Become The Adoptive Sister In My Novel

Become The Adoptive Sister In My Novel
CHAPTURE 47 : Musim Dingin di Utara



"Kenapa akan pergi? Tuan Duke akan menjaga Anda di sini, Anda tidak tau apa yang akan terjadi pada Anda. Lebih aman jika Anda tetap tinggal," jelas panjang madam Schwarz.


Amora hanya diam, dia lantas menatap Tremy dengan wajah yang sama-sama kebingungan. "Ibu, maaf tapi-"


"Saya tau apa yang lebih baik. Tuam Duke Thedelso juga menitipkan Anda pada saya, jangan berpikir jika Anda sendirian Amora," dela madam Schwarz


Amora hanya diam saat itu, dia tak berani berkata apapun lagi. Sore harinya, madam Schwarz dan Tremy pergi dari mansion. Sejujurnya Tremy tidak mau pergi sendiri meninggalkan Amora, tapi ibunya yang memaksa untuk hal itu.


"Hati-hati di jalan Madam Schwarz, kirimkan pesan jika Anda sudah sampai rumah dengan selamat," ujar Amora pergi untuk mengantar Tremy juga ibunya.


"Baiklah, Tuan Duke Anda juga kemari," ucap madam Schwarz menundukkan kepalanya, begitu juga dengan Tremy.


Mata Amora membuka seketika saat sadar ada aura berat di belakangnya. Sesat dia merasakan pelukan pada punggungnya. Badan Amora meremang karena ketakutan. Tangannya yang gemetar saling dia tautkan untuk untuk mengurangi perasaan gugupnya.


Perlahan Amora membalikkan wajah, terlihat jelas Chandler sedang ada di sampingnya. Nampak lebih tinggi dan tampan seperti biasa, tapi Amora tak bisa menatapnya lebih. Dengan cepat dia membalikkan wajah sesaat.


"Berhati-hatilah Madam Schwarz, terimakasih sudah membantu saya untuk menyembuhkan Amora," jawab Chandler sembari tersenyum hormat pada keduanya.


"Ini adalah tugas saya, Anda bisa meminta bantuan kapan pun. Saya izin pamit," kalimat terakhir Madam Schwarz langsung naik ke kereta kudanya.


Nampak Amora cemas di saya, lambaian tangan dengan senyum yang di paksakan. Helaan napas tiba-tiba Chandler layangkan, Amora sedikit cemas jika tadu adalah drama Chandler yang lainya. Dia berpura-pura baik pada Amora hanya untuk memperlihatkan sisi baiknya sebagai kakak.


"Cukup dingin di sini, mungkin musim dingin akan datang. Saya akan meminta dayang untuk menghangatkan kamarmu, untuk sekarang kembalilah masuk," jelas Chandler langsung pergi meninggalkan Amora.


Setelah sekian lama, Amora akhirnya bisa mendengar ucapan Chandler kembali. Meskipun itu hanyalah kalimat singkat dan seorang Chandler tidak peduli. Rasanya sudah lama, semenjak kematiam Duke Thedelso. Chandler berbicara padanya tidak dalam keadaan kesal ataupun marah.


"Baiklah kakak," jawaban Amora bergumam pada Chandler yang sudah jauh meninggalkannya.


"Anda merasa baikkan Nona?" tanya seorang yang selalu baik padanya, Barier.


Jujur saja setelah kejadian malam itu Amora lebih menjaga jarak dengan Barier, bukannya dia marah tapi hanya takut. Barier adalah orang terdekat Chandler, dia bisa menirukan tanpa ada yang curiga adalah hal yang luar biasa. Belum lagi jika Tremy dan Amora juga bisa terpengaruh, pastinya kekuatan Diana itu semakin besar.


"Cukup dingin sekarang ya, sejujurnya saya cemas," ujar Barier kembali ikut jalan dengan Amora.


"Cemas? Untuk apa?" tanya Amora penasaran.


"Ya, bagian utara sangat dingin jika musim dingin, ini bahkan baru peralihan bagaimana jika nanti para monster itu keluar," jelas Barier sembari melihat ke arah luar.


