
Di ruang hampa yang gelap gulita, tempat yang sangat jauh dari Three Realm. Seorang pria sepuh berjubah hitam terlihat sedang berkultivasi di atas sebuah asteroid berukuran kecil. Di bawah asteroid itu, terdapat puluhan bahkan ratusan pembuluh spiritual kelas tinggi yang berharga.
Sesaat kemudian, mata pria sepuh itu terbuka dan tatapan ketidak percayaan terpancar dari sana. “Perubahan besar sedang terjadi di tempat itu... Aku harus menyelesaikan penyembuhanku dengan sempurna untuk dapat membalas budi.”
...
Sementara itu, pertempuran yang kacau balau telah terjadi di sebuah ruang hampa di Three Realm. Pertempuran ini sudah berlangsung selama beberapa minggu tanpa henti, namun hingga saat ini tidak ada tanda-tanda bahwa salah satu kubu telah melemah. Saat ini, kedua kubu seolah-olah ingin meneruskan hal ini sampai pada waktu yang tidak ditentukan.
Di sebuah Kastil Immortal kubu Three Realm, Greenlotus, Fairylord, Xi Shui, dan beberapa tokoh terkuat yang lain sedang berdiskusi untuk membahas mengenai pertempuran kali ini.
“Bala bantuan dari Heavenly God Waterflame belum tiba, sebelum mereka datang lebih baik kita tetap bertahan dan mengikuti alur perang.”
“Tidak, dilihat dari manapun sepertinya Heavenly God Waterflame tidak akan membantu dalam situasi ini. Aku bahkan sedikit khawatir jika dia telah mengkhianati kita.”
Para Heavenly God terus mendiskusikan mengenai Heavenly God Waterflame dan memikirkan kemungkinan terburuknya. Apa yang mereka sebelumnya katakan memang masuk akal, namun Greenlotus tidak setuju dengan itu.
“Cukup, apa yang kalian tahu tentangnya? Waterflame bukanlah seseorang yang akan mengkhianati kampung halamannya sendiri. Meskipun aku dan dia adalah musuh abadi, namun pemikirannya dapat diprediksi olehku.” ucap Greenlotus dan ia terdengar sedikit tidak senang.
Mendengar nada bicara Greenlotus, tidak ada seorang pun yang berani membuka mulut dan melanjutkan pembicaraan.
Setelah hening selama beberapa jam, barulah Fairylord dapat memberanikan dirinya untuk berdiskusi kembali.
“Teman Dao Greenlotus, kekuatan Aliansi Dunia Iblis saat ini sudah melebihi prediksi dari kita. Aku takut jika ini terus berlanjut maka akan ada hal buruk yang terjadi. Dalam kemungkinan terburuk, keputusan apa yang akan kau ambil?” tanya Fairylord dengan wajah yang serius.
“Di dalam kemungkinan terburuk, maka kita mau tak mau harus melangkahkan kaki keluar dari Three Realm dan melarikan diri. Namun, itu tidak akan pernah terjadi karena kita masih memiliki Qin Shan. Jangan hanya melihatnya dari luar saja, tapi lihatlah dari dalam. Sebenarnya Qin Shan memiliki keberuntungan bawaan yang sangat tinggi. Untuk saat ini kita hanya bisa berdoa agar dia dapat menemukan secercah informasi mengenai menghilangnya God Emperor.” balas Greenlotus dan ia menjelaskannya dengan panjang lebar.
“Lalu bagaimana jika ia gagal dan kembali dengan tangan kosong? Bukankah itu akan jadi mimpi buruk bagi kita.” ucap seorang Heavenly God tertinggi yang lain.
“Maka aku hanya perlu mencabut larangan yang yang ada padanya lalu kita harus bertempur hingga titik darah penghabisan.” jawab Greenlotus dengan yakin. “Diskusi hari ini selesai, sebelum kita mendapat kabar dari God Emperor maka tidak ada yang bertindak gegabah!”
Greenlotus membubarkan semua Heavenly God tertinggi itu dan ia menjadi sangat frustrasi di dalam ruangannya. Ini sudah lebih dari dua dekade sejak ia mengirim Qin Shan ke Heaven Realm, namun sampai sekarang tidak ada kabar yang datang kepadanya. Mulai dari sini Greenlotus Sebenarnya menjadi sangat khawatir kepada Qin Shan.
...
Beberapa hari kemudian, pertempuran terus berlanjut tanpa ada sedikit pun waktu istirahat. Hal ini membuat para pasukan menjadi sangat lesu dan lelah. Meskipun mereka adalah seorang Earth dan Sky Immortal, namun mereka masih bisa merasakan kelelahan.
Mereka memang bisa memulihkan energi yang habis akibat pertarungan menggunakan Pil Immortal, namun mereka tidak dapat memulihkan stamina mereka dengan cepat. Inilah yang menjadi kendala saat ini.
Di samping itu, Ou Xie terlihat sedang berhadapan dengan seorang Heavenly God tertinggi dari kubu musuh.
Pedang besar miliknya yang memancarkan aura darah tak terbatas langsung turun ke daratan dengan kekuatan dahsyat lalu menghempaskan Heavenly God kubu musuh. Meski serangan barusan sangat kuat, nyatanya itu juga membuat Ou Xie memutahkan seteguk darah segar.
“Hanya orang sekuat ini, apa kau benar-benar berpikir untuk bisa membunuhku. Jangan bercanda bahkan Miracle saja tidak akan bisa melakukannya walaupun hanya untuk membuatku sedikit terluka.” ucap Ou Xie dengan nada yang mengejek.
“Hehe, hanya ini? Kau mungkin belum tahu tentang rahasia Aliansi Dunia Iblis kami. Kami memiliki sebuah teknik yang sangat mematikan dan berbahaya, jika itu digunakan bahkan beberapa Heavenly God akan mati tanpa menyisakan jasad mereka.” balas Heavenly God dari Aliansi Dunia Iblis dengan senyum yang lebar.
Segera setelah itu sebuah segel raksasa mulai muncul di atas langit. Beriringan dengan itu, empat cahaya keemasan yang tersebar ke segala arah mulai bersatu tepat di arah segel raksasa yang g dibentuk oleh Heavenly God Aliansi Dunia Iblis.
Ketika ini terjadi, waktu tiba-tiba menjadi semakin lambat. Ruang terdistorsi dan segala jenis hukum langsung melemah. Wajah Ou Xie berubah menjadi sangat serius saat semua ini terjadi.
Saat Heavenly God dari Aliansi Dunia Iblis itu melambaikan tangannya, Ou Xie langsung tenggelam ke dalam domain luar biasa dari teknik mematikan itu.
*krak krak krak!!* Tubuh Ou Xie terpelintir dan mengeluarkan suara gemertak tulang yang mengerikan. Hal ini tidak pernah disangka oleh Ou Xie sebelumnya sehingga ia hanya bisa terus bertahan dan berjuang.
“Anak buahku tidak akan bisa disakiti dengan begitu mudah... Ou Xie, bangkitlah dan bantai semuanya serahkan yang satu ini padaku.” tiba-tiba muncul seorang pria berjubah emas yang tampak sangat elegan. Saat ia tiba, kekuatan yang mengekang Ou Xie langsung hancur tak bersisa.
Dari kejauhan, Qin Shan juga sedang mengamati situasi pertempuran dengan sangat cermat. Setelah satu jam, barulah ia mengerti tentang apa yang terjadi.
“Kekeke, sepertinya aku datang tepat waktu. Puncak Endwar sudah hampir tiba...”
...