Become The Adoptive Sister In My Novel

Become The Adoptive Sister In My Novel
CHAPTURE 60 : Waktu Bersama, Chandler dan Amora



"Saya pikir kamu akan terganggu tadi, maaf malah Valkyrie sedikit bermain."


Ucapan Chandler saat dia itu datang menghampiri mereka. Airy yang semula ada di wujud berubahnya kini beralih menjadi wujud burung pipit biasa, setelah itu menghilang begitu saja.


"Airy selalu pergi saat saya datang," ucap Chandler kembali menghampiri Amora.


"Kakak pernah hampir membubuhnya, mungkin dia masih takut dengan kakak," balas Amora memanggil Ernest untuk kembali padanya. "Sudah cukup Ernest, beristirahatlah," lanjut Amora.


Beberapa saat kemudian Ernest mulai menungkupkan badannya lantas melebur dalam cahaya.


"Kamu masih ingin bermain Valkyrie? Nanti kita main, hanya saja sekarang saya ingin berbicara dengan Amora. Kembalilah," ujar Chandler sama halnya memanggil hewan sihirnya itu.


Sama halnya seperti Ernest, Valkyrie juga mulai menghilang. Tidak ada bekas di saja meninggalkan Chandler dan Amora.


"Nona Schwarz sudah pergi, dia di antar oleh Barier. Kamu sengaja mengundangnya kemari?" tanya Chandler langsung menggenggam tangan Amora.


Perlahan mereka berjalan tempat di mana dia dan Amelia minum teh tadi. Setelah kepergian Amelia, Amora sadar jika dari tadi dia belum bertemu dengan Barier. Amora meminta untuk di ganti cangkir dan siapkan yang baru untuk dia dan Chandler. Bergegas Amora berlari ke ruangan Chandler, meminta Barier untuk pergi menemui Amelia.


Chandler saat itu paham apa yang tengah adiknya lakukan itu. Dia ingin menjodohkan antara Amelia dan Barier. Memang sebelumnya mereka pernah dekat, apalagi saat tau Barier yang menjaga Amelia selama di Akademi.


Chandler hanya menatap Barier dengan seksama, memberikan kode jika dia harus bergegas pergi. Setelah Barier pergi, tanpa mengucapkan apapun lagi Amora juga ikut pergi. Ada beberapa berkas yang harus Chandler lakukan jadi dia sedikit terlambat.


Saat ingin pergi mencari Amora, dia malah menemukan Amora dan kedua hewan sihirnya tengah bertarung.


"Valkyrie," panggil Chandler langsung mengarahkan tangannya. Dengan cepat Valkyrie ada di sana menundukkan kepalanya siap untuk di perintah. "Tangkap salah satu dari mereka," ucap Chandler.


Dengan cepat Valkyrie langsung terbang menjauh. Sesaat Chandler lihat Barier dan Amelia yang tengah berbicara berdua. Sangat tidak sopan bagi Chandler jika tidak menghampiri Amelia untuk sedekar menyapa.


"Nona Schwarz," panggil Chandler di antara perbincangan mereka berdua.


"Tuan Duke, selamat siang untuk Anda," balas Amelia langsung menundukkan kepalanya.


"Tidak perlu terlalu formal seperti itu, saya sebagai kepala dari Duke Thedelso sangat berterimakasih Anda mau menerima permintaan saya untuk pergi ke perbatasan," ujar Chandler langsung.


"Sudah menjadi kewajiban saya bagi melayani keluarga Duke, Tuan Duke tidak perlu seperti itu. Saya yakin atas kemampuan saya, Nona Duke pasti berpikir demikIan hingga mengantar saya kesana."


"Saya tidak meragukan kemampuan Anda Nona Schwarz, tapi mohon berhati-hatilah."


"Tentu saja, karena berkat Nona Duke ada pada diri saya."


Setelah itu Chandler malah melihat Valkyrie yang bermain-main seolah akan memakan Airy. Tidak bisa di salahkan jika Airy trauma dengan apa yang Chandler lakukan padanya dulu. Hingga saat bertemu dengan Chandler, Airy langsung saja menghilang.


