
"Sungguh, dan kenalkan dia adalah Ernest," ucapan Amora sembari menungkupkan kedua tangannya. Sesaat terlihat sebuah naga biru dengan ukuran yang sangat kecil muncul dari sana.
"MONSTER!" teriak Amelia sesaat menjaga jarak antara mereka. "No-Nona Amora! Ke-Kenapa ada hewan sihir tingkat pertama di sini!" teriak Amelia.
Ernest adalah hewan dengan bentuk naga yang Amora temui beberapa waktu lalu. Saat Amora pergi dengan Chandler, saat itulah dia bertemu denganmu Ernest. Ernest terlihat seperti monster yang besar tapi sesuai perjanjian Ernest berubah menjadi kecil bahkan hanya terlihat seperti tangkukap kedua tangan Amora. Meskipun begitu, Amelia tau itu adalah hewan tingkatan pertama dalam hewan sihir. Dia jarang di temui, lebih senang menyendiri bahkan tidak suka di ganggu.
Amelia tau dari buku yang pernah dia baca, sejarah dari mansion Duke sendiri. Dahulu awal daerah kekuasaan Duke hanyalah tanah tandus tanpa adanya kehidupan. Hanya hutan lebat yang di kenal akan monster yang selalu ada mengentai mereka. Rumor mengatakan jika mansion Duke di bangun atas bantuan hewan sihir tingkat pertama, tapi itu hanya menjadi legenda saat tidak ada orang yang pernah melihat hewan sihir itu. Hingga sekarang, bentuk kecil ada tepat di tangan Amora.
"Darimana Anda mendapatkan dia!" tanya Amelia masih tidak percaya.
"Di goa hutan perbatasan, saya percaya akan legenda Nona Amelia jadi saya mencarinya. Apakah Anda juga?" tanya Amora balik.
Amelia masih menggelengkan kepala tidak percaya. "Cerita itu sudah lama menjadi legenda, seberapa tua hewan sihir ini. Lagipula, ini tidak seperti yang di kabarkan terlalu kecil," ucap Amelia.
"Oleh kerena itu saya memanggil Anda kemari, apakah Ernest benar hewan sihir yang membantu mengembangkan daerah Duke?"
"Saya tidak tau, saya tidak bisa memastikan itu Nona Amora," ucapnya.
Amora menganggukkan kepalanya paham. Sesaat dia memgusap kepala Ernest dengan Airy juga bertengger di kursi milik Amora. Terlihat sekilas Amora seperti benar-benar memiliki keterkaitan antara hewan sihir membuat Amelia tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Amelia sebagai orang yang menguasai sihir lebih dari Amora bahkan tidak bisa sedekat itu dengan hewan sihir miliknya. Dia takut jika terlalu dekat akan berbuah hal yang tidak di inginkan. Lain hal dehgan Amora yang terlihat sangat nyaman bahkan tidak takut.
"Apakah saya di panggil kemari hanya untuk memeriksa hewan sihir milik Anda?" tanya Amelia.
"Tidak, justru saya ingin meminta tolong Amelia," jawab singkat Amora.
Tatapan Amora mengarah tajam pada Amelia. Terlihat dari raut wajah dengan tekanan seperti Duke Thedelso. Senyuman tipis membuat kecantikan Amora tersembunyi di antara wajah seriusnya.
"Apa yang Anda butuhkan dari saya?"
"Ini mungkin sedikit berat Amelia, tapi saya membutuhkan kekuatan mu."
"Saya hanyalah ahli sihir muda, saya tidak sekuat itu."
"Kamu adalah lulusan akademi kan Nona Amelia, pembelajaran tentang hewan sihir tidak boleh di pelajari secara bebas. Saya juga percaya atas kemampuan Anda, apalagi Anda bisa sihir penyerapan itu adalah hal yang sangat luar biasa," jelas Amora.
