Blind is Love

Blind is Love
Sahabat Tapi Cinta



Semua mata memandang kami dengan tatapan penuh penasaran. Tak sedikit juga yang menganga keheranan. Kalau di film-film kartun di atas kepala mereka pasti tergambar tanda tanya dan tanda seru. Aku semakin salah tingkah, sedangkan si mulut beo ini, malah senyum-senyum sok ganteng. Ups, dosa mengumpat suami sendiri! Keluhku dalam hati.


Melihat suasana masih hening, aku setengah berjinjit dan mendekati afzal, kemudian berbisik.


“sekarang bagaimana? Suasana jadi kacau!”


Afzal sekilas menoleh ke arahku dan bibirnya menyunggingkan senyum. Tanpa berkata apapun ia menarik tanganku untuk berjalan membuntutinya. Langkahnya mantap ke arah panggung, membuatku semakin heran.


“cek...cek...satu...dua...tiga!” ucap afzal sambil memegang pengeras suara dan masih memegang erat tanganku.


“testing...testing...di tes bunting!”


Ucapannya kali ini semakin membuat mata yang hadir menatap kami dengan semakin tajam. Aku hanya menunduk, dalam kondisi ini pun suamiku masih bisa bercanda.


“oke, serius nih teman-teman! Pertama gue mau bilang ‘maaf’ perihal adu jotos gue, yah maklumlah begini cara teman lama melepas kangen karena sudah lama ngga ketemu. Iya kan, angga?”


Angga tetap diam tak merespon, raut wajahnya masih memerah karena menahan marah.


“yang kedua, gue juga minta maaf karena ngga mengundang kalian di acara akad, tapi nanti saat resepsi pasti kalia gue undang. Meskipun kita ngga tahu akan mengadakan resepsi atau ngga!”


Hanya afzal yang tertawa garing, semuanya masih dengan ekspresi serius dan penasarannya.


“Dan yang terakhir, ini poin pentingnya. Perempuan berhijab di samping gue ini adalah cewek yang dulu zaman SMP berani minta gue jadi pacarnya!”


Kini giliran aku yang melotot ke arah Afzal dan dia pura-pura tak melihat. Afzal rese!! Aku hanya bisa mencaci dalam hati.


“tapi itu terjadi saat kita hampir lulus. Hilang kontak hampir enam bulan, terus intens lagi komunikasi, dan saat gue sudah benar-benar jatuh cinta. Dia ngajak putus! Jelas gue ngga mau. Buat gue dia cocok jadi ibu anak-anak gue!”


Huuuu.....


Teman-teman mulai mengeluarkan suara lagi.


“jadi cewek ini memberi syarat, kalau ngga mau putus, harus nikahin dia, karena dia ngga mau tambah dosa. Coba bro, masa yang kayak gini disia-siain! Begitu bokap say yes, langsung dah nikah!”


“jadi jangan ada pikiran kami tuh MBA (Married by Accident) alias udah tekdung alias hamil duluan ya! Gimana mau hamil duluan, jebol gawang aja baru satu kali setelah nikah sekian lama!”


Penjelas terakhir afzal membuatku semakin memerah dan tertunduk malu. Sementara teman-teman tertawa.


“oiya, jangan lupa nanti ke restoran bebek keseleo, lumayan setiap orang dapat voucher seratus ribu! Sekali lagi maaf ya bro!”


Setelah itu afzal kembali menarikku untuk tetap berjalan mengikutinya. Ia berjalan krluar aula dan melewati angga yang masih menatapnya kesal. Aku tidak berkutik, tetap berjalan bersamanya, dan hanya dapat memberi isyarat permintaan maaf ke angga. Sepanjang perjalanan keluar afzal tak menoleh hanya menatap ke depan sambil memegang erat pergelangan tanganku yang mulai terasa sakit karena genggamannya.


