Become The Adoptive Sister In My Novel

Become The Adoptive Sister In My Novel
CHAPTER 16 : Pertemuan Amora dan Diana.



"AYAH!" teriak Amora langsung membuka pintunya.


Sesaat tubuh Amora terhenti. Saat ada seseorang di depannya. Maverick dengan seorang anak perempuan duduk tenang dengan teh di depan mereka. Entah kenapa, tatapan dari anak perempuan itu membuat tubuh Amora gemetar. Dirinta merasakan hal yang aneh, mual bahkan pusing. Sesaat Amora merasa lemas, bahkan tak bisa menopang badannya sendiri.


"Diana...." ucap Amora dengan tangan gemetar nya. Dia mulai melihat tatapan dingin Diana. Entah apa yang membawanya kemari.


Seketika Amora jatuh terduduk. Matanya masih melihat Diana yang tersenyum padanya. Lain hal dehgan tatapan lembut para dewa, itu dingin seperti haus akan darah dan pembunuhan.


"Amora! Kamu tidak apa-apa?" tanya Thedelso berdiri dari duduknya.


Lain hal dengan Diana. Cekatan dia mulai berjalan ke arah Amora. Mengulurkan tangannya, dan kembali tersebut. "Halo, saya Diana," ucapnya dengan lembut.


'Saya tak bisa bergerak ataupun beranjak, bagaimana ini.... Tolong....' rintihan Amora dalam batinnya yang tersiksa.


Amora ingin menangia, tatapannya tak bisa lepas dari Diana. Perasaan aneh itu, seketika membuat Amora ingin pingsan. Beberapa saat kemudian Amora mulai merasakan seseorang mengangkatnya. Dalam pelukan hangat dari belakang.


"Astaga, maaf saja Amora memang suka terkejut jika bertemu orang baru," ucap seseorang di belakangnya.


Dia adalah Chandler, entah sejak kapan dia ada di sana. Menatap Amora dengan senyuman tulusnya, membuat Amora sedikit merasa lega.


"Maaf Yang Mulia, ayah tadi Amora dengan saya lalu dia berlari karena tau jika saya ingin masuk ke akademi," lanjut Chandler.


Chandler lantas melihat ke arah Diana. Senyuman manis Diana tentu saja dapat mengikat semua orang. Pertemuan yang lebih cepat dari apa yang Amora pikirkan.


"Ah, akademi kami juga akan membawa Theodor ke akademi, itulah yang membuat saya kemari," tatapan Maverick langsung menanggapi ucapan dari Chandler.


Ada yang berbeda dari Maverick. Di adalah raja yang pengertian, bahkan selalu mementingkan rakyat. Dalam suatu hal tatapan mata Maverick adalah merah jernih seperti ruby, entah karena jarak mereka yang jauh atau hanya perasaan Amora. Melihat mata Maverick itu, seperti ada siluet cahaya di sana.


"Baiklah, mungkin kalian akan sibuk kami akan pergi dulu," tanggapan Chandler langsung berusaha untuk membawa pergi Amora.


Belum sempat beranjak, Chandler sudah di tahan oleh Diana. "Maaf atas ketidak sopanan saya, tapi... Saya awal melihat Nona Amora saat di gereja, dan belum sempat menyapa. Saya dengar pihak gereja memperlakukan buruk Anda, saya meminta maaf akan hal itu," ujarnya.


Amora benar-benar kagum dengan Diana. Dia adalah anak gereja entah darimana dia belajar cepat untuk tata krama. Bahkan tata krama Amora semakin minus, karena dia jarang datang.


Di kehidupan nyata, Amora pendiam tapi memang tak suka di kekang. Dia bebas melakukan apapun yang dia mau. Hingga pada suatu ketika, saat takdir membuat dia harus belajar tata krama, Amora benar-benar tidak tahan.


"Tak perlu, jika tak ada hal lain kami benar-benar akan pergi dulu," jelas Chandler langsung membawa Amora pergi dari sana.


Yang terlihat jauh dari apa yang Amora pikirkan. Pertemuan pertama, harusnya tidak ada orang yang bisa menahan pesona Diana. Entah kenapa sikap dingin Chandler tak seperti rasa hangat yang dia tulis di novel sebelumnya.