Mata Amelia membuka, dia sadar apa yang di bicarakan oleh Amora. Sihir penyerapan yang sudah dia lakukan sebelumnya pada diri Amora. Dia melihat apa yang di lihat oleh Amora, itu merupakan sebuah kesalahan penggunaan sihir karena tidak ada persetujuan dari Amora sebelumnya. Oleh karena itu, Amelia diam saja dan tidak berani untuk berbicara oleh siapapun, kecuali ibunya yang sudah tau akan hal itu.
"Ma-maaf atas kelancangan saya, saya hanya ingin mengetahui apa ya-"
Terlihat wajah Amelia berubah seketika. Dia yang awalnya terkejut takut sekarang malah terkejut kebingungan. Belum lagi dengan apa yang di katakan Amora. "Anda bercanda? Daerah perbatasan lama kosong, di sana banyak monster mana mungkin ada orang di sana?" balas Amelia kebingungan.
"Memang tidak ada atau belum pernah ada yang mencarinya?" tanya balik Amora.
Tentu saja saat itu Amelia langsung terdiam kaku. Dia melihat syal yang di berikan Amora. Terbuat dari bulu hewan sihir yang di lihat sebagai monster sebelumnya sekarang malah terlihat berguna.
Pesta minum teh itu cepat selesai. Amelia kembali dengan membawa syal yang di berikan oleh Amora sebelumnya. Tatapan Amelia lurus kedepan, melihat sebuah hal yang belum pernah dia pikirkan sebelumnya.
"Saya tidak tau daerah ini, tapi selama monster itu ada di sana tidak ada yang berani untuk melihat ke hutan itu. Saya membuat perjanjian dengen Ernest hewan-hewan sihir itu tidak akan mengganggu, saat mereka melakukan itu saya yakin Anda bisa menangani itu," ucapan Amora barusan yang terlintas dalam pikiran Amelia. "Sebelum terjadi kekacauan, kita harus menanganinya."
Pikiran Amelia penuh dengah teka-teki. Dia melihat Amora sesaat belum selesai dia nampak seperti orang yang berbeda. Tangan Amelia gemetar dia merasakan hal yang berbeda di sana. Bahkan saat Amelia di ceritakan berkali-kali tentang pembantaian gereja ingatan itu dalam pikiran Amelia.
Amora yang melakukan pembersihan bahkan bagi mereka yang melakukan penyimpangan. Mereka yang sombong atas kekuasaan dan kekuatan hingga kebohongan tentang Diana.
"Saya melihat nya, Dewi-"
"Nona Schwarz," panggil seseorang yang membuat Amelia terhenti sesaat.
Itu adalah Barier yang datang menemui Amelia. Dengan kaki jenjang bukanlah hal yang sulit untuk menyamakan langkah kakinya atas Amelia.
"Anda kemari, saya pikir akan menemui Anda saat datanga ternyata tidak sempat," ucap Barier.
"Nona Duke yang mengundang saya, bagaimana saya menolaknya," jawab sekilas Amelia.
Keduanya saling menatap, sesaat tersenyum di antara diam mereka. Barier melihat syal yang di. gunakan oleh Amora sebelumnya. Dia paham apa yang sudah terjadi untuk keduanya.
"Nona Amora meminta Anda untuk pergi ke perbatasan? Saya harap Anda menjaga diri Anda Nona," ucap Barier kembali.
Senyuman simpul terjadi pada Amelia, beberapa saat kemudian dia mengeratkan pelukannya pada syal yang di berikan Amora sebelumnya.
"Bukankah Anda yang seharusnya lebih berhati-hati Tuan Edelweis? Diana, dia mengincar Amora, orang yang dekat dengan Amora akan lebih beresiko untuk terkena kutukan Diana," ujar Amelia.
"Tapi Anda di perbatasan, banyak hewan sihir di sana. Anda harus berhati-hati."
"Nona Duke mengirimkan saya kesana karena percaya akan kemampuan saya, dia mengirim saya ke sana untuk menjauhkan saya jika suatu saat nanti terjadi penyerangan pada mansion ini lagi."