Become The Adoptive Sister In My Novel

Become The Adoptive Sister In My Novel
CHAPTER 40 : Hanya Pura-Pura



Pagi itu Amora bangun di tempat yang asing baginya. Sebuah kamar yang nyaman dengan ranjang yang besar.


"Anda sudah bangun Nona?" tanya seseorang membuat Amora tersentak. Itu adalah Barier, dengan senyuman lembut.


"Barier! Astaga kamu membuat saya terkejut!" sontak Amora berbicara dengan nada yang sedikit meninggi. "Ini di mana Barier?" lanjut tanya Amora.


"Ini adalah kamar Tuan Chandler, Anda tadi malam makan dengannya ingat?" jawab Barier kembali dengan santai.


Sesaat Amora menganggukkan kepalanya. Melihat sekitar benar-benar suasana yang asing bagi Amora. Setau Amora Chandler orang yang sangat privat. Dia tidak suka jika ada orang lain yang masuk ke kamar nya, bahkan jika itu pelayan yang membereskan kamar. Duke terdahulu, Edelweis, Barier, adalah orang kepercayaan Chandler untuk masuk ke kamarnya.


Hingga kini Amora, bukan hanya masuk bahkan tidur di ranjang Chandler. Sesaat Amora mendengar banyak suara ribut. Dia melihat dari jendela kamar, prajurit baru tengah di latih. Pemimpin latihan itu adalah Chandler sendiri.


Setelah bersiap, Amora turun ke bawah. Melihat kakaknya dengan perasaan haru dan senang. "Kakak!" teriak Amora memanggil.


Sesaat Chandler menatap Amora. Tatapan dingin berbeda dengan yang Amora ingat terakhir kalinya. Beberapa waktu Chandler memberikan kode dengan tangannya. Membuat para prajurit itu berhenti berlatih dan mulai beristirahat.


Hal yang paling mencolok di sana, para prajurit yang lebih muda dari umumnya. Tidak seperti prajurit Duke yang biasa, mereka terlihat sama atau sedikit lebih tua dari Chandler.


Amora melihat Chandler yang mendekatinya. Seolah perasaan hangat kembali menyeruak dari diri Amora. Jantungnya tidak bisa berhenti berdegup membuat Amora gugup.


"Kak-"


"Seharusnya kamu menyembunyikan wajah menjijikkan itu," ucapan Chandler tiba-tiba langsung melawati Amora.


Saat itu perasaan Amora luntur. Dia sadar Chandler melewatinya dan menghampiri Barier untuk berbicara.


"Kakak, ada yang-"


"Seorang penjahat harusnya diam saja, kamu tau kan posisi mu di sini karena ayah yang membawa mu kemari, sekarang ayah telah tiada jadi saya tidak perlu berpura-pura menjadi kakak yang baik Amora. Perhatikan langkah kaki mu saja," ucap Chandler langsung berjalan menjauh dari Amora.


Amora terdiam, seperti balok es dengan suasana dingin yang mencekam. Amora tidak percaya jika kakaknya berubah dalam satu malam. Kehangatan yang dia rasakan entah ingatan nya karena keinginan ataupun hanya mimpi belaka.


"Anda tidak apa?" tanya Barier lantas memecahkan lamunan Amora.


Amora diam, dia tidak berani untuk berbicara. Langkahnya terhenti dengan air mata yang dia tahan. Sesaat Amora terduduk lesu menahan wajahnya yang dia sembunyikan ke bawah.


"Apa yang terjadi Barier?" tanya Amora masih tidak percaya dengan perlakuan kakaknya. "Barier? Apakah kakak rasanya berbeda?" tanya Amora langsung.


"Tolong Anda jangan salah paham, ini pasti juga hal yang berat bagi Tuan Duke, dia baru saja kehilangan ayahnya lalu menjadi Duke dalam waktu yang singkat. Tolong pahami," jelas Barier mencoba untuk menenangkan Amora.


Di lain sisi, Amora nenelaah apa yang Chandler katakan. Mungkin sebuah kepura-puraan perhatian Chandler selama ini karena Thedelso. Di lain sisi, Amora juga mencoba untuk memahami apa yang di jelaskan oleh Barier.


Sarapan, makan siang, dan makan malam seperti biasa. Amora sendirian, dulu Thedelso yang selalu menemani Amora sekarang tidak ada. Bahkan para pelayan tidak terlihat entah di mana. Hanya Barier yang selalu ada di sebelah Amora sekarang.