"Apakah kamu melihat itu?" tanya Chandler langsung saat mereka sudah sampai di kamar Amora. Tatapan terkejut Amora seperti mengartikan ketidak pahaman dia dengan ucapan Chandler. "Apakah kamu melihat itu? Dia menakutkan," lanjutnya.


"Kakak merasakannya juga!" tanggapan Amora langsung.


Spirit dan Ilmu Sihir, memang sedikit perbandingan antara keduanya. Bahkan orang awam tak bisa membedakan keduanya. Di lain sisi, perasaan dari spirit itu sendiri lah yang membedakan akan spirit atau sihir.


"Ada kemungkinan Diana itu bukan pengendali spirit, melainkan sihir," ucap Chandler kembali.


"Apa maksud kaka? Jika memang itu benar, tapi bagaimana dengan gereja? Dulu dia pengamdi gereja, tidak mungkin mereka tidak mengetahui itu!"


Chandler hanya terdiam. Dia mulai melihat sekitar, memeluk Amora kuat, lantas berbisik. "Saya tidak tau, tapi saya pikir ini adalah rencana gareja. Itulah kenapa saat mereka tau ada yang memiliki kekuatan selain Diana mereka ingin segera mengambilnya," bisiknya dalam pelukan itu.


Amora bukanlah anak yang tidak peka. Dirinya hanya melihat sebuah kalimat yang di ucapkan dengan lembut oleh Chandler. Serasa ada sesuatu di balik itu, membuat Amora gemetar ketakutan.


"Apakah gereja sebenarnya sudah tau?" tanya Amora.


"Masih belum di yakini, kamu tau saat Diana melakukan penyembuhan? Saat itulah Spirit kamu keluar juga. Saat itu mungkin bukan efek antar spirit, tapi spirit kamu yang melindungi kami semuanya dari hal yang tidak di kehendaki," jelas panjang Chandler.


Serasa memdapatkan hal baru. Novel yang dia tulis benar-benar sudah lari jauh dari alur sebelumnya. Di novelnya, tidak ada propaganda tentang rencana gereja apalagi tentang kekuatan Diana. Hanya fokus pada kisah asmara Diana dan Theodor, dengan kematian Amora juga Chandler.


"Apakah mungkin...."


"Jika apa yang kamu pikirkan dengan saya saya, itu berarti benar Amora. Kekuatan gereja semakin melemah, mereka pasti sudah tau jika Diana hanyalah pengendali sihir, tapi mereka memperkenalkannya sebagai pengendali spirit. Jika masyarakat tau di gereja tidak memiliki sanit, maka gereja itu akan hancur," penjelasan Chandler untuk yang kedua kalinya.


Tangan Chandler seolah paham gemetar dari Amora. Dia memeganginya, sedikit mengecup telapak tangan Amora. "Sebab itu saya juga harus pergi ke akademi Amora, untuk mempelajari sihir, setidaknya agar Diana tak bisa mempengaruhi keluarga kita."


"Tunggu! Jadi kita tidak terpengaruh oleh sihir Diana karena ada saya?"


"Benar, bisa di bilang mansion ini adalah tempat suci yang tersembunyi."


"Lalu bagaimana dengan Theodor? Dan Yang Mulia Maverick?"


Pertanyaan yang di layangkan oleh Amora. Dirinya sedikit takut, bagaimana pun juga mereka hanyalah anjing kerajaan. Saat kerajaan di pimpin oleh Diana, itu akan lebih sulit bagi mereka hidup.


"Theodor masih sadar, kemungkinan dia seperti itu karena merasakan spirit darimu saat di gereja," ucap Chandler.


"Bagaimana jika nanti kakak keluar dari sini? Efek Diana-"


"Tidak akan, saya melihat Theodor nasih baik-baik saja. Selama tiga tahun kita mengirimkan surat dan mengatakan kondisi istana."


"Tetap saja, bagaimana jika nanti kakak, kakak pergi meninggalkan Amora?"


"Jika seperti itu ingat janji saya, tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Jadi, tolong bantuannya ya Amora?"


Ucapan Chandler seolah benar-benar paham apa yang dia katakan. Dalam untaian kata bukan tanpa makna tapi penuh dengan ilusi kata. Bibir Amora terbuka, benar-benar ingin menahan Chandler untuk pergi dari mansion mereka.