Become The Adoptive Sister In My Novel

Become The Adoptive Sister In My Novel
CHAPTURE 54 : Hubungan yang Berakhir Sampai Sini



"Amelia! Kamu tidak perlu menundukkan kepala seperti itu, kita adalah teman di Akademi ini. Amelia, apa hubungan mu dengan Tuan Muda Edelweis?" pertanyaan terakhir yang keluar dari Diana.


Amelia terdiam, dia menatap Diana yang masih menunggu jawaban darinya. Senyuman tipis terlintas di wajah Amelia. "Maafkan saya, tapi ini adalah hal privasi menurut saya, saya tak bisa menjelaskannya," jawab Amelia sembari menundukkan kepalanya.


"Apakah kalian memiliki hubungan?" tanya Diana kembali.


"Saya tak bisa mengatakannya."


Kekehan perlahan justru Diana tampilkan. Dia melihat Amelia lantas memeluknya. "Temanku, Barier itu hanyalah seorang pengawal apakah putri dari penyihir terkenal memiliki hubungan dengan anak pengawal, bagaimana menurut mu tentang Tuan Chandler? Dia putra Duke, ibunya juga keturunan murni," ucapnya sembari memeluk dan menepuk kepala Amelia.


Saat itu Amelia merasa bingung, apa hubungannya Chandler saat itu. Entah kenapa dia malah bertanya tentang Chandler saat selama ini dia hanya dekat dengan Barier.


Seperti ada sesuatu yang berbeda di sana. Amelia mencoba untuk tenang. Terlihat jelas jika obsesi Diana pada Chandler juga tinggi, entah kenapa dia bertanya seperti itu.


"Sesuatu yang pantas atau tidak hanyalah perasaan Nona, Saya tidak memiliki pikiran macam itu," jelas Amelia.


Diana tak menjawab apapun kembali, dia hanya melihat Amelia datar lantas pergi. Beberapa anak bangsawan juga melakukan hal yang sama pada Amelia. Beberapa dari mereka masih melihat Amelia dengan tatapan intens.


Ini adalah sihir yang kuat bahkan di Akademi sihir sendiri. Entah apa yang terjadi di sana, penggunaan sihir untuk hal keburukan harusnya tidak di biarkan. Entah para senat itu sudah di bawah pengaruh Diana, atau karena Diana memiliki hubungan atas kekaisaran.


Malam hari tiba, Amelia tengah serius belajar di kamarnya. Hingga ketukan pintu lagi-lagi datang membuat pikiran Amelia langsung teralihkan. "Siap- Barier? Bukankah Anda pergi dengan Tuan Chandler?" tanya Amelia bingung dengan kedatangan Barier yang tiba-tiba membuat Amelia terkejut.


Tanpa menjawab apapun kembali, Barier langsung memeluk Amelia. Membawa dia ke kamarnya lantas memojokkan diri Amelia seperti biasa


"Barier?" tanya Amelia masih bingung dengan apa yang terjadi. "Katanya Mansion Duke tengah di serang, tidak etis jika kamu tetap di sini," lanjutnya.


"Tidak apa, sepertinya saya merindukan kamu, Amelia," ucap Barier kembali.


Mata Amelia membulat seketika. Hubungan mereka hanyalah pura-pura, entah kenapa sekarang dia seperti menganggap Amelia seperti kekasihnya. Tentu saja yang tau hubungan mereka hanyalah tiga orang. Barier, Chandler, dan Amelia itu sendiri. Itulah yang membuat Amelia sadar jika di depannya bukanlah Barier yang dia kenal.


"PERGILAH! Kamu siapa!" teriak Amelia langsung menjaga jarak di antara mereka.


"Amelia, ini saya Barier. Saya merindukan kamu, be-"


"Diamlah! Barier bukan orang yang akan meninggalkan tegasnya seperti itu. Dia juga orang yang kaku, tidak mungkin dia berbicara dengan nada membelai seperti itu!" teriak Amelia kembali. Tangannya bersiap untuk mengambil pedang dari sana.


"Bagus, bagus Amelia. Kamu sudah benar-benar dekat dengan anak itu hingga kamu bisa membedakan mana yang asli, ataupun yang palsu," ucap Barier langsung memperlihatkan wajah aslinya.