"Makanannya enak," ucap Amora memecah keheningan.


"Bolehkah saya bertemu dengan juru masaknya?"


"Apakah Anda memerlukan sesuatu? Saya yang akan mengambilnya."


"Tidak ada, hanya saja saya ingin tau."


"Maaf tidak bisa, mata jahat bisa mengelilingi Nona. Sama seperti Tuan Duke terdahulu dia terkena kutukan karena ketidakwaspadaannya. Saya harap Anda mengerti," ucapan Barier langsung menolak permintaan Amora.


Amora merasa ada yang aneh di mansion sekarang. Semuanya sepi, tidak ada satupun pelayan yang terlihat. Namun anehnya, mansion terus terjaga dengan rapi. Saat Amora ingin mandi semuanya sudah tersiap, bahkan pakaian yang ingin dia pakai.


Selesai makan Amora pergi ke perpustakaan. Membaca buku, dan mempelajari sihir secara otodidak. Semenjak kematian Duke terdahulu, Madam Schwarz juga di berhentikan dari tugasnya untuk mengajari Amora. Dirinya merasa secara tidak langsung di isolasi oleh kakaknya sendiri


Barier terus ada di sisi Amora. Entah menjaganya ataupun mengawasi Amora tidak tau. Sesaat ada salah satu penjaga masuk, sosok penjaga yang bahkan tidak pernah Amora lihat sebelumnya.


"Tuan Duke meminta Anda untuk menghadap," ucap prajurit itu langsung.


"Saya tidak bisa, saya tengah meng- maksud saya menjaga Nona Amora," tolak Barier langsung.


"Saya tidak apa Barier, lagipula saya ada di sini. Jika saya butuh bantuan, saya akan langsung memanggil mu," jawab Amora mendengar ucapan Barier dengan penjaga itu.


Amora merasa bebas untuk sesaat, tepat saat Barier pergi menjauh. Dirinya melihat sekitar, kumpulan buku yang di berikan madam Schwarz masih ada di sana.


"Berikan saya sedikit kekuatan untuk saya bertahan hidup sekarang, Isnin," ucap Amora menyatukan kedua tangannya lanntas menutup mata. Di saat yang sama cahaya silau mulai datang menyeruak dari genggaman tangan Amora.


"Anda memanggil saya, Amora?"


Di lain sisi Barier sudah ada di tengah-tengah perkumpulan. Di mana ada Chandler juga Theodor. Entah dari kapan Theodor ada di sana, tapi itu membuat Barier terkejut. Pasalnya di istana masih ada Diana, tapi Theodor sekarang bisa mulai bebas untuk pergi.


"Apa yang ingin Anda katakan Tuan Duke?" tanya Barier pada Chandler.


"Tidak ada, apakah afa sesuatu yang berbeda dari Amora?" tanya Chandler dengan wajah seriusnya.


"Tidak ada, setelah bersiap Nona Amora makan malam lantas pergi ke perpustakaan," ucap Barier langsung menjawab pertanyaan itu. "Ah, sepertinya Nona Amora mulai sadar akan mansion yang sepi. Saat makan malam dia bertanya apakah bisa bertemu dengan juru masaknya. Saya memberikan alasan sederhana dan itu cukup untuk membuat Nona Amora tidak bertanya lagi, tapi saya tau itu bukanlah jawaban yang memuaskan bagi Nona Amora," jelas Barier.


Penjelasan panjang dengan anggukan singkat dari Chandler. "Sudah saya duga Amora adalah orang yang peka, saya harap rencana ini belum di sadari oleh Amora," ucap Chandler langsung melihat ke arah Theodor.


"Saya akan mengirimkan beberapa bawahan saya sebagai pelayan dan penjaga. Jangan sampai Amora tau ini ada sihir mu Chandler," ucap Theodor menanggapi tatapan Chandler.


Helaan napas Chandler lakukan. Sesaat ketukan pada meja kantornya. Ini adalah ruang kerja bagi Duke Thedelso dulu, tapi sekarang ini adalah milik Chandler.


"Apakah tidak bisa mengatakan pada Amora langsung?" tanya Chandler.


"Tidak, ini terlalu berbahaya untuk melibatkan Amora dalam rencana!"