
Di sebuah daratan yang tandus, empat buah bendera array tiba-tiba bersinar terang dan memancarkan energi elemental tak terbatas. Ketika ini terjadi, suara retakan dapat terdengar dari dalam tanah.
Di tengah-tengah wilayah itu, Qin Shan duduk berkultivasi dan memulihkan tubuhnya akibat pertarungannya sebelumnya. Menyadari bahwa bendera array miliknya sudah mengeluarkan reaksi, ia cepat-cepat mengirimkan kehendak spiritualnya ke dalam tanah.
Kehendak spiritual dari meridian Spirit Storage Channel Qin Shan menabrak sebuah array penghalang yang berbentuk kubus. Selain itu, segel-segel yang telah mengunci tempat itu sudah mulai melemah dan retak.
“Setelah dua minggu akhirnya usahaku memperlihatkan hasilnya. Setidaknya, jika ini terus dilanjutkan maka aku hanya perlu waktu kurang dari sebulan lagi.” Qin Shan menganggukan kepalanya dan ia tampak berpikir keras. Tidak peduli tentang keberhasilannya dalam memecahkan segel array di bawah tanah itu, waktu yang dibutuhkan untuk dapat melepaskan semua segel itu tetap sangat lama.
Sebenarnya ini bukan tentang seberapa cepat Qin Shan menyelesaikan misi ini, namun ia lebih khawatir mengenai kondisi perang di luar sana. Jika ia menunda lebih banyak waktu lagi, maka kekuatan Three Realm saat ini tidak akan cukup.
“Beberapa waktu yang lalu, aku telah mengirimkan kabar kepada Guru bahwa kemungkinan akan ada invasi lain yang akan datang. Aliansi Dunia Iblis bukan satu-satunya kekuatan yang perlu diwaspadai, tapi ada juga Aliansi Seratus Bintang. Dengan Du Shentian dan Fiend Emperor berdiri di belakang mereka, Three Realm tidak akan dapat bertahan. Aku harus cepat kembali ke medan pertempuran.” gumam Qin Shan saat ia terus mengalirkan energi elemental immortalnya kepada empat bendera array yang tersebar di beberapa tempat.
Walaupun wawasan Qin Shan dalam Dao Array saat ini begitu luar biasa, namun ia mengakui bahwa wawasannya saat ini masih tidak dapat dibandingkan dengan orang yang membuat segel array ini.
Mulai dari sini Qin Shan merasa yakin bahwa memang terdapat hal yang penting di dalam sini. Melihat betapa kerasnya pasukan Aliansi Seratus Bintang melindungi tempat ini, membuat Qin Shan semakin yakin.
Hari demi hari terus berlalu, dan tanpa Qin Shan sadari ia telah duduk di tempat yang sama selama dua puluh hari lamanya.
Di detik-detik terakhir, Qin Shan dapat merasakan suatu energi yang melonjak dari dalam tanah. Karena sedikit terkejut, ia reflek langsung menghindar dan mundur sejauh puluhan ribu meter. Tepat di detik berikutnya, daratan bergetar hebat dan empat bendera array hangus menjadi debu. Di dalam tanah cahaya berkelebat lalu naik ke permukaan, ledakan besar kemudian terbentuk.
*Duaarr!* Ledakan ini menghasilkan sebuah ngarai yang dalam dan gelap. Di dalam ngarai itu terdapat sebuah ruangan berbentuk kubus yang tertutup rapat. Namun, dalam beberapa saat setelahnya ruangan itu terurai menjadi partikel cahaya dan naik ke langit.
Di dalam kubus itu, berdiri seorang pria berjubah emas dengan untaian rantai yang mengekang seluruh tubuhnya. Matanya sejernih kristal dengan cahaya jingga yang elegan, ketika ia meraung rantai-rantai yang mengikatnya langsung hancur tak bersisa.
...
Di sebuah dunia kecil yang tidak terlalu luas dan didominasi oleh lautan. Terdapat sebuah kota kultivasi yang didiami oleh beberapa ratus ribu manusia, sebagian penduduk yang mendiami kota ini sebenarnya adalah para pengungsi dari Dunia Agung.
Akibat invasi kultivator asing bertahun-tahun yang lalu di Dunia Agung, para penduduknya mau tak mau harus melarikan diri dan mengungsi ke planet tetangga yang dapat dihuni.
