Take My Life

Take My Life
chapter 08



"AAAAAAAAAAAAAAAAAAA"


Suara teriakan itu menggema di seluruh ruangan rumah. suara itu cukup nyaring sehingga mampu menarik perhatian seorang pria yang sedari tadi merutuki kebodohanya .


Ray  yang tadi hanya berlutut di sisi ranjang Nathalia, langsung menoleh ke arah pintu kamar yang setengah terbuka. Tanpa menunggu lama ia bergegas keluar kamar untuk melihat apa yang terjadi.


"Atha!!!.. bangunlah!!!"


Lagi lagi suara itu merenggut paksa perhatian Ray. Ray di liputi rasa cemas yang berlebihan berlari secepat yang ia bisa. Pria berkaos putih oblong itu menuruni anak tangga putih dengan tergesa gesa tanpa memikirkan keselamatanya. sesekali umpatan kasar keluar dari bibirnya, ia merutuki kenapa ia tinggal di rumah yang cukup besar.


Saat sampai di depan pintu dapur, Ray tercekat, tanpa sadar tubuhnya bergetar.  Dadanya bagai terhantam batu besar. Mata indah yang sedari tadi sudah memerah kini mulai berkaca kaca.


Ray berlari dengan cepat kearah ibunya yang sedang histeris sambil memeluk Nathalia. Natalia, adik kesayanganya itu sudah tak sadarkan diri dengan tangan yang di penuhi darah dan sebilah pisau juga berada di tangan kanannya.


"Atha.." suara itu terdengar sangat tenang untuk situasi seperti ini. Tapi siapa pun pasti tahu jika mendengar nada suara itu. Pria itu sedang menahan sesuatu yang menyakitkan menyerang hati dan fikiranya.


"Atha... im so sorry baby"


"..wake up baby.. atha.. wake up baby please...." suara itu mulai bergetar mungkin pria itu sudah tidak bisa lagi menahan hancur di hatinya.


"Athaaaaaaaaa!!!" teriakan Ray mengema di rumah besar itu dengan air mata yang mengalir deras.


Darah itu... darah itu sebagai bukti bertapa sakitnya hati seseorang. Ray tak berfikir banyak lalu dengan spontan ia membuka baju kaos putih yang tadi membalut tubuhnya dan memperlihatkan tubuh berotot miliknya.


Kemudian Ray mengikat pergelangan tangan Nathalia tepat di pergelangan tanganya, untuk menghentikan pendarahan. Ray mengangkat tubuh Nathalia dalam sekali tarikan ia berlari dengan sesekali berteriak pada seseorang untuk menyiapkan mobil.


👩‍💻👩‍💻👩‍💻👩‍💻


"Dok.. apakah pasien atas nama sebastian bisa pulang hari ini?" seorang perawat Berkata dengan suara yang sedikit manja.


Lauro menoleh kearah perawat itu dan tersenyum manis "aku akan mengecek kondisinya sekali lagi setelah itu aku akan memutuskan" lalu pria itu kembali melanjutkan aktifitasnya melihat beberapa kertas di atas mejanya.



Kemudian perawat itu undur diri dari ruangan lauro. Ruangan lebih dominan warna putih itu membuat siapa pun yang melihatnya 'tenang'.


Beberapa saat berlalu dan lauro masih sibuk dengan kertasnya.


Sampai bunyi alarm membuat pria tampan itu tanpa sadar kembali menyuguhkan senyuman manisnya.


Lauro mengambil ponselnya yang menampilkan sebuah foto seorang gadis. Foto seorang gadis yang sedang menyentuh rambutnya, mata hazel dan kulit khas wanita spain membuatnya terlihat sedikit berbeda dengan Nathalia. Evgania Elsa Mclan nyatanya gadis itu masih menjadi ratu di hati Lauro.



Bahkan bisa di katakan saat ini Lauro telah melupakan sosok Nathalia yang tempo hari sempat membuatnya gundah. Seorang gadis yang menurutnya sangat beruntung, beruntung karena memiliki paras cantik secantik gadisnya.


Lauro sadar Nathalia bukanlah Evgania. Selain akal sehatnya berfungsi. Lauro juga tahu perbedaan jelas antara gadisnya dan Nathalia.


Mata, bibir dan warna kulit. Lauro merasa gadisnya lebih ungul dari Nathalia. Walaupun tak menutup kemungkinan bahwa hatinya merindukan Evgania melalui sosok Nathalia.


Curang bukan! Tapi itulah kenyataanya.


Namun lagi lagi ia menepis. Ia tak ingin menjadikan Nathalia pelarian dan tak ingin menduakan Evgania.


Gila bukan?


Gadis itu telah lama menutup mata tapi Lauro tak pernah bisa melupakanya walaupun sedetik. Itu karena Lauro terlalu mencintai Evgania.


"Kau merindukanku baby? Aku akan menemuimu" Lauro berbicara seraya menatap ponselnya dengan senyum manis.


"Aku akan menemuimu dengan bunga kesukaanmu" Lauro yang hendak beranjak tapi intercome di mejanya berbunyi dan menampilkan situasi darurat.


