan wajah yang melankolis. Hantu itu lalu merentangkan kedua lengannya hingga ribuan rantai berwarna merah menyala yang sangat panas mulai muncul dari balik jubahnya. Tidak hanya itu, Hantu berjubah putih juga mulai menumbuhkan empat lengan tambahan di punggungnya. Keenam lengannya telah memegang masing-masing satu harta magis yang sangat kuat!
“Dasar Hantu kurang ajar! Beraninya kau memvonisku seperti itu?!” Qin Shan merasa agak kesal dan ia juga mulai menyerang Hantu berjubah putih dengan kekuatan penuh. Jiuhua Sword telah berubah menjadi pedang sepanjang ribuan meter dan menebas apa saja di dalam area jangkauannya hingga hancur tak bersisa.
*Krararakk! Prangg!!* Rantai-rantai yang sangat menakutkan itu hanya tinggal beberapa langkah lagi saja untuk mencapai Qin Shan, sayangnya semua rantai itu langsung hancur saat bersentuhan dengan Swordforce dari Jiuhua Sword.
Tidak sampai di situ, Qin Shan tidak tanggung-tanggung dalam menyerang musuhnya, ia bermanuver di udara dan melepaskan jurus World of Darkness ke arah Hantu berjubah putih.
Dari atas langit, sebuah siluet pedang kegelapan terbentuk. Wilayah seluas jutaan kilometer telah tenggelam ke dalam dunia kegelapan yang tak berujung. Lalu, di dalam kegelapan itu sebuah cahaya yang tipis dan melengkung melintas–
*Bomm!!!* Ledakan dahsyat pun terbentuk. Pegunungan yang menjulang tinggi di tengah pulau tersebut langsung meledak dan puing-puingnya beterbangan ke segala arah. Di saat yang bersamaan, hukum Langit dan Bumi di tempat tersebut mulai menjadi kacau dan inti formasi yang menyelubungi seluruh pulau mengeluarkan suara retakan.
Sementara itu Hantu berjubah putih sudah lama terpental sejauh beberapa ribu meter saat terkena serangan yang Qin Shan lepaskan dengan kekuatan penuh sebelumnya. Ia sangat terkejut dengan hal ini hingga ia lupa bahwa dirinya adalah seorang hantu yang sama sekali tidak bisa diserang dengan teknik apapun.
“Kau dapat melukaiku?” Hantu berjubah putih mendapati dirinya terluka cukup serius dan merasa tak percaya dengan apa yang terjadi. “Sebenarnya, darimana kau berasal dan monster macam apa dirimu?”
Dari kejauhan Qin Shan dapat menyaksikan Hantu berjubah putih yang mulai menjadi sangat waspada terhadap dirinya. Ia bahkan sedikit kaget saat melihat hantu tersebut sedang menarik semua harta magis yang dia kendalikan saat ini. Qin Shan berpikir bahwa hantu ini terlalu percaya diri dengan kekuatannya.
“Memangnya penting untuk mengetahui siapa diriku saat kau sebentar lagi akan mati?” ucap Qin Shan sambil tersenyum mengejek. Selama bertahun-tahun menghabiskan waktu di tempat ini, ini adalah kali pertama Qin Shan bertemu Hantu yang dapat berbicara. Karena itulah ia tidak akan melewatkan kesempatan seperti ini dan mencoba menggali informasi lebih dalam.
Mendengar hal ini Hantu berjubah putih menghembuskan napas panjang dan ia merasa kasihan pada Qin Shan. “Kau hanyalah seorang Great Circle di tahap Immortal Venerable. Kekuatan seperti anak ayam ini tidak akan bisa membunuhku.” balas Hantu berjubah putih.
“Aku sebenarnya ingin membunuhmu, tapi aku merasakan adanya sebuah takdir yang menghubungkan kita berdua.” Hantu berjubah putih itu berkata sambil memejamkan matanya. “Untuk kali ini aku akan melepaskanmu. Mungkin jika kita benar-benar memiliki takdir, maka aku akan terus menunggumu di Dunia Kebangkitan, tidak peduli seberapa lama kau akan mencapai tempat tersebut.”
Setelah mengakhiri kalimatnya, Hantu berjubah putih tiba-tiba menghilang tanpa jejak dan sosoknya telah lenyap di seluruh Three Relam. Di saat yang bersamaan, pulau ujian ketiga tiba-tiba bergetar ketika formasi array yang menyelubungi tempat tersebut telah hancur.
Qin Shan yang menyaksikan semua kejadian ini menjadi tak habis pikir dan ia hampir dibuat gila karenanya. Hantu berjubah putih yang misterius tiba-tiba menghilang, lalu beberapa saat setelahnya ujian ketiga yang seharusnya selesai dalam satu setengah tahun lagi tiba-tiba berakhir dengan begitu saja. Dapatkah seseorang menjelaskan semua ini padanya?
….