
Setelah kematian Duke Thedelso hanya hal yang terjadi, khususnya pada keluarga Duke itu sendiri. Chandler seperti mengurung diri, banyak pelayan yang di pecat bahkan jarang menghadiri acara bangsawan.
Amelia tau jika keluarga Duke dalam masa berkabung. Perilaku buruk Chandler pada Amora itu menambah rumit keadaan. Beberapa kali Tremy ingin membawa Amora pergi, tapi Madam Schwarz selalu saja menentang. Itu adalah permasalahan keluarga dan orang luar tidak berhak untuk ikut campur.
Hingga pesta kedewasaan Chandler tiba. Inilah setelah sekian lama banyak orang yang akan datang ke Mansion Duke. Pesta perayaan besar akan di lakukan, banyak persiapan yang terjadi. Pesta yang mewah untuk kemajuan dari keluarga Duke itu sendiri. Sayang sekali, tidak terlihat Amora ada di antara para tamu.
"Tremy, kamu mau kemana?" tanya Amelia saat melihat adiknya itu akan meninggalkan pesta begitu saja.
"Saya akan mencari Amora, dia tak ada di sini. Saya bertanya pada pelayan, dan mereka bilang jika Amora sengaja untuk tidak datang karena masalah kesehatan. Saya akan melihat dia dulu," ucap Tremy langsung pergi dari sana.
Amelia melihat sekitar, keluarga kerajaan menjadi highlight lebih di sini. Terlihat Theodor sendiri, tidak ada Diana yang ada di sebelahnya. Ini adalah hal yang aneh menurut Amelia, pasalnya Diana selalu berada di sebelah Theodor seolah tidak mau berpisah.
Beberapa saat kemudian terlihat Barier yang datang menemui Chandler. Ingin sekali Amelia menemui Barier hanya untuk menyapa. Jangankan mengapa, bahkan mendekati Barier saja Amelia tak bisa. Dengan cepat dia langsung pergi dengan Chandler dari aula itu.
"Apa-apaan ini, saya kapan pergi duluan dari sini," ujar Amelia meletakkan gelas yang ada di tangannya ke atas meja. Dirinya bosan dengan apa yang terjadi, meskipun ini adalah pesta masih terlihat seperti suasana berkabung.
"Lama tidak bertemu Nona Schwarz, Anda kemari sendiri?"
"Tidak saya dengan Tre-" ucap Amelia terhenti setelah tau siapa yang menyapanya. Itu adalah Barier sendiri tidak dengah Chandler. "Barier Anda di sini? Lalu mana Tuan Chandler?" tanya Amelia membuka pembicaraan.
Wajah terkejut juga bingung terlihat jelas dari Barier. "Tuan Chandler? Saya tidak dengannya dari tadi. Pangeran Theodor meminta saya untuk pergi karena sesuatu," jawab Barier singkat.
Keduanya saling terdiam dan menatap satu sama lain. Wajah terkejut tak bisa Amelia sembunyikan ingatan akan Diana yang menyamar menjadi Barier saat di Akademi mengulang kembali.
Amelia melihat Theodor yang ternyata sudah melihat balik dirinya. Masih tidak ada Diana di sana, Chandler juga tidak terlihat. "Chandler dalam bahaya! Barier Chandler dalam bahaya!" ucap Amelia dengan nada yang meninggi.
"Apa maksud Anda? Saya tak paham."
"Saat Chandler bilang jika Mansion nya di serang, Diana datang menyamar sebagai kamu. Dia datang ke kamar saya Barier, mungkin ada suatu hal saya memiliki firasat yang buruk Barier," jelas Amelia.
Tanpa mengucapkan apapun lagi Barier pergi dari sana. Belum sempat dia pergi, Amelia menahan tangannya. "Tunggu saya ikut, Tremy bilang jika dia ingin melihat Amora sebentar. Saya takut jika ada masalah dan ad-"
"Saya pastikan Tuan Tremy baik-baik saja, saya meminta Anda sebagai putri bangsawan Nona Amelia. Pastikan di sini tetap berjalan tanpa ada yang tau apapun," sela Barier langsung melepaskan tangannya.