Perjalanan mereka berdua, cuaca salju ini tapi nampak hangat bagi keduanya. Chandler memutuskan untuk melawan istana, meskipun Theodor sering meminta dia untuk bertemu. Chandler sudah tidak tahan lagi jika harus membuat Amora sedih atau bahkan pergi. Terakhir, Amora akan mati karena rencana dari Theodor itu sendiri. Chandler juga percaya pada Madam Schwarz jika dia harus dekat dengan Amora untuk melindunginya.


Sesaat mereka berdua sampai di tempat yang sama dengan Amelia saat minum teh barusan. Keduanya sama-sama terdiam melihat salju yang perlahan turun di antara mereka.


"Apakah kamu sungguh ingin mengirim mereka Amora?" tanya Chandler membuka pembicaraan.


"Ya, mereka adalah orang yang perhatian dengan seksama. Aku yakin Amelia dan Tremy bisa menanganinya," jawam Amora sembari sedikit meminum teh miliknya.


"Kamu tau, berita tentang kamu yang mencoba untuk menjinakkan para hewan sihir itu menyebar di kalangan rakyat kawan Duke. Ada yang mendukung, ada yang cemas, bahkan mengkritik," ucap Chandler kembali. Dirinya melihat ke dalam teh, terlihat jelas pantulan wajah Chandler di air teh tersebut. Perlahan usapan jarinya pada bibir cangkir dan bersiap untuk meminumnya. "Tapi tak sedikit orang yang menyaman kamu dengan ayah Amora. Bagaimana dulu para ahli sihir di pojokkan lalu di selamtkan oleh ayah dan sekarang orang-orang berlomba untuk menjadi ahli sihir," lanjut Chandler lantas meminum teh miliknya.


Amora diam di sana. Dia tidak memerhatikan Chandler yang sedang berbicara. Amora melihat dengan seksama jika salju yang turun hari ini mulai padat.


"Di sini memiliki musim dingin, tapi di timur tidak. Di sana hanya memiliki musim panas dan hujan," gumam Amora.


Tentu saja Amora sangat rindu dengan tanah kelahirannya. Dia lama sekali tidak mengunjungi tanah itu bahkan setelah dia pergi. Entah bagaimana keadaan pendeta Cleo ataupun makam ibunya.


Amora ingat bagaimana dia di besarkan disana. Sosok pendeta dan gereja sangatlah berbeda dengan tempat ini. Mereka benar-benar mengayomi tanpa memikirkan hasil. Bahkan sekarang Amora masih tak percaya jika Diana adalah anak yang di bawa oleh gereja.


"Jika kamu mau kita akan pergi segera," balas Chandler setelah melihat Amora yang diam di depannya.


"Aku pergi sendiri saja kak, tanah ini perlu seseorang untuk memerintah," balas Amora.


"Tidak akan terjadi apapun selama kita pergi, lagipula anggap saja ini sebagai liburan."


"Baiklah."


Jawaban singkat Amora mengakhiri pembicaraan mereka. Mereka saling diam, sama-sama menikmati waktu bersama. Minum teh lantas makan cemilan sebelum makan malam.


"Kakak," panggil Amora. Lantas Chandler langsung melihat ke arahnya. Tidak ada ucapan yang keluar dari bibir Amora yang tertahan untuk beberapa saat membuka. "Tidak ada, hanya saja kakak sungguh ingin melawan kekaisaran? Ini bisa si sebut pemberontakan, Diana menginginkan ku kakak," lanjut Amora.


"Dulu mungkin saya akan berpikir seperti itu, tapi sekarang tidak. Selain meninggalkan daerah kekuasaan, ayah juga menginggalkanmu. Itu semua yang harus saya jaga. Saya akan menjaga itu semua, jadi jika ada yang ingin mengambil nya saya tidak segan untuk melawan," jelas panjang Chandler.


Tentu itu adalah hal yang manis menurut Amora, tapi dalam hatinya dia tidak bisa menyembunyikan rasa cemas nya. Jika nanti Diana menyerang lagi seperti apa yang sudah pernah dia lakukan sebelum, Amora tidak yakin jika dia bisa melindungi Chandler. Banyak orang yang akan terluka atau bahkan meninggal, semua itu karena Amora. Batinnya seolah berat dengan apa yang dia lakukan sekarang. Mengetahui masa depan tidak membuat hal ini menjadi mudah bagi Amora.