
"Benar, tapi seharusnya kalian waspada kenapa saya bisa masuk ke istana," ucapan Diana langsung menggunakan sihirnya.
Dengan cepat mereka langsung tersihir olehnya. Melihat Diana sebagai titisan yang di agungkan dewi. Semuanya langsung berpaling tersenyum seperti mereka bersyukur bisa melihat Diana. Semuanya, kecuali Amelia.
Entah kenapa anak itu tak bisa tersihir oleh Diana. Sihir pelindung dari Madam Schwarz memang tidak bisa di anggap lemah.
"Diana! Apa yang kamu lakukan!" teriak Ameli melihat teman-temannya yang tak sadarkan diri.
"Kamu yang kenapa! Jangan berteriak pada Diana," ucap yang lainya malah berbalik membalas Amelia.
"Ka-"
"Amelia, harusnya kamu sadar ini bukanlah tempat kamu sekarang," ucap Diana menyela ucapan Amelia.
Tanpa berpikir panjang Amelia langsung pergi dari sana. Langkah kakinya panjang sembari dengan pikiran yang penuh dari hal yang tidak terduga.
"Bukankah Amelia itu sanit, itu sihir bukan spirit apa yang terjadi," gumam Amelia kebingungan. Sesaat dia sekilas melihat ke arah taman.
Di sana ada seorang Barier dan Chandler yang berlatih bertarung. Hari ini tidak ada kelas, anak-anak di bebaskan untuk melakukan kegiatan yang mereka suka. Tak heran beberapa waktu lalu Amelia harusnya adalah waktunya minun teh dengan teman-temannya. "Apakah selama ini kita di bohongi gereja?"
Mata Amelia membulat seketika. Dia ingat kejadian yang benar-benar sangat besar. Pembantaian gereja di mansion milik Duke Thedelso. Orang-orang bilang jika itu adalah kutukan bagi Duke Thedelso karena membawa anak haram ke mansion miliknya.
Tentu saja sudah lama keluarga Schwarz menjadi pelayan keluarga Duke Thedelso, mereka tidak percaya akan hal itu. Hal yang tidak banyak di ketahui, saat Diana memberikan berkatnya cahaya juga keluar dari Amora. Itu adalah berkat bagi dewa yang sebenarnya.
Dari hal ini membuat Amelia sadar ada yang aneh dari Diana. Jarang sekali Maverick membuat keputusan untuk membawa orang orang luar kerajaan ke istana. Perlahan Amelia menuju ke bawah, ingin menanyakan sesuatu saat pembantaian itu. Hanya Amora dan Chandler sendiri yang tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Tuan Mu-"
"Chandler, bukanlah ini terlalu awal untuk berlatih pedang?" selaan ucap dari Theodor secara kebetulan datang di antara mereka.
Hal yang sama di rasakan Theodor dengan Chandler. Dia juga terlindungi, kemungkinan itu adalah hasil pemberkatan dari Amora sebelumnya. 'Bahkan dia hanya sebentar dalam pemberkatan. Kenapa kekuatan bisa sekuat ini, apakah hal buruk ada hal yang akan terjadi,' batin Amelia cukup merasa cemas di sana.
"Apakah ada sesuatu yang salah yang mulia?" suara Diana tiba-tiba datang di antara mereka.
Tatapan Diana seketika tertuju pada Amelia yang masih berdiri di sana. Entah bagaimana Amelia langsung mengingat kejadian barusan. Entah secepat apa dia bisa berbalik seperti mengikutinya.
Satu hal yang membuat Amelia sadar sekarang jika dialah yang menjadi target selanjutnya. Dengan cepat Amelia pergi dari sana. Beberapa hari Amelia malah menjadi buah bibir bagi teman-temannya sendiri. Dia malah di jauhkan bahkan menjadi cibiran.