Tanpa ucapan apapun lagi Barier kembali pergi. Beberapa orang berbisik mencari Chandler yang entah kemana. Ini adalah pesta kedewasaan Chandler, tapi Theodor yang menjadi pusatnya. Dia adalah seorang pangeran, terlebih Chandler tidak ada.
Biasanya pesta kedewasaan itu sahgat penting bagi bangsawan, selain debudante untuk anak-anak bangsawan saling mengenal starta mereka. Memang bagi keluarga Duke Thedelso hal ini adalah hal semacam loyalitas saja mereka tidak terlalu peduli. Lain hal dengan. keluarga Schwarz yang masih teguh memegang hal ini.
"Nona Schwarz, apakah kamu tau dimana Tuan Chandler berada? Ini adalah pesta kedewasaan nya tapi dia tidak ada," tanya seorang wanita bangsawan pada Amelia.
Duke Thedelso meninggal di umur yang terbilang masih muda. Untuk Chandler sendiri bahkan mendapatkan gelar Duke sebelum kedewasaan nya. Mendapatkan warisan Duke yang begitu banyak tentu saja itu akan menjadi pijakan yang bagus bagi setiap wanita bangsawan.
"Saya tidak tau, saya juga tidak melihat Tuan Duke sadari tadi," jawab singkat Amelia.
"Sungguh, Tuan Edelweis tadi berbicara dengan Anda," timpal salah seorang bangsawan.
"Sepertinya kalian cukup dekat, saya dengar saat di Akademi kalian memiliki hubungan," ucap seorang yang lain.
Tatapan mereka seperti mengintimidasi. Memang mereka tidak ada di bawah pengaruh Diana, tapi Diana memiliki kekuatan yang besar khususnya di kalangan bangsawan rendah. Mereka akan mengikuti apa yang di katakan Diana, mengikuti tren agar mereka tetap di akui sebagai bangsawan.
"Itu adalah permasalahan pribadi saya, ka-"
"Kaka! Saya ingin pergi dari sini, Tuan Chandler," sela Tremy saat Amelia ingin berbicara.
Keluarga Schwarz di kenal dengan etikanya tang sangat ketat, tentu saja hal yang di lakukan Tremy merupakan tindakan yang sangat tidak sopan. Tatapan Amelia langsung berubah tajam pada Tremy itu sendiri. Tremy menyadari kemarahan kakaknya itu, menariknya keluar dari aula.
"Kakak saya ingin pergi dari sini, Chandler semakin gila," ucap Tremy kembali melanjutkan hal yang ingin dia katakan.
"Tuan Chandler, posisi dia lebih tinggi daripada kamu Tremy perhatikan itu," jawaban Amelia lebih fokus bagaimana Tremy memanggil Chandler. "Katakan dengan perlahan apa maksud kamu Tremy."
"Chandler meminta Amora untuk pergi, pengaruh Diana semakin kuat kakak, saya tidak yakin Amora bisa bertahan," ujar Tremy kembali.
Diana, kata itu membuat Amelia ingat jika sebelum orang yang menjadi Barier adalah Diana. "Apakah Barier ada di sana?" tanya Amelia langsung memastikan.
"Iya, Tuan Edelweis juga ada di sana."
"Bagaimana dengan matanya?"
Ucapan Amelia itu membuat Tremy terhenti sesaat. Itulah yang dia sadari, mata Barier belum Tremy perhatikan sebelumnya. Itu adalah hal yang tidak biasa, ada hal yang aneh saat Amelia bertanya seperti itu.
"Jangan bilang dia Diana," ucap Tremy di sela keheningan mereka.
Sesaat mereka terdiam, teriakan kuat serta cahaya terang membuat semua orang melihat ke arah sana. Itu adalah kamar Amora, tanpa pikir panjang Tremy langsung pergi meninggalkan Amelia. Beberapa saat Amelia ingin menyusul Tremy sesaat Diana datang dengan terluka.
"Diana! Siapa yang melakukan ini!" teriak Theodor menghampiri Diana masih tertunduk karena terluka.
"Amora... Amora yang melakukan itu," ucap Diana dengan terbata.