Blind is Love

Blind is Love
Nikah atau Putus?



Tring....


Tring...


Tring...


Begitu ada sinyal, semua pesan pun masuk. sudah dua bulan berlayar dari satu pulau ke pulau yang lain, fisik kami ditempa dengan keras agar dapat menjadi taruna sejati. rasa lelah jangan ditanya, rindu rumah, keluarga, kekasih sungguh tak terbendung.


"KITA MENIKAH ATAU PUTUS?"


sebuah pesan dari seseorang yang kunantikan bukan saja membuatku senang tetapi juga kaget. ada apalagi ini? tiba-tiba kok minta nikah.


aku garuk-garuk kepala. tingkah perempuan yang aku cintai ini seperti kotak sulap, magic, tidak terduga.


"Tunggu aku pulang ya, Qay. sabar ya sayang! " ku akhiri pesan dengan emoticon kiss, membayangkan wajah cemberutnya, berhasil membuat aku senyum-senyum sendiri.


apa papa akan mengizinkan aku menikah ya? haduh, jadi ngga fokus!


aku melirik ke arah yudha di seberangku. ia sedang asyik video call tanpa peduli sekitar. kami jarang bisa berkomunikasi karena terkendala sinyal, persinggahan sementara ini tentu dimanfaatkan sebaik-baiknya. aku berjalan mendekati yudha. ternyata, ia bukan sibuk vc tapi sedang mendownload film, tersirat judul yang tertera 21+, aku hanya menggelengkan kepala, bingung dengan sahabat dekatnya ini.


"kenapa zal? " tanya yudha setelah menyadari kedatanganku.


"menurut lo nikah muda bagaimana, dha? "


"mana aja, dha! "


" secara agama, berarti kita telah menyempurnakan keimanan kita., karena nikah adalah ibadah dan lo punya tempat untuk buang sperma secara legal. secara sosial, lo punya teman 24 jam yang siap berbuat apa aja sama lo tanpa harus takut digrebek warga, dan dari segi diri pribadi, berarti lo harus siap setia dan tanggung jawab hanya sama satu cewek seumur hidup lo! dan kalau lo tanya gue? mungkin gue akan menikah di usia 40. setelah gue puas dan yakin bisa seumur hidup begituan sama satu perempuan aja! "


"otak lo begituan mulu! "


"kita ini laki zal, butuh penyaluran, hahaha! "


sebenarnya kata-kata yudha ada benarnya juga. aku dan Qay bisa terus sama-sama. hanya saja, papa bagaimana ya? mau ngga ya pinjamkan uang untuk pernikahan?


"jangan bilang, lo ada niat kawin muda ya, zal?


"kalau banyak enaknya, why not, man! "


"Ktp aja baru dapat kemarin , udah mau nikah aja lo, zal! "


padahal, qay hanya bertanya, tapi pertanyaannya yang hanya satu baris itu, berhasil membuatku langsung susah fokus.


semoga sebulan berjalan lebih cepat. Qay, semoga orang tua kita juga setuju, ngga tahu gimana aku kalau ngga ada kamu!