Beberapa ratus meter dari posisinya terdapat seorang wanita bergaun hitam yang tampak cantik dan anggun. Namun, sorot matanya dipenuhi dengan keganasan. Mereka adalah salah satu pengungsi yang datang dari Dunia Agung.
Pria berjubah merah gelap itu tiba-tiba membuka matanya dan ia melolong dengan sangat keras. Beriringan dengan itu, ia melambaikan tangannya dan sebuah peti mati yang terbuat dari batu muncul di udara. Ketika peti mati ini muncul, aura membunuh tak terbatas juga segera merembes dari sana.
Saat peti itu terbuka, terlihat sesosok pria sepuh berjubah putih yang tak bernyawa di dalam sana. Pakaiannya lusuh dan rambutnya sudah hampir habis karena rontok, tidak hanya itu tubuhnya juga sudah seperti tulang-belulang, nampaknya kematian pria sepuh ini sudah sangat lama.
Panah-panah yang terbentuk dari aura membunuh mulai berputar di udara dan melesat ke arah pria berjubah merah gelap. Sayangnya panah-panah itu tidak lebih dari sekadar mainan baginya.
“Lebih dari 200 tahun, aku akhirnya dapat membangkitkanmu! Kaisar Segala Manusia, apakah kau tidak menginginkan hidupmu lagi? Walaupun kau tidak ingin kembali ke dunia, namun kau harus kembali. Jika tidak, maka kampung halamanmu akan tenggelam ke dalam kekacauan!” pria berjubah merah gelap itu mengirimkan energi kehidupannya kepada jasad Kaisar Segala Manusia dengan menggila.
Suara dentuman terdengar sebanyak tiga kali sebelum tubuh Kaisar Segala Manusia mulai menjadi normal dan kembali hangat, seolah-olah dia telah hidup kembali.
“Shu Yu Ran, berdasarkan kesepakatan kita beberapa abad yang lalu, inilah saatnya untuk kau menyerahkan nyawamu. Ingat, kau tidak boleh mengecewakan Patriark klan-mu, dan untuk pemuda waktu itu kau pasti mengingatnya. Sayang sekali aku sudah tidak mengingat namanya.” pria berjubah merah gelap itu berkata kepada seorang wanita yang berdiri di kejauhan. Ya, pria ini adalah Ying Dousha, yang dulu menjadi pemimpin Bandit Api Surgawi.
Tatapan Shu Yu Ran tetap sejernih kristal saat ia menatap Ying Dousha dari kejauhan. Dilihat dari raut wajahnya, nampaknya ia tidak takut dengan apa yang akan terjadi beberapa saat lagi.
“Takdirku adalah milik Kaisar Segala Manusia, aku tentu saja akan mengembalikan kekuatan ini padanya. Aku hanyalah seorang Sky Immortal rendahan, dan Kaisar Segala Manusia adalah seorang tokoh terkemuka di Three Realm. Sudah menjadi kehormatan bagiku untuk mati dalam membangkitkan beliau.” ucap Shu Yu Ran dan ia mulai melangkah perlahan.
“Selama bertahun-tahun, aku hanya bisa terus menyalahkan diriku atas apa yang terjadi pada klan Shu di masa lalu. Namun, setelah aku mendapatkan jati diriku sebagai Immortal, barulah aku menyadari bahwa penyesalanku tidak ada gunanya. Hari-hariku hidup di dunia terasa sangat berat dan menyedihkan. Setiap hariku seperti di neraka dan aku terus mengalami penyiksaan dan penindasan.
Walaupun begitu, aku tetap merasa hidup karena beberapa momen sederhana yang terjadi dalam hidupku. Andaikan aku dapat bertemu dengannya sekali lagi, maka mungkin aku masih memiliki sedikit kesempatan.” ucap Shu Yu Ran dan senyum tipis dapat terlihat di wajahnya.
Di samping itu pondasi Dao di dalam tubuh Shu Yu Ran mulai bergetar dan tersedot keluar. Tubuhnya menjadi semakin lemah seiring berjalannya waktu. Hanya menunggu waktu saja hingga akhirnya pondasi daonya telah benar-benar terserap habis.
“Kau ingin tahu nama pemuda yang waktu itu, kan? Walaupun dia hanya bertemu sebanyak beberapa kali denganku, tapi dia sudah membuat perubahan besar dalam hidupku. Namanya adalah Qin Shan.” di saat-saat terakhirnya Shu Yu Ran tersenyum sebelum dirinya berubah menjadi partikel cahaya dan lenyap ke dalam tubuh Kaisar Segala Manusia.
...