Pagi yang cerah Ibu, saya harap ibu baik-baik saja karena saya selalu baik di sini. Saya tidak tau harus menuliskan apa. Tidak memiliki teman mungkin harusnya saya biasa saja, tapi ada hal yang terus ada di pikiran saya. Diana, dia adalah seorang sanit bukan? Spirit dia seperti kekuatan jahat yang menyelimuti kami semuanya. Berkat ibu membawa saya tetap sadar untuk melihat apa yang benar, tapi bagaimana dengan anak yang lain? Saya harap ini cepat selesai saya ingin kembali karena seperti selanjutnya adalah saya.
Tulis Amelia dalam sebuah pesan singkat. Malam itu merpati pergi. Merpati khusus yang Madam Schwarz berikan sihir agar bisa mengikuti arahannya. Amelia merasa tidak aman saat di sana, mengetahui jika Diana memiliki niat buruk pada dirinya.
Ketukan perlahan ada di pintu kamar Amelia. "Nona Schwarz, saya adalah Barier Edelweis. Atas permintaan Tuan Duke muda, saya datang kemari untuk bertanya sesuatu," ucap seseorang di balik pintu.
Sesaat Amelia membuka pintunya, jelas itu adalah Barier di depan saya. "Boleh saya masuk, Nona Schwarz?" tanya Barier kembali.
"Ada apa Barier?" tanya balik Amelia merasa aneh tiba-tiba Barier datang ke kamarnya.
"Saya tau beberapa waktu ini ada mengamati Tuan Duke Muda, ada hal yang ingin Anda bicarakan," ucap Barier semakin mendekati wajahnya. "Tapi banyak mata yang melihat kita," lanjut Barier dengan bisikan.
Amelia seperti tau apa yang di maksud Barier. Perlahan dia membuka pintu kamarnya untuk membiarkan Barier masuk. Tanpa di minta Barier langsung menempatkan posisinya tepat di balik Amelia.
"Apa yang Anda lakukan! Ini adalah hal yang tidak sopan!" ucap Amelia dengan nada meninggi. Tentu saja itu adalah posisi yang tidak sopan apalagi bagi wanita bangsawan.
"Maafkan saya, saya tau ini adalah hal yang tidak sopan tapi saya melihat di sana. Tepat, mereka akan tau ada hal yang aneh jika saya masuk ke kamar Anda. Seperti ini mereka akan mengira jika kita akan berhubungan," jelas Barier langsung memberikan kode dengan matanya.
Perlahan Amelia mencuri pandang tepat di arah jendela. Silauan seperti cermin terlihat di sana. Amelia sadar jika dia tengah di awasi. Kecemasnya bukanlah perasaan belaka. Kedatangan Barier sekarang sepertinya membuka mata Amelia untuk lebih mempercayai tangan kanan Duke ini.
"Barier, yang kamu rencanakan?" tanya Amelia masih penasaran dengan kedatangan Barier kesana.
"Bisakah Anda membuat parameter setidaknya untuk kamar ini agar tidak ada yang mendengar kita?" tanya Barier kembali memeluk pinggang Amelia.
Saat itu Amelia langsung mengikuti alur Barier. Dia memegang lembut leher Barier, lantas memberikan sihirnya untuk menutup tirai dengan dan membuat parameter di sana.
Setelah semua itu Barier langsung menjaga jarak antara mereka. "Maaf Nona Schwarz, saya tau ada yang tidak beres di sini saya mencoba untuk tidak menarik perhatian. Hubungan antara murid adalah hal yang wajar, jadi saya harap Anda paham Nona Schwarz," jelas Barier langsung menundukkan kepalanya.
"Saya paham, jadi apa yang membuat kamu kemari Barier?" tanya Amelia langsung.
Perlahan Barier mengambil sesuatu dari sakunya. Itu adalah sebuah surat dengan pita yang Amelia paham sebelumnya. "Ini adalah milik Anda?" tanya balik Barier.
"Apakah-"
"Orang itu yang melakukannya, saya menemukan ini sebelum di temukan oleh mereka. Tuan Duke Muda bertanya, apakah Anda ingin bertanya sesuatu pada dia. Saya juga ingin tau, kenapa Anda bisa terlibat masalah dengan Diana dan apa hubungannya dengan Tuan Chandler?"