Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 493 - Tidak Ada Jalan Lain Selain Bertarung



Saat Qin Shan dan San Jinsheng masih berusaha melarikan diri dari array jebakan maut tersebut. Ratusan pria berjubah merah yang dipimpin oleh Xu Yinren segera bergerak dan membentuk sebuah formasi perang.


Energi Langit dan Bumi yang tak terbendung seketika datang dan menyembur ke arah pasukan Xu Yinren. Segera setelah itu, kilauan cahaya prismatik yang tak terhitung jumlahnya mulai nampak, sesosok makhluk yang mirip dengan manusia setinggi lima ribu meter mulai tercipta.


“Lawan kita saat ini adalah dua orang Heavenly God tertinggi. Jika kita tidak menggunakan formasi Golden Eye ini, maka kita pasti akan binasa dengan mudah. Luo Jingan, cepat kirimkan pesan darurat kepada Yuan Dongyi, dan minta agar ia membantu kita.” ucap Xu Yinren dengan nada yang dingin.


“Baik.” balas seorang pria berjubah merah yang paling dekat dengan Xu Yinren.


Di samping itu, Qin Shan dan San Jinsheng masih kesulitan untuk meloloskan diri dari array jebakan maut yang menghancurkan daratan tersebut. Walaupun kekuatan Qin Shan dapat menghancurkan sebuah array kelas puncak, namun dalam situasi ini, ia sama sekali tidak diuntungkan. Ia sama sekali tidak diberi waktu untuk menyerang.


“Sialan, sampai kapan array ini akan berakhir? Dengan kekuatan penghancur semengerikan ini, seharusnya array ini sudah lama kehabisan energi. Qin Shan, cepat pikirkan cara untuk keluar dari sini!” ucap San Jinsheng dengan panik. Selain Qin Shan yang memiliki wawasan Dao Array kelas puncak, ia tidak akan berguna pada situasi seperti ini. Karena itulah yang bisa ia lakukan sekarang adalah bergantung kepada Qin Shan.


“Kalau kau ingin untuk selamat, cepat bantu aku, sialan. Kau pikir hanya dengan berdiam diri dapat keluar dari situasi ini? Keluarkan harta magis pertahanan apa saja yang dapat memblokir sinar pembunuh itu selagi aku memecahkan rute sirkulasi energi pada array ini.” balas Qin Shan sambil mencibir.


Sejak pertama kali array jebakan maut ini muncul, energi pelindung dari energi kekacauan Qin Shan telah hancur ratusan kali. Selama itu pula ia sudah menghabiskan terlalu banyak energi. Jika ini terus berlanjut, maka ia mungkin akan terluka parah.


Saat Qin Shan menyelesaikan kalimatnya, San Jinsheng tanpa ragu langsung mengeluarkan sepotong pelat besi berwarna kehijauan. Pelat besi itu hanya berukuran kurang dari satu meter, namun benda ini memancarkan spiritualitas dao yang luar biasa.


Kemudian San Jinsheng langsung melemparkan pelat besi tersebut ke depan untuk memblokir jutaan sinar pembunuh yang menyerang ke arah mereka. Meskipun pelat ini memiliki ukuran yang tergolong kecil, namun benda ini mampu memblokir semua sinar pembunuh yang ditembakan dari ngarai tersebut.


Ketika Qin Shan menyaksikan hal ini, ia tanpa ragu langsung duduk dalam posisi lotus dan mulai mensirkulasikan 103 meridiannya dengan menggila. Saat ini terjadi, energi spiritual tanpa batas berfluktuasi di sekitar tubuh Qin Shan dan membentuk kabut yang tipis. Di saat yang bersamaan, melalui kehendak spiritual Qin Shan, ia perlahan-lahan dapat mendeteksi inti array jebakan kaut tersebut.


“Luar biasa, array ini tidak hanya memiliki kekuatan penghancur yang dahsyat. Namun juga memiliki tingkat perlindungan inti array yang begitu tinggi. Aku takut, bahkan dengan jurus Blazing Sun, aku masih tidak bisa menembusnya.” Qin Shan berkata dengan tak berdaya saat kehendak spiritualnya terfokus pada inti array yang diselimuti segel-segel yang begitu rumit.