Dia adalah Diana. Mata Amelia membulat saat wajah Barier sebelumnya luntur seperti tanah liat lalu memperlihatkan wajah asli Diana. Dengan cepat Amelia langsung mengambil pedang yang di berika Barier sebelumnya.


Sayang sekali, tiba-tiba sebuah tentakel hitam mengikat Amelia. Mencekik Amelia bahkan mengikat badannya.


"To-long~" rintihan Amelia saat tentakel hitam itu mulau mencekiknya kuat.


Sesaat salah satu tentakel hitam itu langsung mendekati Amelia. Ingin memasuki Amelia, lewat mulutnya. Licin dan hitam membuat Amelia tesedak dan tak bisa bernapas.


"La... LACOSTRA!" teriakan Amelia langsung menggunakan sihir teleportasi pada dirinya.


Dengan cepat Amelia berpindah dari Akademi langsung ke rumahnya. Beberapa pelayan yang melihat Amelia datang dengan cara seperti itu langsung menghampiri Amelia.


"Nona! Anda baik-baik saja?" tanya salah seorang pelayan membantu Amelia berdiri.


"Dimana ibu, ada hal yang harus saya beritahu," ucap Amelia terbata sembari memegangi lehernya.


"Madam Schwarz ada di mansion Duke, begitu pula dengan Tuan Tremy."


"Bahkan ibu harus turun tangan," gumam Amelia.


Semuanya berakhir dengan kematian Duke Thedelso. Pemimpin yang hebat di sana menjadi duka yang mendalam bagi kawasan Duke Thedelso. Duke Thedelso adalah seorang kesatria, dirinya juga adil dalam memimpikan. Belum lagi para ahli sihir yang di selamatkan oleh Duke Thedelso merupakan hutang budi yang tak bisa mereka bayar. Kesetiian pada keluarga Duke adalah hal yang mereka lakukan meskipun banyak berita buruk tentang putri Duke Thedelso.


Di pemakaman nya, terlihat Chandler yang mengantarkan hingga akhir. Amora, dia pingsan setelah banyak hal yang terjadi. Setelah proses pemakaman berakhir, Amelia mencoba untuk mendekati Barier dan bilang jika Diana bisa berubah menjadi dirinya.


"Barier, apakah kamu ada waktu?" tanya Amelia.


"Nona Amelia, maaf sekali sepertinya Anda tak bisa dekat dengan saya lagi. Ini demi kebaikan Anda, karena saya juga tak mau Anda terluka," ucap panjang Barier langsung meninggalkan Amelia.


Amelia hanya terdiam di sana, entah kenapa dia seperti merasa kehilangan. Banyak para bangsawan mendekati dirinya, lambat laun datang dan pergi dia tak pernah memperdulikan. Amelia tau sosok Barier adalah orang yang sangat setia pada keluarga Duke, dia bahkan lebih memperdulikan Duke di bandingkan dirinya sendiri.


Hal yang membuat Amelia sedih, saat hubungan dia dan Barier akan berakhir sampai di sini. Tidak ada kelanjutan hingga perseteruan Diana dan Amora berakhir.


"Ini sungguh buruk," gumam Amelia di kamarnya sendiri.


"Memang buruk, aku bersyukur kakak bisa kembali," ucap yang lainya menghampiri Amelia.


Tremy, dia menghampiri Amelia saat itu. Tanpa pikir panjang langsung memeluknya kuat. "Kenapa kakak tidak membalas pesan, ibu meminta kakak untuk segera pulang. Akademi itu sudah tidak aman," ujar Tremy langsung.


"Ibu mengirimi pesan?" tanya Amelia masih kebingungan.


"Iya, sudah lama sekali tapi tak ada pesan yang datang. Kakak, setelah tau Duke Thedelso terkena kutukan Diana aku benar-benar mencemaskan kakak."


Amelia terdiam, sesaat dia ingat tentang ucapan Barier saat di kamarnya. Dia mengembalikan surat itu karena ada seseorang yang ingin membacanya. Kemungkinan hal yang sama juga terjadi pada ibunya, merpati milik dia di bunuh dan mereka tau apa yang terjadi di Mansion Duke.


"Ini benar-benar kacau Tremy, kita harus pergi dari sini!" ujar Amelia merasa ada hal buruk yang akan terjadi.


"Tidak, saya tak bisa. Jika semuanya pergi, bagaimana dengan Amora?"