Tentu saja, bagaimana Amora bisa lupa. Setiap musim dingin adalah musim yang terberat bagi kawasan Duke Thedelso. Bukan hanya masalah pangan bagi warganya, tapi juga serangan monster yang bisa sewaktu-waktu ada.


Dalam cerita, Diana bisa memerintahkan monster terkuat dalam bentuk naga. Bukan dengan kekuatan tapi dengan belas asihnya. Pada akhirnya, naga itu akan membantu Diana dalam pertempuran akhir dengan para pemberontak yang ada di perbatasan.


Final season, saat Chandler dan Amora sudah meninggal maka kerajaan akan semakin lemah. Tremy mendukung para kaum yang tertindas dengan kekuatannya melancarkan pemberontakan. Theodor saat itu kewalahan dengan keadaan raja yang melemah karena penyakit tertentu, tapi semua itu akhirnya selesai saat Diana berhasil memanggil monster naga untuk membantu mereka. Tremy terbunuh dan jasadnya di gantung pada gerbang awal masuk sebagai bukti pemberontakan.


'bagaimana aku bisa lupa!' jelas Amora juga terdiam sesaat.


Ingatan akan perang terakhir itu membuat Amora gemetar. Tremy seorang tirani bahkan menjungjung tinggi kebebasan, tapi karena Diana dis harus meninggal. Kakak perempuan nya dan madam Schwarz di duga membantu Tremy dalam pemberontakan akhirnya di hukum juga karena di anggap menggunakan sihir hitam. Bahkan saat dia sudah meninggal, orang-orang tersarang Amora juga di habisi.


"Barier, kapan musim dingin itu tiba?" tanya Amora penasaran. Masalahnya dalam ceritanya sendiri dia tak hidup selama itu jadi dia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Tokoh utama di sini adalah Theodo juga Diana.


"Besok jika tidak lusa, kenapa? Tak biasanya Anda merasa sangat penasaran dengan pergantian musim," kata Barier.


"Tidak ada, Barier bisakah kamu membantu saya? "


"Saya pasti membantu Anda bahkan saat Anda tidak memintanya Nona."


"Ah, jadi...."


Bisikan Amora pada Barier. Amora tengah merencanakan bagaimana nanti dia menemani nya untuk menyelusuri hutan. Di saat hewan-hewan itu masih belum terlalu aktif, maka Amora harus membuat perjanjian. Memang benar Amora sadar akan kekuatannya sekarang, maka dia tak ingin menyia-nyiakannya begitu saja.


"Anda sungguh? Tuan Duke akan marah kepada saya jiia terjadi sesuatu yang buruk pada Anda," tanya Barier ragu untuk menjawabnya.


"Kamu bilang akan membantu saya Barier," jawab Amora.


Barier sejujurnya tak ingin menolak, tapi dia jiga takut pada Chandler. "Baiklah, akan saya pikirkan lagi nanti malam," balas Barier dengan nada yang enggan.


Amora lebih hidup sekarang, dia mulai berjingkrak senang dan memelui Barier. Ucapan terimakasih tak lupa Amora layangkan, berharap masa depan bisa dia rubah sekarang. Dalam novelnya Amora dan Chandler sudah mati bahkan sebelum musim dingin tiba. Dewa reinkarnasi berpihak pada Amora sekarang.


Sesaat Amora pergi ke gereja di dalam mansion, dingin. Entah karena musim mulai berganti ataupun jarang di kunjungi. Karena permasalahan Duke dengan gereja membuat Duke malas untuk mengunjungi gereja bahkan dia mulai tak percaya pada pendeta di sana.


Perlahan Amora naik ke altarnya, mengusap perlahan meja yang biasanya di gunakan pendeta untuk berbicara.


"Apakah ini benar, andaikan ada ruang pengaduan. Dewa, saya ingin mengadu jika saya bukanlah Amora tapi saya ingin merubah masa lalunya agar dia bahagia," jawab Amora.


Sesaat Amora menutup matanya sembari menakupkan kedua tangannya dengan sungguh.


"Amora!"