Sebuah mobil sedan BMW hitam terparkir di sana. Dengan remotenya, kunci pintu mobil pun terbuka. Ada apa dengan afzal hari ini, mengapa semua fasilitas papanya akhirnya ia gunakan? Sikap marahnya lumayan menyeramkan. Afzal membuka pintu dan mempersilahkan aku naik, tetapi matanya tetap tak melihat ke arahku.


Qay!!


Panggilan angga, membuatku dan afzal kompak menoleh ke arahnya yang berlari kecil menuju kami. Afzal berjalan menuju sisi pengemudi dan membiarkanku mematung.


“jangan pergi, kita harus bicara!”


Aku memandang, afzal yang telah duduk di arah kemudi. Wajahnya ke depan seperti tak ingin menatap wajahku.


“tunggu 10 menit!” pintaku.


“5 menit!”


Jawabannya tidak kubantah, sebab akan semakin memperkeruh suasana. Aku menutup pintu mobil dan bergeser sedikit dari mobil. Tanpa disuruh angga pun ikut bergeser.


“semua Cuma prank? Atau serius?” tanya angga tanpa basa basi.


Aku mengangguk sambil menatap matanya, agar angga yakin bahwa ini bukan sebuah guyonan.


“tapi kenapa kamu ngga kasih kabar? Kenapa harus nikah sama dia? Kenapa....”


“karena dia siap bertanggunjawab untuk hidupku, dan jangan tanya apapun lagi, ngga! Semua sudah lewat dan ngga ada masalahkan? Kita masih sahabat!” ucapku memotong pertanyaan angga.


“Sahabat? Apakah selama ini kamu ngga ada perasaan lain, Qay?”


“sahabat dan cinta itu berbeda, ngga! Kadarnya lebih kuat sahabat. Kita sudah memulai itu dari awal, dan buatku sahabat ngga akan pernah berubah jadi cinta!”


Angga membisu, dia hanya menatapku dengan penuh harap tapi pasrah.


“ aku ngga tahu arah pembicaraan ini kemana, tapi yang jelas kalau ini sebuah pernyataan, aku anggap pembicaraan ini ngga pernah terjadi. Kita selamanya sahabatan!”


“tapi Qay!”


Tin......


Klakson mobil Afzal berbunyi. Mematahkan kata-kata yang tercekat di ujung lidah angga.


“maaf, aku harus pergi!” ucapku berpamitan.


“boleh aku peluk kamu,Qay? Seperti dulu!”


“ngga, aku sudah berhijab, kita bukan muhrim, dan aku istri orang! Pahamkan?”


Tak kulihat lagi ekspresi apa yang muncul di wajah angga. Sahabat kecil yang sangat kusayangi. Langkah kupercepat setelah afzal membunyikan klakson lagi. Persahabatan ini tidak boleh ternoda. Anggap semua tak terjadi. Bersikap tegas pada angga adalah cara yang tepat, agar dia tahu bahwa persahabatan kami jauh lebih berharga dari apapun.


Mobil mulai meninggalkan halaman sekolah. Dari kaca spion aku masih melihat angga masih berdiri di sana. Dengan wajah yang tertunduk. Kejadian hari ini seperti petasan, meledak-ledak dan mengejutkan. Aku berusaha bersikap tenang. Punggung dan kepala ku sandarkan pada jok yang nyaman ini. Mataku terpejam, menarik napas panjang, berusaha menetralkan diri. Inilah hidup sebenarnya, kehidupan nyata akan segera dimulai!!!


Menurut kalian persahabatan itu penting ngga sih? Terus cewek dan cowok emang bisa ya jadi sahabat? Kalian pernah ngga mengalami perasaan kayak Angga? Jatuh cinta sama sahabat tapi ditolak!


Ditunggu like dan komentarnya ya! Kalau menurut kamu ceritanya bagus, boleh kali dishare ke teman atau saudara biar ikutan baca! Salam sayang buat readers setia 😍