Become The Adoptive Sister In My Novel

Become The Adoptive Sister In My Novel
CHAPTURE 53 : Hubungan Amelia dan Barier.



"Orang itu yang melakukannya, saya menemukan ini sebelum di temukan oleh mereka. Tuan Duke Muda bertanya, apakah Anda ingin bertanya sesuatu pada dia. Saya juga ingin tau, kenapa Anda bisa terlibat masalah dengan Diana dan apa hubungannya dengan Tuan Chandler?" ujar panjang Barier di akhiri dengan pertanyaan.


Saat itu Amelia hanya diam, dia tak mengatakan apapun. Sesaat kemudian dia mulai mengetukkan jarinya pada tepi ranjang. "Ini akan sedikit panjang, sejujurnya saya juga tidak ingin ada masalah dengan mereka," timpal Amelia.


Amelia lantas menceritakan awal masalahnya, saat mereka hanya menghabisi waktu luang dengan minum teh seperti biasa. Para anak bangsawan merasa risih oleh Diana, apalagi saat Diana bukan dari golongan mereka. Seketika mereka menggunjing Diana. Memang Amelia tak ikut, tapi dia juga tak melarang. Hingga suatu ketika Diana mengeluarkan sihirnya dan membuat semuanya mengikuti apa yang di perintahkan Diana termasuk teman-temannya sendiri.


Amelia bersyukur pelindung dari ibunya sangat kuat, bahkan Diana tak bisa menembusnya. Akan tetapi, itu yang membuat sisi balik dari Amelia. Dia malah di pojokkan oleh teman-temannya sendiri. Amelia sadar ada yang tidak beres dengan Diana, dia ingat pada kejadian pembataian gereja. Saat itu Amelia ingin bertanya apa yang terjadi pada Chandler karena hanya mereka berdua yang tau.


Diana, dia selalu menggagalkan Amelia untuk bertanya. Jangankan bertanya, dia juga tak bisa mendekati Chandler karena Theodor juga ada di posisi Diana.


"Jadi seperti itu, entah saya harus bersyukur atau tidak saat ini mungkin hanya saya yang paham tapi saya sendiri yang di pojokkan," ucap Amelia setelah penjelasan panjangnya.


Barier hanya diam, dahinya mengerut seperti memikirkan sesuatu. "Jadi dia sudah mempengaruhi sampai sini," gumam Barier sendiri. "Nona Schwarz apakah Anda tau, Madam Schwarz yang menjadi guru sihir bagi Dara. Saya mendapatkan berita jika Tuan Duke Thedelso di kutuk, jika dia dekat Amora maka dia ingin membunuhnya, bagaimana itu bisa menembus berkat dari Amora?" tanya balik Barier.


"Saya tidak tau, harusnya sihir tidak bisa memiliki berkat kecuali sihir itu sangat pekat dan kuat. Apakah mungkin selama ini Diana hanya bermain-main dan tidak menggunakan seluruh kekuatannya!"


Keduanya sama-sama diam, baik Barier ataupun Amelia. Tangan mereka menjadi dingin satu sama lain, beberapa rambut berdiri membuat ada sesuatu yang salah.


"Terimakasih atas waktunya Nona Schwarz, saya akan segera kembali," ucap Barier setelah beberapa saat terdiam.


"Tunggu!" tahan Amelia memberikan kecupan singkat pada leher Barier. "Akan mencurigakan saat tidak ada apapun di sana," lanjutnya.


Sesaat Barier menundukkan kepalanya tanda hormat lantas pergi dari kamar Amelia. Burung sihir sudah musnah, benar-benar ini adalah saat yang berbahaya. Amelia tidak tau kenapa pada senat di Akademi tidak ada yang merasa jika ada keanehan di sana. Kemungkinan Diana juga sudah mempengaruhi mereka.


Setelah kejadian itu Barier dan Amelia semakin sering bertemu. Dia bilang Chandler tak bisa datang karena Theodor dan Diana mengikuti nya juga. Mereka bercerita banyak hal membuat hubungan yang lebih dekat antara mereka bertiga. Ini semuanya adalah hal yang diinginkan Diana, menjadi pusat dan poros yang di kagumi semua orang.