"ini waktuku menemui gadisku!" walaupun mulutnya mengumpat tapi nyatanya pria itu kembali memakai jas 'kebesaranya'.


Jas putih dengan logo rumah sakit miliknya bertenger indah di dadanya. Dengan langkah cepat pria tampan itu berlari ke luar ruangan.


Lauro bertemu seorang perawat yang menjelaskan kondisi pasien dengan menujukan sebuah kertas. Lauro mengamati lalu mengambil langkah cepat memasuki ruang operasi ruang khusus untuk mengganti baju.


Setelah mencuci tangan Lauro berjalan keruang operasi dengan tangan terus terangkat ke atas. Seorang suster yang memakai pakaian khusus telihat memakaikan Lauro sarung tangan dan memakaikan jubah khusus dokter bedah. Lauro sedikit tercekat saat melihat siapa yang terbaring di meja operasi.


Wajah yang sama persis pada foto di ponsel Lauro.


Natalia!


saat Lauro hampir berhasil melupakanya kenapa dia harus muncul lagi?


Muncul dalam kondisi yang membuat Lauro mengingat sosok Evgania. Sama persis sampai membuat Lauro tak berani untuk melangkah.


Sehebat apa pun dirimu sebagai dokter. Kau takan akan pernah bisa menyelamatkan keluargamu. Apa lagi cintamu.


Tangan Lauro bergetar saat menyentuh kulit tangan Nathalia lalu perhatiannya tertuju pada wajah pucat dan mata yang setia tertutup. Raut wajah itu yang Lauro dapati terakhir kali saat melihat Evgania terbaring di atas bankar di dorong beberapa perawat untuk masuk dalam ruang operasi.


Kala itu Lauro hanya bisa menangis histeris, lelaki itu terus  di pegangi oleh matthew dan Xavier. Saat itu ia tak bisa bertindak lebih karena pada masa itu setatusnya adalah dokter koas atau satuan paling bawah dalam susunan rumah sakit.


"Dok.. apa kau baik --"


"Hubungi dokter lucas!"


Kalimat datar berupa perintah tegas dari seorang Lauro tanpa di hiasi senyum seperti biasanya.


"Ta.. tapi dokter lucas sedang ada pasien dok"


Lauro menatap perawat wanita itu dengan tatapan tajam. Tak ada kata yang keluar dari bibirnya.


"Ada masalah dok?" Tanya dion si dokter residen.


Dokter yang mendampingi Lauro saat ini. Karena jika tidak segera di lakukan pembedahan bisa jadi gadis itu akan mengalami gagal jantung atau lebih parah langsung berujung pada kematian. Karena nadinya telah putus oleh sayatan.


"Pasang penghalang" Lauro mencoba fokus. Tak ada waktu untuk menunggu bantuan atau mencari orang untuk mengantikanya.


Perawat yang paham langsung memasang kain penghalang untuk menutupi setengah bagian atas gadis itu. Yang kini terlihat oleh lauro hanya bagian tubuh bawah Nathalia.


Lauro mencoba menengkan dirinya. Ia mencoba menepis bayangan Evgania dan meyakinkan diri Nathalia dan Evgania adalah sosok yang berbeda, Klasik memang. Tapi saat wajah terlihat mirip dan rasa rindu yang mengebu mampu mendorong pasti logicanya.


"Ini mayat" ucap lauro pelan dan cukup terdengar untuk dirinya sendiri. Seolah kata kata itu adalah sugesti untuk dirinya supaya perlahan mulai memberikan pertolongan pada gadis yang kini mungkin sedang berhadapan pada pintu kematian


Setelah beberapa saat Lauro berhasil melakukan tugasnya dan kembali memeriksa tanda tanda vital gadis itu. Kemudian senyumnya merekah kembali setelah mengetahui gadis itu baik baik saja.


"Lanjutkan" kata lauro sebelum meninggalkan ruangan operasi. Ia mengarahkan pada dokter itu untuk menjahit kulit bagian luar.


Dengan langkah ringan seolah beban yang mengehimpitnya beberapa saat yang lalu hilang ntah kemana.  kini ia rasakan adalah rasa bangga karena secara tak kasat mata ia mampu mengembalikan Evgania. Ia tersenyum seolah melihat bayangan Evgania yang kini tengah tersenyum di hadapanya.


Bayangan semu yang sedari dulu telah menghantui Lauro. Lauro sadar dan tahu pasti bahwa itu adalah ilusi yang tercipta dari rintihan rindunya yang mengebu.


TBC


wkwkw makin gaje g sih? tapi serius bagian medis ini beneran ay pelajari segenap jiwa dan raga.. karena story ini di bikin 06 08 18 dan ay sempet hiatus nulis karena mencari sesuap nasi 🤣🤣🤣 jadi story ini gantung di salah satu apk.. maapkan ay centah🤣


dan semua riset ay tentang medis terhapuskan 🤣 percayalah semua yang ay tulis ini berasal dari beberapa artikel kedokteran bukan mengarang indah centah 🤣 maapkan saiia penulis songong yang amatir sok2 nulis kedokter ceunah 🤣😘