Become The Adoptive Sister In My Novel

Become The Adoptive Sister In My Novel
CHAPTER 65 : [Flasback] Wajah Cleo yang Sebenarnya



“Saya melihat jika banyak orang yang ke gereja untuk


sekarang, bagaimana jika kita menetapkan tarif masuknya?” ucapan Cleo


memberikan sebuah surat untuk kepala pendeta.


Kepala pendeta kebingungan akan hal itu, dia seperti menatap


Cleo masih diam dengan raut yang mengintimidasi. Beberapa saat kemudian kepala


pendeta membaca surat yang di berikan Cleo sebelumnya. Itu adalah sebuah dekrit


dimana orang yang ingin melakukan pengobatan kepada Calista harus membayar


untuk masuk.


Melihat hal ini tentunya membuat kepala pendeta tak percaya.


“Kamu mencoba untuk mengambil keuntungan dari mereka yang kesakitan?!” tanya


pendeta Cleo dengan nada meningginya.


“Tidak, tentu saja tidak. Tapi yang berobat banyak juga dari


bangsawan, Anda harus memikirkan bagaimana kita membersihkan gereja ini,


membuat perjamuan, dan memberi makan mereka yang membutuhkan,” jelas Cleo


berusaha untuk meyakinkan. “Cobalah Anda pikirkan lagi, kita akan lebih banyak


membantu orang-orang,” lanjutnya.


“Mengambil berkat untuk keuntungan pribadi adalah sebuah


dosa besar Cleo. Kita bahkan sudah kelebihan sumbangan akan hal itu. Para


bangsawan, mereka tidak perlu di minta untuk memberi,” balas kepala pendeta.


“Lalu, bagaimana Anda memberikan kekuatan itu pada orang


asing pendeta. Anda tau banyak pendeta yang ada di sini, tapi Anda memberikan


berat  kepadanya untuk menjadi sanit?”


pertanyaan balik Cleo mulai merasa kesal.


“Bukan saya yang memilihnya, tapi dewi menunjukkan


semuanya.”


“Apa yang telah dia berikan pada gereja! Tidak ada!” teriak


Cleo kesal.


“Jiwanya.”


Cleo terdiam sesaat menggennggam tangannya kuat. Dia menatap


kepala pendeta tajam, lantas pergi dari sana. ‘Orang tua itu, harus aku


singkirkan selamanya,’ batin Cleo berucap saat dia pergi dari sana.


Perjamuan agung merupakan tradisi makan malam untuk para


pendeta di gereja itu. Mereka mulai berkumpul, begitu juga dengan Calista yang


di undang dating meskipun dia bukanlah pendeta. Cleo masih belum terlihat di


sana, hingga perjamuan akan di mulai dia baru dating untuk berkumpul.


Kepala pendeta memberikan beberapa kalimat untuk para


pendeta, khusunya yang lebih muda dimana merekalah yang akan meneruskan menjadi  kepala pendeta. Hingga perjamuan dating, para


biarawati memberikan hidangan seperti biasa. Namppak dari kepala pendeta memang


dia yang sedikit berbeda dari yang lainya.


Tak ada hal apapun terjadi, berselang beberapa waktu kepala


pendeta mulai tersedak dan keudiam jatuh. Semua orang biang ininadalah pertanda


buruk karena pendeta jatuh saat perjamuan agung. Dengan cepat              Calista dating untuk melihat apa


yang akan terjadi, tapi kepala pendeta menahannya.


“Anak ku, ini adalah waktunya. Aku menyerahkan tugas ini


padamu, tolong selalu ingat apa yang di ajarkkan,” kalimat kepala pendeta


terakhir sebelum meningga dunia.


Perjamuan agung menjadi kelam krena kehilangan. Semuanya


bersdih, tapi tidak dengan Cleo karena dialahh yang membuat kepala pendeta


meniggal. Cleo addalah pendeta muda yang berbakat, dia juga dekat dengan kepala


pendeta jadi saat kepala pendeta maka dialah yang akan di angkat untuk


mengisinya. Rapat para pendeta akhirnya di mulai, memang seperti dugaan Cleo


yang mau sebagai kepala pendeta di sana.