Amelia kembali berbincang dengan Barier di taman, hanya berdua saat mereka makan siang. "Bagaimana keadaan kamar Anda? Apakah mereka masih mengintai?" tanya Barier pada Amelia.


"Saya tak lihat ada tanda-tanda di sana, saya berharap tidak," jawabnya. "Barier, apakah berkat Amora begitu kuat? Saya lihat kamu dan Chandler masih di lindungi," lanjut Amelia dengan sebuah pertanyaan.


"Mungkin, jika Anda belum pernah melihat sisi lain Nona Amora Anda tidak akan percaya, tapi saya pernah melihatnya. Dia benar-benar titisan Dewi," jawab santai Barier. Sesaat Barier melihat ke arah lain, di mana ada Diana yang tengah berjalan dengan teman-temannya. "Tapi saya tidak tau kenapa Yang Mulia Theodor malah mengikuti Diana, dialah yang melihat kekuatan asli dari Nona Amora," lanjutnya.


"BARIER!" teriak Chandler kuat. "Kita harus kembali sekarang! Mansion di serang!" teriakan Chandler langsung membawa Barier pergi.


"Ada apa Tuan Muda?"


"Mansion di serang oleh prajurit hitam, mereka di ambil dari para prajurit yang sudah meninggal jadi tidak bisa di bunuh atau di hancurkan. Saya harus segera pulang, ayo Barier!" jelas panjang Chandler langsung pergi dari sana. Begitu juga Barier yang mengikuti Chandler dari arah belakang.


Amelia diam kebingungan, baru saja mereka makan bersama dengan tenang. Berita ini sungguh menggemparkan, sebuah hal yang belum pernah Amelia pikirkan.


Prajurit hitam, dulu ada ratusan tahun sebelum adanya sihir. Kemudian sihir pertama muncul, menciptakan ahli sihir baru dan hebat setiap generasi. Sihir semakin maju dan berkembang, itu yang membuat banyak ahli sihir mulai berbuat seenaknya, hingga kekacauan akibat sihir terjadi.


Banyak orang biasa yang menjadi korban membuat mereka muak lantas melakukan pembantu besar-besaran kepada kaum penyihir. Hanya kawasan Duke Thedelso yang aman bagi mereka karena Duke Thedelso juga memiliki berkat dari kekuatan istrinya. Akhirnya kawasan Duke Thedelso yang paling aman dari serangan karena di lindungi oleh sihir.


Kawasan lain di kekaisaran menjadi iri dan ingin melakukan hal yang sama. Mereka mulai mengikuti untuk menumbuhkan ahli sihir yang hebat. Hingga di buatlah akademi ini agar para ahli sihir bisa di ikat agar tidak melakukan sihirnya secara sewenang-wenang, ataupun menyakiti seseorang.


Mungkin tidak untuk sekarang, saat Diana masuk maka apa yang mengikat dari Akademi ini akan goyah dan dia bisa melakukan apapun.


"Saya harap Mansion Duke baik-baik saja," gumam Amelia saat Barier dan Chandler sudah pergi menjauh.


"Ya, mereka baik-baik saja tapi bagaimana dengan kamu, Amelia?" pertanyaan yang di keluarkan oleh seseorang.


Nada tipis dan halus, itu adalah Diana. Sungguh mengerikan saat beberapa waktu lalu dia tengah jauh darinya sekarang tepat berada di sebelahnya.


"Anda, salam untuk sanit pelindung kekaisaran," ucap Amelia sembari menunduk hormat.


Seperti yang di minta oleh Barier sebelumnya jika dia harus bersikap tunduk pada Diana atau hal buruk akan terjadi. Barier juga tak mau Amelia berada di bawah pikiran Diana dan membeberkan semua hal yang mereka bicarakan sebelumnya.


"Amelia! Kamu tidak perlu menundukkan kepala seperti itu, kita adalah teman di Akademi ini. Amelia, apa hubungan mu dengan Tuan Muda Edelweis?" pertanyaan terakhir yang keluar dari Diana.