Karena jurus Blazing Sun mungkin tidak akan dapat menembus inti array tersebut, Qin Shan tidak ingin mengambil resiko dan ia memilih untuk mengeksekusi jurus Samadhi Fire Stairs.


Setelah berkultivasi selama hampir satu dekade, Qin Shan berhasil menguasai anak tangga pertama dan anak tangga kedua dari jurus Samadhi Fire Stairs. Saat ini ia memang tidak tahu seberapa kuat anak tangga kedua, namun anak tangga pertama saja sudah sangat mengerikan, tentu saja anak tangga kedua jauh lebih mengerikan, bukan?


“Untuk menghancurkan array seperti ini, anak tangga pertama sudah lebih dari cukup.” ucap Qin Shan dengan tenang. Setelah itu, ia mulai mengacungkan jarinya ke depan dan menyerap energi dari anak tangga pertama. Sesaat setelahnya, energi dari anak tangga pertama itu terkumpul dengan sempurna, lalu Qin Shan langsung menembakannya ke depan.


*Peng!* Sebuah sinar yang sepertinya dapat membelah ruang itu akhirnya dilepaskan. Hukum Langit dan Bumi seolah mulai menjadi luntur, segala hukum dao di tempat itu langsung menjadi kacau.


*Bomm!* Ketika sinar dari Samadhi Fire Stairs itu menabrak inti array tersebut, ledakan yang mengerikan pun terbentuk. Seolan daratan akan terbelah menjadi dua, ngarai yang sebelumnya memiliki ukuran yang panjang, kini semakin memanjang. Energi spiritualitas dari Dao Api menyembur tak terkendali di tempat itu.


Array jebakan maut itu akhirnya telah sirna. Ketika ini terjadi, Qin Shan dan San Jinsheng akhirnya dapat menarik napas lega. Array jebakan maut yang dibuat oleh Uncruel memang mengerikan, untung saja mereka dapat mengatasinya dengan cepat. Jika tidak, mereka akan meninggalkan nyawa mereka di sini selamanya.


Ini belum satu tarikan napas setelah Qin Shan menghancurkan array jebakan maut tersebut, sesosok manusia setinggi lima ribu meter berbadan cokelat keemasan yang memiliki satu mata segera melesat ke arahnya dan melayangkan pedangnya dengan menggila. Saat hal ini terjadi, Qin Shan dan San Jinsheng berteriak karena kaget.


“Formasi perang? Kalian ternyata masih memiliki muka untuk menggunakan formasi ini hanya untuk melawan kami berdua? Haha, kurasa kalian bahkan lebih buruk daripada pengecut.” ucap San Jinsheng dengan geram. Niat membunuh yang instens sudah lama melonjak dari tubuhnya.


“Memangnya kenapa? Melawan penyusup seperti kalian, cara seperti apapun pasti akan diperbolehkan. Lagipula kalian adalah seorang Heavenly God tertinggi yang sudah pasti akan dapat membantai kami dengan mudah. Jadi seharusnya tidak apa-apa jika kami menggunakan formasi perang, kan?” balas Xu Yinren yang ada di dalam formasi tersebut dengan nada yang dingin.


“Kau…” ketika mendengar hal ini, San Jinsheng semakin terbakar oleh amarah. Ia tahu betul seberapa lama waktu telah berlalu, namun ia tidak tahu bahwa zaman sudah sangat berbeda dibanding dulu. Sekarang, terdapat lebih banyak orang licik dan tak tahu malu seperti ini.


“Sudahlah, berbicara dengannya tidak akan memberikan hasil apa-apa. Lebih baik kita selesaikan ini dengan pertarungan dan menangkan secepatnya. Kita harus pergi ke Xinxian Palace secepat mungkin sebelum pasukan bantuan mereka datang dan mengepung kita.” ucap Qin Shan dengan serius dan ia mulai memunculkan Jiihua Sword.


Saat mendengar apa yang Qin Shan katakan, San Jinsheng tidak menjawabnya dan hanya mengangguk pelan sambil mendengus. Segera setelah itu ia mulai memunculkan dua buah belati berwarna hitam pekat dan bersiap untuk bertarung.


...