“Baiklah pendeta Cleo, dengan ini saya nyatakan Anda untuk


menjadi kepala pendeta juga meme-“


“Tunggu!” teriakan itu sontak membuat semuanya terdiam dan


melihat kearah sumber suara. Calista, seorang yang tidak di undang untuk masuk


“Nona Calista, kami tau Anda adalah anak emas kepala pedeta


sebelumnya, tapi akan lebih tidak masuk akal jika Anda ingin menggantikan po-“


“Saya tidak ingin menjadi kepala pendeta, saya hanya ingin


menyerahkan ini. Dekrit dari kepala pendeta sebelumnya hang di berikan pada


saya, lihatlah,” sela Calista kembai.


Semuanya heran dan menatap satu sama lain. Dalam surat itu


terlihat jelas terdapat stemple yang menandakan jika itu adalah surat asli.


Pembagian kekuasaan yang sebelumnya belum pernah terjadi. Cleo mungkin akan


menjadi kepala pendeta, dialah yang memimpin upacara keagamaan ataupun


perjamuan lainya. Akan tetapi, Calista yang berhak memutuskan dalam perjanjian


atau pengambilan keputusan di dalam gereja.


“AKH! Kenapa, saat sudah meninggalpun kamu masih saja


merepotkan. Untuk sekarang sepertinya aku harus memusnahkan hama yang lainya,”


gumam  Cleo.


Sesaat dia mengambil botol racun yanh ada di mejanya. Itu


adalah racun yang dia gunakan untuk membuh kepala pendeta sebelumnya. Dia ingin


membunuh Calista sepenuhnya, tapi saat dia meninggal dunia pasti akan banyak


kecurigaan padanya. Sebuah ide dari Cleo untuk meracuni Calista secara


perlahan, sedikit demi sedikit.


Beberapa bulan berlalu, perut Calista sudah mulai terlihat


jelas, tapi itu tak membuat Cleo mengurungkan niatnya untuk membunuh Calista.


Dia malah takut jika sampai nanti Calista melahirkan anak, kekuasaanya akan


semakin besar. Cleo semakin tak sabar untuk melihat Calista meninggal, hingga


dia berhasil melahirkan dengan selamat. Sosok anak perempuan yang cantik. Semua


orang mengagumi kecantkan Amora, kecuali Cleo.


Semakin lama dia meihat Amora, dia semakin tau jika Amora


adalah ancaman besar dengan kepintarannya. Entah siapa yang mengajarinya


membaca, berhitung, bahkan ahli dalam pengobatan. Di samping itu, terlihat


jelas jika racun dalam diri Calista semakin lama semakin kuat. Calista menjadi


lemah, tapi begitu Amora tetap berusaha untuk membuat Calista hidup.


Ini bisa saja merusak rencana Cleo, oleh sebab itulah dia


menghubngi ayah dari  Amora dan


menjelaskan keadaan Calista. Ya, Cleo sudah tau sipa ayah dari Amora. Seorang


duke yang kuat yang kuat dari utara. Bertahun-tahun Cleo mencarinya, hingga


sekarang dia tau dan memanfaatkan itu. Dengan alasan Calista sakit maka dia


akan di bawa pergi dari sini, bahkan Amora.


Sayang sekali, belum sempat  di pindahkan Calista sudah meninggal dunia, tapi ini juga hal yang baik


bagi Cleo karena dia benar-benar bisa menjadi kepaa pendeta mutlak tanpa adanya


gangguan. Namum, sebuah hal buruk terjadi. Orang-orang sudah jarang pergi ke


gereja karena tidak ada Calista. Para bangsawan juga pergi untuk mencari para


sanit baru. Gereja dalam keadaan terpuruk sekarang.


“Ini semuanya adalah salah mu! Andaikan kamu tidak pernah


membawa Wanita itu!” teriak Cleo di atas makam kepala gereja sebelumnya.


Tawaan singkat terdegar dari seorang Wanita. Terlihat jelas


kini dia ada di belakangnya. Menggunakan jubah dan topeng, membuat Cleo juga


tidak bisa melihat dengan jela siapa dia.


“Pengabdi yang naif,”  ucapnya.


“Apa maksudmu!”


“Anda pasti tau kan apa yang saya maksud?” balik pertanyaan


Wanita itu berikan. “Cobalah ini maka itu akan membuat Anda mendapatkan apa


yang Anda mau,” lanjutnya.


Sampainya di rumah Cleo melihat buku itu, terlihat dari


covernya itu terbuat dari kulit entah manusia atau hewan. Lengket, itulah yang


Cleo pikirkan. Hingga beberapa saat kemudian dia mulai membacanya perlahan.


Saat itu dia paham bagaimana bisa mendapatkan sebuah kekuatan Calista Kembali.