
aku berbaring di atas kasur busa yang tak empuk lagi di kamar asramaku. memandangi langit-langit atap kamar yang tampak kotor. bisa merebahkan diri seperti ini saja sudah hal yang istimewa sebagai taruna tingkat pertama sepertiku. sejak SD, aku memang bercita-cita sebagai pelaut. berseragam nakhoda kapal mahal, rasanya sangat keren. demi mewujudkannya aku tidak masuk sekolah menengah biasa, aku masuk sekolah pelayaran agar semuanya lebih terarah.
kuambil dompet di atas meja kecil samping kasurku, mengambil sebuah foto berukuran 3x4 dari dalamnya. sesosok wajah manis tergambar di sana.
ya, gadis yang membuat aku gelisah setiap ada waktu untuk melamun. seorang gadis yang mampu membuatku melakukan hal konyol ketika ruang kelas kosong dan di saat terakhir ujian, diam-diam aku mengambil fotonya. entah setan atau malaikat apa yang mempengaruhiku hingga merasa senang setelah berhasil mendapatkan gambar wajahnya, meskipun warna fotonya hanya hitam dan putih.
tiba-tiba seseorang mengambil foto itu, aku terbangun dari kasur, dan melihat Yudha yang sedang memperhatikan gambar dalam foto itu.
"siapa? pacar?" tanyanya penasaran.
aku tak menjawab, merebut kembali foto itu dari tangan yudha .
"selama ini lo ngga pernah cerita punya pacar, Zal? "
"siapa dia? " tanya yudha lagi semakin penasaran.
"Qayyana Aqila, itu namanya. cewek yang kalau lo tanya bagaimana wajahnya antara 1 sampai 100, dia hanya di angka 75. alias standar. tapi, cewek ini unik. sampai buat gue ngga bisa melupakan dia!" ucapku menjelaskan kepada yudha.
"sekarang dia sudah jadi mantan? " yudha bertanya lagi seperti makin penasaran.
"mantan? belum bilang putus kok! pacar? sudah tiga bulan lebih kami lost contact!"
"Terus, kenapa lo pandang terus tuh foto? kangen? "
"kenapa ya, dha gue ngga bisa melupakan dia? kami tidak saling komunikasi karena ngga tahu nomor masing-masing. gue pikir setelah masuk asrama, perlahan gue akan lupa. tapi tiga bulan berlalu gue malah semakin kangen. "
"dia itu manis kalau tertawa. gue sering lihat ketika dia bersama angga. otaknya pintar, selalu juara umum di angkatan."
"tahu ngga dha, dia pernah menari India di acara pensi sekolah. ha...ha.. ha anak muda tapi suka bollywood, kayak emak-emak komplek! ekspresi wajahnya masih gue ingat banget! "
"itu namanya lo cinta!" ucap yudha memotong ceritaku. "begitu aja lo bingung! gentle, temui dia! "
aku melihat wajah serius yudha, meminta penegasan lagi di wajahnya.
teringat kembali kejadian di tangga di hari terakhir kami bertemu. dia memeluk dan mencium pipi, hal itu yang paling membuat aku sulit melupakannya. seperti disihir.
akhirnya aku membuat kesepakatan dengan hati. jika besok liburan semester satu, aku masih belum bisa melupakannya. maka aku akan menemuinya.
"lagi gue aneh, hari gini ada orang pacaran ngga tahu nomor pacarnya sendiri. eh, Zal! tapi lo tahukan rumahnya di mana? "
aku refleks menggeleng. yudha hanya melongo melihat reaksiku.
"aneh lo berdua! " ejeknya.
aneh? cinta itu memang aneh. ah, apa Qay masih anggap aku pacarnya? atau jangan-jangan dia sudah punya pacar baru.!
tiba-tiba Afzal teringat pada ranum. teman dekat Qay yang juga berteman dengannya di facebook. mungkin sebaiknya aku harus mencari tahu tentang Qay dari ranum. ucapku dalam hati sambil tersenyum bahagia.